Monday, January 25, 2010

Kuliner 117 - Bebek Goreng YOGI, Jakarta

Bebek Goreng YOGI
Jl. Raya Panjang No. 4
Kebon Jeruk
Jakarta Barat
Telp: (021) 532 5462 / 0815 86796868


Kuliner bebek emang lagi trend, setelah nyobain Bebek Garang di Bandung, bulan lalu saya sempet mampir ke Bebek Goreng Yogi di Jl. Panjang, Jakarta Barat. Namanya emang sudah sering saya dengar dan cukup "melegenda" sampe2 sang pemilik ikutan jadi bintang meberikan testimoni di iklan sabun pencuci piring :) Beragam aneka olahan daging bebek segera menyambut kita dietalase, berebut untuk dipilih. Sebut saja Bebek Sambal Hijau, salah satu menu favorit di tempat ini. Kelembutan daging bebek dengan metoda pengelahan yang tepat berpadu dengan bumbu sambal hijau yang pedes-pedes gimana gitu, bener-bener merangsang kelenjar air liur kita untuk terus bekerja. Seluruuupppp......


Cobain juga Bebek Bakarnya, serat daging yang lembut dengan bumbu yang meresap sampai ke tulang pada menu yang satu ini memang tidak mudah untuk kita abaikan begitu saja. Setiap suapannya begitu bermakna :)


Bebek Lada Hitamnya juga tak kalah mantap, walaupun buat saya pribadi kayanya kekayaan cita rasa daging bebeknya jadi hilang, tertutupi dengan aroma lada hitam yang kuat. Gak tau lidah saya yang mungkin emang ndeso, jadi bumbu tradisional terasa lebih pas kali ya hehehe

Masih banyak yang lainnya, sebut aja Bebek Sambal Rica, Bebek Mercon dan Bebek Goreng. Tapi yang lebih dahsyat coba nikmati daging bebek ini dengan Sambal Mangga yang tersaji di meja. Wuiiihhhhh, dahsyat man.... Mangganya manis, sehingga sangat cocok dengan lidah saya yang tidak terlalu suka rasa asam. Tiap potong daging bebek ini bisa ditebus kalo gak salah dengan harga Rp. 17.500,-. Sedikit mahal, tapi emang sebanding dengan rasanya.
Baca Selengkapnya...

Wednesday, January 20, 2010

Kuliner 116 - Ice Cream Durian Royale Bang Didi, Bogor

Ice Cream Durian Royale Bang Didi
Jl. Pakuan, Sebelah Hero Pajajaran
BOGOR
Telp: 081387092696


Masih seputar olahan buah durian dalam bentuk Es... banyak kita temui es puter durian yang dijajakan keliling, biasanya es puter dengan aroma durian tersebut ditambahkan sedikit dengan daging buahnya. Tapi yang satu ini beda, dengan bahan baku yang hampir mirip tapi dengan aroma yang lebih aduhai, cita rasa es krim duren ini berbeda dengan es puter yang biasa dijajakan. Penyajiannya juga unik, pertama es krim/es puter nya diisikan dulu sebanyak setengah gelas, kemudian ditambahkan "adonan" yang sudah disiapkan sampai memenuhi gelasnya. Iseng-iseng bertanya, ternyata "adonan" tersebut adalah campuran es puter yang diaduk sampai lembut dengan daging buah durian asli.


Rasanya??? Jangan ditanya deh, saya dan istri saya sampe ketagihan hehehe. Satu gelas kecil ice cream durian ini bisa ditebus dengan harga Rp. 8.000,- dan satu gelas besar dihargai Rp. 12.000,-. Jadi kalo lagi maen-maen ke Bogor, silakan mampir ke tempat ini, letaknya sangat dekat dengan terminal Baranangsiang, tepatnya di samping Hero (sekarang Giant) Jl. Pajajaran, tapi bukan Giant Botani Square loh ya...


Kuliner Bogor sekitar es duren ini:
Restoran de'Leuit
Redavin (malam)
Kintamani
Restoran Puncak Gunung Salak (Thai Food)
DimSum Kampoeng
Kuliner Bogor Lainnya

Baca Selengkapnya...

Monday, December 28, 2009

formspring.me

Ask me anything http://formspring.me/banyumurti Baca Selengkapnya...

Tuesday, December 22, 2009

Kuliner 115 - D' Duren's, Bandung

D' Duren's
Jl. Lengkong Besar No. 81 Bandung


Anda penggemar fanatik durian? Suka es duren? Berarti tempat yang satu ini wajib kudu untuk disambangi, D' Duren's. Sebuah tempat makan yang mengandalkan duren sebagai sajian utama tetapi tetap menyajikan makanan lain sebagai main coursenya. Es Durian ditempat ini disajikan secara variatif dengan nama-nama yang konfrontatif. Sebut saja: SBY, Obama, Castro, Osama, Mega dan Jet Lie. Dan semua dibandrol dengan harga rata-rata Rp. 17.500,-. Penasaran?


Obama, es durian yang disajikan dengan gula merah, susu coklat, vla, kacang dan tape hitam. Suatu perpaduan yang sangat menarik dan bikin penasaran. Dan pilihan saya tidak salah, rasanya manis-manis gimana gitu... Sayang aroma gula merahnya agak hilang tertutup oleh susu coklat. Tapi taburan ketan hitamnya ternyata pas banget ditaburkan diatas menu yang satu ini.


Osama, walau namanya mirip buronan nomor satunya negara adi daya, tapi justru osama di D' Duren's ini yang paling "original" dibanding menu es duren lainnya. Hanya ditambahkan susu, kacang dan ketan hitam. Ato jika kepengen lebih original lagi, singkirkan kacang dan ketan hitamnya. The Real Es Duren :))


Buat yang pengen makan berat, aneka makanan ala Indonesia dan Barat juga tersedia. Salah satunya adalah New Yorker, tenderloin steak yang disuguhkan dengan telur mata sapi dan french fries. Dagingnya lumayan empuk dengan bumbu steak yang, menurut saya, sangat Indonesia, pas dengan lidah ndeso-ku hehehe. Harga: Rp. 29.000,-


Mau coba Batagor juga ada... Batagornya sih lumayan, tapi sayangnya bumbunya itu loh, bukannya sambal kacang malah dikasih sambal kaya sambal baso. Gak pas banget... Kalo untuk yang satu ini saya kurang rekomendasiin sih.

Wisata kuliner durian memang banyak disajikan di Bandung, ada Es Durian Sakinah di Jl. Tubagus Ismail, Es Duren di Mie Baso Akung yang cepat sekali habis, Sop Buah Durian di RM. Andalus Margahayu Raya dan sebagainya. Tapi memang di D' Duren's banyaknya variasi olahan bisa kita temui. Anti duren? Ya jangan kesini hehehe
Baca Selengkapnya...

Thursday, December 10, 2009

Kuliner 114 - Oleh-oleh Pontianak

Toko Asia
Jl. Pattimura No. 12
Pontianak


Apa yang bisa jadi buah tangan dari kota Khatulistiwa? Beragam penganan khas yang jarang kita temui di kota lain banyak tersedia disini. Dengan cita rasa dan tampilan yang menggoda memang membuat kita merasa ingin memboyong semuanya pulang ke kota kita. Yang paling menonjol dan terkenal adalah berbagai olahan dari lidah buaya alias aloe vera dan lempok durian. Inilah sedikit oleh-oleh dari Toko Asia-Pontianak.


Lempok Durian, sejenis dodol dengan bahan baku buah durian. Para penggemar durian pasti juga menggemari penganan yang satu ini. Manis dan legit dengan aroma durian yang kuat memang menjadi ciri khas dari lempok ini. Tersedia dalam kemasan yang kecil dan besar tinggal dipilih saja sesuai selera.


Dodol Lidah Buaya, lidah buaya konon merupakan makanan dengan serat yang tinggi, tapi saya gak tau kalo diolah menjadi dodol seratnya tetap tinggi gak ya? tapi yang jelas tetep enak :) Tapi walaupun enak, saya tidak menemukan ciri khas yang menonjol dari penganan yang satu ini selain bahan bakunya yang memang jarang ditemui di kota lain. Ada dua jenis dodol lidah buaya yang dijual di sini, yang biasa dan rasa jahe.


Minuman Lidah Buaya, nah yang ini jadi favorit saya, hampir serupa dengan minuman nata de coco yang banyak dijual di Cianjur dan pasar swalayan, tetapi olahan kelapanya diganti dengan olahan lidah buaya. Saya pribadi lebih menyukai minuman olahan aloe vera ini dibanding nata de coco. Karena selain kenyal "daging"nya juga nyakres, lebih enak buat digigit :)

Sebenernya masih banyak makanan oleh-oleh yang bisa dibawa dari Pontianak, sebut saja manisan lidah buaya, dodol buah (sirsak, pepaya, ketan hitam dan lain-lain), ikan asin, kripik ketela dan sebagainya. Silakan saja berkunjung di Jl. Gajah Mada atau di Jl. Pattimura, tapi kata pengantar saya di Pontianak, di Jl. Pattimura relatif lebih murah. Saya memilih toko Asia karena tampak ramai dan banyak makanan yang menggunakan brand toko itu. Dan plusnya lagi packagingnya ciamik, walau menggunakan dus bekas, tapi dibalut lagi menggunakan semacam kertas berbahan plastik yang anti air sehingga kita tidak perlu kuatir mau disimpan di bagasi atau kabin dalam pesawat. Jadi, belanja oleh-oleh yuk....

Baca Selengkapnya...

Wednesday, December 2, 2009

Kuliner 113 - Mie Kocok H. Amsar, Bandung

Mie Kocok H. Amsar
Jl. Jend. Sudirman No. 538
BANDUNG


Mie Kocok merupakan kuliner kondang di Kota Bandung, tiap kali keluarga saya dari Jakarta datang ke Bandung pasti mampir ke Mie Kocok Mang Dadeng. Tapi saya diajak ke salah satu sudut Jl. Sudirman Bandung, untuk menikmat mie kocok yang gak kalah enaknya dan sudah berdiri lama. Namanya Mie Kocok H. Amsar. Walau tempatnya kecil dan agak panas tapi begitu satu mangkok mie kocok hadir di hadapan kita, ketidaknyamanan itu langsung lenyap berganti dengan hasrat yang luar biasa untuk menyeruput kuah mie kocok yang tampilannya begitu mengundang ini. Tambah garam, sambal dan kecap sedikit, wuihhh... indera pengecap kita akan merasa benar-benar dimanjakan menikmati kuliner yang satu ini.



Pasangannya paling pas es kelapa muda, saya coba pesan es kelapa muda selasih. Paduan air kelapa, selasih dan susu kental manis bener-bener menyegarkan tenggorokan di siang hari yang panas ini. Kelapanya emang muda, dagingnya lembut. Kenyang oleh mie kocok, segar dengan kelapa muda dan hilang panas dalam berkat khasiat selasih :)

Kalo mau kesana silakan susuri Jl. Sudirman, lokasinya setelah pertigaan dengan Jl. Jamika, tempatnya agak kecil di sebelah kanan jalan, tepat di seberang Pom Bensin. Biasanya banyak mobil parkir di depan warung mie kocok ini jadi lebih mudah ditemukan. Mangga dicobian....
Baca Selengkapnya...

Tuesday, November 24, 2009

Kuliner 112 - Pondok Pengkang, Pontianak

Pondok Pengkang
Jl. Raya Peniti, Kecamatan Siantan
Kab. Pontianak - Kalimantan Barat
Telp.: 0561 - 7093700



PENGKANG, kuliner khas dari Kalimantan Barat yang mirip seperti lemper, terbuat dari beras ketan dibentuk segitiga dan dibungkus daun pisang. Didalamnya ada ebi yang membuat aroma makanan ini menjadi lebih "merangsang". Cara memasaknya cukup unik, dua buah pengkang dijepit menggunakan kayu, kemudian dibakar di atas bara api. Rasa gurihnya membuat kita sulit untuk berhenti membuka lembar demi lembar daun pisang pelapis pengkang ini. Makanan ini bisa didapat di Pondok Pengkang, sekitar 30km dari Kota Pontianak, hanya sekitar 100m dari Pondok Grafitasi. Saya mampir ke tempat makan ini dalam perjalanan pulang saya dari Singkawang, mengulangi perjalanan saya 3 tahun lalu.


Paling pas pengkang ini dicocol dengan Sambal Kepah, sambal dengan bahan utama sejenis kerang yang banyak hidup dihutan mangrove dekat pantai. Pedes n manisnya passsssssssss. Paduan gurihnya ketan pengkang dengan legitnya pedas sambal kepah menjadikan makanan ini wajib hukumnya untuk dicoba oleh anda-anda yang akan atau tengah berkunjung di Pontianak.


Selain menu utama tersebut kita juga dapat menikmati aneka hidangan sea food. Salah satu pilihan kita adalah Kepiting Lada Hitam. Daging kepiting yang dahsyat dipadu dengan bumbu lada hitam yang, menurut saya, disini top banget. Rasa manis yang tersentuh dengan rasa pedas dari Lada Hitam paduannya dapat memanjakan indera pengecap kita.



Tim Ikan Senangin, ikan yang lembut dan tebal dagingnya ini ditim dengan bumbu jahe dan bawang putih yang kuat menjadikannya enak dan sehat luar dalam. Durinya yang bisa diabaikan membuat kenikmatan kita tidak terganggu ketika membongkar ikan ini. Selurupppp...


Buat sayurnya, kita pilih Cah Kailan, enak banget tapi sayang sayurannya hanya sedikit. Hanya menjadi "alas" piring yang kemudian dibanjur dengah kuah cah yang berisi daging sapi, jamur hitam, bawang bombay dan taburan bawang goreng.


Es Lidah Buaya, merupakan makanan penutup paling pas. Lidah buaya sendiri memang banyak diolah menjadi makanan di kota khatulistiwa ini, termasuk sebagai minuman yang segar. Sayangnya di Pondok Pengkang ini, minuman lidah buaya ini dipadu dengan sirup melon yang menurut saya sih rasanya kurang cocok. Coba pake sirup vanilli atau sirup jeruk nipis pasti makin edun rasa segarnya.


Yuk ah, nulis coretan dari Pondok pengkang ini bikin air liur tak henti berproduksi. Buat yang ke Pontianak sempetin deh mampir kesini, apalagi kalo yang mau ke Singkawang, itu sih wajib musti kudu nyicipin pengkang. Kalo mau dibuat oleh-oleh juga bisa koq, petugas akan dengan senang hati mengepaknya untuk kita bawa pulang. Kuat sampai 2 hari, kalo gak abis bisa masuk kulkas untuk kemudian dihangatkan kembali. Kapan ya bisa kesana lagi???
Baca Selengkapnya...

Wednesday, November 18, 2009

Kuliner 111 - Pondok Grafitasi, Pontianak

Pondok Grafitasi
Jl. Raya Sungai Burung
Simpang Segedong - Kab. Pontianak
Telp: 0812 5691262


Makan seafood di pondok-pondok yang dibangun di atas sungai, suasananya emang dapet. Itu yang saya rasakan ketika diajak makan siang di Pondok Grafitasi dalam perjalanan saya menuju Singkawang dari Pontianak. Menu ikan, udang, cumi dan kepiting memang menjadi andalan di tempat makan ini, termasuk "appetizer" berupa pulut panggang plus sambal kepah. Ada dua nama ikan yang menarik perhatian saya dari daftar menu yaitu ikan senangin dan ikan ansam, ama ikan yang tidak pernah saya temui di daerah lainnya. Langsung saja saya pesan dua ikan itu dengan masakan yang berbeda juga. Ikan ansamnya saya minta dibakar. Yang hadir adalah Ikan Ansam Bakar dengan bumbu pedas tapi manis yang memiliki cita rasa aduhaiiiii.... Enak banged... Kelembutan dagingnya yang masih panas dengan bumbu bakarannya yang meresap, pedas dan legit bener-bener membuat makan siang saya pertama di provinsi yang dilalui garis khatulistiwa ini benar-benar sempurna.



Bagaimana dengan nasib ikan senangin? Atas saran orang setempat, ikan ini dikorbankan untuk dibumbuin Asam Pedas. Dan yang hadir adalah semangkuk besar ikan senangin dalam genangan kuah asam pedas. Aroma kuahnya sudah menggoda begitu Senangin Asam Pedas ini tersaji di meja. Rasanya? Hmmm, yummiii, seggeerrr banged. Panas dan pedasnya langsung membuat dahi kita berpeluh. Puasss rasanya menyantap Ikan Senangin Asam Pedas...


Ada dua pilihan udang di tempat ini, Udang Gala dan Udang Dogol. Udang Gala ukurannya besar dan berasal dari laut, sedangkan udang dogol diambil dari sungai. Kita pesan udang dogol, karena namanya terkesan unik. Untuk merasakan nikmatnya daging udang yang fresh, saya minta untuk direbus saja. Seporsi besar udang langsung hadir di meja saya. Dagingnya terasa ada semburat manis tanda kesegaran dari kumpulan udang ini, dicocol pake sambel, pas....


Nah, yang unik "appetizer"-nya nih, Pulut Panggang. Semacam lemper tapi dibakar n isinya bukan daging ayam tapi udang-udang kecil. Rasanya gurih n enak. Asal jangan kebanyakan aja makannya, ntar keburu kenyang hehehe.


Paling pas pulut panggang ini dicocol pake Sambal Kepah. Kepah ini serupa dengan kerang, yang kemudian dimasak sambal (sambal terasi?). Rasa gurih, manis dan pedas bersinergi dengan harmoni yang memberikan sensasi indah bagi indera pengecap kita. Wajib dicoba!!!

Saya sempat mengunjungi Kalimantan Barat di akhir tahun 2006, tapi belum "serius" untuk berwisata kuliner. Jadi kesempatan kedua ini tidak disia-siakan untuk menikmati kenikmatan kuliner provinsi yang berbatasan dengan Negeri Jiran ini. Apa yang pernah saya tulis di awal pembuatan blog ini akan saya lengkapi pada kesempatan kunjungan kedua ini. Silakan menikmati.....

Baca Selengkapnya...

Tuesday, November 17, 2009

Kuliner 110 - Ratu Bandeng, Merauke

Warung Makan "RATU BANDENG"
Jl. Raya Mandala, Muli
(samping BRI Cab. Mandala)
Merauke


Cari tempat kuliner lagi di Merauke, teman saya menyarankan untuk singgah di salah satu warung makan favoritnya, "RATU BANDENG". Seafood menjadi menu andalannya, saya langsung memilih tiga jenis makanan laut: Ikan bakar, cumi bakar dan udang bakar...

Ikan yang saya pilih adalah kakap merah. Ikan yang ukurannya besar ini tampak mengundang ketika kita memilih jajaran ikan yang disediakan. Walau cukup lama menunggu makanan dimasak, tapi kehadiran santapan ikan bakar di meja sangat sebanding dengan waktu yang terbuang. Kesegaran ikan ini terasa ketika kita mengambil sepotong dagingnya, lembut dan gurih. Harga untuk ikan ini 80 ribu rupiah, mahal? Mungkin ya, kalo dimakan sendiri, tapi besarnya ikan ini cukup untuk bersantap 4-5 orang.



Udang Bakar, merupakan rekomendasi dari teman saya. Udang di sini tidak dibudidayakan, semua orang bisa "memanen" udang yang berlimpah di ujung timur Indonesia. Dan kalau mau mengetes kesegaran udang katanya akan ada rasa semu manis ketika kita gigit dagingnya. Udang Bakar di Ratu Bandeng ini emang layak dapat acungan jempol: besar, legit, gurih dsb dst. Harga: Rp. 70.000/porsi (isi sekitar 20 ekor)


Cumi Bakar juga sayang untuk dilewatkan begitu saja. Lagi-lagi kesegaran dagingnya sangat menonjol jika dibandingkan kalau kita menikmati hidangan serupa di Jakarta atau bandung. Dagingnya yang putih dan kenyal memang menjadi ciri khas yang bisa kita nikmati dari daging cumi ini.

Oh ya, kalau mau bawa oleh-oleh dari Merauke, banyak pilihan makanan yang unik. Yang paling banyak dicari adalah Terasi. Konon terasi dari merauke beda karena dibuat dari udang segar, bukan dari udang busuk sebagaimana banyak terasi dibuat di pulau Jawa.
Ada juga Dendeng Rusa, ya, dendeng dari daging rusa yang sulit ditemui di tempat lain di Indonesia.
Saya juga dapet bungkusan Asin Ikan Gabus, ikan gabus di sini besar-besar dan kalau lagi masanya sangat berlimpah sampai tidak sempat dipanen. Daging ikan asinnya yahuddd.
Nah, ada yang baru sekarang, Baso Daging Rusa dan Daging Sapi, dijamin segar dan tanpa bahan pengawet ataupun boraks.

Jadi mari kita ke Merauke untuk menikmati kesegaran udara ujung Timur Indonesia ini...
Baca Selengkapnya...

Sunday, November 15, 2009

Kuliner 109 - Pondok Bambu, Merauke

Pondok Bambu
Merauke


Makanan laut menjadi menu kuliner utama di Kota Merauke. Berbagai jenis ikan dan udang sangat mudah diperoleh warga setempat tanpa harus membudidayakannya. Hari pertama saya berkunjung ke perbatasan timur Indonesia ini saya diajak untuk bersantap di Pondok Bambu, salah satu restoran yang berada di dekat masjid raya. Salah satu yang langsung menggoda indera pengecap saya dari daftar menu adalah Udang Bakar Madu. Udang laut yang besar yang ditusuk kemudian dibakar dengan bumbu madu, hmmm so yummi... Dagingnya lembut, terasa benar fresh-nya, ditimpali dengan bumbu madu yang manis-manis pedas. seluruuppp. Harga: Rp. 33.000/porsi


Ikan bakarnya juga gak kalah menggodanya. Pilihan gurame bakarnya gak salah. Daging yang tebal ditimpali dengan bumbu kecap emang paling pas buat makan siang.


Aneka juice tersedia untuk pilihan minumnya. Juice sirsak salah satunya: kental, segar, manis dan mantap. Jadi kalo ke merauke, boleh deh dicoba rumah makan yang satu ini. Nuansa bambu memang dikedepankan sesuai namanya: Pondok Bambu.

Baca Selengkapnya...