February 2014 - Wisata Kuliner Indonesia

Tuesday, February 25, 2014

Kuliner Sukabumi - Mochi, Oleh-Oleh Khas Sukabumi
February 25, 2014 11 Comments
Wisata Kuliner Indonesia #312
Mochi Kaswari "LAMPION"
Jl. Bhayangkara - Gg Kaswari II No. 9 dan 19
Sukabumi
Telp: 0266 266534

Tidak sah kalo jalan-jalan ke Sukabumi tanpa membawa pulang mochi. Ya, kudapan yang satu ini memang menjadi oleh-oleh wajib jika berkunjung ke kota ini. Banyak penjaja kue mochi di kota ini, tapi ada satu yang kondang dan konon merupakan pelopor kuliner khas Sukabumi ini: Mochi Kaswari "LAMPION". Di sebuah gang di Jl Bhayangkara, terdapat sebuah bangunan baru yang cukup mencolok yang merupakan outlet penjualan mochi yang lebih sering disebut dengan Mochi Lampion ini. Aneka rasa mochi tersaji disini: suji pandan, vanila, durian, pisang ambon, blueberry, melon, mocca, coklat, keju dan strawberry. Semuanya berisi kacang tanah manis, yang membedakan adalah rasa di "daging"-nya. Kenyal, lembut dan manisnya terasa begitu seksi di mulut kita, mungkin inilah yang membedakan Mochi Lampion ini dengan mochi lainnya, adonannya passss... Dikemas dalam kotak berisi sepuluh butir mochi, dan diikat setiap lima kotak, Mochi Lampion dijual seharga Rp. 30.000/ikat atau Rp. 6.000/kotak. Dan kita boleh memadukan rasa yang ada biar gak penasaran. Sayangnya mochi ini memang tidak terlalu tahan lama, disarankan untuk dihabiskan dalam waktu empat hari saja, bahkan untuk beberapa varian seperti durian dan keju hanya tahan dua hari. Bisa dimasukkan ke kulkas sih, tapi tentunya akan menghilangkan kekenyalan yang menjadi ciri khas penganan ini.

Berdasar informasi yang didapat dari brosur yang tersedia di outlet Mochi Kaswari "Lampion", usaha ini didirikan sejak tahun 1983 oleh Bapak Kuswandi dan sekarang sudah dikelola oleh generasi keduanya dan tidak membuka cabang di tempat lain. Akan tetapi sejak tanggal 12 Februari 204, telah dibuka Galeri Mochi Kaswari Lampion yang berada di mulut gang kaswari II, tidak jauh dari jalan raya bhayangkara. Ini tentunya memudahkan konsumen yang tidak perlu masuk sampai ke dalam gang untuk membeli mochi lampion di pabriknya. Sekitar 2000 keranjang diproduksi setiap harinya, dan jumlah ini dapat meningkat dua kali lipat di saat hari libur atau akhir pekan. Memang kuliner Sukabumi saat ini tidak bisa dipisahkan dengan kehadiran Mochi.

Reading Time:

Monday, February 24, 2014

Kuliner Sukabumi - Nasi Uduk Ungu, Unik dan Enak
February 24, 2014 6 Comments

Wisata Kuliner Indonesia #311
Mamih Ungu Resto
Jl. Brawijaya No. 16 Sukabumi
Telp: 0266 - 210175


Pernah makan nasi berwarna ungu? Atau paling tidak pernah melihatnya? Di Sukabumi ada sebuah resto yang menyajikan nasi yang berwarna ungu, nama tempatnya Mamih Ungu Resto. Menu andalan dari Resto ini adalah Nasi Uduk Ungu Special, nasi uduk berwarna ungu yang disajikan dengan ayam goreng kemiri, tahu, tempe, lalap+sambal serta telor dadar tipis sebagai alasnya. Dari mana warna ungu untuk nasi itu didapat? Sang empunya bilang bahwa warna tersebut berasal dari buah bit dan ubi, rasanya tidak kentara pada nasi uduk yang sudah gurih itu, tapi kandungan gizi yang terdapat pada umbi-umbian itu menjadi nilai tambah tersendiri untuk sajian ini, selain tentunya penampilannya yang unik dan menarik. Acungan jempol juga harus diberikan atas ayam goreng yang menjadi lauk utama pendamping Nasi Ungu ini. Menggunakan ayam kampung sebagai bahan dasarnya, ayam goreng ini terasa begitu gurih dan empuk, bumbunya benar-benar meresap ke dalam setiap helai dagingnya. Satu porsi Nasi Uduk Ungu Special ini dapat kita nikmati dengan harga Rp. 23.000. Selain Nasi Uduk Ungu, tempat ini juga menawarkan satu menu unik lainnya yaitu Nasi Uduk Ijo yang bercita rasa agak pedas karena menggunakan cabe hijau sebagai campurannya.


Dari situsnya, mamihungu.com, tertulis bahwa Mamih Ungu Resto ini baru memulai usahanya di tahun 2007 dengan menawarkan aneka sajian khas Sunda. Mulai berkembang pesat setelah mulai ditawarkannya Nasi Ungu ini kepada para pelanggannya. Pada tahun 2013, resto ini berekspansi dengan membuka tempat yang lebih besar, tidak jauh dari tempat asalnya. Saat ini, Nasi Ungu menjadi salah satu ikon kuliner Kota Sukabumi sehingga dapat menarik para wisatawan maupun penduduk kota ini untuk mmenikmati sajian yang unik ini. Penasaran?


Wajah kelaparan rekan-rekan Relawan TIK Indonesia di Mamih Ungu Resto - Sukabumi

Reading Time:

Tuesday, February 18, 2014

Kuliner Jakarta - Bebek Kaleyo
February 18, 2014 4 Comments

Wisata Kuliner Indonesia #310
Bebek Kaleyo
Jl Abdullah Syafi'ie (bawah fly over Tebet, setelah rel kereta)
Jakarta
Telp: 021 95200088


Penggemar bebek di Jakarta tentu kenal dengan Bebek Kaleyo yang memiliki banyak cabang di beberapa titik di kota Jakarta. Ya, nama bebek kaleyo memang memiliki brand image yang kuat di kalangan pecinta kuliner bebek. Kenapa? Tentunya karena cita rasa yang dihasilkan oleh sajian yang dihidangkan. Bebek Goreng Kaleyo misalnya, selain dagingnya yang lembut, cita rasa gurih yang diberikan oleh olahan bebek goreng ini memang memanjakan indera pengecap kita. Konon, ini karena resep untuk memasak bebek ini merupakan hasil percobaan yang cukup panjang sehingga menemukan resep terbaik yang digemari masyarakat. Untuk satu ekor Bebek Goreng kita bisa beli dengan harga Rp. 70.000,- sedangkan untuk satu potong dada/ayam cukup keluarkan uang Rp. 17.500 saja. Selain Bebek Goreng, Bebek Bakar dan Bebek Cabe ijo juga tercantum pada daftar menu yang dapat menjadi pilihan kita.


Konon lagi nih, Bebek Kaleyo merupakan warung bebek paling rame se-Indonesia. Benarkah? Berdasarkan pantauan saya di salah satu cabangnya di daerah Tebet, Jakarta, tingkat keramaian di warung ini memang luar biasa. Ruangan yang sangat luas dan menampung ratusan orang ini di jam makan malam seolah tak pernah sepi dikunjungi pengunjung yang menempati meja yang tersedia silih berganti. Untuk pengalaman pertama kali mengunjungi tempat ini, hal ini tentunya membuat saya geleng-geleng kepala. Mungkin lebih ramai Bebek Sinjay di Madura, tapi Bebek Sinjay ini hanya buka pada jam makan siang dengan durasi sekitar 3-4 jam saja, sedangkan Bebek Kaleyo buka dari jam 11 siang sampai 11 malam. Padahal Bebek Kaleyo sendiri baru berdiri tahun 2007 dengan menempati sebuah tenda di kawasan Cempaka Putih. Dalam waktu kurang dari 10 tahun, saat ini Bebek Kaleyo sudah memiliki dua belas cabang di kawasan Jakarta, Bekasi, Bintaro, BSD dan sebagainya. Sungguh suatu perkembangan usaha kuliner yang sangat pesat. Penasaran ingin mencoba?

Mau tahu tempat makan lainnya di Jakarta? Silakan lihat disini -> Wisata Kuliner Jakarta

Reading Time:

Monday, February 10, 2014

Kuliner Bali - Warung Made
February 10, 2014 6 Comments

Wisata Kuliner Indonesia #309
Warung Made (Made's Warung)
Br. Seminyak, Kuta, Bali.
Tel: 0361 732130


Warung Made, nama itu begitu iconic sebagai salah satu destinasi kuliner di Pulau Bali. Tapi, walau sempat beberapa kali mengunjungi pulau Dewata ini, saya baru sempat menyambanginya di bulan Oktober 2013 lalu. Nasi Campur Spesial menjadi pilihan saya diantara berbagai banyaknya sajian yang terpampang di daftar menu. Katanya ini adalah menu yang paling banyak dipesan. Setangkup nasi disajikan dengan lauk yang benar-benar "campur", segala ada. Paling tidak saya menemukan: opor ayam, daging rendang, kelapa bumbu kuning, sate lilit, gudeg, acar timun, sambal, dan juga serundeng dan ikan asin yang menjadi toping di atas nasi putih. Walaupun campur-campur tapi paduan rasa yang ditampilkan tetap serasi, dan yang perlu menjadi catatan adalah nasi campur ini memang memadupadankan kuliner tradisional Indonesia, tidak hanya Bali. Harga satu porsi nasi campur spesial ini mungkin dirasa relatif mahal Rp. 68.000. Tapi untuk pengalaman kuliner, suasana serta cita rasa yang dihadirkan, sesuai lah.


Ya, suasana rumahan dengan ambience khas Bali memang menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung di Warung Made ini. Tak heran banyak wisatawan lokal maupun asing yang menjadikan tempat makan ini sebagai tujuan wisata. Saya menikmati suasana ini di Warung Made yang kedua yang berada di kawasan Seminyak, setelah warung pertamanya yang berada tidak jauh dari kawasan Pantai Kuta meraup sukses sejak berdirinya di tahun 1969. Suasana "warung" memang menjadi andalan disini dengan tetap mengedepankan kenyamanan. Pilihan menu yang beraneka ragam juga menjadi daya tarik sendiri. Tertarik mencoba?

Mau mencari tempat makan lainnya di Bali? Coba cek disini: Wisata Kuliner Bali
Reading Time:

@way2themes