Wisata Kuliner Indonesia

Monday, June 3, 2019

Kuliner Jogja - Gudeg Mbah Lindu (sejak 1940)
June 03, 20190 Comments

Gudeg yang disajikan gudeg basah dengan cita rasa manis, dipadu dengan sambal krecek dengan cubitan rasa pedas yang pas. Tambahkan ayam pejantan atau telur bulat yang diberi sentuhan bumbu senada, memperkuat rasa gudeg yang menggoda. Nikmati bersama nasi hangat atau bubur beras, maka sarapan pagi ini terasa istimewa. Konsistensi Mbah Lindu menjajakan gudeg puluhan tahun sejak zaman kolonial, membuat racikan gudegnya memang menjadi magnet para pecinta kuliner khas Jogja yang satu ini.

Matahari baru menyingsing, tapi Ibu Ratiah sudah mulai mempersiapkan lapak jualannya di Jl Sosrowijayan, Yogyakarta. Gudeg, krecek, ayam, telur, nasi, bubur dan lainnya dia hamparkan di kedai kecilnya, hasil olahan beliau bersama sang bunda, Mbah Lindu. Ya, Mbah Lindu sendiri sudah tidak turut lagi menjajakan gudeg, karena keterbatasan fisiknya yang tahun ini sudah mencapai usia 1 abad alias 100 tahun! Mbah Lindu sudah memasak dan menjajakan gudeg sejak usianya masih belasan di zaman kolonial Belanda, dan tidak pernah berhenti sampai di usia senjanya saat ini. Dalam 2-3 tahun terakhir saja, Mbah Lindu tidak lagi langsung melayani pelanggannya, digantikan oleh salah seorang putrinya, Ibu Ratiah, tapi untuk memasak beliau masih ikut turun ke dapur. Mengapa beliau bisa bertahan selama itu berjualan gudeg?

Reading Time:

Saturday, June 1, 2019

Kuliner Jogja - Sate Sor Talok
June 01, 20191 Comments

Tekstur daging yang empuk dihasilkan oleh proses pembakarannya yang menggunakan jeruji besi. Sifat besi sebagai konduktor, mengalirkan panas ke dalam yang membuat daging matang luar dalam. Akan tetapi berbeda dengan sate klatak, sate Sor Talok disajikan tanpa tusuk satenya dan bumbunya menggunakan bumbu kecap manis dengan aroma rempah yang menggiurkan. Dagingnya yang empuk dan tanpa lemak perlu mendapat predikat juara


Penjaja sate kambing tentunya banyak hadir di setiap kota di Indonesia, termasuk di Jogja. Tapi ada satu tempat yang direkomendasikan banyak pecinta kuliner, karena tidak hanya enak, proses memasak dan penyajiannya pun berbeda dengan yang lain. Sate Sor Talok, itu nama tempatnya. Apa yang membuatnya berbeda? Pertama, potongan daging yang disiapkan cukup besar, tidak dalam potongan kecil layaknya sate kambing yang banyak kita temukan. Kedua proses memasaknya menggunakan jeruji besi untuk menusuk daging kambingnya ketika dibakar. Sifat besi sebagai konduktor, mengalirkan panas ke dalam yang membuat daging matang luar dalam. Dan Ketiga adalah penyajiannya, disajikan tanpa tusuknya kita disodori sepiring potongan daging kambing tanpa lemak hangat nan empuk, ditemani dengan bumbu kecap dengan tomat, potongan bawang merah dan cabe rawit. Nasi hangat yang disajikan dalam bakul membuat hidangan makan siang kali ini terasa begitu sempurna. Oh ya, daging kambing di sini memang terkenal enak karena tidak bau prengus, plus empuk. Tampaknya selain proses memasak yang paripurna, pemilihan daging untuk dihidangkan juga melalui proses quality control yang baik.
Reading Time:

Friday, May 31, 2019

Kuliner Jogja - Rujak Es Krim Pak Nardi
May 31, 20190 Comments

Rujak serut dengan aneka buah segar dengan kuah rujak yang asam manis dengan sedikit cubitan rasa pedas, ditimpali dengan topping es puter kelapa, maka jadilah sebuah sajian Rujak Es Krim Pak Nardi yang hadirkan semangkuk kesegaran hakiki, layaknya oase di tengah teriknya kota Jogja siang hari ini.


Hari itu jam 13.00, selepas saya menikmati makan siang di Sate Sor Talok - Bantul, Jogja tengah dianugerahi curah sinar matahari yang sangat berlimpah. Teriknya memang membuat AC mobilpun harus dipasang dengan setting yang cukup dingin. Maka sajian dingin nan menyegarkan langsung terlintas di benak saya untuk melawan panasnya kota Jogja ini. Rujak Es Krim Pak Nardi yang berada di kawasan Pakualaman tentunya menjadi sebuah pilihan yang perlu dipertimbangkan. Eh apa itu Rujak Es Krim? Ya sesimpel namanya, ini memang perpaduan antara rujak dan es krim. Rujaknya rujak serut, dimana kita bisa temukan serutan belimbing, mangga, nanas, bengkoang dan sebagainya di dalam kuah rujak yang asem dan manis, tentunya dengan cubitan rasa pedas khas rujak serut. Setelah rujak ini dituang di dalam mangkok, berikutnya es krim (es puter) kelapa dituangkan di atas rujak ini. Es krimnya buatan rumahan alias home made, terasa dari gula yang digunakan tidak membuat tenggorokan terganggu, pun teksturnya yang lembut membuatnya berbeda dengan es puter yang biasa kita temukan di tempat lain. Lalu bagaimana paduan rasa dari Rujak dan Es Krim ini?

Reading Time:

Sunday, March 3, 2019

Kuliner Bogor - Soto Mang Bonin
March 03, 20190 Comments

Potongan daging sapi yang empuk dalam kuah soto bening yang segar, ditemani potongan kroket/risoles isi bihun yang renyah menjadi ciri khas soto di tempat ini. Tambahkan perkedel kentang dan bubuhkan sedikit sambal utk menyempurnakan hidangan yg tersaji. Tak heran Soto Mang Bonin sudah menapaki hampir 4 dekade menjajakan menunya, dan sekarang sudah dikelola oleh generasi ketiganya.

Kalau berbicara tentang soto di kota Bogor, maka yang terbersit adalah dua jenis soto yang menjadi kuliner khas kota Bogor: Soto Mie dan Soto Kuning. Tapi di tempat yang menjadi salah satu ikon kuliner Bogor ini, soto yang disajikan berbeda dengan dua jenis soto tersebut. Soto Mang Bonin menyajikan hidangan soto bening (tanpa santan) dengan kuah yang segar dan potongan daging sapi yang empuk sebagai bahan isian utamanya, tetapi mirip dengan Soto Mie, Soto Mang Bonin juga menyajikan potongan kroket/risoles isi bihun yang renyah sebagai isian dari sotonya. Potongan daging sapi yang dihadirkan juga cukup generous, tidak pelit. Kroketnya juga menjadi magnet tersendiri, teksturnya yang renyah menjadi "penyeimbang" yang membuat hidangan soto ini terasa spesial, tak heran banyak pelanggan yang memesan tambahan kroketnya saja sebagai penambah isian dari soto ini. Oh ya, jangan lupakan perkedel kentang yang tersaji di meja untuk ditambahkan ke dalam sajian soto ini, plus kucuran sambal untuk membuat hidangan ini lebih sempurna.


Reading Time:

Sunday, February 10, 2019

Kuliner Cirebon - Docang Ibu Kapsah
February 10, 20190 Comments
Potongan lontong dibubuhi toge, daun singkong, dan kelapa parut kemudian diguyur dengan kuah oncom kaldu panas bercita rasa gurih plus cubitan sedikit rasa pedas. Kerupuk Aci jadi pelengkap hidangan sarapan ini yang tak boleh terlewatkan, Jika berkunjung ke Cirebon, silakan cicipi cita rasa khas yang disajikan Docang Ibu Kapsah ini

Kalau ke Cirebon, biasanya ada tiga kuliner yang jarang saya lewati: Empal Gentong, Nasi Lengko dan Nasi Jamblang. Akan tetapi Kuliner Cirebon sebenarnya bukan cuma itu, masih banyak destinasi jajanan yang kudu wajib untuk dicoba. Seperti yang satu ini: Docang. Kuliner ini cukup banyak penjajanya di kota Cirebon, khususnya di waktu sarapan. Salah satu yang cukup terkenal adalah Docang Ibu Kapsah, yang berada di ruas Jl. Siliwangi. Sengaja berjalan kaki di pagi hari, menikmati udara pagi kota Cirebon, saya meniatkan diri untuk sarapan di tempat ini dengan berbekal petunjuk dari Google Maps. Susunan bangku di halaman sebuah bagunan yang terisi oleh para pencari sarapan docang, menegaskan bahwa pilihan saya untuk bersantap pagi dengan kuliner khas cirebon ini tidaklah salah.

Reading Time:

Thursday, January 3, 2019

Kuliner Bogor - Mie Kocok Mawar
January 03, 20190 Comments
Berbeda dengan di Bandung, Mie Kocok di Bogor tidak hanya berisikan kikil, tapi juga bisa kita temukan bakso dan suwiran ayam. Dan salah satu penjual legendarisnya adalah Mie Kocok Mawar yang sudah berjualan sejak tahun 1970. Tempatnya selalu ramai dan tidak buka cabang, memang bikin penasaran setiap orang yang melintas di kedai sederhananya.

Mie kocok lebih dikenal sebagai kuliner khas kota Bandung, tapi jangan salah, di Bogor ada penjaja Mie Kocok yang sudah jualan sejak tahun 70an loh, sebut saja Mawar, eh emang bener namanya Mie Kocok Mawar ding. Nama Mawar sendiri diambil nama kawasan Simpang Mawar, tempat kedai Mie Kocok Mawar ini berada. Setiap mampir ke sini, hampir tidak pernah sepi. 4 meja panjang yang disediakan, selalu terisi pelanggan mie kocok ini, bahkan di jam-jam tertentu siap-siap saja untuk menunggu jatah kursi, bergantian dengan pengunjung yang lain. Jadi apa yang bikin Mie Kocok Mawar ini memiliki magnet yang kuat bagi para pelanggannya?

Reading Time:

Tuesday, December 25, 2018

Kuliner Jogja - Soto Ayam Pak Gareng
December 25, 20181 Comments

Kita bisa temukan soto dengan rasa yang seenak ini di beberapa titik di kota Jogja, tapi coba lengkapi sajian sotomu di Soto Ayam Pak Gareng ini dengan memesan satu porsi "Kepalanya Ayam", maka ada sensasi yang berbeda saat menikmatinya, baik dari cita rasa yang dihadirkan maupun "keseruan" saat mengoyak satu demi satu potongan kepala ayam yang tersaji

Pagi itu saya mendarat di Jogja dan langsung menuju hotel yang ada di di Jl Gowongan Kidul, tak jauh dari kawasan Malioboro, sambil mencari-cari tempat sarapan yang tidak jauh dari hotel (masih bisa dijangkau dengan jalan kaki), sekaligus juga enak dan cukup banyak yang rekomendasikan. Akhirnya saya menemukan nama Soto Ayam Pak Gareng yang hanya berjarak sekitar 500m dari hotel @HOM, tempat saya menginap. Sekitar jam setengah 8 pagi saya sudah ada di depan kedai soto ini, dan semakin yakin pilihan saya tidak salah karena banyak pengunjung yang sudah memulai sarapan di tempat ini, bahkan seluruh meja yang tersedia full! Tapi karena saya sendirian, masih bisa lah nyempil minta izin untuk menduduki satu bangku kosong di antara beberapa orang yang sudah memadati meja itu. Tampak beberapa rombongan keluarga maupun sekelompok muda mudi yang harus menanti giliran untuk mendapatkan tempat. Emang, apa istimewanya sih Soto Pak Gareng ini?

Reading Time:

@way2themes