Saturday, May 27, 2017

Kuliner Semarang - Mie Kopyok Pak Dhuwur


Wisata Kuliner Indonesia #408
Kuliner Semarang
Mie Kopyok Pak Dhuwur
Jl. Tanjung, Semarang
Telp: 085641372758


Dua tahun lalu saya pernah posting sebuah coretan yang judulnya 12 Kuliner Mie Khas dari Indonesia yang berisi kuliner olahan mie dari pelbagai daerah di Indonesia yang pernah saya cicipi. Tentunya coretan itu belum lengkap karena masih banyak olahan mie khas nusantara yang belum saya sentuh. Salah satunya Mie Kopyok, salah satu ikon kuliner Semarang. Mie ini unik karena komposisinya yang menarik, tersaji dalam piring, sajian mienya hampir tidak terlihat, tertutup oleh "topping" tahu pong dan kerupuk gendar. Lebih lengkapnya, satu porsi mie kopyok berisikan mie kuning, lontong, tauge, tahu pong, kerupuk gendar dan tambahan irisan daun seledri serta taburan bawang goreng. Semuanya disatukan dalam kuah kaya rempah yang gurih dan segar. Mie Kopyok ini cocok menjadi sajian bagi vegetarian karena tidak mengandung aneka daging, termasuk kuahnya yang hanya mengandalkan rempah tanpa kaldu hewani.

Mie Kopyok Pak Dhuwur adalah salah satu legenda kuliner di Semarang yang konon sudah mulai berjualan sejak tahun 60an, dan saat ini usahanya diteruskan oleh generasi kedua dan saudaranya. Saat ini sudah punya beberapa cabang, tapi pusatnya ada di Jl. Tanjung yang cukup padat dikunjungi pelanggan apalagi ketika jam makan siang. Saya belum pernah makan mie kopyok sebelumnya, dan sajian mie kopyok Pak Dhuwur ini memang ngangeni. Beragam tekstur dari isinya membuat rongga mulut kita merasakan sensasi yang berbeda. Ada lontong yang lembut, mie kuning yang kenyal, tauge yang nyakres karena dibiarkan tidak matang sempurna, tahu pong yang krispy di luar dan lembut di dalam, dan juga kerupuk gendar yang garing. Dan itu semua jadi sempurna karena kuah mie yang gurih dan segar. Tinggal tambah sedikit kecap dan sambal sesuai selera, sluruuupppp.

Mie Kopyok pak Dhuwur buka dari jam 8 pagi sampai jam 4 sore, tapi hati-hati, terkadang jam 2 pun dagangan bisa sudah habis terjual. Saya menikmati mie kopyok ini saat waktu brunch, sekitar 10 pagi. Jalan kaki tak sampai 5 menit dari tempat menginap saya di Hotel Crowne Plaza Semarang, yang beririsan dengan Paragon Mall. Tempat makannya menempati sebuah halaman rumah di Jalan Tanjung. Disediakan beberapa meja panjang dan kursi, juga tambahan di torotoar jalan untuk menampung pembeli yang tidak mendapat tempat di dalam. Catat tempat ini sebagai salah satu destinasi wisata kuliner Semarang jika kamu mau berkunjung ke kota ini.

Peta dan Alamat Mie Kopyok Pak Dhuwur:
Jl. Tanjung, Semarang
Koordinat GPS: -6.97628, 110.4163


Baca Selengkapnya...

Saturday, April 22, 2017

Kuliner Semarang - Gudeg Abimanyu


Wisata Kuliner Indonesia #407
Kuliner Semarang
Gudeg Bu Lasmi (Gudeg Abimanyu)
Jl. Abimanyu VII/6, Semarang
Telp: 024-3542100; 081229910281


Gudeg memang identik sebagai Kuliner Yogyakarta, tapi ada beberapa kota yang punya penjaja gudeg yang terkenal dan hadirkan ciri khas yang berbeda dengan gudeg di Jogja. Misalnya di Bandung ada Gudeg Yu Nap yang hadirkan daun singkong sebagai pelengkapnya. Nah di Semarang ada satu tempat makan gudeg yang "highly recommended" yaitu Gudeg Abimanyu. Nama asli tempatnya sebenarnya Gudeg Bu Lasmi, tapi karena lokasinya ada di Jl. Abimanyu, orang lebih mengenalnya sebagai Gudeg Abimanyu. Apa kelebihan dan ciri khas yang membuat gudeg di sini berbeda dengan sajian gudeg di tempat lainnya?

Silakan pilih "teman" gudegmu sesuai selera
Berbeda dengan gudeg Jogja pada umumnya, rasa dan "konten" dalam Gudeg Abimanyu ini memang lebih kaya. Dalam satu porsi gudeg yang tersaji kita bisa temukan sayur gudeg, sambal krecek, sambal goreng kentang, ayam, telur pindang, koyor, serundeng manis, kol dan daun singkong, dan diguyur kuah areh. Lebih banyak isinya kan? Gudegnya tidak terlalu manis seperti gudeg Jogja, ada sentuhan rasa gurihnya, tapi ada kuah areh yg sajikan rasa legit dan gurih. Daun singkong dan kol pun surprisingly bisa memperkaya cita rasa dari sajian ini, tidak hanya menjadi sayur hiasan, tapi menjadi pelengkap rasa yang menjadikan Gudeg Abimanyu ini istimewa. Belum lagi telur pindang, koyor, serundeng dan sambal goreng kentang yang tidak biasa kita temukan di sajian gudeg pada umumnya. Jadi dibanding Gudeg Jogja yang "hanya" sajikan rasa manis dan pedas (dari sambal kreceknya), gudeg Abimanyu ini lebih beragam baik dari sisi rasa maupun tekstur isiannya.

Pilihan Menu dan Harga Gudeg Abimanyu
Gudeg Abimanyu buka sejak pukul 6 pagi sampai 3 sore, tapi selepas jam makan siang siap-siap saja kehabisan beragam sajian yang ada. "Kalo mau sampe malem ke cabang kami saja yang di Jl. Depok", begitu ujar sang pramusaji sembari sibuk melayani pelanggan yang pagi itu datang silih berganti. Jalan masuk ke warung gudeg ini tidaklah besar, hanya cukup dua mobil paspasan. Jadi biasanya para pelanggan yang membawa kendaraan roda empat akan memarkirnya di Jl Imam Bonjol, jalan besar di depan Jl. Abimanyu VII. Kedainya tidaklah besar, di bagian depan akan kita temui seorang ibu yang sigap melayani pesanan pilihan kita, karena tentunya kita bisa pilih kawan gudeg yang akan kita santap seperti opor ayam, koyor, telur pindang dan sebagainya. Jika kamu penggemar gudeng dan lagi di Semarang, sempatkanlah untuk mencoba sarapan di Gedeg Abimanyu, dijamin ketagihan :)


Gerbang Jl. Abimanyu VII, jalan kecil tempat kedai Gudeg Abimanyu berada

Peta dan Alamat Gudeg Abimanyu:
Jl. Abimanyu VII/6, Semarang
Koordinat GPS: -6.97522, 110.41285




Baca Selengkapnya...

Saturday, April 1, 2017

Kuliner Bandung - Lontong Kari Kebon Karet


Wisata Kuliner Indonesia #406
Kuliner Bandung
Lontong Kari Kebon Karet
Gg. Kebon Karet - Jl. Otto Iskandar Dinata, Bandung


Ada satu menu sarapan yang unik kalau kamu lagi di Kota Bandung, namanya Lontong Kari. Kuliner Bandung yang satu ini belum penah saya temukan di kota lain. Walau namanya kari tapi rasanya cenderung mirip gulai dengan kuah yang lebih ringan, berisi potongan lontong yang umumnya ditemani dengan daging lemak (tetelan) sapi. Kita bisa menemukan penjaja lontong kari di berbagai sudut di kota kembang ini, baik yang mangkal maupun yang berkeliling dengan pikulan atau gerobak. Salah satu penjual lontong kari yang melegenda adalah Lontong Kari Kebon Karet. Namanya diambil dari tempat berjualannya yang berlokasi di Gg Kebon Karet, dekat dengan kantor Gubernuran Jl. Otto Iskandar Dinata (Otista), tepat di seberang Hotel Guntur. Apa sih yang membuat lontong kari kebun karet ini beda dan spesial dibanding lontong kari lainnya?

Dinding Lontong Kari Kebon Karet yang dipenuhi foto para pesohor negeri ini
Memang, lontong kari yang disajikan di sini agak berbeda dengan lontong kari kebanyakan, jika umumnya bahan utama yang digunakan adalah daging tetelan yang berlemak, Lontong Kari Kebon Karet menggunakan daging sengkel tanpa lemak dengan kuah yang lebih kental dan legit. Perbedaan lainnya, kita juga bisa temukan kentang rebus kecil, telur puyuh dan telur ayam dalam sajiannya, selain taburan kacang polong dan bawang goreng yang menyempurnakan salah satu legenda kuliner Bandung ini. Emping, jeruk limau dan kecap manis menjadi pelengkap plus tentunya sambal yang bisa kita bubuhkan. Semburat rasa manis menyeruak ketika kita menyeruput kuahnya, berpadu dengan rasa gurih santan dan daging sapi. Lontong yang disajikan pun memiliki kekenyalan yang pas, gak terlalu keras pun tak terlalu lembek. Semuanya itu terjaga kualitasnya karena sang pengelola yang merupakan generasi kedua pendiri Lontong Kari Kebon Karet ini masih terus mengawasi kualitas produk secara langsung. Yup, kuliner yang satu ini memang layak disebut legenda karena sudah berjualan sejak tahun 1966, seperti tertulis di daftar menunya. Mengutip artikel dari Kompas, Lontong Kari Kebon Karet dirintis H Engkos Kosasih dan Hj Eti Suryati pada tahun 1966. Awalnya, mereka berjualan di pinggir Jalan Otto Iskandardinata depan Gang Kebon Karet, tidak jauh dari kediaman resmi Gubernur Jawa Barat. Sekitar tahun 1999, mereka membeli sebuah rumah di Gang Kebon Karet. Selanjutnya, mereka berjualan di rumah itu hingga sekarang dan dikelola oleh anak-anaknya.

Gerbang Gang Kebon Karet, Lokasi Kedai Lontong Kebon Karet
Walau banyak yang menjadikan Lontong Kari sebagai menu sarapan, tapi Lontong Kari Kebon Karet ini buka dari pagi jam 7 sampai 8 malam, membuat kita punya opsi untuk menjadikannya menu sarapan makan siang ataupun makan malam. Satu porsi Lontong Kari Spesial bisa ditebus dengan harga Rp. 22.000, sedangkan untuk menu biasa harganya Rp. 20.000. Perbedannya hanya ada di telur ayam saja. Saat ini, lontong kari kebon karet juga membuka cabang di beberapa outlet The KiosK (Braga, Ciwalk, Dago dsb) dan Foodcourt Trans Studio Mall. Tapi buat saya, menyantap di tempat aslinya memberi kesan yang lebih mendalam dibanding menyantapnya di outlet-outlet modern itu. Kamu gitu juga nggak?

Peta dan Alamat Lontong Kari Kebun Karet:
Gg. Kebon Karet - Jl. Otto Iskandar Dinata (seberang Hotel Guntur) Bandung
Koordinat GPS: -6.91404, 107.60503
Google Maps:

Baca Selengkapnya...

Wednesday, March 15, 2017

Kuliner Jakarta - Soto H. Husen



Wisata Kuliner Indonesia #405
Kuliner Jakarta
Soto Betawi H. Husen
Jl. Padang Panjang No. 6C, Manggarai - Jakarta
Telp: 021 83706476


Jalan Padang Panjang di kawasan Manggarai bukanlah jalan yang besar, ukurannya hanya cukup untuk sekitar dua mobil dan jalannya satu arah. Tetapi parkiran di pinggir jalan tersebut sangatlah ramai, terutama menjelang makan siang. Salah satu "biang kerok"-nya adalah adanya kedai Soto Betawi H. Husen di sisi kanan jalan yang merupakan salah satu kuliner legenda di kota Jakarta. Sejak dibuka sekitar pukul setengah delapan pagi, silih berganti para penggemar soto betawi racikan H. Husen ini memadati kedai yang tidak terlalu besar ini, baik untuk dimakan di tempat ataupun dibungkus. Tak heran, ketika masuk jam makan siang, sulit menemukan tempat duduk di sini dan sudah banyak potongan daging atau jerohan yang sudah habis. Bahkan ketika saya bertandang ke sana, pukul 12.50 siang kedai ini sudah menolak pesanan yang datang karena sudah habis! Sebenarnya apa keistimewaan dari Soto Betawi H. Husen ini?


"Campur pak?" sapaan yang juga tawaran menu langsung disampaikan oleh salah seorang pramusaji di kedai ini begitu saya duduk. Campur mengacu pada soto campur, yang artinya semua potongan yang tersedia dimasukkan dalam sajian soto betawi ini. Ada potongan daging, kikil, paru, usus dan babat dalam kuah santan yang panas dan gurih. Taburan emping dan bawang daun menjadi pelengkap. Jika tidak mau semuanya, kita pun bisa "customize" untuk isian soto ini sesuai dengan selera kita. Yang saya lakukan pertama adalah menyeruput kuahnya dulu untuk "menyelidiki" rasa, dan rasa gurih kaya rempah langsung menyeruak di dalam rongga mulut memanjakan indera pengecap saya. Hanya perlu menambahkan sedikit sambal dan sedikit tetesan kecap manis untuk membuat hidangan makan siang saya hari ini terasa sempurna. Perlu merogoh kocek sebesar 34ribu rupiah, untuk menikmati satu porsi Soto Betawi H. Husen.

Soto Betawi H. Husen, demikian yang tertulis di kaca kedai ini dan spanduk besar di depannya (bukan Soto H. Husein seperti yang banyak orang tuliskan). Dan kalau kita googling, maka banyak yang menyebutkan bahwa kedai Soto H. Husen ini tutup pada pukul 17.00. Tapi kenyataannya ketika saya bertandang ke sana, sebelum pukul 1 siang pun sajian di kedai ini sudah habis dan banyak pelanggan yang tampak kecewa karena harus meninggalkan Soto H. Husein dengan tangan kosong. Jadi buat kamu yang gak mau kecewa juga, saya sarankan datanglah ke Soto H. Husen paling tidak di waktu brunch sekitar pukul 10an gitu, karena jika telat banyak pilihan potongan daging atau jerohan yang sudah ludes, atau bahkan bisa jadi sotonya pun sudah ludes.

Peta dan Alamat Soto Betawi H. Husen:
Jl. Padang Panjang No. 6C, Manggarai - Jakarta
Koordinat GPS: -6.21303, 106.84484


Baca Selengkapnya...

Tuesday, March 14, 2017

Kuliner Jakarta - Soto H. Ma'ruf


Wisata Kuliner Indonesia #404
Kuliner Jakarta
RM Soto Betawi H. Ma'ruf
Taman Ismail Marzuki, Jl. Cikini Raya No. 73 - Jakarta Pusat
Telp: 021 3148817 / 0811160921


Banyak kota yang punya kuliner khas yang namanya soto, sebut saja Soto kuning di Bogor, Soto Tauto di Pekalongan, Coto di Makassar, Sroto di Banyumas, Soto Medan, Soto Padang dan sebagainya. Juga di ibu kota negara kita, ada hidangan yang namanya Soto Betawi sebagai salah satu kuliner Jakarta yang harus dicicipi. Salah satu penjaja Soto Betawi yang legedaris adalah Soto H. Ma'ruf yang berada di dalam komplek Taman Ismail Marzuki - Cikini. Gimana gak legendaris, soto ini sudah memulai usahanya sejak sebelum kemerdekaan! Sejak tahun 40an, sang pendiri Haji Ma’ruf bin Said telah meracik bumbu untuk menghasilkan soto betawi terbaik, dan saat ini usahanya telah diwariskan ke generasi keduanya.

Kedai Soto H. Ma'ruf
Potongan daging sapi, lidah, kikil, paru goreng, usus dan babat, tenggelam dalam kuah santan kental khas yang kaya rempah. Emping, bawang seledri dan bawang goreng menjadi pelengkap, plus acar, sambal dan kecap manis yang membuat kuliner khas Jakarta ini menjadi paripurna. Kuah santannya gurih, bersama nasi hangat, dengan cepat kuahnya pun langsung tandas. Isinya pun generous, dan yang paling asik adalah menikmati paru gorengnya yang tetap garing walau sudah direndam kuah soto. Untuk satu porsi Soto Betawi ini kita harus menebusnya dengan harga Rp. 38.000.

Guntingan koran dan photo Presiden Jokowi yang  tengah bersantap di Soto H. Ma'ruf terpampang di dinding kedai
Awalnya H. Ma'ruf berjualan dengan soto dengan pikulan di kantor PLN dekat gambir, dan kemudian berpindah-pindah ke beberapa tempat sampai di tahun 1983 menempati salah satu kios yang berada di kawasan Taman Ismail Marzuki. Di dinding kedai tampak guntingan koran yang memuat artikel tentang soto ini. Dan tidak tanggung-tanggung guntingan berita koran tahun 1960an pun terpampang, masih dengan ejaan djaman doeloe. Di artikel yang memuat cerita perjuangan H. Ma'ruf berjualan soto betawi itu juga disebutkan bahwa bahwa Jenderal Nasution dan Soediro (mantan walikota Jakarta?) adalah salah satu pelanggan setianya ketika masih menjajakan soto di kawasan stasiun Gondangdia. Para presiden negeri ini pun pernah cicipi soto legendaris ini, dari era Pak Harto, Gus Dur dan Ibu Mega. Pun pemimpin saat ini, Jokowi-JK, potonya yang tengah bersantap terpasang di dinding rumah makan Soto Betawi H. Ma'ruf.

Walau banyak kedai makan modern yang menjamur saat ini, tapi tempat kuliner legendaris seperti ini di Jakarta tetap menjadi buruan saya. Kalo kamu gimana?

Peta dan Alamat Soto Betawi H. Ma'ruf
Taman Ismail Marzuki, Jl. Cikini Raya No. 73
Koordinat GPS: -6.189744, 106.838644




Baca Selengkapnya...

Monday, July 4, 2016

Kuliner Jogja - Soto Kadipiro


Wisata Kuliner Indonesia #403
Kuliner Jogja
Soto Kadipiro
Jl. Wates Kadipiro No. 50, Yogyakarta
Telp: 0274 7490450


Apa yang kamu lakukan jika berlibur ke Jogja? Biasanya jawabannya akan seputar wisata sejarah dan wisata alam, belanja-belanji (dimana Maioboro sudah menjadi spot wajib di kota ini) dan pastinya wisata kuliner. Nah, Kuliner apa yang wajib kalo lagi ke Jogja? Buat saya paling tidak ada 3: Gudeg, Sate Klathak dan Soto. Salah satu penjaja soto yang sudah melegenda di kota ini adalah Soto Kadipiro. Saya berkesempatan mengunjungi salah satu cabangnya di kota Jogja ini, Soto Kadipiro II di kawasan Wates. Konon inilah cabang pertamanya. Soto campur langsung saya pesan begitu masuk ke tempat makan yang cukup luas ini. Yang dimaksud soto campur adalah nasi dan sotonya disatukan dalam satu mangkuk. Kuah sotonya bening, seolah tawar, tapi begitu diseruput maka aroma gurihnya langsung memanjakan indera pengecap kita. Isiannya ada dua jenis yang bisa kita pilih: ada soto ayam yang berisi suiran ayam kampung dan soto daging yang berisi potongan daging sapi. Semuanya ditemani dengan irisan kol, tauge, bihun dan taburan bawang daun, selederi dan bawang goreng. Satu porsi soto ayam campur dihargai Rp. 12.000,- sedangkan soto daging campurnya Rp. 13.000,-


Babat Goreng Bacem dari Soto Kadipiro II
Favorit saya di Soto Kadipiro ini adalah Babat Goreng Bacem nya. Babat sapi yang dibumbu bacem terus digoreng dan dipotong kecil-kecil. Cita rasanya manis legit, pas banget buat lidah Jawa seperti saya. Dan ketika digabung dengan sotonya maka manisnya langsung menyatu dengan gurih kuah sotonya. Surga banget deh... Harga satu porsi babat bacem ini Rp. 11.000,-

Aneka Lauk Pendamping Soto Kadipiro
Sebelum soto pesanan saya hadir, sang pramusaji menyajikan terlebih dahulu beberapa piring yang berisi lauk pendamping soto ini. Potongan ayam goreng, perkedel kentang (atau sering disebut juga bergedel), sate usus ayam, sate telor burung puyuh, tahu dan tempe bacem seolah mengundang kita untuk mencomot dan menikmatinya. Semua rata-rata bercita rasa manis, termasuk ayam gorengnya. Bergedel menjadi salah satu yang wajib dicoba, sebagian menghancurkannya dalam kuah soto sehingga kuahnya menjadi keruh dan kental. Harganya dua ribu per potong.

Es Gula Asem dan Es Tape yang suegerrr...
Di Soto Kadipiro ini aneka minuman tradisional juga tersaji: gula asem, beras kencur, wedang jahe, wedang uwuh dan wedang tape. Karena saya kesana pas siang hari tengah panas-panasnya, pesenan saya haruslah yang segar-segar. Es Gula Asem dan Es Tape jadi pilihan. Es gula asem mungkin sudah banyak yang tahu, tapi kalo es tape jarang ditemui di luar kota Jogja. Sebenernya sederhana saja, tape hijau dituang air dan ditambahkan es dan gula. Udah gitu aja, tapi kesegaran yang dihadirkan tidak sesederhana itu. Aroma asam khas tape dengan sentuhan rasa manisnya menjadi pelipur dahaga yang ampuh siang hari ini.

Rumah Makan Soto Kadipiro II
Soto Kadipiro bisa disebut legenda kuliner Jogja. Dikutip dari situs njogja.co.id, Soto Kadipiro merupakan warisan dari Bapak Karto Wijoyo yang memulai usahanya pada tahun 1921 kemudian beliau meninggal pada tahun 1972. Soto Kadipiro II yang saya sambangi ini sendiri berdiri di tahun 1973, dengan tetap mempertahankan resep dari sang empunya.

Peta dan Alamat Soto Kadipiro II:
Jl. Wates Kadipiro No. 50
Koordinat GPS: -7.80094, 110.34575



Baca Selengkapnya...

Sunday, June 26, 2016

Kuliner Bekasi - Sop Janda Ibu Darmi


Wisata Kuliner Indonesia #402
Kuliner Bekasi
Sop Janda Ibu Darmi
Kp. Rawa Julang Ds. Ganda Mekar (Kawasan MM2100)
Cikarang Barat - Bekasi
Telepon: 081318519079

Nama Sop Janda cukup terkenal khususnya di kawasan Bekasi, banyak penjaja yang menggunakan nama ini sebagai "merk" dagangnya. Tapi siapakah pencetus nama ini yang pertama? Ditengarai adalah seorang Ibu Darmi yang menggunakan nama Sop Janda untuk pertama kalinya di tahun 1997. Ibu muda, yang juga sering disebut mpok Darmi, ini memanglah berstatus janda ketika membuka usaha kuliner ini. Tak dinyana, nama Sop Janda yang dia sematkan sebagai nama usahanya ini justru menggelitik dan membangkitkan rasa penasaran banyak orang sehingga usahanya maju dengan pesat. Tapi tentu bukan hanya namanya yang menarik, yang membuat Sop Janda ini ramai, hidangan yang disajikan juga memikat lidah para pelanggannya. Sop Janda adalah sop iga / tulang iga dengan dua keunggulan: daging iga yang lembut dan berlimpah serta kuah kaldu yang gurih dan super duper pedas. Ya, di dalam satu mangkuk kuah sop janda dipenuhi dengan potongan tulang/daging iga sapi dan juga butiran cabe rawit. Lalu gimana buat yang gak tahan pedas?

Buat yang tidak tahan pedas, bisa minta "kuah cabe"nya dipisah seperti ini
Tenang, Sop Janda Ibu Darmi ini juga memberikan opsi kuah cabe rawitnya dipisah hehehe. Saya termasuk orang yang tidak kuat rasa pedas yang terlalu. Dan ketika saya pesan sop janda ini, saya bilang jangan pedas atau pedesnya dikit aja. Ibu Darmi langsung memberikan solusi agar "pedas"nya dipisah. Jadi yang hadir di hadapan saya adalah dua mangkok sop: yang satu isinya daging sedangkan yang lain berisi cabe rawit, bener-bener sop cabe rawit. Saya coba mencoba setitik kuah cabe rawitnya, wuedan pedesnya langsung ke ujung hidung. Kalo yang punya pilek langsung sembuh kayaknya. Akhirnya beberapa sendok kuah sop cabe rawit ini saya tuangkan ke dalam mangkok sop dagingnya, dan terciptalah satu paduan Sop Janda yang benar-benar merangsang indera pengecap. Keringat mengucur deras ketika menikmati sop pedas ini ditimpali dengan udara kawasan industri cibitung yang panasnya menyengat. Satu porsi Sop ini lengkap dengan nasi yang bisa kita tambah sesuka hati (alias free flow) dapat kita nikmati dengan harga Rp. 40.000,-. Oh iya porsi dagingnya juga berlimpah banget, sebenernya cukup untuk berdua.

Sop Janda Ibu Darmi buka mulai pukul 9 pagi sampai habisnya, biasanya sekitar jam 3 sore. Untuk menemukan lokasi kedainya gampang-gampang susah. Masuk dari kawasan MM2100 Cibitung, ikuti jalan besar (Jl SUmatera - Jl Jawa) sampai bertemu perempatan besar dengan Jl. Bali, lalu belok kanan. Ketemu perempatan lagi yang lebih kecil belok kanan lagi ke Jl Bali I. Di sisi kanan jalan kita akan temui pabrik Sugiti yang cukup besar. Ikutin jalan terus sampai jalan mengecil dan ada jalan belokan ke kiri yang mengarah ke luar kawasan industri (samping dinding). Jalan terus sampai ketemu pertigaan yang kedua, belok kanan sampailah kita ke Sop Janda ini. Masih bingung? Masukkan saja koordinat GPS di bawah atau klik petanya, Insya Allah gakan nyasar :) Tapi hati-hati jangan salah masuk Sop Janda lain yang banyak hadir di kawasan ini. Pilihlah yang pertama untuk kepuasan rasa sejati.

Peta dan Alamat Sop Janda Ibu Darmi
Kp. Rawa Julang Ds. Ganda Mekar (Kawasan MM2100)
Cikarang Barat - Bekasi
Koordinat GPS: -6.30368, 107.07726


Baca Selengkapnya...

Sunday, June 12, 2016

Kuliner Bogor - 10 Tempat Bakso di Bogor


Wisata Kuliner Indonesia #401
Kuliner Bogor
Bakso di Bogor


Bakso, di Indonesia bisa dibilang ini adalah kuliner sejuta umat. Bagaimana tidak, hampir di setiap kota kita pasti akan bertemu dengan "Tukang Bakso" baik yang make gerobak keliling, mangkal di kaki lima, di halaman rumah, ruko sampe yang menjajakannya dalam bentuk resto/cafe. Tak terkecuali di Bogor, di kota yang terkenal dengan julukan kota hujan ini kita juga dengan mudah menemukan tukang bakso di berbagai sudut penjuru kota. Sebagian di antaranya malah sudah berjualan selama puluhan tahun, dan namanya sudah lekat di kalangan masyarakat Bogor. Bahkan ada yang sudah punya beberapa cabang. Mereka punya keunikan tersendiri dalam setiap hidangan baksonya sehingga punya pelanggan yang setia. Nah buat yang hobi ngebakso di Bogor, inilah 10 tempat ngebakso di Bogor yang enak, terkenal dan punya banyak pelanggan setia, dilengkapi peta lokasi dan koordinat GPS untuk masing-masing tempatnya:

1. Bakso Seuseupan.

Berawal dari gerobak dorong, sampai membuka kedai di kawasan Tapos, kini Bakso Seuseupan sudah punya beberapa cabang di kota Bogor. Salah satu cabangnya yang selalu ramai berada di Jl. Bangbarung, ruas jalan yang terkenal sebagai sentra kuliner di Bogor. Yang menjadi keistimewaan dari sajian bakso di tempat ini adalah potongan lemak sapi yang digoreng kering, sebagai "teman" untuk baksonya.

Koordinat GPS: -6.58087, 106.8077


2. Bakso Boboho

Baso Boboho dengan lemak gurihnya
Masih di Jl. Bangbarung, bergeser ke arah timur kita akan mendapatkan satu tenda bakso yang parkiran di depannya hampir selalu dipenuhi oleh sepeda motor. Bakso Boboho yang buka dari pagi sampai malam ini menonjolkan bakso urat sebagai keunggulannya, yang diamini oleh banyak pelanggannya.

Koordinat GPS: -6.58104, 106.81224



3. Bakso Gulung Bragi

Baso Gulung yang dibalut Kembang Tahu
Mungkin tempat yang satu ini tidak sekondang bakso-bakso lainnya, tapi ada spesial di sini yang tidak akan kita temui di tempat lain: Bakso Gulung. Kalo pada umumnya bakso berbentuk bulat, di sini bakso digulung dengan kulit kembang tahu berbentuk silinder. Sensasi kembang tahunya bikin sajian bakso gulung ini endesss...

Koordinat GPS: -6.58257, 106.81289


4. Bakso Pak Mien

Baso Rudal andalan Baso Pak Mien
Membuka kedai pertamanya di Jl. Pondok Rumput, Bakso Pak Mien juara di sajian bakso rudal, yang didalamnya berisi daging dan lemak sapi yang sudah dicincang. Juga terasa terdapat tulang-tulang rawan yang membuat sensasi sendiri dalam proses mengunyahnya. Saya mengunjungi cabangnya yang berada di Jl. Pandu Raya, yang tak kalah ramai dengan pusatnya.

Koordinat GPS: -6.57839, 106.81821



5. Bakso PMI

Baso besar berisi daging cincang di Baso PMI 
Namanya diambil karena lokasi perdana dari Bakso PMI ini berada di belakang gedung PMI Bogor di kawasan Indraprasta. Saat ini yang paling ramai justru cabangnya yang ada di Jl. Pandu Raya. Ada bakso besar dan bakso kecil yang bisa kita nikmati di sini. Bakso besarnya berisi daging cincang halus di dalamnya, dengan sedikit lemak yang terasa lumer di mulut. Sementara bakso kecilnya memiliki kekenyalan yang aduhai, menggoda kita untuk tidak berhenti mengunyahnya

Koordinat GPS: -6.5738, 106.81239


6. Bakso Pakde Jangkung

Baso Pakde Jangkung dengan Tahu Kering dan Paru Gorengnya

Berawal dari menjajakan bakso menggunakan gerobak keliling, saat ini bakso pakde Jangkung sudah punya tiga cabang. Yang terbesar menempati ruko di Jl. Sancang. Selain basonya yang enak, di sini juga kita bisa menemukan sajian bakso yang spesial karena dilengkapi dengan tetelan daging, tahu kering dan paru goreng. Ajib lah pokoknya

Koordinat GPS: -6.59123, 106.80634


7. Bakso Pak Jaja

Kwietiaw kering dan Baso Kuah andalah Baso Pak Jaja
Dulu membuka kedainya di kawasan Lapangan Sempur, sebelum akhirnya pindah di Jl. KH Sholeh Iskandar (atau lebih dikenal dengan sebutan Jalan Baru), Bakso Pak Jaja terkenal dengan sajian Mie/Kwietiaw keringnya (seperti yamin). Secara default, baso ini memang disajikan dengan dua mangkok, satu berisi mie/kwietiaw/bihun dan satu lagi berisi baso di dalam kuah yang gurih. Lokasinya yang berada di jalan besar, samping Universitas Ibnu Khaldun, membuat kedai bakso ini juga mudah diakses dan selalu ramai.

Koordinat GPS: -6.56156, 106.79313

8. Bakso Pak Jaka

Baso Kikil Pak Jaka
Sumber Photo: wego.co.id
Yang satu ini punya spesialisasi yang beda, butiran bakso di dalam mangkoknya ditemani dengan potongan kikil yang kenyal dan lembut. Berada di salah satu pusat kuliner tradisional di kawasan pecinan di Kota Bogor, Bakso Pak Jaka masih menjajakan dagangannya dengan gerobak di pinggir jalan. Akan tetapi tidak menyurutkan para pelanggannya untuk menikmati sajian baso kikil ini, terlihat dengan banyaknya orang berkerumun di gerobaknya, khususnya di akhir pekan.

Koordinat GPS: -6.60965, 106.80419

9. Bakso Titoti

Baso Urat di Baso Titoti
Sumber photo: bayupapz.com
Bakso Titoti ini merupakan olahan asli dari Wonogiri, daerah yang menghasilkan banyak tukang baso ternama. Membuka kedai pertamanya di Jakarta di tahun 80an, saaat ini Bakso Titoti sudah mempunyai cabang di beberapa kota seperti Solo, Bogor dan Wonogiri (tempat asal sang pemilik merk baso ini). Di Bogor sendiri, Baso Titoti bisa ditemukan di dua tempat: Parung dan Jl. Siliwangi. Kunggulannya ada di Bakso Urat dan Bakso telor, baso dengan ukuran besar inilah yang paling banyak dipesan pelanggannya.

Koordinat GPS: -6.61107, 106.8056

10. Baso Baset

Sumber photo: Travel Kompas
Banyak yang berpikir Baset ini singkatan dari Baso Setan, karena ukuran basonya yang besar, hampir satu mangkok full! Tapi ternyata Baset ini adalah singkatan dari Baso Asli Solo Eunak Tenan, sesuai dengan tulisan yang tertera di spanduk di depan kedai baso yang berlokasi di kawasan Cimanggu ini. Ya, signature dari Baso Baset adalah basonya yang berukuran besar yang merekah memenuhi mangkok, isinya adalah daging sapi cincang yang memberikan sensasi tersendiri ketika disantap.

Koordinat GPS: -6.57168, 106.78795


Tentunya masih banyak lagi tukang bakso enak di Bogor, di luar sepuluh yang tersaji di sini. Tapi paling tidak ini bisa menjadi panduan sederhana buat menemukan tempat ngebakso yang enak di Bogor.

Supaya lebih mudah, cek peta di bawah ini untuk mendapatkan lokasi 10 tempat bakso yang enak di Bogor ini. Ngebakso yuk...



Baca Selengkapnya...

Tuesday, June 7, 2016

Kuliner Pekanbaru - Mieso Paklek


Wisata Kuliner Indonesia #400
Kuliner Pekanbaru
Mieso Pak Lek
Jl. Thamrin Ujung - Pekanbaru

Tak ada plang nama apapun, yang ada hanyalah kerumunan orang di beberapa meja yang tengah bersantap serta sebagian lagi berdiri menunggu giliran untuk bisa mendapatkan tempat duduk. Padahal jam saat itu menunjukkan jam 11 siang, belum masuk waktu makan siang pun sudah usai waktu sarapan pagi. Itulah pemandangan yang terlihat hampir setiap harinya di kedai Miso Paklek, begitulah tempat ini dikenal, walau tanpa papan nama atau tulisan apapun terpasang. Mie Kuning dan Mie Putih berpadu dalam kuah sop segar nan gurih (konon inilah awal muasal nama mieso, singkatan dari Mie Sop), ditemani dengan suwiran ayam, tahu kering dan potongan tulang dan kulit ayam yang renyah. Yang istimewa dari Miso Paklek ini adalah kuahnya yang segar, dan potongan tulang kulit dan tulang ayamnya yang nyakres. Juga suwiran ayamnya yang lembut. Inilah katanya yang membikin kedai ini selalu ramai dikunjungi orang, cita rasa yang disajikan memang istimewa, berbeda dengan sajian serupa di tempat lain. Sayang, ceker ayam garing yang biasanya bisa diminta sebagai tambahan, pada saat saya ke sana sudah ludes.


Miso atau Mieso adalah salah satu kuliner Pekanbaru, yang cukup mudah ditemui di berbagai sudut ibu kota provinsi Riau ini. Di beberapa daerah lain seperti Medan dan Pekalongan, kuliner dengan nama serupa juga hadir tapi dengan gagrak yang berbeda. Salah satu yang menandakan bahwa Miso Paklek ini memang kuliner yang harus kamu sambangi jika tengah berkunjung di Pekanbaru adalah kedainya yang tak pernah sepi, walau buka di jam yang tidak lazim. Umumnya sajian ini dihidangkan di waktu sore, tapi di sini malah dihidangkan antara waktu sarapan dan makan siang. Ya, ketika saya bertanya kepada salah seorang pegawai di sana tentang jam buka kedai ini, saya memang mendapat jawaban yang cukup mengagetkan. "Kita siap-siap mulai jam 9 pak, jam setengah 10 - jam 10 lah mulai bukanya. Terus tutup ya kalo sudah abis aja.", "Jam berapa itu mbak?" tanya saya lagi, "Sebelum jam 12 sih udah abis biasanya". Wow, berarti Miso Paklek ini hanya dijajakan dalam waktu dua jam saja dan langsung ludes. Pantas saja, kursi pengunjung yang saya hitung berjumlah sekitar 50an ini penuh terisi semua, dan masih banyak orang yang berdiri menanti giliran untuk dapat tempat duduk. Dan perlu juga dicatat bahwa saya datang ini di hari kerja. Entahlah apa yang terjadi di akhir pekan.

Cita rasa yang juara, harga yang murah (sekitar Rp. 13.000 per porsi lengkap) serta pelayanan yang cepat, menjadi kunci keberhasilan dari usaha Mieso Paklek ini. Masukkan dalam destinasi wisata kuliner anda di Pekanbaru.

Peta dan Alamat Miso Paklek:
Jl. Thamrin Ujung - Pekanbaru
Koordinat GPS: 0.51584, 101.46665



Baca Selengkapnya...

Tuesday, May 24, 2016

Kuliner Pekanbaru - Bolu Kembojo Mini


Wisata Kuliner Indonesia #399
Kuliner Pekanbaru
Bolu Kembojo "Mimie"
Jl. Pepaya (Simpang Jl Durian) - Pekanbaru
Telp: 0812 7573 9161


Apa yang kamu cari ketika bepergian keluar kota? Sebagian akan menjawab oleh-oleh khas daerah itu, dan tentunya oleh-oleh makanan menjadi salah satu favorit sebagai buah tangan bagi keluarga di rumah. Akan tetapi tidak semua daerah/kota dapat menonjolkan kuliner daerah tersebut sebagai oleh-oleh, hanya sebagian yang mungkin melekat di kepala kita seperti pempek di palembang, bakpia di jogja, bandeng di semarang, batagor di bandung, cake pisang di batam dan sebagainya. Nah, kalo bertanya oleh-oleh dari Pekanbaru apa jawaban yang melintas di benak kamu? Lebih dari 15 tahun yang lalu saya sempat tinggal di Pekanbaru dan oleh-oleh yang saya bawa pada saat itu begitu pulang ke Jakarta adalah aneka kudapan dari negeri Jiran hehehe. Tapi sekarang tidak lagi, bulan April 2016 lalu saya kembali berkesempatan mengunjungi ibu kota provinsi Riau ini, dan diajak untuk mengunjungi salah satu sentra oleh-oleh di kota ini, sekaligus pusat produksi salah satu kuliner khas Pekanbaru yang kerap dijadikan oleh-oleh: Bolu Kembojo atau ada juga yang menyebutnya Bolu Kemojo. Seperti apakah Bolu Kembojo itu?

Bolu Kembojo Mini (sumber gambar Instagram @kembojomimie)
Nama Kembojo konon berasal dari bunga kamboja, karena bentuk bolu ini yang seperti bunga kamboja. Seperti bolu yang lain, bahan dasar pembuat bolu kembojo berasal dari tepung terigu, telor, dan mentega. Akan tetapi ada pembeda yang utama dari kudapan khas pekanbaru ini yaitu disertakannya santan dalam adonan serta daun pandan. Ya, warna hijau dari bolu ini muncul dari daun pandan yang juga "menghiasi" aroma bolu ini. Karena menggunakan santan, maka tekstur yang muncul dari bolu kembojo tidak "serapuh" bolu biasa, tapi lebih padat namun terasa lembut. Walau rasa original dari kue khas pekanbaru ini adalah pandan, tapi saat ini para pembuat bolu kembojo di Pekanbaru membuat berbagai variasi rasa seperti durian, jagung, keju dan sebagainya. Karena menggunakan santan, "usia" bolu kembojo ini juga tidak bisa lama, hanya 2-3 hari saja di suhu ruangan, tambahan sekitar seminggu jika kita menyimpannya dalam lemari pendingin.

Bersama Ibu Nurlela Sari, pemilik usaha Bolu Kembojo MIMIE
Ukuran Bolu Kembojo ini aslinya cukup besar, cukup untuk dihidangkan untuk beberapa orang. Dan rasa aslinya pun sangat manis, sehingga tidak cocok bagi sebagian orang. Adalah Ibu Nurlela, pemilik Gerai Bolu Kembojo Mimie, yang melakukan modifikasi bolu kembojo ini baik dari segi ukuran maupun rasa. "Banyak yang bilang ke saya suka repot menghabiskan bolu kembojo ini, padahal tidak tahan lama. Selain itu rasanya terlalu manis. Itu kenapa saya coba memodifikasinya" demikian ujar Ibu Nurlela. Beliau berkreasi dengan menciptakan Bolu Kembojo Mini yang dengan mudah dihabiskan dalam satu suapan, selain itu kadar manisnya juga dikurangi. Hasilnya? Ketika saya mencicipi Bolu Kemojo buatan ibu Nurlela ini, indera pengecap saya langsung jatuh cinta. Rasa agak kering di luar dan lembut padat di dalam begitu mempesona, juga dengan rasa manis yang tidak bikin enek. Saya tidak pernah memakan bolu kemojo yang dibuat dengan resep aslinya, tapi yang jelas resep dari ibu Nurlela ini layak diacungi jempol. Apalagi saya menikmatinya ketika masih hangat, fresh from the oven, aduhai sedapnya...

Gerai Baru Bolu Kembojo MIMIE di Jl Pepaya
Untuk Bolu Kemojo dengan resep khasnya ini, Ibu Nurlela memberikan nama "Bolu Kembojo MIMIE", sekaligus nama yang sama dikenakan buat Gerai Oleh-Olehnya yang cukup besar berdiri di Kota Pekanbaru. "Saya merintis usaha bolu kemojo ini dari nol, dulu jualannya door-to-door keliling ke rumah-rumah, kemudian buka outlet kecil di depan kantor, Alhamdulillah sampai bisa mengontrak ruko besar di Jl. Ahmad Yani. Dan sekarang, walau masih nyicil punya tempat sendiri di sini, supaya kami tidak was was jika sewaktu-waktu pemilik ruko yang di sana memutus kontrak", demikian Ibu Nurlela bercerita tentang perjalanan usahanya di gerai barunya di Jl. Pepaya. Di toko barunya ini, kita tidak hanya bisa menikmati Bolu Kembojo tapi juga aneka kue basah lainnya, dan juga aneka kuliner khas oleh-oleh dari kota Pekanbaru lainnya. Jadi kalo mencari Oleh-Oleh di Pekanbaru, silakan cari Bolu Kemojo Mini sebagai salah satu alternatifnya.

Peta dan Alamat Bolu Kembojo MIMIE:
Jl. Pepaya (Simpang Jl Durian) - Pekanbaru
Koordinat GPS: 0.51651, 101.44379


Baca Selengkapnya...