Monday, March 30, 2015

Kuliner Manado - Bambuden Resto

Ikan Mas Woku Belanga - Khas dari Bambuden Sario Restaurant

Wisata Kuliner Indonesia #362
Kuliner Manado
BAMBUDEN RESTAURANT
Jl. Pemuda No. 2 Sario – Manado
Telp : 0431 - 852459 / 864096 / 9197772

Ada yang berbeda dari sajian di restaurant yang satu ini. Hanya tiga menu yang ditonjolkan: Ikan Mas Bakar Rica, Ikan Mas Woku Belanga dan Ikan Mas Goreng Crispy. Walau hanya itu saja menu andalannya, tapi malam itu ketika saya mengunjungi resto Bambuden yang berada di kawasan Sario - Manado ini, semua bangku di resto ini tampak hampir semuanya terisi. Apa yang membuat hidangan resto ini istimewa? Saya coba pesan Ikan Mas Woku Belanga, setelah menunggu cukup lama hadirlah satu mangkuk ikan mas dalam kuah kuning beraroma khas. Semula saya pikir kuah woku ini menggunakan santan, tapi ternyata tidak, rempah yang berlimpahlah yang membuat hidangan ini harum dan menggugah selera. Rasa gurih dan sedikit rasa pedas muncul ketika kuah woku ini diseruput, dan bumbu ini meresap ke dalam daging ikan mas. Sebuah cita rasa yang dihasilkan dari paduan dari daun jeruk, daun kemangi, kunyit, jahe dan aneka rempah lainnya, tak lupa gigitan rasa pedas dari cabe rawit yang memperkaya rasa. Biasanya bumbu woku belanga ini menggunakan ikan laut seperti kakap dan bobara, tetapi sajian di Bambuden ini menggunakan ikan air tawar seperti ikan mas ini sebagai bahan utamanya. Inilah yang menjadi salah satu keunggulan pembeda dari tempat makan yang satu ini.

Ikan Mas Bakar RIca
Yang tak kalah layak untuk dicoba adalah Ikan Bakar Rica-nya. Ikan mas segar dibakar dengan bumbu rica yang minimalis, menyisakan tekstur ikan yang terjaga dengan balutan rasa pedas yang nendang khas rica. Jika kita terbiasa menikmati ikan bakar di pulau Jawa, mungkin kita akan merasa sajian ikan bakar yang satu ini terasa "plain", tapi justru disitulah kelebihannya menurut saya. Kita memang diajak untuk benar-benar "makan" ikan dengan menikmati aroma khas yang keluar dengan tekstur ikan yang tetap utuh. Sentuhan rasa asin nan gurih dan cubitan rasa pedas dari bumbu rica muncul hanya untuk "pemanis" saja. Cakep....


"Untuk mempersingkat waktu menunggu, pesanan dapat diorder terlebih dahulu lewat telepon melalui nomor: 082291107708, Terima Kasih", begitu pesan yang tampak di meja kasir Bambuden Resto ini. Tadinya saya tidak begitu mengerti kenapa pesan seperti itu perlu dipajang sedemikian rupa, tetapi maksudnya baru saya sadari setelah ikan mas woku belanga yang saya pesan baru hadir 45 menit setelah pesanan disampaikan. Waktu yang sangat lama ini tentunya cukup menyiksa, karena aroma wangi masakan dari meja sebelah telah mengusik ketenangan aneka bakteri yang hadir di alat pencernaanku. Ada dua hal yang menyebabkan pemesanan ini berlangsung cukup lama: yang pertama adalah proses memasak yang memang lama dan yang kedua adalah adanya dua rombongan besar yang hadir pada malam itu dan sudah melakukan reservasi sebelumnya, sehingga pesanan saya mendapatkan urutan agak jauh di belakang... Nasib... Tapi mungkin itulah berkah karena dengan perut yang lapar, maka setiap syaraf di indera pengecap kita dapat menikmati setiap titik rasa yang dihasilkan oleh sajian yang dihidangkan ini. Yang jelas jika tengah berwisata kuliner di Kota Manado, Ikan Mas Woku Belanga dan Ikan Mas Bakar Rica olah dari Bambuden Resto ini layak untuk dimasukkan dalam agenda wisata yang anda susun.

Mau Wisata Kuliner di Manado yang lainnya? Silakan klik tautan ini...

Peta Lokasi / Alamat Bambuden Sario Restaurant:


Baca Selengkapnya...

Friday, March 27, 2015

Kuliner Manado - Nasi Kuning "Selamat Pagi"


Wisata Kuliner Indonesia #361
Kuliner Manado
NASI KUNING "SELAMAT PAGI"
Kampung Kodo 74 (samping hotel Kawanua Kecil) – Manado
Telp : 0431 - 860197


Nasi Kuning menurut saya adalah salah satu kuliner khas Indonesia yang populer. Kita banyak temukan penjual nasi kuning di pelbagai kota dengan ciri khasnya masing-masing. Tak terkecuali di Manado, di sini nasi kuning bisa kita nikmati kapan saja kita mau. Kenapa? Karena banyak penjaja nasi kuning yang berjualan selama 24 jam seharinya, salah satunya adalah Nasi Kuning "Selamat Pagi" yang berada di kawasan Kampung Kodo, kawasan Jalan Sudirman. Kedainya tampak seperti rumah biasa, hanya sebuah plang kecil yang menjadi penanda bahwa rumah ini menjual nasi kuning. Nasi kuningnya terasa tidak jauh berbeda dengan nasi kuning yang biasa kita temui di tempat lain, yang membedakan adalah lauk pendampingnya. Ya, di nasi kuning khas manado ini kita akan menemukan suwiran daging sapi yang manis, abon ikan cakalang, "semur" kentang, kentang kering dan telur rebus sebagai opsionalnya. Ini semua disempurnakan dengan sambal yang nendang yang tersedia di tiap meja. Satu porsi nasi kuning di tempat ini harus ditebus dengan harga Rp. 18.000,-. Coba juga pesan satu porsi nasi kuning untuk dibawa pulang, kita akan mendapatkan "packaging" yang cantik. Ya, nasi kuning ini dibungkus tidak menggunakan kertas atau daun pisang seperti biasa kita temui di pulau Jawa, tapi dibungkus menggunakan daun woka yang memiliki bentuk yang unik.

Di Manado kita akan dengan mudah menemukan penjaja nasi kuning, dan dari beberapa yang terkenal salah satunya adalah tempat ini. Pertama kali saya mengunjungi Nasi Kuning "Selamat Pagi" adalah sekitar 5 tahun lalu. Waktu itu saya baru tiba di kota Manado sekitar pukul sepuluh malam. Karena belum sempat makan malam, begitu menyimpan barang di hotel Aston tempat saya menginap, langsung saya langkahkan kaki ke tempat ini yang berjarak sekitar 100 meter dari hotel itu. Setelah selesai bersantap, saya bertanya kepada sang empunya, "Warung ini buka sampai jam berapa bang?". Dia cuma bingung menatap saya tanpa menjawab, setelah saya ulang lagi pertanyaannya dia baru menjawab lirih "Gak pernah tutup pak". Ooohh, di situ saya baru tahu bahwa warung makan ini buka selama 24 jam seharinya. Jadi untuk yang ingin menikmati nasi kuning khas Manado untuk menu sarapan, makan siang maupun makan malam, anda bisa berkunjung ke Nasi Kuning "Selamat Pagi" dan merasakan sensasi nikmatnya nasi kuning khas Manado di sana tanpa takut warungnya keburu tutup :)

Peta Lokasi / Alamat Nasi Kuning Selamat Pagi:


Baca Selengkapnya...

Sunday, March 15, 2015

Kuliner Bogor - Surabi Duren Sukasari

Surabi Duren Nangka Keju
Wisata Kuliner Indonesia #360
Kuliner Bogor
SURABI DUREN SUKASARI
Jalan Raya Tajur (seberang Kuntum Nursery) - Bogor
Telp: 0878 7007 8207


Surabi atau biasa juga disebut dengan Serabi merupakan kudapan tradisional yang berbahan dasar tepung beras, terigu dan santan. Yang cukup terkenal adalah gagrak surabi bandung dengan oncom untuk versi yang asin dan surabi dengan kinca untuk versi yang manis. Juga ada gagrak solo yang saat ini banyak dipopulerkan oleh brand Surabi Solo Notosuman. Akan tetapi sekarang kuliner yang satu ini mengalami evolusi dengan sentuhan yang menghasilkan beraneka jenis sajian surabi. Contohnya di Bogor, ada Surabi Duren Sukasari. Ya, sesuai namanya "signature" di kedai ini adalah surabi durennya. Proses pembuatan surabinya sendiri masih menggunakan cara tradisional, adonan serabi dimasak menggunakan cetakan khusus dari tanah liat yang dimasak dengan kayu bakar. Yang membedakan adalah proses penyajian akhirnya, khusus untuk menu surabi duren yang jadi andalannya, tempat ini menuangkan vla duren dengan cita rasa duren yang khas. Walaupun menggunakan perasa, tapi aroma duren yang dihasilkan buat saya pas dan kayaknya tetap menggunakan durian asli sebagai penguat rasanya. Tidak hanya vla duren, di atas surabi ini juga kita bisa pilih tambahan lainnya seperti cokelat, keju, pisang, dan nangka. Harganya berkisar antara Rp. 7.500 s.d Rp. 10.000 untuk satu porsinya.

Surabi Oncom Ayam Special
Di Surabi Duren Sukasari ini memang ada dua pilihan jenis serabi: manis dan asin. Untuk yang manis kita bisa pilih surabi dengan topping duren, coklat, pisang, nangka dan sebagainya. Yang asin juga tak kalah istimewanya, ada topping oncom, ayam, sosis dan telur yang bisa kita pilih. Saya mencoba Surabi Oncom Ayam Special (Rp. 8000), Surabi oncom dengan tambahan suwiran ayam dan diguyur dengan saus special khas buatan dari kedai ini. Sausnya sendiri dari mayonaise dan sambal, yang menghasilkan rasa gurih, dan sedikit manis dan pedas. Sebuah inovasi dari olahan kuliner tradisional yang memberikan cita rasa "mewah"yang lezat.

Surabi Duren Sukasari hadir sejak 10 tahun lalu di Bogor, sekitar tahun 2004. Awalnya menempati kaki lima di ujung jalan Sukasari, yang menjadi asal dari "brand" surabi ini. Cita rasanya yang unik membuat indera pengecap banyak warga Bogor terpikat, sehingga "warung tenda" surabi duren ini tidak pernah sepi. Di malam akhir pekan, siap-siaplah untuk mengantri tempat duduk kita singgah di sana. Sayang, di tahun 2014 lalu, sang pemilik lahan di belakang tenda kaki lima ini memutuskan untuk membuka usaha yang mengharuskan Surabi Duren Sukasari ini pindah. Tapi tak berapa lama, di sekitar tempat ini ternyata muncul usaha serupa, Surabi Duren, sehingga banyak pelanggan yang menyangka tempat makan ini masihlah sama dengan Surabi Duren Sukasari yang dulu. Tapi jangan salah, Surabi Duren Sukasari yang asli saat ini hanya dapat ditemui di Jl. Tajur, tak jauh dari Kuntum Nursery, yang menyediakan wisata agro dan resto.

Untuk lokasi/alamat tepatnya Surabi Duren Sukasari dapat dilihat di sini:


Baca Selengkapnya...

Sunday, February 22, 2015

Kuliner Sukabumi - Laksa Indrus (Laksa Pemuda)


Wisata Kuliner Indonesia #359
Kuliner Sukabumi
LAKSA INDRUS
Jalan Pemuda I - Citamiang, Sukabumi


"Coba saja ke Laksa Pemuda, itu kuliner legenda di Sukabumi", begitu saran kawan saya Kang Gery waktu saya bertanya tentang tempat makan siang yang yahud di Sukabumi. Tidak terlalu sulit menemukan tempat Laksa Indrus atau yang juga dikenal dengan Laksa Pemuda, karena lokasinya yang berada di Jl. Pemuda I, salah satunya karena banyaknya orang yang berkurumun di depan Pak Indrus yang tengah menyiapkan laksa yang mereka tengah pesan. Setelah memesan, satu mangkuk laksa tersaji di meja siap untuk disantap. Laksa yang disajikan cenderung gagrak laksa Bogor yang berbeda dengan laksa jakarta, khususnya karena adanya Oncom sebagai salah satu ingredient laksa ini. Ketupat, tahu kuning, oncom, bihun dan tauge tersaji dalam kuah kuning laksa yang khas, dengan topping kerupuk putih dan bawang goreng. Semburat rasa legit nan gurih muncul begitu kuah laksa ini mengalir ke rongga mulut, dan segera ditimpali dengan pulennya ketupat dan lembutnya tahu kuning yang tersedia. Wanginya daun kemangi juga muncul menyempurnakan sajian laksa olahan Pak Indrus ini. Dan kesemuanya itu hanya perlu dibayar dengan harga 7000 rupiah saja! Sebuah harga yang "sederhana" untuk sajian cita rasa laksa yang "mewah".

"Udah jualan sejak tahun 1959. Sebelumnya sih bantu bapak waktu SD, tapi sejak tahun 1959 itulah baru jualan sendiri", tutur Pak Indrus ketika saya tanya sejak kapan beliau mulai berjualan laksa. Bersama istrinya beliau dengan ramah melayani para pelanggan yang, saat saya di sana, tidak berhenti mengalir memesan laksa baik untuk dimakan di tempat maupun yang mau dibawa pulang. "Dulu sih jualannya ngider, baru 6 tahun mulai berjualan di tempat ini", lanjutnya sambil terus menyiapkan laksa yang tengah dipesan di sebuah tempat sederhana yang berada di seberang Kantor Kecamatan Citamiang, sementara sang istri bertugas menjaga arang agar tetap menyala menghangatkan kuah laksa kuning dengan panas yang pas, dan menerima pembayaran dari pelanggan. Laksa Indrus buka sekitar jam 10 pagi dan tutup jam 4 sore atau bisa lebih cepat jika dagangannya habis. Senyum tulus dari pasangan suami istri ini menyejukkan udara Sukabumi siang itu yang cukup menyengat, dan dari senyum itulah saya sadar bahwa lezatnya Laksa Pemuda ini tidak hanya dihasilkan dari olahan bumbu yang tepat, tapi juga karena Pak Indrus memasaknya dengan "hati".

Alamat/Peta Lokasi Laksa Indrus (Laksa Pemuda):


Baca Selengkapnya...

Thursday, February 19, 2015

Kuliner Medan - Tip Top Restaurant


Wisata Kuliner Indonesia #358
Kuliner Medan
TIP TOP RESTAURANT
Jalan Jend. A. Yani No. 92 Medan
Telp: 061 - 4532042 / 4514442


Jika berbicara kuliner di Kota Medan, maka spot yang satu ini tidak boleh dilewatkan: Restaurant Tip Top. Inilah rumah makan legenda yang sudah berdiri sejak zaman Belanda. Salah satu signature dari rumah makan ini adalah aneka sajian ice cream-nya yang merupakan produksi rumahan. Aneka es krim yang tersaji di sini memang menggugah selera, es krim dengan resep yang sudah diwariskan turun temurun sejak awal resto ini berdiri, dan menjadi favorit orang-orang Eropa jaman dulu yang selalu merasa gerah di kota Medan ini. Buka dari jam 9 pagi hingga 10 malam, membuat kita punya banyak pilihan waktu untuk menikmati hidangan di sini.

Menu lain yang menjadi favorit adalah Bistik Lidah Sapi. Potongan lidah sapi yang disajikan di atas hot plate dengan ditemani french fries dan aneka sayuran salad. Tak lupa saus bistik yang khas. Sekilas rasa bistik lidah sapi ini mengingatkan pada sajian Selat Solo, akan tetapi dengan saus yang lebih kental. Harga satu porsi Bistik Lidah Sapi ini cukup mahal, Rp. 65.000,-, mungkin karena kita tidak hanya membayar makanannya tapi juga suasana tempo doeloe yang dihadirkan di rumah makan ini.

Berdasarkan keterangan yang tertulis pada buku menunya, Tip Top Restaurant awalnya berdiri dengan nama Jangkie pada tahun 1929 di Jalan Pandu, Medan. Ketika itu resto Jangkie menjual kue dan roti olahan sendiri. Baru di tahun 1934, resto ini pindah ke Jl Ahmad Yani dan mengubah namanya menjadi Tip Top yang bermakna "Prima" atau "Sempurna". Setelah pindah inilah, Tip Top mulai mnambah menu, tidak lagi hanya menjual roti dan kue, tapi juga menyediakan sajian lainnya seperti: steak ayam, steak lidah, salad, omelet, bitterballen, pancake, nasi goreng, cap-cay, fouyonghai, gado-gado, kari kambing, roti bakar dan lain-lain. Serta tak lupa es krimnya yang melegenda. Pada masa itu, umumnya pelanggan restoran Tip Top adalah orang Belanda yang bekerja di bagian administrasi dan pegawai perkebunan. Saat ini Restaurant Tip Top dikelola oleh generasi ketiga, dan masih banyak orang tua yang datang ke tempat ini untuk bernostalgia. Kini Tip Top terhimpit di antara gedung-gedung tua yang sudah mulai terancam keberadaannya. Suasana sekeliling terus berubah dan Tip Top sebagai porosnya dengan suasana oldies yang tetap dipertahankan sampai sekarang. Properti ruangan seperti meja, kursi dan piano masih digunakan, peralatan masak yang sudah tua pun tetap dipakai hingga kini.

Jadi jangan lewatkan untuk menikmati suasana "Belanda" sambil menikmati hidangan "tempo doeloe" di Restaurant Tip Top ini jika tengah berkunjung ke kota Medan.

Baca Selengkapnya...

Sunday, February 8, 2015

Kuliner Jakarta - Nasi Uduk Pasar Hias Rias Cikini


Wisata Kuliner Indonesia #357
Kuliner Jakarta
Nasi Uduk Pasar Hias Rias Cikini - Jakarta
Telp: 0812 94495873 / 0812 88926226


Nasi Uduk dan Bubur Ayam adalah menu yang biasa disantap di pagi hari alias untuk sarapan. Akan tetapi cobalah langkahkan kaki ke Pasar Hias Rias Cikini di malam hari, pelataran pasar ini disulap menjadi tempat makan yang luas dengan dua menu utama yang ditawarkan: Nasi Uduk dan Bubur Ayam. Ya, di sini nasi uduk dan bubur ayam memang menjadi menu makan malam. Beberapa bulan lalu saya sempat menikmati sajian bubur ayamnya, dan sekarang Nasi Uduk menjadi sasaran utama saya. Nasi uduk merupakan kuliner khas Jakarta, yaitu nasi yang dimasak dengan santan dan aneka bumbu lainnya. Jadi walaupun tampilannya putih mirip seperti nasi biasa tapi kita bisa menemukan perbedaannya begitu suapan pertama masuk ke dalam mulut. Rasa gurih yang nendang menjadi ciri khas dari nasi uduk ini. Taburan bawang goreng memperkuat rasa gurih dari nasi uduk ini. Sebagai pendamping, Nasi Uduk Pasar Hias Rias Cikini ini menyediakan aneka lauk seperti: ayam goreng, ayam bakar, bebek goreng, bebek bakar, sate jeroan, sate telur empal, paru goreng, udang goreng/bakar, tahu dan tempe. Tak lupa timun, selada dan irisan tomat menjadi lalapan sebagai pelengkap sajian ini. Sambal yang disajikan ada dua macam: Sambal terasi dan sambal kacang. Memang, nasi uduk ini paling cocok disajikan dengan sambal kacang yang khas.

Meja-meja pendek dan tikar disediakan buat anda yang gemar makan dengan lesehan. Tapi yang tidak biasa lesehan, meja dan kursi juga tersedia di tempat ini. Buka mulai pukul 7 malam, Bubur Ayam dan Nasi Uduk Pasar Hias Rias Cikini ini hampir tidak pernah terlihat sepi. Bahkan di akhir pekan, siap-siap saja untuk mengantri untuk mendapatkan tempat makan di sini, padahal meja yang tersedia di tempat ini cukup luas. Memang rasa tak bisa berdusta. Jadi buat kamu yang mencari tempat kuliner di Jakarta di malam hari, silakan meluncur ke Pasar Hias Rias Cikini.

Alamat / Peta Lokasi Bubur Ayam dan Nasi Uduk Pasar Hias Rias Cikini:



Baca Selengkapnya...

Monday, January 26, 2015

Kuliner Bandung - Batagor H. Isan


Wisata Kuliner Indonesia #356
Kuliner Bandung
Batagor H. Isan
Jl. Bojongloa No. 38 A - Bandung
Telp: 022-5203718 / 0816624382


Tidak lengkap jika berwisata kuliner ke Bandung tanpa mencicipi salah satu ikon kuliner Bandung: Batagor. Di sebuah ruas jalan kecil, Jl Bojongloa, yang tidak jauh dari Jl Raya Kopo, terdapat sebuah kedai batagor sederhana yang hampir tidak pernah sepi didatangi pengunjung, Batagor H. Isan. Adonan ikan tenggiri, tepung aci dan bumbu-bumbu dimasukkan dalam tahu putih yang kemudian dibungkus tepung untuk digoreng. Nikmati ketika masih hangat, akan terasa kulit luar yang kering tapi bagian dalam batagor yang empuk nan gurih. Aroma ikan tenggirinya hadir tapi tidak terlalu kuat, berbeda dengan batagor riri atau kingsley misalnya yang aroma ikannya terasa dominan. Buat saya cita rasa yang diberikan oleh Batagor H Isan ini justru pas. Yang juga berbeda adalah penyajiannya, batagor di sini disajikan tanpa dipotong-potong terlebih dahulu. Silakan gunakan garpu dan sendok untuk memotong sendiri, tapi saya memilih untuk menggunakan tangan langsung dan mencelupkannya ke dalam bumbu kacang yang disajikan dalam mangkok terpisah. Bumbu kacangnya sengaja dibuat kasar dengan rasa gurih dan asin. Buat penggemar manis seperti saya, kecap menjadi senjata andalan penyempurna rasa batagor ini. Satu buah batagor harganya 2500 rupiah, biasanya satu porsi berisi 3-4 potong.

Varian lain dalam penyajian batagor ini adalah batagor kuah. Jadi batagor tidak disajikan dengan bumbu kacang, tetapi dalam kuah layaknya sajian mie baso. Batagor H. Isan juga menawarkan menu ini, tiga potong batagor ditemani 5 butir baso kecil disajikan dalam kuah panas yang segar. Cocok untuk melawan udara kota Bandung yang sejuk. Satu porsi Batagor Baso Kuah ini dapat dinikmati dengan harga Rp. 12.500,-. Oh ya, batagor ini juga sudah disiapkan untuk dapat dibawa pulang. Pesan saja batagor setengah matang jjika mau dibungkus, sehingga ketika sampai di rumah kita dapat menggorengnya lagi karena kenikmatan batagor ini memang ketika disantap selagi panas. Bumbu kacang untuk dibungkus pun diberikan yang lebih kering. Ketika kita akan menikmatinya, cukup tambahkan air hangat terlebih dahulu. Ini untuk menjaga agar bumbu kacangnya tidak cepat basi.


Apa yang membuat Batagor H. Isan ini banyak digemari orang? Mungkin ada dua faktor yang utama. Yang pertama adalah faktor sejarah. Ya, batagor ini dikenal sebagai pelopor batagor di kota Bandung. Lebih dari 40 tahun lalu, H. Isan adalah pedagang baso tahu-siomay keliling. Ada beberapa saat dimana dagangannya tidak habis, agar tidak terbuang kemudian dia menggorengnya supaya bisa lebih tahan lama, dan ternyata setelah coba ditawarkan ternyata banyak orang yang menggemari baso tahu yang digoreng ini, muncullah istilah batagor alias Baso Tahu Goreng, yang saat ini menjadi salah satu ikon kuliner Bandung. Faktor kedua tentunya adalah cita rasa yang disajikan. Bagian luar batagor yang kering dengan isian yang lembut, belum lagi hadirnya aroma ikan tenggiri yang light plus bumbu kacang yang gurih menjadi paduan cantik yang bakal memanjakan indera pengecap kita. Pendiri usaha ini, H. Isan sendiri telah wafat pada tahun 2008, dan saat ini dilanjutkan oleh generasi keduanya. Karena kepeloporannya inilah, maka saat ini banyak penjaja batagor yang menggunakan mirip-mirip namanya agar dapat ikut merasakan larisnya, sebut saja batagor H. Ihsan atau H. Ikhsan. Saat ini Batagor H. Isan juga membuka cabang selain outletnya yang di Jl. Bojongloa, katanya juga sudah ada cabangnya di Jl Cikawao dan Jl Lodaya. Jadi jika mau mencicipi batagor yang "asli", silakan kunjungi Batagor H. Isan.

Peta Lokasi dan Alamat Batagor H. Isan:

Baca Selengkapnya...

Sunday, January 11, 2015

Kuliner Bogor - Soto Mie Mang Ohim


Wisata Kuliner Indonesia #355
Kuliner Bogor
Soto Mie Mang OHIM
Jl. Taman Cimanggu - Bogor


Siapa yang tidak kenal dengan soto mie? Sajian yang satu ini banyak diburu para wisatawan yang berburu kuliner khas Bogor. Di berbagai titik di kota Bogor ini dapat kita temui penjaja Soto Mie ini. Salah satunya yang terkenal enak adalah Soto Mie Mang Ohim yang membuka kedainya di daerah Taman Cimanggu. Beberapa meja dan peralatan masih dipersiapkan ketika saya datang kesana di suatu pagi. Memang sayalah pelanggan pertamanya di hari itu. Aroma segar nan menggoda segera menyeruak ke udara begitu panci tempat kuah soto mie ini diolah. Kuah soto bening segera berpindah ke dalam mangkok yang telah diisi mie, bihun, wortel, lobak, kentang, risol, daging, kikil, emping, bawang goreng dan bawang daun. Ritual saya sebelum menambahkan penambah rasa lain adalah menyeruput kuahnya terlebih dahulu supaya dapet rasa aslinya. Sluruuuppp, dan ternyata kesegaran kuah Soto Mie langsung memanjakan syaraf-syaraf di indera pengecap, sehingga saya terasa enggan menambahkan rasa lain seperti kecap dan garam. Ini memang menjadi salah satu keunggulan yang dimiliki oleh Soto Mie Mang Ohim. Satu lagi yang saya suka adalah risol gorengnya: kering dan renyah, berbeda dengan soto mie lain yang cenderung menyajikan risol yang agak basah dan lembek. Satu porsi soto mie di kedai ini bisa kita nikmati dengan harga Rp. 14.000,-. Kalau mau pake nasi, tambah lagi 4000.

Soto Mie Mang Ohim memang banyak direkomendasikan jika ada yang bertanya tempat soto mie yang enak di Bogor. Menjajakan dagangannya sejak tahun 2004, soto mie ini dulu lokasinya berada di kawasan Taman Yasmin. Tapi sejak tahun 2013, Mang Ohim memindahkan kedainya ke Jl. Taman Cimanggu, dengan tempat yang lebih bersih dan luas. Tidak hanya Soto Mie, di sini juga kita dapat menikmati menu lainnya seperti soto santan, soto bening, baso bening dan sop ayam, walaupun tetap yang menjadi primadona ya soto mie. Soto Mie Mang Ohim buka sejak pukul 8 pagi sampai 8 malam, dan sangat ramai jika tiba waktunya jam makan, terutama di jam makan siang. Memang, keringat yang mengucur dari panasnya kuah soto mie dan sambal yang pedas dapat menjadi sensasi tersendiri bagi sebagian orang dalam menikmati sajian kuliner yang khas ini. Kayaknya memang belum lengkap jika menikmati wisata kuliner di Bogor sebelum mencicipi soto mie. Bagaimana dengan Anda?

Alamat/Peta Lokasi Soto Mie Mang Ohim:


Baca Selengkapnya...

Saturday, January 3, 2015

Kuliner Pangkal Pinang - Mie Koba


Wisata Kuliner Indonesia #354
Kuliner Pangkal Pinang
Mie Koba
Jl. Balai No. 83 Pangkal Pinang


Mie Koba, nama yang cukup asing bagi banyak orang. Ya, karena Mie Koba hanya bisa kita temukan di Provinsi Bangka Belitung alias Babel. Memang apa istimewanya mie yang satu ini? Rasa manis yang tipis dengan aroma gurih menyeruak begitu saya menyeruput kuahnya yang menggenangi mie kuning kenyal dan tauge rebus dengan taburan seledri dan bawang goreng. Untuk temannya disediakan telur rebus yang terasa memperkuat hidangan ini. Jangan lupa tambah sedikit kucuran jeruk kunci yang sudah disediakan untuk menambah sedikit rasa asam yang segar buat Mie Koba ini. Penasaran atas bahan dasar kuah Mie Koba yang memiliki cita rasa yang unik ini, usai bersantap saya coba tanyakan apa bahan dasar yang digunakan untuk membuat kuah ini. Ternyata rahasia rasa gurih dari Mie Koba berasal dari ikan tenggiri yang menjadi bahan dasar pembuatannya. Wow, terus terang saya tidak menyangka ini berasal dari ikan karena rasanya hampir tidak kentara. Acungan jempol layak diberikan untuk Kuliner Babel yang satu ini.

Saya mengunjungi Pangkal Pinang sendiri di pertengahan tahun 2014 lalu. Koba adalah nama kecamatan yang merupakan ibu kota Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung, tempat asal kuliner yang satu ini berasal. Tapi untuk menikmati Mie Koba ini tidak perlu lagi jauh-jauh kesana, cukup di Pangkal Pinang, ibukota provinsi Babel ini, kita bisa menemukan kedai Mie Koba yang dirintis oleh Pak Iskandar. Ketika saya berkunjung ke sana sekitar pukul 8 malam, kedai yang buka dari pagi hingga pukul sepuluh malam ini masih terlihat dikunjungi oleh banyak pelanggannya. Memang paduan rasa manis, gurih dan rasa segar dari kucuran jeruk kunci menjadi magnet bagi para pengunjung yang hadir di sini. Apalagi kita tidak bisa menemukan Mie Koba di luar kedua kota ini. Penasaran? Jadikan Mie Koba sebagai tujuan kuliner Anda jika berkunjung ke kota Pangkal Pinang

Baca Selengkapnya...

Thursday, January 1, 2015

12 Kuliner Mie Khas dari Indonesia

Wisata Kuliner Indonesia #353

Mie dipercaya berasal sejak ribuan tahun lalu dari daratan China, dan kini telah menyebar ke seluruh dunia dengan beraneka bentuk, rasa, jenis dan bahan dasar pembuatannya. Di Indonesia sendiri, saat ini hampir setiap daerah memiliki olahan mie yang unik dan khas. Olahan-olahan mie ini bahkan telah menjadi ikon kuliner khas dari daerah-daerah tersebut. Keragaman bumbu dan rempah yang dimiliki kuliner nusantara telah menjadikan mie dapat dibuat dengan bermacam variasi yang sangat kaya. Berikut adalah 12 kuliner mie yang khas dari berbagai kota di Indonesia:

1. Mie Aceh

Mie Kepiting khas Aceh
Mie Aceh adalah olahan mie khas dari provinsi Serambi Mekah. Dominan rasa pedas dengan paduan gurih dan semburat rasa asam segar. Mie nya sendiri relatif besar dan kenyal. Biasanya tersedia dalam tiga jenis penyajian: Kuah, Goreng atau Basah (tidak terlalu kering tapi juga tidak berkuah). Biasanya "Isi"nya pun bisa kita pilih: Udang, Daging, Jamur, Cumi-Cumi, Kepiting ataupun gabungan dari pilihan-pilihan tersebut. Buat saya, pilihan isi favorit adalah kepiting. Jika di Banda Aceh, maka kepiting dalam mie ini disajikan utuh. Salah satu penjaja Mie Aceh yang terkenal di Banda Aceh adalah Mie Razali, kita juga bisa menemui penjaja Mie Aceh yang melegenda di kota Medan yaitu Mie Titi Bobrok. Di beberapa kota besar di Jawa, kita pun bisa dengan mudah menemukan penjaja Mie Aceh ini

2. Mie Celor

Mie Celor Khas Palembang
Jika kita ke Kota Palembang atau Jambi, Mie Celor merupakan kuliner wajib yang harus dicoba. Mienya berukuran besar dan lurus seperti spaghetti dengan kuah kental yang merupakan perpaduan antara santan, udang dan telur. Biasanya disajikan bersama potongan telur rebus, serpihan daging udang dan bawang goreng. Rasa asin dan gurih mendominasi cita rasa dari mie celor ini, juga aroma udang dan telur yang begitu terasa. Di Palembang, banyak dapat kita temui penjaja Mie Celor ini, salah satunya adalah Mie Celor 26 Ilir H. M. Syafei Z. Sedangkan di Jambi terdapat kedai besar yang menyajikan Mie Celor ini sebagai menu utamanya yaitu Mie Celor Hawa Jaya. Sedikit perbedaan Mie Celor Jambi dan Palembang ini adalah penggunaan daging sapi yang menggantikan udangnya.

3. Mie Koba

Mie Koba khas Bangka Belitung
Koba diambil dari nama daerah di Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung, tempat dimana Mie Koba ini berasal. Kuah tenggiri yang segar dan gurih dengan sedikit semburat rasa manis dari gula aren, menjadikan Mie Koba menjadi kuliner khas Bangka Belitung yang tidak boleh dilewatkan. Awalnya saya pikir tidak ada unsur ikan di kuliner yang satu ini, karena rasanya tidak terlalu mencolok, tapi ternyata justru ikan tenggiri lah kunci dari Mie Koba. Saat ini Mie Koba tidak hanya bisa dinikmati di tempat asalnya, akan tetapi sudah bisa dinikmati juga di ibukota provinsi Bangka Belitung, Kota Pangkal Pinang. Mie Koba disajikan dengan jeruk kunci yang khas untuk menambahkan kesegaran hidangan ini dan telur ayam rebus sebagai teman lauknya.

4. Mie Lendir

Mie Lendir alias Mie Rebus Kuah Kacang Khas Batam
Mendengar namanya awalnya saya bingung, mie macam apa ini? Ternyata ini adalah Mie Rebus Kuah Kacang yang dapat kita temukan sebagai menu sarapan di Kota Batam. Mie rebus dengan tauge yang ditemani taburan bawang daun dan bawang goreng diguyur kuahnya yang kental (mungkin ini yang membuat disebut mie lendir), dengan warna kecoklatan dari bumbu kacang. Rasa gurih dan manis yang berpadu dengan cantik dengan irisan cabe rawit untuk memperkuat rasa dengan sentuhan rasa pedas yang dihasilkan, juga satu butir telur rebus sebagai penyempurna

5. Soto Mie

Soto Mie Khas Bogor
Ada yang bilang ini adalah kuliner khas Bogor, ada juga yang bilang khas Betawi. Tapi yang jelas soto mie ini memang mudah ditemukan di dua kota tersebut. Mie, bihun, wortel, lobak, kentang, risol, daging, kikil, emping, bawang goreng dan bawang daun bersatu dalam mangkok yang diguyur kuah soto bening yang segar. Biasanya para pemburu kuliner yang tengah berwisata ke kota Bogor menjadikan Soto Mie ini sebagai salah satu destinasinya, karena memang Bogor terkenal dengan banyaknya penjaja soto mie yang lezat.

6. Mie Kocok

Mie Kocok Khas Bandung special pake Sumsum Sapi
Kalau yang ini jelas kuliner khas Bandung. Mie kuning dan tauge dengan kikil sapi dan kuah kaldu sapi yang kental. Di beberapa tempat, sumsum sapi jadi tambahan topping yang sulit untuk ditolak. Banyak penjaja mie kocok dapat kita temui di kota Bandung, baik yang menggunakan gerobak keliling, ataupun yang menjualnya di kedai/kios permanen. Mie Kocok Mang Dadeng yang berjualan di Jl. Banteng (KH Ahmad Dahlan) menjadi salah satu penjaja Mie Kocok paling ternama di kota Bandung.

7. Mie Ongklok

Mie Ongklok Khas Wonosobo
Namanya mungkin asing bagi sebagian orang tapi buat yang pernah berwisata ke Dieng, kuliner mie khas Wonosobo ini pasti pernah mereka dengar. Ya, Mie Ongklok memang jarang kita temui di kota lain selain di kota Wonosobo, Jawa Tengah. Mie kuning ditambah kol yang sudah direbus, kemudian diguyur dengan kuah "jenang" dari tepung kanji. Yang juga khas dari Mie Ongklok ini adalah cacahan daun kucainya. Tak lupa taburan bawang goreng dan potongan cabe rawit. Cita rasa manis dan gurih dari ebi mencuat sejak suapan pertama, ditambah sentuhan pedas dari cabe rawit. Biasanya Mie Ongklok ini juga disantap bersama sate ayam dengan bumbu kacang yang manis. Hmmm...

8. Mie Koclok

Mie Koclok Khas Cirebon
Yang ini Kuliner kota Cirebon. Mie yang direbus ditemani irisan kol dan tauge diguyur kuah putih kental yang terbuat dari tepung maizena, kaldu ayam, santan kental serta tentunya merica dan garam. Suwiran ayam, bawang daung dan bawang goreng menjadi pelengkap yang tidak boleh dilupakan beserta potongan telur ayam rebus. Rasa asin nan gurih segera menyeruak di dalam rongga mulut kita begitu kuah mie koclok ini kita seruput. Rasa dan teksturnya yang unik memang membuat mie koclok ini menjadi spesial, apalagi makanan yang satu ini sulit ditemukan di luar kota Cirebon

9. Bakmi Jogja

Bakmi Kuah khas Jogja
Mau rebus, goreng atau nyemek? Pedesnya segimana? Itulah pertanyaan standar yang biasa diajukan penjual bakmi khas Jogja jika kita memesan kuliner mie yang satu ini. Untuk yang rebus, mie akan direbus dalam kuah gurih ditemani ayam, kol, telor, tomat, daun bawang, acar dan taburan bawang goreng. Sedangkan untuk mie goreng, maka kecap menjadi kunci "pemersatu" semua ingredient di atas. Di beberapa tempat, proses memasak bakmi Jogja ini masih menggunakan arang, mungkin inilah yang membuat bumbunya lebih meresap ke dalam mie sehingga membuat sajian menjadi nikmat. Bakmi Kadin yang berdiri tahun 1947 di Jogja merupakan salah satu penjaja bakmi Jogja yang legendaris dan banyak peminatnya. Juga Bakmi Pele yang berjualan di kawasan Alun-Alun Utara Jogja.

10. Mie Tiaw Sapi

Mie Tiaw Sapi Khas Pontianak
Bergeser ke Pontianak, ada sajian kuliner khas di kota ini yang juga "diakui" di tingkat nasional, Mie Tiaw Sapi, mie lebar yang diolah dengan daging sapi, babat, tauge dan sayuran. Untuk yang Mie Tiau Goreng awalnya karena berwarna coklat gelap, saya pikir mie tiaw ini akan terasa sangat manis, tapi ternyata dugaan saya salah, rasanya justru cenderung asin. Salah dua penjaja Mie Tiaw ini di ibu kota Kalimantan Barat ini adalah Mie Tiaw Apollo dan Mie Tiaw Polo yang kedainya bersebelahan di Jl. Pattimura. Uniknya di bagian depan Mie Tiaw Apollo tertulis: "Berdiri sejak tahun 1968 tak pernah pindah" sementara kedai sebelah menulis "Mie Tiau Polo Pindahan dari sebelah" :)

11. Mie Kering

Mie Kering Khas Makassar
Selanjutnya kita menyeberang lagi ke Pulau Sulawesi, tepatnya ke ibu kota provinsi Sulawesi Selatan, Kota Makassar. Di kota ini kita bisa menemukan kuliner Mie yang menjadi salah satu ikon kulinernya: Mie Kering. Disebut demikian karena memang mie yang disajikan adalah mie kering alias mie yang digoreng kering seperti kerupuk. Keistimewaannya terasa ketika kuah panas diguyurkan diatasnya, tekstur mienya menjadi sangat khas, antara mulai lembut tapi tetap menyisakan kerenyahannya. Kuahnya seperti kuah capcay dengan sayuran dan potongan daging ayam. Dua penjual mie kering yang cukup terkenal di Makassar ini adalah Mie Titi dan Mie Anto.

12. Mie Cakalang

Mie Cakalang Khas Manado
Terakhir kita mengunjungi Manado, ibu kota Provinsi Sulawesi Utara, untuk menikmati Mie Cakalang yang bisa disajikan dalam bentuk goreng ataupun kuah. Sepintas tidak ada yang berbeda dengan mie cakalang ini, tapi begitu kita menyuapnya terdapat rasa yang unik yang dihasilkan dari potongan ikan cakalang fufu alias cakalang asap, rasanya asin dan gurih. Bahkan karena "kesengsem' dengan rasa cakalang yang khas ini saya pesan ikan cakalang goreng untuk memperkuat cita rasa mie ini. Salah satu tempat dimana kita bisa menikmati sajian ini adalah di salah satu pusat kuliner di kota Manado, Jl. Wakeke, tepatnya di Dego Dego Manado Cafe


Nah itulah 12 kuliner mie khas Nusantara yang pernah saya cicipi. Ada yang mau menambahkan???

Baca Selengkapnya...