Wisata Kuliner Indonesia

Tuesday, September 10, 2019

Kuliner Medan - Rumah Makan Pondok Gurih
September 10, 20190 Comments
Gulai Kepala Ikan RM. Pondok Gurih
Ada dua signature menu di RM. Pondok Gurih Medan ini: Gulai Kepala Ikan dalam kuah gulai daun singkong yang bikin gelap mata sejak suapan pertama dan Ayam Goreng dengan tingkat kekeringan dan kerenyahan yang begitu manjakan semua syaraf di rongga mulut kita. Dan juga, jangan lupa pesan nasinya dibungkus, walau makan di tempat. Kenapa?


Sebuah siang di kota Medan membuat saya merasa harus mengisi rongga perut saya yang mulai terasa lapar. Dan di Medan, selalu membuat saya kesulitan kalau urusan makanan. Bukan karena kuliner Medan tidak enak atau terbatas, tapi justru karena kuliner Medan itu selalu memicu air liur dengan varian pilihan yang sangat beragam, mulai dari aneka mie, soto medan, kudapan, seafood dan sebagainya. Dan setelah berkontemplasi sesaat, akhirnya saya memilih makan siang di salah satu rekomendasi teman saya: Rumah Makan Padang Pondok Gurih. Hey, ngapain di Medan makannya makanan padang?

Reading Time:

Saturday, August 10, 2019

Kuliner Solo - Tengkleng Klewer Ibu Edi
August 10, 20190 Comments

Potongan iga, kaki, mata, telinga, lidah, usus, daging, babat, pipi, lidah, sumsum, sampai otak kambing semua siap terhidang dalam panci besar, disajikan dalam pincuk daun pisang, diguyur dengan kuah tengkleng segar dengan sedikit cubitan rasa pedas dari lombok rawit yang juga hadir dalam menu ini. Tengkleng Klewer Ibu Edi memang menjadi destinasi wajib untuk kuliner Solo

Siang itu, mendung tampak menggelayut di langit kota Solo, membuat udara agak sedikit sejuk walau mentari berada posisi tepat di tengah peraduannya. Rasa lapar pun tak terasa menghampiriku, sembari berpikir kuliner apa yang menarik untuk dijajal di kota ini. Sekelibat kata "tengkleng" melintas di benakku, yang langsung mencari jejak tengkleng legendaris di kota ini. Tengkleng Klewer Ibu Edi menjadi "top of mind" banyak warganet ketika berbicara tengkleng solo, terbukti dengan banyaknya yang merekemondasikan tempat ini ketika saya mencari tengkleng di Solo. Berlokasi di kawasan Pasar Klewer yang ternyata tidak jauh dari tempat saya menginap, Hotel Royal Heritage Surakarta. Pasar Klewer ini hanya berjarak sekitar 550 meter saja dari hotel ini. Langsung saya bergegas menuju Tengkleng Klewer Ibu Edi untuk mencicipi legenda rasanya.

Reading Time:

Monday, June 3, 2019

Kuliner Jogja - Gudeg Mbah Lindu (sejak 1940)
June 03, 20190 Comments

Gudeg yang disajikan gudeg basah dengan cita rasa manis, dipadu dengan sambal krecek dengan cubitan rasa pedas yang pas. Tambahkan ayam pejantan atau telur bulat yang diberi sentuhan bumbu senada, memperkuat rasa gudeg yang menggoda. Nikmati bersama nasi hangat atau bubur beras, maka sarapan pagi ini terasa istimewa. Konsistensi Mbah Lindu menjajakan gudeg puluhan tahun sejak zaman kolonial, membuat racikan gudegnya memang menjadi magnet para pecinta kuliner khas Jogja yang satu ini.

Matahari baru menyingsing, tapi Ibu Ratiah sudah mulai mempersiapkan lapak jualannya di Jl Sosrowijayan, Yogyakarta. Gudeg, krecek, ayam, telur, nasi, bubur dan lainnya dia hamparkan di kedai kecilnya, hasil olahan beliau bersama sang bunda, Mbah Lindu. Ya, Mbah Lindu sendiri sudah tidak turut lagi menjajakan gudeg, karena keterbatasan fisiknya yang tahun ini sudah mencapai usia 1 abad alias 100 tahun! Mbah Lindu sudah memasak dan menjajakan gudeg sejak usianya masih belasan di zaman kolonial Belanda, dan tidak pernah berhenti sampai di usia senjanya saat ini. Dalam 2-3 tahun terakhir saja, Mbah Lindu tidak lagi langsung melayani pelanggannya, digantikan oleh salah seorang putrinya, Ibu Ratiah, tapi untuk memasak beliau masih ikut turun ke dapur. Mengapa beliau bisa bertahan selama itu berjualan gudeg?

Reading Time:

Saturday, June 1, 2019

Kuliner Jogja - Sate Sor Talok
June 01, 20191 Comments

Tekstur daging yang empuk dihasilkan oleh proses pembakarannya yang menggunakan jeruji besi. Sifat besi sebagai konduktor, mengalirkan panas ke dalam yang membuat daging matang luar dalam. Akan tetapi berbeda dengan sate klatak, sate Sor Talok disajikan tanpa tusuk satenya dan bumbunya menggunakan bumbu kecap manis dengan aroma rempah yang menggiurkan. Dagingnya yang empuk dan tanpa lemak perlu mendapat predikat juara


Penjaja sate kambing tentunya banyak hadir di setiap kota di Indonesia, termasuk di Jogja. Tapi ada satu tempat yang direkomendasikan banyak pecinta kuliner, karena tidak hanya enak, proses memasak dan penyajiannya pun berbeda dengan yang lain. Sate Sor Talok, itu nama tempatnya. Apa yang membuatnya berbeda? Pertama, potongan daging yang disiapkan cukup besar, tidak dalam potongan kecil layaknya sate kambing yang banyak kita temukan. Kedua proses memasaknya menggunakan jeruji besi untuk menusuk daging kambingnya ketika dibakar. Sifat besi sebagai konduktor, mengalirkan panas ke dalam yang membuat daging matang luar dalam. Dan Ketiga adalah penyajiannya, disajikan tanpa tusuknya kita disodori sepiring potongan daging kambing tanpa lemak hangat nan empuk, ditemani dengan bumbu kecap dengan tomat, potongan bawang merah dan cabe rawit. Nasi hangat yang disajikan dalam bakul membuat hidangan makan siang kali ini terasa begitu sempurna. Oh ya, daging kambing di sini memang terkenal enak karena tidak bau prengus, plus empuk. Tampaknya selain proses memasak yang paripurna, pemilihan daging untuk dihidangkan juga melalui proses quality control yang baik.
Reading Time:

Friday, May 31, 2019

Kuliner Jogja - Rujak Es Krim Pak Nardi
May 31, 20191 Comments

Rujak serut dengan aneka buah segar dengan kuah rujak yang asam manis dengan sedikit cubitan rasa pedas, ditimpali dengan topping es puter kelapa, maka jadilah sebuah sajian Rujak Es Krim Pak Nardi yang hadirkan semangkuk kesegaran hakiki, layaknya oase di tengah teriknya kota Jogja siang hari ini.


Hari itu jam 13.00, selepas saya menikmati makan siang di Sate Sor Talok - Bantul, Jogja tengah dianugerahi curah sinar matahari yang sangat berlimpah. Teriknya memang membuat AC mobilpun harus dipasang dengan setting yang cukup dingin. Maka sajian dingin nan menyegarkan langsung terlintas di benak saya untuk melawan panasnya kota Jogja ini. Rujak Es Krim Pak Nardi yang berada di kawasan Pakualaman tentunya menjadi sebuah pilihan yang perlu dipertimbangkan. Eh apa itu Rujak Es Krim? Ya sesimpel namanya, ini memang perpaduan antara rujak dan es krim. Rujaknya rujak serut, dimana kita bisa temukan serutan belimbing, mangga, nanas, bengkoang dan sebagainya di dalam kuah rujak yang asem dan manis, tentunya dengan cubitan rasa pedas khas rujak serut. Setelah rujak ini dituang di dalam mangkok, berikutnya es krim (es puter) kelapa dituangkan di atas rujak ini. Es krimnya buatan rumahan alias home made, terasa dari gula yang digunakan tidak membuat tenggorokan terganggu, pun teksturnya yang lembut membuatnya berbeda dengan es puter yang biasa kita temukan di tempat lain. Lalu bagaimana paduan rasa dari Rujak dan Es Krim ini?

Reading Time:

Sunday, March 3, 2019

Kuliner Bogor - Soto Mang Bonin
March 03, 20190 Comments

Potongan daging sapi yang empuk dalam kuah soto bening yang segar, ditemani potongan kroket/risoles isi bihun yang renyah menjadi ciri khas soto di tempat ini. Tambahkan perkedel kentang dan bubuhkan sedikit sambal utk menyempurnakan hidangan yg tersaji. Tak heran Soto Mang Bonin sudah menapaki hampir 4 dekade menjajakan menunya, dan sekarang sudah dikelola oleh generasi ketiganya.

Kalau berbicara tentang soto di kota Bogor, maka yang terbersit adalah dua jenis soto yang menjadi kuliner khas kota Bogor: Soto Mie dan Soto Kuning. Tapi di tempat yang menjadi salah satu ikon kuliner Bogor ini, soto yang disajikan berbeda dengan dua jenis soto tersebut. Soto Mang Bonin menyajikan hidangan soto bening (tanpa santan) dengan kuah yang segar dan potongan daging sapi yang empuk sebagai bahan isian utamanya, tetapi mirip dengan Soto Mie, Soto Mang Bonin juga menyajikan potongan kroket/risoles isi bihun yang renyah sebagai isian dari sotonya. Potongan daging sapi yang dihadirkan juga cukup generous, tidak pelit. Kroketnya juga menjadi magnet tersendiri, teksturnya yang renyah menjadi "penyeimbang" yang membuat hidangan soto ini terasa spesial, tak heran banyak pelanggan yang memesan tambahan kroketnya saja sebagai penambah isian dari soto ini. Oh ya, jangan lupakan perkedel kentang yang tersaji di meja untuk ditambahkan ke dalam sajian soto ini, plus kucuran sambal untuk membuat hidangan ini lebih sempurna.


Reading Time:

Sunday, February 10, 2019

Kuliner Cirebon - Docang Ibu Kapsah
February 10, 20190 Comments
Potongan lontong dibubuhi toge, daun singkong, dan kelapa parut kemudian diguyur dengan kuah oncom kaldu panas bercita rasa gurih plus cubitan sedikit rasa pedas. Kerupuk Aci jadi pelengkap hidangan sarapan ini yang tak boleh terlewatkan, Jika berkunjung ke Cirebon, silakan cicipi cita rasa khas yang disajikan Docang Ibu Kapsah ini

Kalau ke Cirebon, biasanya ada tiga kuliner yang jarang saya lewati: Empal Gentong, Nasi Lengko dan Nasi Jamblang. Akan tetapi Kuliner Cirebon sebenarnya bukan cuma itu, masih banyak destinasi jajanan yang kudu wajib untuk dicoba. Seperti yang satu ini: Docang. Kuliner ini cukup banyak penjajanya di kota Cirebon, khususnya di waktu sarapan. Salah satu yang cukup terkenal adalah Docang Ibu Kapsah, yang berada di ruas Jl. Siliwangi. Sengaja berjalan kaki di pagi hari, menikmati udara pagi kota Cirebon, saya meniatkan diri untuk sarapan di tempat ini dengan berbekal petunjuk dari Google Maps. Susunan bangku di halaman sebuah bagunan yang terisi oleh para pencari sarapan docang, menegaskan bahwa pilihan saya untuk bersantap pagi dengan kuliner khas cirebon ini tidaklah salah.

Reading Time:

@way2themes