Sunday, August 27, 2017

Kuliner Pemalang - Nasi Grombyang H. Warso


Kuah serupa soto yang segar yang berwarna pekat dengan parutan sangrai kelapa yang dibiarkan "mengotori" semangkuk nasi, plus potongan daging sapi yang gurih dan taburan bawang daun, seolah mengharuskan kita yang tengah melintasi kota Pemalang untuk mencicipi Nasi Grombyang ini. Apalagi ditambah dengan sate sapi dalam balutan bumbu kelapa yang legit sebagai pelengkapnya.


Wisata Kuliner Indonesia #411
Kuliner Pemalang
Nasi Grombyang H. Warso
Jl. R.E. Martadinata Pelutan, Pemalang, Jawa Tengah
Telp: 0284-325460


Seorang kawan baikku yang asli orang Pemalang, selalu mengiming-imingi kelezatan Nasi Grombyang yang hanya bisa ditemui di kota Pemalang. Tak heran, begitu saya ada kesempatan untuk berkunjung, hanya satu yang ada di pikiran saat itu yaitu harus bisa menyempatkan diri mencicipi kelezatan kuliner khas Pemalang ini. Nasi Grombyang H. Warso menjadi salah satu destinasi kuliner Pemalang yang banyak dikunjungi para pelanggannya baik yang berasal dari dalam kota maupun para tamu yang tengah berada atau melintasi kota ini. Tak terkecuali saya yang sudah lama penasaran akan cita rasa Nasi Grombyang ini. Jam belum menunjukkan waktu makan siang ketika saya menyambangi tempat ini, tapi para pelanggan sudah memenuhi sekitar 75% bangku yang tersedia. Tidak lama setelah saya pesan, semangkuk Nasi Grombyang hadir di hadapan saya. Nasi dalam mangkuk kecil disiram kuah berwarna pekat dengan campuran kelapa sangrai yang seolah membuat kuahnya keruh. Potongan daging sapi pun hadir dengan taburan bawang daun dan bawang goreng. Seperti biasa ritual yang saya jalani dalam mencicipi hidangan berkuah adalah tidak terburu-buru menyantap isi nasinya. Pertama saya seruput dulu kuahnya, ada rasa gurih yang kaya rempah dengan parutan kelapa sangrai yang sengaja dibiarkan "mengotori" kuahnya untuk mempertegas rasa gurih itu yang muncul dari cita rasa kaldu daging sapi. Daging sapinya pun terasa elok, potongannya terasa empuk dengan rasa bumbu yang meresap ke setiap serat dagingnya.


Tak hanya sajian nasi grombyangnya, tersaji pula piring yang penuh dengan sate daging sapi yang sulit untuk ditolak panggilannya. Tapi tunggu dulu, sate ini tidaklah seperti layaknya sate yang biasa kita santap. Sate ini terbalut bumbu kelapa yang menghadirkan rasa gurih dari kelapa berpadu dengan semburat rasa manis. Sangat cocok untuk dipadupadankan dengan hidangan utama sang nasi grombyang. Porsi mangkuk yang kecil pun membuat kita tak sadar menghabiskannya dalam waktu singkat, dan segera berujar "Mas, satu lagi!"


Konon dulu, daging pada nasi grombyang ini beserta satenya menggunakan daging kerbau. "Tapi sekarang nyari daging kerbau susah, jarang yang jual. Makanya kita pake daging sapi", begitu kata salah seorang pegawai yang melayani kami ketika membayar makanan yang kita santap. Seporsi Nasi Grombyang di sini harus ditebus dengan harga Rp. 16.000, sedangkan satu tusuk sate sapinya harganya Rp. 4.000. Lokasi Nasi Grombyang H. Warso ini berada di Jl. RE Martadinata, tak jauh dari alun-alun kota Pemalang. Kedai ini buka sejak pagi, sekitar pukul 9 sampai malam hari sekitar pukul 10. Dan menjelang malam tiba, ruas jalan RE Martadinata ini semakin ramai dengan banyaknya para pedagang kaki lima yang menawarkan sajian kuliner lain dari Kota Pemalang ini termasuk beberapa kedai nasi grombyang. Silakan pilih penjaja yang mana, tapi jangan pernah tinggalkan kota Pemalang tanpa mencicipi Nasi Grombyang.

Peta dan Alamat Nasi Grombyang H. Warso:
Jl. R.E. Martadinata Pelutan, Pemalang
Koordinat GPS: -6.88702, 109.38057


Baca Selengkapnya...

Friday, July 7, 2017

Kuliner Jogja - Wedang Tahu Bu Sukardi


Wisata Kuliner Indonesia #410
Kuliner Jogja
Wedang Tahu Bu Kardi
Perempatan Jl. Kranggan - Jl. Asem Gede, Jogja
Telp: 0877-3824-0558

Pagi itu, mentari baru saja menunjukkan cahayanya untuk menghangatkan kota Jogja. Belum sempat mandi, saya bergegas keluar dari hotel Amaris di kawasan Tugu menuju salah satu spot kuliner pagi yang banyak direkomendasikan orang: Wedang Tahu Ibu Sukardi. Tidak sampai 5 menit berjalan kaki saya menjumpai sebuah sudut di perempatan Jl. Kranggan yang tengah disambangi beberapa pengendara motor. Di situlah Ibu Sukardi menjajakan dagangannya, cuma satu jenis: Wedang Tahu. Olahan sari kedelai berwarna putih yang lembut, diguyur dengan kuah jahe manis yang kaya rempah. Tanpa pengawet dan pemanis buatan, menyesapi setiap suapan wedang tahu ini memberikan sensasi tersendiri, tidak hanya di rongga mulut, tapi juga menjalar ke badan. Rasa hangat yang diberikan oleh kuah jahenya memang seolah mengalir di aliran daerah dan memberi rangsangan kepada tubuh. Ya, wedang tahu tidak hanya enak, tapi memang dikenal juga sebagai minuman untuk meningkatkan stamina tubuh.

Di Jawa Barat namanya Kembang Tahu, tapi di kawasan Jogja namanya Wedang Tahu. Dan Bu Sukardi sudah lama menjajakan wedang tahu ini kepada para pelanggannya. Buka mulai pukul 6 pagi, tangan bu Kardi seolah tak pernah berhenti mengambil "tahu" olahan sari kedelai dan menuangkan kuah jahe di atasnya. Banyak pelanggan yang membelinya untuk kemudian dibawa pulang atau dibawa ke tempat kerja. Saya sendiri memilih untuk menyantapnya langsung di tempat. Tidak banyak bangku yang disediakan memang, tapi ada keuntungannya jika kita menikmati langsung di tempat itu. "Mas, mau nambah kuahnya? Bilang ya kalo mau nambah". Bu Kardi ternyata menawarkan kuah jahenya free-flow buat para pelanggan yang menikmati wedang tahunya di tempat. So generous...

Kalo lagi di Jogja, mungkin kamu harus coba Wedang Tahu Bu Sukardi ini. Tapi harus datang ke sini sebelum jam 11 pagi yah, bahkan kadang jam 10 bisa saja dagangannya sudah ludes. Lokasinya tepat di seberang Gudeg Djuminten, Jl Kranggan. Menikmati wedang tahu ini di pagi hari sebelum memulai aktivitas ternyata memberikan tambahan boost energi yang berbeda. Coba deh

Peta dan Alamat Wedang Tahu Bu Kardi:
Perempatan Jl. Kranggan - Jl. Asem Gede, Jogja
Koordinat GPS: -7.7816712, 110.3624278



Baca Selengkapnya...

Thursday, June 22, 2017

Kuliner Jogja - Ayam Goreng Mbok Sabar


Wisata Kuliner Indonesia #409
Kuliner Jogja
Ayam Goreng Mbok Sabar
Jl. Jagalan 23 Jogja
Telp: (0274) 588467


Warna ayam goreng ini gelap kecoklatan dan cenderung lengket, berbeda dengan ayam goreng yang biasa kita temui di kota lain. Dan begitu potongan ayam ini hadir di mulut, maka cita rasa manis langsung menyergap disertai dengan aroma gurih yang meresap sampai ke dalam tulangnya. Ya, inilah yang membedakan sajian Ayam Goreng Mbok Sabar dengan tempat lainnya. Ada proses baceman sebelum ayam ini digoreng. Baceman adalah proses memasak yang menggunakan gula merah sebagai unsur utamanya. Tentunya dengan beragam bumbu lainnya seperti bawang merah, bawang putih, ketumbar, kemiri, kunyit dan sebagainya. Bersama bumbu-bumbu tersebut ayam diungkep hingga bumbu tersebut meresap, setelah itu barulah digoreng. Proses memasak inilah yang membuat bumbu bacem ini meresap sampai ke dalam.

Rumah tua sederhana menyambut kita begitu tiba di tempat ini, kebersahajaan terasa begitu masuk dengan diiringi dengan keramahan para pegawai yang langsung menawarkan menu makanan yang tersaji. Mulai berusaha sejak tahun 70an, saat ini konon Ayam Goreng Mbok Sabar sudah dikelola oleh generasi ketiga. Di sini kita bisa memesan ayam satu ekor utuh seharga Rp 85.000, setengah ekor (Rp. 40.000) atau potongan dada/paha seharga Rp. 20.000. Ati/Rempelo menjadi pilihan menu lainnya yang perlu kita coba, yang dimasaknya juga dengan metoda baceman. Oh iya, sambal di sini juga layak diberi pujian, pedasnya pas, cocok untuk menjadi cocolan ayam goreng bacemnya.

Di Jogja, ayam bacem seperti ini bisa kita temui di tempat lain, tetapi Ayam Goreng Mbok Sabar ini memang menjadi salah satu ikon Kuliner Jogja. Bisa disebut trademark ayam baceman Jogja ada di Ayam Mbok Sabar ini. Mencari lokasi Ayam Goreng Mbok Sabar tidaklah terlalu sulit, via Google Maps bisa langsung kita temukan. Tetapi memang lokasinya berada di jalan yang tidak terlalu besar. Buat anda penggemar sensasi legit dari sebuah hidangan ayam goreng, tempat ini saya rekomendasikan jika yang tengah berburu kuliner di kota Jogja

Peta dan Alamat Ayam Goreng Mbok Sabar:
Jl. Jagalan 23 Jogja
Koordinat GPS: -7.79915, 110.37079



Baca Selengkapnya...

Saturday, May 27, 2017

Kuliner Semarang - Mie Kopyok Pak Dhuwur


Wisata Kuliner Indonesia #408
Kuliner Semarang
Mie Kopyok Pak Dhuwur
Jl. Tanjung, Semarang
Telp: 085641372758


Dua tahun lalu saya pernah posting sebuah coretan yang judulnya 12 Kuliner Mie Khas dari Indonesia yang berisi kuliner olahan mie dari pelbagai daerah di Indonesia yang pernah saya cicipi. Tentunya coretan itu belum lengkap karena masih banyak olahan mie khas nusantara yang belum saya sentuh. Salah satunya Mie Kopyok, salah satu ikon kuliner Semarang. Mie ini unik karena komposisinya yang menarik, tersaji dalam piring, sajian mienya hampir tidak terlihat, tertutup oleh "topping" tahu pong dan kerupuk gendar. Lebih lengkapnya, satu porsi mie kopyok berisikan mie kuning, lontong, tauge, tahu pong, kerupuk gendar dan tambahan irisan daun seledri serta taburan bawang goreng. Semuanya disatukan dalam kuah kaya rempah yang gurih dan segar. Mie Kopyok ini cocok menjadi sajian bagi vegetarian karena tidak mengandung aneka daging, termasuk kuahnya yang hanya mengandalkan rempah tanpa kaldu hewani.

Mie Kopyok Pak Dhuwur adalah salah satu legenda kuliner di Semarang yang konon sudah mulai berjualan sejak tahun 60an, dan saat ini usahanya diteruskan oleh generasi kedua dan saudaranya. Saat ini sudah punya beberapa cabang, tapi pusatnya ada di Jl. Tanjung yang cukup padat dikunjungi pelanggan apalagi ketika jam makan siang. Saya belum pernah makan mie kopyok sebelumnya, dan sajian mie kopyok Pak Dhuwur ini memang ngangeni. Beragam tekstur dari isinya membuat rongga mulut kita merasakan sensasi yang berbeda. Ada lontong yang lembut, mie kuning yang kenyal, tauge yang nyakres karena dibiarkan tidak matang sempurna, tahu pong yang krispy di luar dan lembut di dalam, dan juga kerupuk gendar yang garing. Dan itu semua jadi sempurna karena kuah mie yang gurih dan segar. Tinggal tambah sedikit kecap dan sambal sesuai selera, sluruuupppp.

Mie Kopyok pak Dhuwur buka dari jam 8 pagi sampai jam 4 sore, tapi hati-hati, terkadang jam 2 pun dagangan bisa sudah habis terjual. Saya menikmati mie kopyok ini saat waktu brunch, sekitar 10 pagi. Jalan kaki tak sampai 5 menit dari tempat menginap saya di Hotel Crowne Plaza Semarang, yang beririsan dengan Paragon Mall. Tempat makannya menempati sebuah halaman rumah di Jalan Tanjung. Disediakan beberapa meja panjang dan kursi, juga tambahan di torotoar jalan untuk menampung pembeli yang tidak mendapat tempat di dalam. Catat tempat ini sebagai salah satu destinasi wisata kuliner Semarang jika kamu mau berkunjung ke kota ini.

Peta dan Alamat Mie Kopyok Pak Dhuwur:
Jl. Tanjung, Semarang
Koordinat GPS: -6.97628, 110.4163


Baca Selengkapnya...

Saturday, April 22, 2017

Kuliner Semarang - Gudeg Abimanyu


Wisata Kuliner Indonesia #407
Kuliner Semarang
Gudeg Bu Lasmi (Gudeg Abimanyu)
Jl. Abimanyu VII/6, Semarang
Telp: 024-3542100; 081229910281


Gudeg memang identik sebagai Kuliner Yogyakarta, tapi ada beberapa kota yang punya penjaja gudeg yang terkenal dan hadirkan ciri khas yang berbeda dengan gudeg di Jogja. Misalnya di Bandung ada Gudeg Yu Nap yang hadirkan daun singkong sebagai pelengkapnya. Nah di Semarang ada satu tempat makan gudeg yang "highly recommended" yaitu Gudeg Abimanyu. Nama asli tempatnya sebenarnya Gudeg Bu Lasmi, tapi karena lokasinya ada di Jl. Abimanyu, orang lebih mengenalnya sebagai Gudeg Abimanyu. Apa kelebihan dan ciri khas yang membuat gudeg di sini berbeda dengan sajian gudeg di tempat lainnya?

Silakan pilih "teman" gudegmu sesuai selera
Berbeda dengan gudeg Jogja pada umumnya, rasa dan "konten" dalam Gudeg Abimanyu ini memang lebih kaya. Dalam satu porsi gudeg yang tersaji kita bisa temukan sayur gudeg, sambal krecek, sambal goreng kentang, ayam, telur pindang, koyor, serundeng manis, kol dan daun singkong, dan diguyur kuah areh. Lebih banyak isinya kan? Gudegnya tidak terlalu manis seperti gudeg Jogja, ada sentuhan rasa gurihnya, tapi ada kuah areh yg sajikan rasa legit dan gurih. Daun singkong dan kol pun surprisingly bisa memperkaya cita rasa dari sajian ini, tidak hanya menjadi sayur hiasan, tapi menjadi pelengkap rasa yang menjadikan Gudeg Abimanyu ini istimewa. Belum lagi telur pindang, koyor, serundeng dan sambal goreng kentang yang tidak biasa kita temukan di sajian gudeg pada umumnya. Jadi dibanding Gudeg Jogja yang "hanya" sajikan rasa manis dan pedas (dari sambal kreceknya), gudeg Abimanyu ini lebih beragam baik dari sisi rasa maupun tekstur isiannya.

Pilihan Menu dan Harga Gudeg Abimanyu
Gudeg Abimanyu buka sejak pukul 6 pagi sampai 3 sore, tapi selepas jam makan siang siap-siap saja kehabisan beragam sajian yang ada. "Kalo mau sampe malem ke cabang kami saja yang di Jl. Depok", begitu ujar sang pramusaji sembari sibuk melayani pelanggan yang pagi itu datang silih berganti. Jalan masuk ke warung gudeg ini tidaklah besar, hanya cukup dua mobil paspasan. Jadi biasanya para pelanggan yang membawa kendaraan roda empat akan memarkirnya di Jl Imam Bonjol, jalan besar di depan Jl. Abimanyu VII. Kedainya tidaklah besar, di bagian depan akan kita temui seorang ibu yang sigap melayani pesanan pilihan kita, karena tentunya kita bisa pilih kawan gudeg yang akan kita santap seperti opor ayam, koyor, telur pindang dan sebagainya. Jika kamu penggemar gudeng dan lagi di Semarang, sempatkanlah untuk mencoba sarapan di Gedeg Abimanyu, dijamin ketagihan :)


Gerbang Jl. Abimanyu VII, jalan kecil tempat kedai Gudeg Abimanyu berada

Peta dan Alamat Gudeg Abimanyu:
Jl. Abimanyu VII/6, Semarang
Koordinat GPS: -6.97522, 110.41285




Baca Selengkapnya...

Saturday, April 1, 2017

Kuliner Bandung - Lontong Kari Kebon Karet


Wisata Kuliner Indonesia #406
Kuliner Bandung
Lontong Kari Kebon Karet
Gg. Kebon Karet - Jl. Otto Iskandar Dinata, Bandung


Ada satu menu sarapan yang unik kalau kamu lagi di Kota Bandung, namanya Lontong Kari. Kuliner Bandung yang satu ini belum penah saya temukan di kota lain. Walau namanya kari tapi rasanya cenderung mirip gulai dengan kuah yang lebih ringan, berisi potongan lontong yang umumnya ditemani dengan daging lemak (tetelan) sapi. Kita bisa menemukan penjaja lontong kari di berbagai sudut di kota kembang ini, baik yang mangkal maupun yang berkeliling dengan pikulan atau gerobak. Salah satu penjual lontong kari yang melegenda adalah Lontong Kari Kebon Karet. Namanya diambil dari tempat berjualannya yang berlokasi di Gg Kebon Karet, dekat dengan kantor Gubernuran Jl. Otto Iskandar Dinata (Otista), tepat di seberang Hotel Guntur. Apa sih yang membuat lontong kari kebun karet ini beda dan spesial dibanding lontong kari lainnya?

Dinding Lontong Kari Kebon Karet yang dipenuhi foto para pesohor negeri ini
Memang, lontong kari yang disajikan di sini agak berbeda dengan lontong kari kebanyakan, jika umumnya bahan utama yang digunakan adalah daging tetelan yang berlemak, Lontong Kari Kebon Karet menggunakan daging sengkel tanpa lemak dengan kuah yang lebih kental dan legit. Perbedaan lainnya, kita juga bisa temukan kentang rebus kecil, telur puyuh dan telur ayam dalam sajiannya, selain taburan kacang polong dan bawang goreng yang menyempurnakan salah satu legenda kuliner Bandung ini. Emping, jeruk limau dan kecap manis menjadi pelengkap plus tentunya sambal yang bisa kita bubuhkan. Semburat rasa manis menyeruak ketika kita menyeruput kuahnya, berpadu dengan rasa gurih santan dan daging sapi. Lontong yang disajikan pun memiliki kekenyalan yang pas, gak terlalu keras pun tak terlalu lembek. Semuanya itu terjaga kualitasnya karena sang pengelola yang merupakan generasi kedua pendiri Lontong Kari Kebon Karet ini masih terus mengawasi kualitas produk secara langsung. Yup, kuliner yang satu ini memang layak disebut legenda karena sudah berjualan sejak tahun 1966, seperti tertulis di daftar menunya. Mengutip artikel dari Kompas, Lontong Kari Kebon Karet dirintis H Engkos Kosasih dan Hj Eti Suryati pada tahun 1966. Awalnya, mereka berjualan di pinggir Jalan Otto Iskandardinata depan Gang Kebon Karet, tidak jauh dari kediaman resmi Gubernur Jawa Barat. Sekitar tahun 1999, mereka membeli sebuah rumah di Gang Kebon Karet. Selanjutnya, mereka berjualan di rumah itu hingga sekarang dan dikelola oleh anak-anaknya.

Gerbang Gang Kebon Karet, Lokasi Kedai Lontong Kebon Karet
Walau banyak yang menjadikan Lontong Kari sebagai menu sarapan, tapi Lontong Kari Kebon Karet ini buka dari pagi jam 7 sampai 8 malam, membuat kita punya opsi untuk menjadikannya menu sarapan makan siang ataupun makan malam. Satu porsi Lontong Kari Spesial bisa ditebus dengan harga Rp. 22.000, sedangkan untuk menu biasa harganya Rp. 20.000. Perbedannya hanya ada di telur ayam saja. Saat ini, lontong kari kebon karet juga membuka cabang di beberapa outlet The KiosK (Braga, Ciwalk, Dago dsb) dan Foodcourt Trans Studio Mall. Tapi buat saya, menyantap di tempat aslinya memberi kesan yang lebih mendalam dibanding menyantapnya di outlet-outlet modern itu. Kamu gitu juga nggak?

Peta dan Alamat Lontong Kari Kebun Karet:
Gg. Kebon Karet - Jl. Otto Iskandar Dinata (seberang Hotel Guntur) Bandung
Koordinat GPS: -6.91404, 107.60503
Google Maps:

Baca Selengkapnya...

Wednesday, March 15, 2017

Kuliner Jakarta - Soto H. Husen



Wisata Kuliner Indonesia #405
Kuliner Jakarta
Soto Betawi H. Husen
Jl. Padang Panjang No. 6C, Manggarai - Jakarta
Telp: 021 83706476


Jalan Padang Panjang di kawasan Manggarai bukanlah jalan yang besar, ukurannya hanya cukup untuk sekitar dua mobil dan jalannya satu arah. Tetapi parkiran di pinggir jalan tersebut sangatlah ramai, terutama menjelang makan siang. Salah satu "biang kerok"-nya adalah adanya kedai Soto Betawi H. Husen di sisi kanan jalan yang merupakan salah satu kuliner legenda di kota Jakarta. Sejak dibuka sekitar pukul setengah delapan pagi, silih berganti para penggemar soto betawi racikan H. Husen ini memadati kedai yang tidak terlalu besar ini, baik untuk dimakan di tempat ataupun dibungkus. Tak heran, ketika masuk jam makan siang, sulit menemukan tempat duduk di sini dan sudah banyak potongan daging atau jerohan yang sudah habis. Bahkan ketika saya bertandang ke sana, pukul 12.50 siang kedai ini sudah menolak pesanan yang datang karena sudah habis! Sebenarnya apa keistimewaan dari Soto Betawi H. Husen ini?


"Campur pak?" sapaan yang juga tawaran menu langsung disampaikan oleh salah seorang pramusaji di kedai ini begitu saya duduk. Campur mengacu pada soto campur, yang artinya semua potongan yang tersedia dimasukkan dalam sajian soto betawi ini. Ada potongan daging, kikil, paru, usus dan babat dalam kuah santan yang panas dan gurih. Taburan emping dan bawang daun menjadi pelengkap. Jika tidak mau semuanya, kita pun bisa "customize" untuk isian soto ini sesuai dengan selera kita. Yang saya lakukan pertama adalah menyeruput kuahnya dulu untuk "menyelidiki" rasa, dan rasa gurih kaya rempah langsung menyeruak di dalam rongga mulut memanjakan indera pengecap saya. Hanya perlu menambahkan sedikit sambal dan sedikit tetesan kecap manis untuk membuat hidangan makan siang saya hari ini terasa sempurna. Perlu merogoh kocek sebesar 34ribu rupiah, untuk menikmati satu porsi Soto Betawi H. Husen.

Soto Betawi H. Husen, demikian yang tertulis di kaca kedai ini dan spanduk besar di depannya (bukan Soto H. Husein seperti yang banyak orang tuliskan). Dan kalau kita googling, maka banyak yang menyebutkan bahwa kedai Soto H. Husen ini tutup pada pukul 17.00. Tapi kenyataannya ketika saya bertandang ke sana, sebelum pukul 1 siang pun sajian di kedai ini sudah habis dan banyak pelanggan yang tampak kecewa karena harus meninggalkan Soto H. Husein dengan tangan kosong. Jadi buat kamu yang gak mau kecewa juga, saya sarankan datanglah ke Soto H. Husen paling tidak di waktu brunch sekitar pukul 10an gitu, karena jika telat banyak pilihan potongan daging atau jerohan yang sudah ludes, atau bahkan bisa jadi sotonya pun sudah ludes.

Peta dan Alamat Soto Betawi H. Husen:
Jl. Padang Panjang No. 6C, Manggarai - Jakarta
Koordinat GPS: -6.21303, 106.84484


Baca Selengkapnya...

Tuesday, March 14, 2017

Kuliner Jakarta - Soto H. Ma'ruf


Wisata Kuliner Indonesia #404
Kuliner Jakarta
RM Soto Betawi H. Ma'ruf
Taman Ismail Marzuki, Jl. Cikini Raya No. 73 - Jakarta Pusat
Telp: 021 3148817 / 0811160921


Banyak kota yang punya kuliner khas yang namanya soto, sebut saja Soto kuning di Bogor, Soto Tauto di Pekalongan, Coto di Makassar, Sroto di Banyumas, Soto Medan, Soto Padang dan sebagainya. Juga di ibu kota negara kita, ada hidangan yang namanya Soto Betawi sebagai salah satu kuliner Jakarta yang harus dicicipi. Salah satu penjaja Soto Betawi yang legedaris adalah Soto H. Ma'ruf yang berada di dalam komplek Taman Ismail Marzuki - Cikini. Gimana gak legendaris, soto ini sudah memulai usahanya sejak sebelum kemerdekaan! Sejak tahun 40an, sang pendiri Haji Ma’ruf bin Said telah meracik bumbu untuk menghasilkan soto betawi terbaik, dan saat ini usahanya telah diwariskan ke generasi keduanya.

Kedai Soto H. Ma'ruf
Potongan daging sapi, lidah, kikil, paru goreng, usus dan babat, tenggelam dalam kuah santan kental khas yang kaya rempah. Emping, bawang seledri dan bawang goreng menjadi pelengkap, plus acar, sambal dan kecap manis yang membuat kuliner khas Jakarta ini menjadi paripurna. Kuah santannya gurih, bersama nasi hangat, dengan cepat kuahnya pun langsung tandas. Isinya pun generous, dan yang paling asik adalah menikmati paru gorengnya yang tetap garing walau sudah direndam kuah soto. Untuk satu porsi Soto Betawi ini kita harus menebusnya dengan harga Rp. 38.000.

Guntingan koran dan photo Presiden Jokowi yang  tengah bersantap di Soto H. Ma'ruf terpampang di dinding kedai
Awalnya H. Ma'ruf berjualan dengan soto dengan pikulan di kantor PLN dekat gambir, dan kemudian berpindah-pindah ke beberapa tempat sampai di tahun 1983 menempati salah satu kios yang berada di kawasan Taman Ismail Marzuki. Di dinding kedai tampak guntingan koran yang memuat artikel tentang soto ini. Dan tidak tanggung-tanggung guntingan berita koran tahun 1960an pun terpampang, masih dengan ejaan djaman doeloe. Di artikel yang memuat cerita perjuangan H. Ma'ruf berjualan soto betawi itu juga disebutkan bahwa bahwa Jenderal Nasution dan Soediro (mantan walikota Jakarta?) adalah salah satu pelanggan setianya ketika masih menjajakan soto di kawasan stasiun Gondangdia. Para presiden negeri ini pun pernah cicipi soto legendaris ini, dari era Pak Harto, Gus Dur dan Ibu Mega. Pun pemimpin saat ini, Jokowi-JK, potonya yang tengah bersantap terpasang di dinding rumah makan Soto Betawi H. Ma'ruf.

Walau banyak kedai makan modern yang menjamur saat ini, tapi tempat kuliner legendaris seperti ini di Jakarta tetap menjadi buruan saya. Kalo kamu gimana?

Peta dan Alamat Soto Betawi H. Ma'ruf
Taman Ismail Marzuki, Jl. Cikini Raya No. 73
Koordinat GPS: -6.189744, 106.838644




Baca Selengkapnya...

Monday, July 4, 2016

Kuliner Jogja - Soto Kadipiro


Wisata Kuliner Indonesia #403
Kuliner Jogja
Soto Kadipiro
Jl. Wates Kadipiro No. 50, Yogyakarta
Telp: 0274 7490450


Apa yang kamu lakukan jika berlibur ke Jogja? Biasanya jawabannya akan seputar wisata sejarah dan wisata alam, belanja-belanji (dimana Maioboro sudah menjadi spot wajib di kota ini) dan pastinya wisata kuliner. Nah, Kuliner apa yang wajib kalo lagi ke Jogja? Buat saya paling tidak ada 3: Gudeg, Sate Klathak dan Soto. Salah satu penjaja soto yang sudah melegenda di kota ini adalah Soto Kadipiro. Saya berkesempatan mengunjungi salah satu cabangnya di kota Jogja ini, Soto Kadipiro II di kawasan Wates. Konon inilah cabang pertamanya. Soto campur langsung saya pesan begitu masuk ke tempat makan yang cukup luas ini. Yang dimaksud soto campur adalah nasi dan sotonya disatukan dalam satu mangkuk. Kuah sotonya bening, seolah tawar, tapi begitu diseruput maka aroma gurihnya langsung memanjakan indera pengecap kita. Isiannya ada dua jenis yang bisa kita pilih: ada soto ayam yang berisi suiran ayam kampung dan soto daging yang berisi potongan daging sapi. Semuanya ditemani dengan irisan kol, tauge, bihun dan taburan bawang daun, selederi dan bawang goreng. Satu porsi soto ayam campur dihargai Rp. 12.000,- sedangkan soto daging campurnya Rp. 13.000,-


Babat Goreng Bacem dari Soto Kadipiro II
Favorit saya di Soto Kadipiro ini adalah Babat Goreng Bacem nya. Babat sapi yang dibumbu bacem terus digoreng dan dipotong kecil-kecil. Cita rasanya manis legit, pas banget buat lidah Jawa seperti saya. Dan ketika digabung dengan sotonya maka manisnya langsung menyatu dengan gurih kuah sotonya. Surga banget deh... Harga satu porsi babat bacem ini Rp. 11.000,-

Aneka Lauk Pendamping Soto Kadipiro
Sebelum soto pesanan saya hadir, sang pramusaji menyajikan terlebih dahulu beberapa piring yang berisi lauk pendamping soto ini. Potongan ayam goreng, perkedel kentang (atau sering disebut juga bergedel), sate usus ayam, sate telor burung puyuh, tahu dan tempe bacem seolah mengundang kita untuk mencomot dan menikmatinya. Semua rata-rata bercita rasa manis, termasuk ayam gorengnya. Bergedel menjadi salah satu yang wajib dicoba, sebagian menghancurkannya dalam kuah soto sehingga kuahnya menjadi keruh dan kental. Harganya dua ribu per potong.

Es Gula Asem dan Es Tape yang suegerrr...
Di Soto Kadipiro ini aneka minuman tradisional juga tersaji: gula asem, beras kencur, wedang jahe, wedang uwuh dan wedang tape. Karena saya kesana pas siang hari tengah panas-panasnya, pesenan saya haruslah yang segar-segar. Es Gula Asem dan Es Tape jadi pilihan. Es gula asem mungkin sudah banyak yang tahu, tapi kalo es tape jarang ditemui di luar kota Jogja. Sebenernya sederhana saja, tape hijau dituang air dan ditambahkan es dan gula. Udah gitu aja, tapi kesegaran yang dihadirkan tidak sesederhana itu. Aroma asam khas tape dengan sentuhan rasa manisnya menjadi pelipur dahaga yang ampuh siang hari ini.

Rumah Makan Soto Kadipiro II
Soto Kadipiro bisa disebut legenda kuliner Jogja. Dikutip dari situs njogja.co.id, Soto Kadipiro merupakan warisan dari Bapak Karto Wijoyo yang memulai usahanya pada tahun 1921 kemudian beliau meninggal pada tahun 1972. Soto Kadipiro II yang saya sambangi ini sendiri berdiri di tahun 1973, dengan tetap mempertahankan resep dari sang empunya.

Peta dan Alamat Soto Kadipiro II:
Jl. Wates Kadipiro No. 50
Koordinat GPS: -7.80094, 110.34575



Baca Selengkapnya...

Sunday, June 26, 2016

Kuliner Bekasi - Sop Janda Ibu Darmi


Wisata Kuliner Indonesia #402
Kuliner Bekasi
Sop Janda Ibu Darmi
Kp. Rawa Julang Ds. Ganda Mekar (Kawasan MM2100)
Cikarang Barat - Bekasi
Telepon: 081318519079

Nama Sop Janda cukup terkenal khususnya di kawasan Bekasi, banyak penjaja yang menggunakan nama ini sebagai "merk" dagangnya. Tapi siapakah pencetus nama ini yang pertama? Ditengarai adalah seorang Ibu Darmi yang menggunakan nama Sop Janda untuk pertama kalinya di tahun 1997. Ibu muda, yang juga sering disebut mpok Darmi, ini memanglah berstatus janda ketika membuka usaha kuliner ini. Tak dinyana, nama Sop Janda yang dia sematkan sebagai nama usahanya ini justru menggelitik dan membangkitkan rasa penasaran banyak orang sehingga usahanya maju dengan pesat. Tapi tentu bukan hanya namanya yang menarik, yang membuat Sop Janda ini ramai, hidangan yang disajikan juga memikat lidah para pelanggannya. Sop Janda adalah sop iga / tulang iga dengan dua keunggulan: daging iga yang lembut dan berlimpah serta kuah kaldu yang gurih dan super duper pedas. Ya, di dalam satu mangkuk kuah sop janda dipenuhi dengan potongan tulang/daging iga sapi dan juga butiran cabe rawit. Lalu gimana buat yang gak tahan pedas?

Buat yang tidak tahan pedas, bisa minta "kuah cabe"nya dipisah seperti ini
Tenang, Sop Janda Ibu Darmi ini juga memberikan opsi kuah cabe rawitnya dipisah hehehe. Saya termasuk orang yang tidak kuat rasa pedas yang terlalu. Dan ketika saya pesan sop janda ini, saya bilang jangan pedas atau pedesnya dikit aja. Ibu Darmi langsung memberikan solusi agar "pedas"nya dipisah. Jadi yang hadir di hadapan saya adalah dua mangkok sop: yang satu isinya daging sedangkan yang lain berisi cabe rawit, bener-bener sop cabe rawit. Saya coba mencoba setitik kuah cabe rawitnya, wuedan pedesnya langsung ke ujung hidung. Kalo yang punya pilek langsung sembuh kayaknya. Akhirnya beberapa sendok kuah sop cabe rawit ini saya tuangkan ke dalam mangkok sop dagingnya, dan terciptalah satu paduan Sop Janda yang benar-benar merangsang indera pengecap. Keringat mengucur deras ketika menikmati sop pedas ini ditimpali dengan udara kawasan industri cibitung yang panasnya menyengat. Satu porsi Sop ini lengkap dengan nasi yang bisa kita tambah sesuka hati (alias free flow) dapat kita nikmati dengan harga Rp. 40.000,-. Oh iya porsi dagingnya juga berlimpah banget, sebenernya cukup untuk berdua.

Sop Janda Ibu Darmi buka mulai pukul 9 pagi sampai habisnya, biasanya sekitar jam 3 sore. Untuk menemukan lokasi kedainya gampang-gampang susah. Masuk dari kawasan MM2100 Cibitung, ikuti jalan besar (Jl SUmatera - Jl Jawa) sampai bertemu perempatan besar dengan Jl. Bali, lalu belok kanan. Ketemu perempatan lagi yang lebih kecil belok kanan lagi ke Jl Bali I. Di sisi kanan jalan kita akan temui pabrik Sugiti yang cukup besar. Ikutin jalan terus sampai jalan mengecil dan ada jalan belokan ke kiri yang mengarah ke luar kawasan industri (samping dinding). Jalan terus sampai ketemu pertigaan yang kedua, belok kanan sampailah kita ke Sop Janda ini. Masih bingung? Masukkan saja koordinat GPS di bawah atau klik petanya, Insya Allah gakan nyasar :) Tapi hati-hati jangan salah masuk Sop Janda lain yang banyak hadir di kawasan ini. Pilihlah yang pertama untuk kepuasan rasa sejati.

Peta dan Alamat Sop Janda Ibu Darmi
Kp. Rawa Julang Ds. Ganda Mekar (Kawasan MM2100)
Cikarang Barat - Bekasi
Koordinat GPS: -6.30368, 107.07726


Baca Selengkapnya...