Wednesday, December 10, 2014

Kuliner Makassar - Menyeruput Hangatnya Sarabba


Wisata Kuliner Indonesia #348
Kuliner Makassar
Kedai SARABBA
Jl. Sungai Cerekang - Makassar


Rasanya tidak lengkap jika mengunjungi Makassar tidak mencicipi Sarabba. Ya, Sarabba adalah minuman khas dari ibu kota Sulawesi Selatan yang banyak dijajakan di berbagai sudut kota ini. Akan tetapi ada satu ruas jalan yang berjejer kedai-kedai dengan Saraba sebagai sajian utamanya, namanya Jl. Sungai Cerekang. Sehabis menyantap Ayam Goreng Sulawesi, malam itu saya habiskan di salah kedai di Jl. Sungai Cerekang ini. Satu gelas Saraba langsung saya pesan, minuman yang memberi kehangatan bagi siapa yang meneguknya. Tidak heran, karena Saraba sendiri berbahan utama jahe dan gula aren, mirip seperti minuman Bandrek kalau di Jawa Barat. Tapi yang membedakannya adalah Saraba menggunakan santan, di samping pelbagai rempah-rempah seperti pala dan kayu manis. Aroma wangi yang menggoda langsung menyergap hidung begitu Saraba hadir di depan kita. Tegukan pertama langsung mengalir ke kerongkongan yang menghadirkan sensasi hangat yang beda, manisnya gula merah memang berpadu indah dengan gurihnya santan dan hangatnya jahe, serta ditimpali sedikit wangi dari kayu manis. Oh ya, kita juga diberi opsi apakah akan menggunakan telur untuk saraba kita, tenang, telur tersebut akan dikocok benar sebelum diguyur dengan panasnya air dari sarabba, sehingga ketika kita meminumnya tidak terasa sama sekali bau amis yang biasanya muncul pada telur mentah. Sebagi minuman yang dipercaya juga sebagai penambah stamina tubuh, maka opsi penambahan telur tersebut layak untuk dicoba.

Jika menikmati Sarabba di sekitar Pantai Losari, maka temannya adalah Pisang Epe. Akan tetapi, di Cerekang ini, teman untuk minum saraba adalah aneka gorengan yang disajikan bersama sambal. Berbeda dengan di pulau Jawa, di kota-kota di Pulau Sulawesi sambal memang menjadi kawan bagi aneka gorengan, terutama pisang goreng. Mungkin ada yang bertanya, apa rasanya makan pisang goreng dicocol sambel? Saya pertama kali mencobanya di Manado, dan ternyata ketagihan sampai sekarang. Rasa pisang yang manis-manis sepet gitu ternyata bisa berpadu dengan sambal. Dan satu per satu gorengan mulai berpindah tempat, dari atas piring ke dalam rongga perut kita masing-masing.

Saya hitung ada sekitar 5 kedai sederhana atau lebih yang menjajakan Saraba di ruas jalan Sungai Cerekang ini. Dan menariknya, hampir semuanya terisi penuh oleh pelanggan yang datang. Ya, walau "bersaing", tampaknya tidak menjadi masalah bagi kedai-kedai ini. Kursi-kursi plastik yang disediakan kedai-kedai tersebut sebagian besar terisi oleh para penikmat Saraba. Saat ini Sarabba sudah banyak tersedia di berbagai kota di pulau Sulawesi, bahkan sekarang sudah ada kemasan sachet bagi yang ingin menikmati Saraba Instant. Walau tidak seenak Saraba asli, Saraba instan ini boleh lah untuk melepas rasa kangen daripada harus jauh-jauh balik ke Makassar :) Jika anda adalah orang yang berniat berkunjung ke Makassar, masukkan Saraba ini sebagai salah satu destinasi wisata kuliner di Makassar.

Peta / Alamat Lokasi Saraba - Cerekang:


Baca Selengkapnya...

Monday, December 8, 2014

Kuliner Jakarta - Bakso Kumis Blok S


Wisata Kuliner Indonesia #347
Kuliner Jakarta
Bakso Kumis Lapangan Blok S
Jl. Birah III, Blok S - Jakarta


Siapa sih orang Indonesia yang tidak suka Baso? Dan kota mana di Indonesia yang tidak memiliki penjaja baso? Daging bulat ini memang sudah menjadi kuliner khas Indonesia yang mungkin memiliki penggemar paling banyak. Di setiap kota bisa kita temui beberapa penjual bakso yang memiliki pelanggan setia. Tidak terkecuali di Jakarta. Salah satu penjual bakso yang memiliki banyak pelanggan setia adalah Bakso Kumis - Lapangan Blok S. Ya di jejeran tenda kuliner di samping lapangan blok S ini Bakso Kumis memiliki magnet yang kuat, sehingga terlihat lebih ramai dibanding gerobak-gerobak lainnya yang berjejer di sana. Di sini juga cara penyajian baksonya berbeda. Pertama kita harus meracik bumbu yang ada sendiri; bawang goreng, bawang daun, saus, sambal, garam, kecap dan sebagainya kita masukkan ke dalam mangkok kosong sesuai selera. Selesai kita isi, mangkok tersebut serahkan ke "petugas" yang sigap mengisi mangkok kita dengan baso berukuran jumbo. Ada dua pilihan bakso yang tersedia: baso halus dan baso urat. Bakso halusnya lembut sedangkan bakso uratnya memberikan sensasi tersendiri ketika kita mengigit urat-urat yang ada. Kaldunya juga juara, segar... Sehingga kadang saya memilih polosan (bening) untuk menikmatinya, tanpa saus dan kecap. Harga satu butir bakso ini Rp. 8000. Makan dua saja dijamin kenyang... Oh ya, tidak seperti di tempat bakso lain, Bakso Blok S ini tidak menyajikan mie atau bihun, jadi benar0benar kita kesini untuk menikmati basonya.

"Bakso Kumis - Lapangan Blok S. Sejak tahun 1970", begitu tulisan yang tertulis di neon box di tempat ini. Membaca artikel dari Okezone.com, katanya memang Bakso Kumis ini sudah mulai dijajakan sejak tahun 1970, tapi dulu masih make gerobak keliling. Baru pindah ke Lapangan Blok S ini di tahun 1987, dan menjadi pionir pusat jajanan di tempat ini. Saat ini Bakso Kumis dikelola oleh generasi keduanya. Jadi jangan ngaku penggemar bakso kalo belum mencicipi Bakso Kumis Blok S ini :)

Alamat / Peta Lokasi Bakso Kumis Blok S:


Baca Selengkapnya...

Sunday, December 7, 2014

Kuliner Bogor - Mie Tasik


Wisata Kuliner Indonesia #346
Kuliner Bogor
MIE TASIK
Ruko Plaza Indah Bogor No. C9
Jl KH Sholeh Iskandar (Jalan Baru) - Bogor
Telp.: 0251 - 8360332


Entah kenapa diberi nama Mie Tasik padahal kedai mie ayam dan baso ini ada di kota Bogor. Mungkin karena yang punyanya orang Tasik? Entahlah. Yang jelas Mie Tasik jadi salah satu tempat favorit banyak orang di Bogor yang gemar menyantap mie ayam dan baso. Apalagi Yamin Manis Ayamnya, pilihan Mie, Bihun atau Kwetiau tanpa kuah diaduk dengan beragam bumbu dan kecap manis, ditemani suwiran ayam dan sawi rebus. Rasa manis dari yaminnya ini yang ngangenin, juga potongan daging ayamnya juga yang berbeda dengan penjaja mie ayam lainnya. Untuk "temannya" kita bisa pilih: baso, pangsit, babat atau gabungan ketiganya. Baso yang kenyal dan pangsit yang lembut dalam kuah kaldu yang segar. Oh ya jangan lupa cicipi pangsit goreng yang selalu tersedia di meja. Pangsit gorengnya ini khas dari Mie Tasik, dan paling pas jika di-"cocol" dengan sambal bawang yang juga hanya bisa kita dapatkan di Mie Tasik. Satu porsi Mie Ayam di sini dihargai mulai dari Rp. 15.000,- sampai Rp. 30.000,- jika kita memesan lengkap dengan bakso+pangsit+babat.

Satu lagi menu yang juga banyak dicari di Mie Tasik ini adalah Nasi Tim. Nasi lunak dengan "topping" ayam dan jamur ini memiliki cita rasa manis yang berpadu dengan rasa jamur yang cenderung tawar, disajikan dengan kuah kaldu segar berisi sayur sawi hijau. Satu porsinya Rp. 15.000.

Mie Tasik ini bisa kita temui di tiga lokasi di kota Bogor. Yang pertama ada di Jl Suryakencana (salah satu ruas jalan yang terkenal sebagaia pusat kuliner tradisional di kota Bogor), Jl Pulo Armin (Pajajaran) dan tempat yang saya kunjungi di Ruko Plaza Indah Bogor (Yogya Jl Baru). Di tiga tempat tersebut, kedainya tidak terlalu besar, mungkin hanya memuat sekitar 20 orang. Tapi hampir tidak pernah terlihat sepi apalagi di saat jam makan. Buka dari jam 08.30 - 20.30, Mie Tasik direkomendasikan bagi anda penggemar Mie dan baso yang tengah berkunjung di Kota Bogor.

Untuk melihat tempat makan di Bogor lainnya silakan klik ini: Kuliner Bogor

Alamat / Peta Lokasi Mie Tasik:



Baca Selengkapnya...

Friday, December 5, 2014

Kuliner Jakarta - Kue Cucur


Wisata Kuliner Indonesia #345
Kue Cucur
Jl Tebet Barat Dalam VIIIA (Belakang Pasar Tebet Barat)
Jakarta Selatan


Kue Cucur, kudapan tradisional khas Jakarta. Terbuat dari tepung beras dan gula merah, rasa manis dalam adonan yang gurih dan lembut bisa kita rasakan ketika menikmati kue khas yang satu ini. Sederhana rasanya, tapi bisa bikin ketagihan. Kue Cucur bisa ditemui di beberapa penjaja jajanan pasar di beberapa titik di kota Jakarta. Salah satunya yang saya temui di belakang Pasar Tebet Barat ini, di jajaran tenda makanan di tempat tersebut kita bisa menemukan satu titik penjual khusus kue cucur ini. Hanya buka di pagi hari sampai pukul 10, kita bisa membeli kue cucur di tempat ini dengan harga seribu rupiah saja per potongnya.

Sepasang suami istri dengan sigap melayani pembeli yang membeli dagangannya di tempat ini. Dan penggorengan pun tak pernah mati untuk menggoreng adonan kue cucur yang telah ditakar dengan takaran khusus. Tak jarang, kue cucur di tempat ini juga dipesan dalam jumlah cukup besar. Seperti seorang Bapak yang datang ketika saya tengah membeli kue cucur disana, yang memesan 50 potong kue cucur untuk lusa harinya. Belum pernah mencicipi kue cucur? Harus, jangan sampai merugi :)

Alamat/Peta Lokasi Kue Cucur Pasar Tebet:

Baca Selengkapnya...

Thursday, December 4, 2014

Kuliner Jakarta - Bebek Ginyo


Wisata Kuliner Indonesia #344
Kuliner Jakarta
Bebek Ginyo
Jl. Tebet Utara Dalam No.12, Jakarta Selatan
Telp: (021) 8292343 / (021) 96579226


Bebek Goreng, Bebek Bakar, Bebek Balado, Bebek Sambal Ijo dan Bebek Kremes, itulah aneka menu bebek yang tersedia di Bebek Ginyo, tempat makan yang berada di bilangan Tebet, Jakarta Selatan. Disajikan secara prasmanan, terus terang membuat saya agak kebingungan memilih, kayaknya enak semua... Lihat saja Bebek Sambal Ijo ini, bebek guring yang renyah "ditimpa" sambal ijo yang cukup menggigit, walau tidak terlalu pedas.

Atau Bebek Bakarnya ini, rasa manis dan gurih meresap dalam daging bebek yang empuk. Cocok sebagai menu makan siang dan menjadi teman sepiring nasi hangat. Oh iya, kita pun bisa memilih nasi yang akan kita santap, ada nasi putih, nasi uduk, nasi goreng dan nasi merah, Semua menu bebek di Bebek Ginyo ini harganya Rp 25.000,-.

Minumnya, kalau saya langsung meminta Es Kelapa dengan Gula Merah. Air kelapa yang segar dan daging kelapa muda yang lembut dengan bubuhan gula merah memang gak ada matinya. Segernya pol-polan apalagi di tengah udara siang Jakarta yang menyengat dan hidangan yang juga bisa bikin berkeringat. Satu gelas besar Es Kelapa Muda ini dihargai Rp. 14.500,-

Mari kita hitung pengeluaran untuk makan di Bebek Ginyo ini:
- Bebek : Rp. 25.000,-
- Nasi Uduk : Rp. 7.000,-
- Tempe Bacem: Rp. 4.500,-
- Oseng Daun Pepaya: Rp. 5.000,-
- Es Kelapa Muda: Rp. 14.500,-
Total: Rp. 56.000 (Harga sudah termasuk pajak)
Buat ukuran Jakarta harga ini tidak bisa dikategorikan mahal. Tapi tentu saja tidak murah. Tapi dengan kualitas masakan yang disajikan sebanding lah. Buat yang mencari tempat makan sekitar Tebet, silakan untuk mencicipi sajian di Bebek Ginyo ini. Sudah pernah mencoba? Atau tertarik untuk mencobanya?

Alamat / Peta Lokasi Bebek Ginyo:


Baca Selengkapnya...

Wednesday, December 3, 2014

Kuliner Bali - Ayam Betutu Khas Gilimanuk


Wisata Kuliner Indonesia #343
Kuliner Bali
Ayam Betutu Khas Gilimanuk
Jl. Raya Tuban No. 2X, Tuban - Kuta
Tlp. 0361 - 757535


Cita rasa pedas dengan aneka rempah khas Bali menyeruak di dalam mulut begitu saya memasukkan potongan pertama dari kuliner yang satu ini: Ayam Betutu. Pada sebuah kunjungan singkat saya ke Bali bulan November lalu, saya menyempatkan diri untuk mengisi perut sejenak di rumah makan yang menyediakan kuliner khas Bali yaitu Ayam Betutu Khas Gilimanuk di kawasan Tuban. Satu ekor Ayam Betutu Kuah yang cukup untuk 2-3 orang tersaji di meja tak begitu lama setelah dipesan. Kuah dengan aroma khas Bali dengan rasa pedas yang menggigit memang merangsang syaraf-syaraf di rongga mulut kita untuk menikmati potongan daging ayam yang empuk. Proses memasak ayam betutu katanya memang membutuhkan waktu lama untuk mendapatkan daging ayam yang empuk dan bumbu yang meresap. Satu ekor ayam betutu ini bisa kita nikmati dengan hargaa Rp 80.0000,-, sudah lengkap dengan plecing kangkung, kacang goreng dan sambal matah.

Plecing Kangkung memang terkenal di kawasan Mataram (Lombok) dan juga di Bali ini. Kangkung rebus yang diberi "topping" sambal segar ini memang menjadi pelengkap yang menjadi tandem sempurna bagi sajian utamanya. Kangkung yang segar memang jadi kunci buat kenikmatan plecing kangkung. Masih kurang pedas? Tersedia juga sambal matah alias sambal bawang khas bali. Aroma bawang yang kuat menjadi daya tarik dari jenis sambal yang satu ini.

Di RM Ayam Betutu Khas Gilimanuk ini ayam betutu tentulah menjadi menu pilihan utama, akan tetapi tidak hanya itu, kita pun bisa menikmati aneka masakan khas bali lainnya seperti lawar dan sate lilit, yang semuanya berbahan dasar ayam. Saat ini Rumah Makan Ayam Betutu Khas Gilimanuk dapat ditemukan di beberapa sudut kota Denpasar, Tuban dan Tabanan. Bahkan bisa juga kita temui di Jakarta dan Bandung. Buat yang tidak terlalu suka pedas, mungkin ayam betutu ini tidak terlalu menarik. Tapi bagi penggemar pedas, ayam betutu khas gilimanuk ini bakal ngangenin.... Percaya deh...

Alamat / Peta Lokasi Ayam Betutu Khas Gilimanuk:


Baca Selengkapnya...

Tuesday, December 2, 2014

Kuliner Bali - Bebek Tepi Sawah


Wisata Kuliner Indonesia #342
Kuliner Bali
BEBEK TEPI SAWAH
Jl. Raya Tuban, Krisna Wisata Kuliner 2nd Floor
Tuban 80361 Bali - Indonesia
Ph: +62 361 767251


Salah satu olahan makanan yang cukup banyak dijajakan di Bali adalah Bebek. Dan salah satu penyedia sajian bebek yang patut untuk direkomendasikan adalah Bebek Tepi Sawah. Bebek Betutu menjadi salah satu menu andalannya, ya bebek yang diolah dengan bumbu khas Bali ini di resto ini memang layak diacungi jempol. Rasa pedas yang khas dengan aroma aneka rempah yang semarak memang benar-benar memanjakan indera pengecap kita, dan ukurannya yang besar tentunya juga memanjakan perut kita. Bebek betutu ini juga mnghadirkan tekstur yang empuk, tentu saja ini diakibatkan oleh proses memasak bebek betutu yang terkenal cukup lama. Tidak cuma daging yang empuk, kayanya rempah di bumbu betutu ini juga meresap sampai tulang. Bahkan ketika sudah habis, tak sadar saya mengecap semua jari seolah takut ada bumbu yang tertinggal disana :) Harga satu porsi besar Bebek Betutu ini memang cukup mahal, Rp 104.750 (beum termasuk pajak dan jasa pelayanan). Tapi sekali-kali boleh lah, apalagi dengan rasa dan porsi seperti itu.


Buat yang tidak suka pedas, di Bebek Tepi Sawah ini juga tersedia Bebek Goreng. Saya juga harus mengangkat topi buat sajian yang satu ini. Bebek yang terkenal memiliki daging alot jika tidak dimasak secara benar, tidak akan kita temukan disini. Bebek Gorengnya bener-bener krispi alias renyah, dengan rasa gurih yang juga hadir sampai lapisan terdalam dagingnya. Harganya Rp. 92.500,- untuk satu porsi besar yang lengkap dengan nasi dan urap sayur Oh ya, jangan lupakan sambal matah sebagai pendamping bebek goreng ini, sambal khas Bali ini dijamin bisa merangsang syaraf-syaraf di indera pengecap kita sehingga memberi rasa nikmat plus plus di hidangan ini. Yang jelas bakal bikin keringetan...

Bebek Tepi Sawah sejatinya berada di tepi sawah. Ya, di kawasan Ubud yang menjadi lokasi resto ini pertama kali, memang kita bisa bersantap sambil menikmati hamparan padi yang menguning di sawah. Tapi sekarang Bebek Tepi Sawah juga dapat dinikmati di tempat lain yaitu di kawasan Tuban dan Kuta. Bahkan saat ini sudah hadir di kawasan Alam Sutera - Tangerang. Saya sendiri menikmati sajian Bebek Tepi Sawah ini di cabangnya di kawasan Tuban, tepat di seberang toko Oleh-Oleh Khrisna yang terkenal itu, dan hanya sekitar 5 menit dari Bandara Ngurah Rai. Jadi beres bersantap kita bisa belanja belanji oleh-oleh dulu sebelum kembali ke bandara. Pas nih buat para pelancong yang tengah berwisata di Bali....

Alamat / Peta Lokasi Bebek Tepi Sawah - Tuban:


Baca Selengkapnya...

Monday, December 1, 2014

Kuliner Makassar - Ayam Goreng Sulawesi


Wisata Kuliner Indonesia #341
Kuliner Makassar
Ayam Goreng SULAWESI (Ny. Hj. Nursiah)
Jl. Sultan Hasanuddin No. 17 (Perempatan Jl Ince Nurdin No. 2) Makassar
Telp.: 0411 - 3624330


Jika biasanya warna ayam goreng itu kuning keemasan, maka tidak dengan Ayam Goreng Sulawesi ini, warnanya cokelat tua. Saya bisa menduga dari tampilannya bahwa ayam ini rasanya manis. Ternyata dugaan ini tidak salah, semburat rasa legit tapi gurih langsung terasa begitu kita mengunyah potongan daging ayam yang empuk ini. Diolah dari ayam kampung, ayam goreng sulawesi ini memang menyajikan cita rasa yang berbeda, bumbunya yang meresap sampai ke dalam tulang dan uraian daging ayam yang lembut memberi jejak bahwa proses memasak ayam ini tidak seadanya dan memakan waktu yang cukup lama. Bahkan rasa manis yang gurih ini juga bisa dinikmati sampai ke jeroan ati-ampela nya. Nikmati dengan sambal yang tersaji, maka rasa yang kita nikmati akan semakin lengkap.


"Ayam Goreng Sulawesi dan Seafood - Ny. Hj. Nursiah, sejak 1969", begitu tulisan yang tercantum di depan rumah makan yang berlokasi di sudut Jl. Sultan Hasanuddin ini. Ya, selain ayam, tempat ini juga menyajikan aneka seafood. Sayang saya tidak sempat mencicipi olahan makanan lautnya karena sudah terlanjur "kesengsem" dengan cita rasa ayam goreng sulawesi ini. Jika memang ingin menikmati hidangan ayam goreng kampung yang berbeda, Ayam Goreng Sulawesi ini bisa menjadi pilihan. Juga menjadi destinasi kuliner Makassar di antara beragam pilhan kuliner lainnya di kota ini seperti Konro, Coto, Pallu Basa, Mie Kering, Pallumara dan sebagainya.

Peta Lokasi Ayam Goreng Sulawesi:


Baca Selengkapnya...

Wednesday, November 26, 2014

Kuliner Cirebon - Nasi Lengko H. Barno


Wisata Kuliner Indonesia #340
Kuliner Cirebon
Nasi Lengko "H. BARNO"
Jl. Pagongan No. 15B - Cirebon
Telp.: 0231 – 210064


Tampilannya tampak tidak "menjanjikan", sepiring nasi putih dengan "toping" irisan timun segar, daun kucai, toge, bawang goreng, potongan tempe goreng, dan potongan tahu goreng. Bumbu kacang tersembunyi di balik tumpukan toping tersebut. Itulah tampilan Nasi Lengko H. Barno. Tapi ternyata benar istilah don't judge book by its cover,  kita tidak bisa menilai makanan hanya dari tampilannya saja. Begitu suapan pertama, indera pengecap pun langsung berteriak gembira, rasa gurih dan manis yang khas langsung diberikan oleh sajian nasi lengko ini. Tambahkan pula Kecap manis sedang Cap Matahari produk Cirebon yang tersedia di meja untu menyepurnakan rasa. Nasi lengko ini seperti "pecel" khas cirebon tapi dengan bumbu kacang yang lebih light dan campuran sayur yang tak terlalu ramai, belum lagi daun kucai dan bawang goreng yang memberikan aroma khas pembangkit selera. Harga satu piring nasi lengko ini cukup murah, hanya 8000 rupiah.

Di H. Barno ini, nasi lengko juga bisa ditemani oleh sate kambing muda nan ciamik. Potongan daging kambing yang empuk dengan guyuran bumbu kacang yang legit bisa menjadi "partner" yang serasi dengan nasi lengko yang menjadi sajian utama. Walau tidak original, tapi tidak ada salahnya jika sate kambing ini anda pesan karena dijamin tidak akan rugi. Pas banget....

Di depan kedai Nasi Lengko H. Barno ada penjual Es Durian yang selalu menawarkan dagangannya kepada para pengunjung yang datang. Tadinya saya tidak begitu tertarik, tapi ternyata es durian di sini punya tampilan yang berbeda dengan tempat lain. Beberapa butir buah durian disajikan dalam mangkok dengan dilengkapi bubur sumsum bersirup merah (Tjampolay?) dan es batu. Gak cuma tampilan yang berbeda, cita rasa yang disajikan es durian ini juga berbeda, tidak pernah saya temukan durian bersanding dengan bubur sumsum. Sluruppp...

Berdasar info yang didapat dari kompas.com, H. Barno mewarisi usaha ini dari ayahnya, H. Sardi, yang telah merintis berjualan nasi lengko sejak tahun 1968. Buka sejak jam 6 pagi sampai jam 8 malam, kedai Nasi Lengko H. Barno ini hampir tidak pernah sepi dari pengunjung, dan selalu menjadi salah satu rujukan destinasi wisata kuliner di Cirebon. Penasaran ingin mencoba?

Peta Lokasi Nasi Lengko H. Barno:


Baca Selengkapnya...

Thursday, November 20, 2014

Kuliner Depok - Gubug Mang Engking, Cibubur



Wisata Kuliner Indonesia #339
Kuliner Bogor
Gubug Makan "MANG ENGKING"
Taman Edukasi dan Rekreasi "Telaga Arwana Cibubur"
Jl. Jambore Pondok Rangon Harja Mukti, Cimanggis - Depok
Telp.: 021 - 84311877, 97198718


Udang Bakar Madu menjadi favorit di tempat ini, udang pilihan yang dibakar dan dibalut dengan bumbu madu yang manis pedas, membuat siapapun akan menelan ludah jika melihat sajian ini. Ya itulah salah satu signature dari Gubug Makan "Mang Engking", tempat makan yang pusatnya ada di kawasan Yogya dan saat ini membuka cabang di beberapa kota termasuk di Cibubur ini. Satu porsi udang bakar madu ini berisi 4 tusuk sate udang yang cukup untuk 2 orang dengan harga Rp. 86.000,-. Sayang waktu saya ke sana stock udang supernya sedang kosong, jadi saya pesan udang standar saja. Akan tetapi rasa tetap tidak berbeda, semburat rasa manis, asam dan pedas yang berpadu dengan cantik akan memanjakan indera pengecap siapa saja yang merasakan.

Salah satu yang jadi andalan di Mang Engking ini adalah olahan ikan Gurame-nya, dengan pilihan bakar, goreng, saus tiram, saus padang, asam manis dan cobek. Yang ini Ikan Gurame Goreng yang disajikan dengan sambal kecap, harganya Rp 75.000. Keringnya pas banget, dengan bumbu yang terasa sampai ke tulang-tulangnya. Walaupun tidak menjadi speciality-nya, tetapi gurame goreng ini layak direkomendasikan.

Untuk pencuci mulut, cobalah yang khas di Gubug "Mang Engking" ini: Es Cingcau. Bukannya es cincau dimana-mana ada? Campurannya yang buat beda disini. Dalam gelas besar ini akan kita temukan cincau yang ditemani sekoteng dengan "kuah" santan dan gula merah sebagai pemanisnya. Rasanya segar dan eksotik :) Dapat dinikmati dengan harga Rp. 15.000,-

Saya ingat pertama kali menikmati sajian dari Mang Engking ini adalah di tahun 2005, di Yogyakarta. Gubuk-gubuk saung tertata rapih di atas kolam yang dipenuhi oleh ikan gurame dan ikan mas. Yang unik adalah para pramusaji di tempat itu berasal dari tanah Sunda, tempat asal si empunya gubug makan ini. Menikmati Udang di tempat itu, saya langsung jatuh cinta pada suapan pertama. Akan tetapi sayang, karena tempatnya jauh dari pusat kota Jogja, agak sulit memang mengunjungi tempat itu. Tapi sekarang Mang Engking sudah memiliki cabang di banyak kota, salah satunya yang ada di Cibubur ini. Dan kerinduan atas cita rasa yang saya nikmati sembilan tahun lalu itu, terobati sudah pada kunjungan saya di gubug yang berada di area Taman Rekreasi "Telaga Arwana" ini.

Lokasi Gubug Makan "Mang Enking" - Telaga Warna, Cibubur:


Baca Selengkapnya...