Tuesday, July 22, 2008

Kuliner 60 - Kintamani Resto & Cafe, Bogor


Kintamani Resto & Cafe
Jl. Pajajaran No. 75 - Bogor
Telp.: 0251-311122

Bogor sekarang tidak hanya terkenal sebagai kota hujan tapi juga menjadi kota outlet dan kota kuliner. Bagaimana tidak, tempat makan baru tumbuh seperti jamur di kota ini, mulai dari tempat makan kelas kaki lima sampai restoran mewah. Salah satunya adalah Kintamani Resto & Cafe yang berlokasi di Jl. Pajajaran, berdekatan dengan Resto Gili-Gili (yang sekarang sudah berubah nama menjadi d'Leuit). Tampaknya memang resto Kintamani ini sengaja bertarung face to face dengan d'Leuit karena menu dan suasana yang disajikan hampir mirip. Suasana cozy memang langsung terasa begitu kita menginjakkan kaki masuk ke resto ini. Air mancur dan air terjun mini menghadirkan kesegaran alam di tengah resto yang memang cukup luas ini. Bagaimana makanannya? Berbagai menu khas Bali dan Sunda terpampang dalam buku menu, cukup membuat kita kebingungan untuk memilih sajian yang tepat. Berikut beberapa menu yang akhirnya "bisa" tersaji di meja saya...

Ikan Gurame Goreng Garing
, seekor ikan gurame besar disajikan dengan sambal kecap benar-benar mengundang selera. Kerenyahan daging luar dan kelembutan daging dalam ikan gurame yang digoreng dengan bumbu khas sunda memang membuat sajian ini cukup direkomendasikan. Harga: Rp. 55.000/ekor





Nasi Campur Bali
, kuliner khas bali ini memang disajikan secara apik di resto ini sehingga menjadi salah satu favorit istri saya. Sate ikan, urap bali, dan berbagai "campuran" lainnya memang menjadi ciri khas dari nasi campur ini. Patut dicoba... Harga: Rp 25.000/porsi




Nasi Timbel Jambal, nah ini... salah satu menu favorite dari resto Gili-Gili ternyata hadir pula disini, dengan kemasan yang sedikit berbeda. Nasi yang sudah diolah dengan rempah-rempah plus ikan jambal tentunya, disajikan dengan tempe, lalapan, sambal dan sayur asem. Sunda banget lah pokoknya :) Harga: Rp.19.000/porsi




Empal Daging, cocoknya nasi timbel jambal di atas ditambahkan empal daging sebagai lauknya. Perfecto... Empal yang lembut dan bumbunya aduhai ini akan menambahkan nilai "kesundaan" dari sajian ini. Harga: Rp. 15.000/porsi (2 potong)





Ayam Bakar Madurasa, ayam bakar dengan olesan madu ini salah satu kuliner favorite saya. Seperti halnya Ayam Bakar Madu Redavin, ayam bakar madurasa-nya Kintamani ini memberikan kelembutan daging ditambah dengan gurihnya bumbu serta aroma madu yang benar-benar memanjakan indera pengecap kita. Harga: Rp. 12.000/potong



Tempe Mendoan, jangan lewatkan untuk memesan tempe mendoan ini. Walaupun tidak seenak mendoan dari Banyumas, paling tidak cita rasa tempe yang disajikan dapat melengkapi hidangan yang kita santap. Harga: Rp. 8.000/porsi






Es Jeruk Kelapa
, berbagai juice dan minuman segar lainnya tersedia di resto ini. Pilihan saya jatuh ke Es Jeruk Kelapa. Es Jeruk yang ditambahkan daging kelapa muda ini memang memberikan kesegaran plus plus :) Harga: Rp. 12.000/gelas








Nah, jadi kalo lagi jalan ke Bogor dan membutuhkan sajian tradisional dalam kemasan "mewah" segera saja meluncur ke Kintamani Resto & Cafe. Gampang dicari koq, keluar tol Bogor, di pertigaan Baranangsian belok kiri terus ke arah tajur. Kira-kira 1 km, anda akan menemukan resto ini. Selamat menikmati....

Baca Selengkapnya...

Friday, July 18, 2008

Kuliner 59 - RM. Cendrawasih, Banjarmasin

Warung Makan CENDRAWASIH
Jl. Pangeran Samudera 65, BANJARMASIN
Telp.: 0511-4364230


Tentunya tidak afdol jika di Banjarmasin tidak mencoba rumah makan yang khusus menyediakan makanan khas banjar. Mencari makan malam di ibu kota provinsi Kalimantan Selatan ini, saya langsung diajak ke salah satu tempat makan yang cukup banyak dikunjungi orang, namanya Warung Makan Cendrawasih. Seperti di restoran padang, berbagai sajian akan dihadirkan di meja kita, tinggal kita pilih mau yang mana. Berikut beberapa menu yang coba saya coretkan disini:


PATIN BAKAR, ikan yang memang mudah kita jumpai di pulau terbesar di Indonesia ini memang memberikan tekstur daging yang special, lembut dan tebal. Dibakar dengan paduan bumbu kecap yang betul-betul meresap membuat menu ini perlu untuk dicicipi. Dengan potongan yang kecil tentu saja memudahkan kita untuk menyantap hidangan pertama dalam sajian kita kali ini. Harga : Rp. 12.500



PEPES PATIN, masih berbahan dasar ikan patin, satu lagi sajian special yang sayang untuk terlewatkan. Serupa dengan sajian pepes patin dari RM. Bakut Samarinda, daging ikan yang dibalut dengan bumbu renmpah-rempah khas Indonesia benar-benar memanjakan indera pengecap kita. Favorit saya adalah bagian pinggir kulitnya, yang rasanya kenyal-kenyal gimana gitu... Harga : Rp. 12.500



IKAN SALUANG, ikan kecil yang digoreng kering ini memang sangat renyah. Saya lebih menyukainya sebagai kudapan bukan sebagai lauk nasi. Sekali menggigit ikan pertama, tangan anda akan sulit untuk berhenti mengambil yang kedua dan seterusnya, sementara suara merdu akan keluar dari mulut anda, kriuk... kriuk... Harga : Rp. 7.000/porsi (satu piring)



UDANG BAKAR, udang yang digunakan sebagai bahan dasar adalah udang galah yang memang banyak dibudidayakan di provinsi ini. Udang dengan ukuran jumbo ini diramu dengan paduan bumbu yang tidak menyengat sehingga menyisakan rasa manis dan gurih dari daging udang ini. Sayang, harga yang harus kita bayar menurut saya kurang sepadan dengan kenikmatan yang kita raih. Harga : Rp. 35.000/ekor



IKAN PAPUYU BAKAR, inilah ikan khas Kalimantan yang banyak digemari warga setempat. Memang lembutnya daging ikan papuyu ini tidak ada yang bisa mengalahkan, tetapi kita harus "bertarung" dengan duri-duri kecil yang sangat banyak bertebaran di sela-sela daging ikan ini. Katanya kalau yang sudah ahli, duri-duri tersebut bukan halangan, hanya dengan mengulum daging dalam mulut sebentar, maka duri-duri tersebut akan dengan mudah terpisahkan dengan dagingnya. Gimana caranya ya??? Harga : Rp. 12.500

SAYUR LABU, kalau kita sering melihat labu kuning dibuat kolak, ternyata di warung makan khas banjar ini labu bisa juga dibuat sayur. Mirip dengan sayur lodeh, labu dimasak bersama sayuran lain, seperti kacang panjang, kol dan lain-lain. Rasanya? Cobain sendiri aja deh... Harga : Rp. 3.500/mangkuk




SAYUR TENGKUYUYNG, nah ini yang unik... sama dengan sayur labu, sayur mirip lodeh ini juga kaya akan berbagai jenis sayuran, tetapi yang menarik di dalam sayur ini juga terdapat tengkuyung. Tengkuyung adalah sejenis siput kecil air tawar yang banyak ditemukan di sungai-sungai kalimantan. Cara memakannya adalah dengan menghisap daging tengkuyung dari cangkangnya. Rasanya? mohon maaf tidak berani coba, jadi silakan coba sendiri :) Harga : Rp. 3.500/mangkuk

TELUR PENYU, telur yang mengadung protein tinggi, yang jika direbus selama apapun tetap saja tidak akan membuat isinya menjadi padat. Saya dulu sering menyantap telur penyu ini di Sukabumi yang merupakan sentra pengembangbiakan penyu, sudah lama tidak bersua, saya langsung mengambil satu butir telur penyu ini. Cara makannya adalah dengan mensobek kulitnya sedikit(karena tidak keras seperti kulit telur ayam), kemudian langsung dihisap... slurrrppp. Hmmmm, yummmiii. Konon telur penyu ini juga baik untuk mengembalikan vitalitas tubuh. Harga : Rp. 7.500/butir
Baca Selengkapnya...

Saturday, July 12, 2008

Kuliner 58 - Ketupat Kandangan, Banjarbaru

Satu kuliner yang sangat unik saya temukan di Banjarbaru, namanya Ketupat Kandangan. Kandangan sendiri diambil dari nama Kota Kecamatan yang merupakan ibukota Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Provinsi Kalimantan Selatan. Ketupat dan Dodol Kandangan merupakan kuliner yang cukup terkenal dari kota ini. Jadi apa yang unik dari Ketupat Kandangan ini???


Yang pertama adalah bahan dasarnya. Menggunakan Ikan Haruan (mungkin lebih dikenal dengan ikan gabus) yang dimasak dalam kuah yang mirip dengan opor tapi agak lebih manis. Kita bisa memilih bagian kepala atau badan untuk tiap porsi yang dipesan. Untuk "sumber karbohidrat"nya digunakan ketupat yang tidak "pulen", tapi mudah hancur. Mengapa mudah hancur? Karena, keunikan yang kedua, walaupun berkuah, cara memakan ketupat kandangan ini "seharusnya" tidak menggunakan sendok, tapi tangan saja. Jadi kupat yang mudah hancur tersebut sedikit diremas-remas oleh tangan di dalam kuahnya, sehingga kuahya dengan mudah meresap ke dalam ketupat. Ini yang membuat kita bisa menggunakan tangan untuk memakannya karena kuahnya sudah habis, terserap ke dalam ketupatnya. Unik bukan? Tapi saya sih masih memilih menggunakan sendok untuk menyantapnya :)

Dan keunikan yang ketiga adalah, jarang saya temui menu ikan berkuah yang dijadikan sajian santap pagi hari. Biasanya kita menemukannya untuk santap siang atau malam. Tapi walau begitu, ternyata menyantap ketupat kandangan ini di pagi hari amatlah nikmat, kita akan mendapati sensasi yang berbeda. Kalo menurut pendapat saya, rasanya perfecto... Dan satu porsi ketupat kandangan ini dapat kita tebus dengan harga sekitar 5000 rupiah. Jadi kalo ke daerah Kalimantan Selatan, carilah menu sarapan Ketupat Kandangan di sekitar tempat anda menginap, dijamin tidak akan menyesal :)
Baca Selengkapnya...

Friday, July 11, 2008

Kuliner 57 - Soto Anang, Martapura

Akhirnya, satu kota baru lagi di Nusantara ini berhasil saya singgahi, Banjarbaru di Provinsi Kalimantan Selatan. Memenuhi undangan dari Badan Diklat Provinsi Kalsel, saya mendarat di Bandara Syamsudin Noor, sekitar 20 menit dari Kota Banjarbaru, lebih dekat dibandingkan Banjarmasin yang kira-kira membutuhkan waktu tempuh 1,5 jam dari bandara. Kebetulan, Badan Diklat ini memang berada di Kota Banjarbaru, tidak di ibu kota provinsinya. Malam pertama, saya langsung diajak untuk menikmati Soto Banjar, salah satu kuliner khas dari daerah ini. Menyeberang ke kabupaten tetangga, mendaratlah kita di Soto Anang, yang berlokasi di Jl.Ahmad Yani KM 39, Martapura.


Soto Anang merupakan salah satu penyaji Soto Banjar yang cukup terkenal di kawasan ini. Soto Banjar merupakan soto khas Banjar yang berbahan utama ayam, tetapi selain disuwir, potongan ayam yang besar juga tersaji di atas soto ini. Di soto Anang ini, ayam yang digunakan juga ayam pejantan sehingga kegurihan rasanya tak perlu diragukan. Tidak hanya ayam, soto banjar juga "dipenuhi" dengan perkedel kentang, telur rebus dan tentunya ketupat sebagi makanan pokoknya. Dibanjiri dengan kuah soto banjar yang kaya akan rempah-rempah, rasa soto banjar ini memang akan memanjakan indera pengecap kita. Perfecto.... Semua itu cukup ditebus dengan uang sebesar 13ribu rupiah. Selamat mencoba...
Baca Selengkapnya...

Tuesday, July 8, 2008

Kuliner 56 - Soto Yu Gisah, Mataram

Nah jika di Mataram anda bosan dengan rasa "ikan" dan "pedas, silakan kunjungi Soto Yu Gisah. Terletak di seberang Bandara Selaparang, tepatnya di Jl. Adisucipto No. 10, Mataram, tempat makan ini memang menghadirkan suasana "Jawa" di pulau Lombok. Ketika melangkahkan kaki masuk, kita akan disambut dengan jejeran pendopo khas Jawa Tengah, tempat kita menyantap makanan sambil lesehan. Sayang ketika saya berkunjung kesana tengah ada pembangunan ruangan yang menyebabkan suasana menjadi agak kurang nyaman.


Menu utama di Soto Yu Gisah ini tentunya adalah Nasi Soto Ayam. Sepiring nasi soto dengan taburan daging ayam kampung akan segera tersaji di hadapan kita tak lama setelah kita memesannya. Mengingatkan kita akan Soto Semarang atau Soto Kudus, akan tetapi gurihnya ayam kampung khas mataram ini memberikan cita rasa yang berbeda, terasa lebih gurih.

Sebagai pendampingnya, sepotong ayam goreng sangatlah cocok. Seperti ayam taliwang, ayam goreng ini juga berukuran "mungil", diambil dari ayam yang masih berusia muda, yang tentunya sangat gurih. Selain itu, gorengan tempe yang dibungkus tepung juga menjadi pilihan menarik agar rasa sotonya lebih nendang.

Dan untuk minumnya, segelas Es Jeruk Nipis tampaknya merupakan penutup yang pas. Sedikit rasa asam yang ditimpali dengan manisnya gula dan dinginnya es batu menutup perjalanan saya di kota Mataram ini. Jadi, sebelum anda bertolak terbang keluar pulau Lombok, di pertigaan Bandara, belok kanan sebentar, Sekitar 20m sebelah kanan temukan Soto Yu Gisah untuk menemukan sensasi kuliner yang berbeda dari tempat makan lainnya di Mataram...
Baca Selengkapnya...

Monday, June 23, 2008

Kuliner 55 - Kerupuk Kulit "Bunga Mawar", Mataram



Kerupuk Kulit "Bunga Mawar"
Jl. Khairil Anwar No. 4, Mataram
Telp. : (0370) 627921

Oleh-oleh tentunya menjadi hal yang dicari orang yang sedang melakukan perjalanan ke daerah lain, apalagi ke daerah yang jarang dikunjungi. Di Mataram, Anda tidak perlu pusing untuk mencari buah tangan, banyak alternatif yang dapat kita bawa pulang. Mulai dari souvenir, kaos Lombok, Batik khas, mutiara dan lain-lain. Untuk makanan, salah satu yang sering diburu orang untuk dijadikan oleh-oleh adalah berbagai makanan olahan dari Kerbau atau Sapi, terutama Kerupuk Kulit. Saya berkesempatan untuk mengunjungi salah satu sentra industri rumahan yang mengolah makanan olahan dari Kerbau/Sapi, namanya "Bunga Mawar". Berikut beberapa makanan olahan yang bisa kita beli di sini:


Kerupuk Kulit, kerupuk kulit yang terbuat dari kulit sapi atau kerbau. Dijual dalam bentuk mentahan atau yang sudah digoreng. Untuk yang bentuk mentahan terdapat pilihan ukuran potongan kerupuknya, ada yang potongan besar dan yang kecil. Untuk ukuran 250gr mentah, kerupuk kulit ini dapat dibeli dengan harga Rp. 30.000,-. Digoreng dalam minyak panas selama 4-5 menit, maka tersajilah kerupuk kulit yang renyah yang dapat kita nikmati.

Selain kerupuk kulit, berikut beberapa olahan pangan yang bisa dibawa pulang:









Abon Daging sapi
Rp. 30.000,-

Dendeng Sapi
Rp. 30.000,-

Paru
Rp. 25.000,-

Keripik Ceker Ayam
Besar: Rp. 25.000,-
Kecil: Rp. 10.000,-

Baca Selengkapnya...

Wednesday, June 18, 2008

Kuliner 54 - Ayam Taliwang & Plecing Kangkung , Mataram



Lesehan "Taliwang Irama"
Jl. Ade Irma Suryani - Mataram

Ayam Taliwang merupakan salah satu Pusaka Kuliner Nusantara kita yang banyak penggemarnya. Rasa pedas yang menyengat dari bumbu ayamnya memang menjadi ciri khas dari masakan ini. Sungguh beruntung saya mendapat kesempatan untuk mencicipi ayam taliwang langsung dari asalnya, tanah Lombok. Di kota Mataram kita dengan mudah dapat menemukan rumah makan yang menyediakan menu ini. Salah satunya yang cukup banyak dikunjungi adalah Taliwang Irama, yang berlokasi di Jl. Ade Irma Suryani.

Terdapat beberapa pilihan menu yang menarik untuk dicoba dari tempat makan ini, kita cicipi satu persatu:

Ayam Taliwang, menu andalan yang merupakan ayam bakar yang dibumbu pedas khas Taliwang. Yang unik, ayam digunakan sebagai bahan dasar kuliner ini merupakan ayam kampung muda yang baru beruisa 3-5 bulan. Tak heran ukurannya juga mungil seperti burung puyuh. Tapi rasanya gak mungil boss, resapan bumbu pedas dan sedikit manis akan terasa bahkan sampai tulang ayam ini. Benar-benar memanjakan para penikmat kuliner. Dan buat yang gak kuat pedes, bisa pesan juga agar bumbunya bisa dikurangi kadar pedasnya. Harga : Rp. 27.000

Plecing Kangkung, belum menginjak Pulau Lombok kalau belum menikmati ayam taliwang dan plecing kangkung. Itu yang sering orang bilang. Memang, plecing kangkung sudah menjadi trademark kuliner pulau ini selain ayam taliwang. Kangkung dari pulau yang berada di provinsi Nusa Tenggara Barat ini memang istimewa, teksturnya yang lembut membuat kangkung lombok ini tidak terasa alot walau kita makan sampai ke batang-batangnya. Makanya tidak heran kalau kangkung menjadi oleh-oleh alternatif dari Pulau Lombok. Plecing kangkung sendiri adalah kangkung rebus yang dibubuhi sambal tomat diatasnya dan disajikan dengan tauge, urap dan kacang tanah. Rasanya? Segar, tapi warning kembali ditujukan buat anda yang tidak terbiasa dengan rasa pedas, hati-hati dengan sambal tomatnya. Harga : Rp. 5.000

Gurame Bakar Madu, jika bosan dengan ayam-ayaman, tempat makan ini juga menyajikan hidangan ikan. Ikan Karper dan Gurame dapat kita pilih. Karena pada saat saya kesana tidak ada ikan karper maka Gurame Bakar Madu menjadi pilihan saya. Rasa pedas yang menggoda ditimpali dengan sedikit aroma manis madu memang menjanjikan kesempurnaan dari hidangan ini, ditambah dengan cara memasak yang tepat sehingga tidak ada bagian dari ikan ini yang tidak tersentuh aroma bumbu. Hmmmm, benar-benar menggiurkan. Harga : Rp. 27.000

Tahu Goreng, menu yang seharusnya sangat biasa ini menjadi luar biasa. Mengapa? Bahan dasar tahu yang digunakan benar-benar kualitas tinggi, padatnya daging tahu tidak mengurangi lembutnya tekstur yang memang menjadi ciri khas makanan dari kedelai ini. Mengingatkan saya akan Tahu Yun Yi atau Tahu Kediri. Dan nilai plus plus perlu diberikan pada bumbu yang menyertainya, bumbu dengan aroma asam dan manis ini memang paduan yang sempurna buat seporsi tahu goreng yang berisi 4 potong ini. Harga : Rp. 7.000

Sambal Terong Bakar, banyak pilihan sambal yang dapat diminta untuk disajikan di tempat makan ini. Salah satunya adalah Sambal Terong Bakar. Rasa segar yang berasal dari tomat langsung menyeruak ketika kita menyocol sambal ini, ditimpali dengan aroma terong bakar yang semakin memanjakan para pencinta sambal. Tapi kalo yang gak seneng pedas, saya sarankan untuk tidak memesan sambal ini :)



Es Kopi Tongkat Ali, pilihan beragam juice buah tersaji di daftar menu Taliwang Irama, tapi saya tertarik untuk memesan yang unik, Es Kopi Tongkat Ali. Kopi Tongkat Ali sendiri sudah terkenal sebagai minuman penambah energi dan vitalitas. Ditimpali dengan dinginnya es, lengkap sudah kesegaran kopi ini. Sangat layak untuk dicoba.





Es Kelapa Muda Madu, buat yang butuh kesegaran ekstra silakan memilih Es Kelapa Muda Madu. Ada dua pilihan jenis madu yang bisa kita minta. Yang pertama, Madu Kristal, madu putih yang merupakan khas dari Sumbawa ini memang memberikan rasa manis yang berbeda, lebih legit. Sayangnya Es Kelapa Muda Madu Kristal ini disajikan dengan susu kental manis putih juga, sehingga rasa madunya tertutup oleh rasa susu kental. Mungkin untuk menambah rasa manis karena harga madu kristal yang memang cukup mahal. Yang kedua Es Kelapa Muda Madu Biasa, nah yang ini memang pure menggunakan pemanis madu. Paduan yang memang pas untuk penutup hidangan utama, Ayam Taliwang dan Plecing Kangkung....

Baca Selengkapnya...