Sunday, February 22, 2015

Kuliner Sukabumi - Laksa Indrus (Laksa Pemuda)


Wisata Kuliner Indonesia #359
Kuliner Sukabumi
LAKSA INDRUS
Jalan Pemuda I - Citamiang, Sukabumi


"Coba saja ke Laksa Pemuda, itu kuliner legenda di Sukabumi", begitu saran kawan saya Kang Gery waktu saya bertanya tentang tempat makan siang yang yahud di Sukabumi. Tidak terlalu sulit menemukan tempat Laksa Indrus atau yang juga dikenal dengan Laksa Pemuda, karena lokasinya yang berada di Jl. Pemuda I, salah satunya karena banyaknya orang yang berkurumun di depan Pak Indrus yang tengah menyiapkan laksa yang mereka tengah pesan. Setelah memesan, satu mangkuk laksa tersaji di meja siap untuk disantap. Laksa yang disajikan cenderung gagrak laksa Bogor yang berbeda dengan laksa jakarta, khususnya karena adanya Oncom sebagai salah satu ingredient laksa ini. Ketupat, tahu kuning, oncom, bihun dan tauge tersaji dalam kuah kuning laksa yang khas, dengan topping kerupuk putih dan bawang goreng. Semburat rasa legit nan gurih muncul begitu kuah laksa ini mengalir ke rongga mulut, dan segera ditimpali dengan pulennya ketupat dan lembutnya tahu kuning yang tersedia. Wanginya daun kemangi juga muncul menyempurnakan sajian laksa olahan Pak Indrus ini. Dan kesemuanya itu hanya perlu dibayar dengan harga 7000 rupiah saja! Sebuah harga yang "sederhana" untuk sajian cita rasa laksa yang "mewah".

"Udah jualan sejak tahun 1959. Sebelumnya sih bantu bapak waktu SD, tapi sejak tahun 1959 itulah baru jualan sendiri", tutur Pak Indrus ketika saya tanya sejak kapan beliau mulai berjualan laksa. Bersama istrinya beliau dengan ramah melayani para pelanggan yang, saat saya di sana, tidak berhenti mengalir memesan laksa baik untuk dimakan di tempat maupun yang mau dibawa pulang. "Dulu sih jualannya ngider, baru 6 tahun mulai berjualan di tempat ini", lanjutnya sambil terus menyiapkan laksa yang tengah dipesan di sebuah tempat sederhana yang berada di seberang Kantor Kecamatan Citamiang, sementara sang istri bertugas menjaga arang agar tetap menyala menghangatkan kuah laksa kuning dengan panas yang pas, dan menerima pembayaran dari pelanggan. Laksa Indrus buka sekitar jam 10 pagi dan tutup jam 4 sore atau bisa lebih cepat jika dagangannya habis. Senyum tulus dari pasangan suami istri ini menyejukkan udara Sukabumi siang itu yang cukup menyengat, dan dari senyum itulah saya sadar bahwa lezatnya Laksa Pemuda ini tidak hanya dihasilkan dari olahan bumbu yang tepat, tapi juga karena Pak Indrus memasaknya dengan "hati".

Alamat/Peta Lokasi Laksa Indrus (Laksa Pemuda):


Baca Selengkapnya...

Thursday, February 19, 2015

Kuliner Medan - Tip Top Restaurant


Wisata Kuliner Indonesia #358
Kuliner Medan
TIP TOP RESTAURANT
Jalan Jend. A. Yani No. 92 Medan
Telp: 061 - 4532042 / 4514442


Jika berbicara kuliner di Kota Medan, maka spot yang satu ini tidak boleh dilewatkan: Restaurant Tip Top. Inilah rumah makan legenda yang sudah berdiri sejak zaman Belanda. Salah satu signature dari rumah makan ini adalah aneka sajian ice cream-nya yang merupakan produksi rumahan. Aneka es krim yang tersaji di sini memang menggugah selera, es krim dengan resep yang sudah diwariskan turun temurun sejak awal resto ini berdiri, dan menjadi favorit orang-orang Eropa jaman dulu yang selalu merasa gerah di kota Medan ini. Buka dari jam 9 pagi hingga 10 malam, membuat kita punya banyak pilihan waktu untuk menikmati hidangan di sini.

Menu lain yang menjadi favorit adalah Bistik Lidah Sapi. Potongan lidah sapi yang disajikan di atas hot plate dengan ditemani french fries dan aneka sayuran salad. Tak lupa saus bistik yang khas. Sekilas rasa bistik lidah sapi ini mengingatkan pada sajian Selat Solo, akan tetapi dengan saus yang lebih kental. Harga satu porsi Bistik Lidah Sapi ini cukup mahal, Rp. 65.000,-, mungkin karena kita tidak hanya membayar makanannya tapi juga suasana tempo doeloe yang dihadirkan di rumah makan ini.

Berdasarkan keterangan yang tertulis pada buku menunya, Tip Top Restaurant awalnya berdiri dengan nama Jangkie pada tahun 1929 di Jalan Pandu, Medan. Ketika itu resto Jangkie menjual kue dan roti olahan sendiri. Baru di tahun 1934, resto ini pindah ke Jl Ahmad Yani dan mengubah namanya menjadi Tip Top yang bermakna "Prima" atau "Sempurna". Setelah pindah inilah, Tip Top mulai mnambah menu, tidak lagi hanya menjual roti dan kue, tapi juga menyediakan sajian lainnya seperti: steak ayam, steak lidah, salad, omelet, bitterballen, pancake, nasi goreng, cap-cay, fouyonghai, gado-gado, kari kambing, roti bakar dan lain-lain. Serta tak lupa es krimnya yang melegenda. Pada masa itu, umumnya pelanggan restoran Tip Top adalah orang Belanda yang bekerja di bagian administrasi dan pegawai perkebunan. Saat ini Restaurant Tip Top dikelola oleh generasi ketiga, dan masih banyak orang tua yang datang ke tempat ini untuk bernostalgia. Kini Tip Top terhimpit di antara gedung-gedung tua yang sudah mulai terancam keberadaannya. Suasana sekeliling terus berubah dan Tip Top sebagai porosnya dengan suasana oldies yang tetap dipertahankan sampai sekarang. Properti ruangan seperti meja, kursi dan piano masih digunakan, peralatan masak yang sudah tua pun tetap dipakai hingga kini.

Jadi jangan lewatkan untuk menikmati suasana "Belanda" sambil menikmati hidangan "tempo doeloe" di Restaurant Tip Top ini jika tengah berkunjung ke kota Medan.

Baca Selengkapnya...

Sunday, February 8, 2015

Kuliner Jakarta - Nasi Uduk Pasar Hias Rias Cikini


Wisata Kuliner Indonesia #357
Kuliner Jakarta
Nasi Uduk Pasar Hias Rias Cikini - Jakarta
Telp: 0812 94495873 / 0812 88926226


Nasi Uduk dan Bubur Ayam adalah menu yang biasa disantap di pagi hari alias untuk sarapan. Akan tetapi cobalah langkahkan kaki ke Pasar Hias Rias Cikini di malam hari, pelataran pasar ini disulap menjadi tempat makan yang luas dengan dua menu utama yang ditawarkan: Nasi Uduk dan Bubur Ayam. Ya, di sini nasi uduk dan bubur ayam memang menjadi menu makan malam. Beberapa bulan lalu saya sempat menikmati sajian bubur ayamnya, dan sekarang Nasi Uduk menjadi sasaran utama saya. Nasi uduk merupakan kuliner khas Jakarta, yaitu nasi yang dimasak dengan santan dan aneka bumbu lainnya. Jadi walaupun tampilannya putih mirip seperti nasi biasa tapi kita bisa menemukan perbedaannya begitu suapan pertama masuk ke dalam mulut. Rasa gurih yang nendang menjadi ciri khas dari nasi uduk ini. Taburan bawang goreng memperkuat rasa gurih dari nasi uduk ini. Sebagai pendamping, Nasi Uduk Pasar Hias Rias Cikini ini menyediakan aneka lauk seperti: ayam goreng, ayam bakar, bebek goreng, bebek bakar, sate jeroan, sate telur empal, paru goreng, udang goreng/bakar, tahu dan tempe. Tak lupa timun, selada dan irisan tomat menjadi lalapan sebagai pelengkap sajian ini. Sambal yang disajikan ada dua macam: Sambal terasi dan sambal kacang. Memang, nasi uduk ini paling cocok disajikan dengan sambal kacang yang khas.

Meja-meja pendek dan tikar disediakan buat anda yang gemar makan dengan lesehan. Tapi yang tidak biasa lesehan, meja dan kursi juga tersedia di tempat ini. Buka mulai pukul 7 malam, Bubur Ayam dan Nasi Uduk Pasar Hias Rias Cikini ini hampir tidak pernah terlihat sepi. Bahkan di akhir pekan, siap-siap saja untuk mengantri untuk mendapatkan tempat makan di sini, padahal meja yang tersedia di tempat ini cukup luas. Memang rasa tak bisa berdusta. Jadi buat kamu yang mencari tempat kuliner di Jakarta di malam hari, silakan meluncur ke Pasar Hias Rias Cikini.

Alamat / Peta Lokasi Bubur Ayam dan Nasi Uduk Pasar Hias Rias Cikini:



Baca Selengkapnya...

Monday, January 26, 2015

Kuliner Bandung - Batagor H. Isan


Wisata Kuliner Indonesia #356
Kuliner Bandung
Batagor H. Isan
Jl. Bojongloa No. 38 A - Bandung
Telp: 022-5203718 / 0816624382


Tidak lengkap jika berwisata kuliner ke Bandung tanpa mencicipi salah satu ikon kuliner Bandung: Batagor. Di sebuah ruas jalan kecil, Jl Bojongloa, yang tidak jauh dari Jl Raya Kopo, terdapat sebuah kedai batagor sederhana yang hampir tidak pernah sepi didatangi pengunjung, Batagor H. Isan. Adonan ikan tenggiri, tepung aci dan bumbu-bumbu dimasukkan dalam tahu putih yang kemudian dibungkus tepung untuk digoreng. Nikmati ketika masih hangat, akan terasa kulit luar yang kering tapi bagian dalam batagor yang empuk nan gurih. Aroma ikan tenggirinya hadir tapi tidak terlalu kuat, berbeda dengan batagor riri atau kingsley misalnya yang aroma ikannya terasa dominan. Buat saya cita rasa yang diberikan oleh Batagor H Isan ini justru pas. Yang juga berbeda adalah penyajiannya, batagor di sini disajikan tanpa dipotong-potong terlebih dahulu. Silakan gunakan garpu dan sendok untuk memotong sendiri, tapi saya memilih untuk menggunakan tangan langsung dan mencelupkannya ke dalam bumbu kacang yang disajikan dalam mangkok terpisah. Bumbu kacangnya sengaja dibuat kasar dengan rasa gurih dan asin. Buat penggemar manis seperti saya, kecap menjadi senjata andalan penyempurna rasa batagor ini. Satu buah batagor harganya 2500 rupiah, biasanya satu porsi berisi 3-4 potong.

Varian lain dalam penyajian batagor ini adalah batagor kuah. Jadi batagor tidak disajikan dengan bumbu kacang, tetapi dalam kuah layaknya sajian mie baso. Batagor H. Isan juga menawarkan menu ini, tiga potong batagor ditemani 5 butir baso kecil disajikan dalam kuah panas yang segar. Cocok untuk melawan udara kota Bandung yang sejuk. Satu porsi Batagor Baso Kuah ini dapat dinikmati dengan harga Rp. 12.500,-. Oh ya, batagor ini juga sudah disiapkan untuk dapat dibawa pulang. Pesan saja batagor setengah matang jjika mau dibungkus, sehingga ketika sampai di rumah kita dapat menggorengnya lagi karena kenikmatan batagor ini memang ketika disantap selagi panas. Bumbu kacang untuk dibungkus pun diberikan yang lebih kering. Ketika kita akan menikmatinya, cukup tambahkan air hangat terlebih dahulu. Ini untuk menjaga agar bumbu kacangnya tidak cepat basi.


Apa yang membuat Batagor H. Isan ini banyak digemari orang? Mungkin ada dua faktor yang utama. Yang pertama adalah faktor sejarah. Ya, batagor ini dikenal sebagai pelopor batagor di kota Bandung. Lebih dari 40 tahun lalu, H. Isan adalah pedagang baso tahu-siomay keliling. Ada beberapa saat dimana dagangannya tidak habis, agar tidak terbuang kemudian dia menggorengnya supaya bisa lebih tahan lama, dan ternyata setelah coba ditawarkan ternyata banyak orang yang menggemari baso tahu yang digoreng ini, muncullah istilah batagor alias Baso Tahu Goreng, yang saat ini menjadi salah satu ikon kuliner Bandung. Faktor kedua tentunya adalah cita rasa yang disajikan. Bagian luar batagor yang kering dengan isian yang lembut, belum lagi hadirnya aroma ikan tenggiri yang light plus bumbu kacang yang gurih menjadi paduan cantik yang bakal memanjakan indera pengecap kita. Pendiri usaha ini, H. Isan sendiri telah wafat pada tahun 2008, dan saat ini dilanjutkan oleh generasi keduanya. Karena kepeloporannya inilah, maka saat ini banyak penjaja batagor yang menggunakan mirip-mirip namanya agar dapat ikut merasakan larisnya, sebut saja batagor H. Ihsan atau H. Ikhsan. Saat ini Batagor H. Isan juga membuka cabang selain outletnya yang di Jl. Bojongloa, katanya juga sudah ada cabangnya di Jl Cikawao dan Jl Lodaya. Jadi jika mau mencicipi batagor yang "asli", silakan kunjungi Batagor H. Isan.

Peta Lokasi dan Alamat Batagor H. Isan:

Baca Selengkapnya...

Sunday, January 11, 2015

Kuliner Bogor - Soto Mie Mang Ohim


Wisata Kuliner Indonesia #355
Kuliner Bogor
Soto Mie Mang OHIM
Jl. Taman Cimanggu - Bogor


Siapa yang tidak kenal dengan soto mie? Sajian yang satu ini banyak diburu para wisatawan yang berburu kuliner khas Bogor. Di berbagai titik di kota Bogor ini dapat kita temui penjaja Soto Mie ini. Salah satunya yang terkenal enak adalah Soto Mie Mang Ohim yang membuka kedainya di daerah Taman Cimanggu. Beberapa meja dan peralatan masih dipersiapkan ketika saya datang kesana di suatu pagi. Memang sayalah pelanggan pertamanya di hari itu. Aroma segar nan menggoda segera menyeruak ke udara begitu panci tempat kuah soto mie ini diolah. Kuah soto bening segera berpindah ke dalam mangkok yang telah diisi mie, bihun, wortel, lobak, kentang, risol, daging, kikil, emping, bawang goreng dan bawang daun. Ritual saya sebelum menambahkan penambah rasa lain adalah menyeruput kuahnya terlebih dahulu supaya dapet rasa aslinya. Sluruuuppp, dan ternyata kesegaran kuah Soto Mie langsung memanjakan syaraf-syaraf di indera pengecap, sehingga saya terasa enggan menambahkan rasa lain seperti kecap dan garam. Ini memang menjadi salah satu keunggulan yang dimiliki oleh Soto Mie Mang Ohim. Satu lagi yang saya suka adalah risol gorengnya: kering dan renyah, berbeda dengan soto mie lain yang cenderung menyajikan risol yang agak basah dan lembek. Satu porsi soto mie di kedai ini bisa kita nikmati dengan harga Rp. 14.000,-. Kalau mau pake nasi, tambah lagi 4000.

Soto Mie Mang Ohim memang banyak direkomendasikan jika ada yang bertanya tempat soto mie yang enak di Bogor. Menjajakan dagangannya sejak tahun 2004, soto mie ini dulu lokasinya berada di kawasan Taman Yasmin. Tapi sejak tahun 2013, Mang Ohim memindahkan kedainya ke Jl. Taman Cimanggu, dengan tempat yang lebih bersih dan luas. Tidak hanya Soto Mie, di sini juga kita dapat menikmati menu lainnya seperti soto santan, soto bening, baso bening dan sop ayam, walaupun tetap yang menjadi primadona ya soto mie. Soto Mie Mang Ohim buka sejak pukul 8 pagi sampai 8 malam, dan sangat ramai jika tiba waktunya jam makan, terutama di jam makan siang. Memang, keringat yang mengucur dari panasnya kuah soto mie dan sambal yang pedas dapat menjadi sensasi tersendiri bagi sebagian orang dalam menikmati sajian kuliner yang khas ini. Kayaknya memang belum lengkap jika menikmati wisata kuliner di Bogor sebelum mencicipi soto mie. Bagaimana dengan Anda?

Alamat/Peta Lokasi Soto Mie Mang Ohim:


Baca Selengkapnya...

Saturday, January 3, 2015

Kuliner Pangkal Pinang - Mie Koba


Wisata Kuliner Indonesia #354
Kuliner Pangkal Pinang
Mie Koba
Jl. Balai No. 83 Pangkal Pinang


Mie Koba, nama yang cukup asing bagi banyak orang. Ya, karena Mie Koba hanya bisa kita temukan di Provinsi Bangka Belitung alias Babel. Memang apa istimewanya mie yang satu ini? Rasa manis yang tipis dengan aroma gurih menyeruak begitu saya menyeruput kuahnya yang menggenangi mie kuning kenyal dan tauge rebus dengan taburan seledri dan bawang goreng. Untuk temannya disediakan telur rebus yang terasa memperkuat hidangan ini. Jangan lupa tambah sedikit kucuran jeruk kunci yang sudah disediakan untuk menambah sedikit rasa asam yang segar buat Mie Koba ini. Penasaran atas bahan dasar kuah Mie Koba yang memiliki cita rasa yang unik ini, usai bersantap saya coba tanyakan apa bahan dasar yang digunakan untuk membuat kuah ini. Ternyata rahasia rasa gurih dari Mie Koba berasal dari ikan tenggiri yang menjadi bahan dasar pembuatannya. Wow, terus terang saya tidak menyangka ini berasal dari ikan karena rasanya hampir tidak kentara. Acungan jempol layak diberikan untuk Kuliner Babel yang satu ini.

Saya mengunjungi Pangkal Pinang sendiri di pertengahan tahun 2014 lalu. Koba adalah nama kecamatan yang merupakan ibu kota Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung, tempat asal kuliner yang satu ini berasal. Tapi untuk menikmati Mie Koba ini tidak perlu lagi jauh-jauh kesana, cukup di Pangkal Pinang, ibukota provinsi Babel ini, kita bisa menemukan kedai Mie Koba yang dirintis oleh Pak Iskandar. Ketika saya berkunjung ke sana sekitar pukul 8 malam, kedai yang buka dari pagi hingga pukul sepuluh malam ini masih terlihat dikunjungi oleh banyak pelanggannya. Memang paduan rasa manis, gurih dan rasa segar dari kucuran jeruk kunci menjadi magnet bagi para pengunjung yang hadir di sini. Apalagi kita tidak bisa menemukan Mie Koba di luar kedua kota ini. Penasaran? Jadikan Mie Koba sebagai tujuan kuliner Anda jika berkunjung ke kota Pangkal Pinang

Baca Selengkapnya...

Thursday, January 1, 2015

12 Kuliner Mie Khas dari Indonesia

Wisata Kuliner Indonesia #353

Mie dipercaya berasal sejak ribuan tahun lalu dari daratan China, dan kini telah menyebar ke seluruh dunia dengan beraneka bentuk, rasa, jenis dan bahan dasar pembuatannya. Di Indonesia sendiri, saat ini hampir setiap daerah memiliki olahan mie yang unik dan khas. Olahan-olahan mie ini bahkan telah menjadi ikon kuliner khas dari daerah-daerah tersebut. Keragaman bumbu dan rempah yang dimiliki kuliner nusantara telah menjadikan mie dapat dibuat dengan bermacam variasi yang sangat kaya. Berikut adalah 12 kuliner mie yang khas dari berbagai kota di Indonesia:

1. Mie Aceh

Mie Kepiting khas Aceh
Mie Aceh adalah olahan mie khas dari provinsi Serambi Mekah. Dominan rasa pedas dengan paduan gurih dan semburat rasa asam segar. Mie nya sendiri relatif besar dan kenyal. Biasanya tersedia dalam tiga jenis penyajian: Kuah, Goreng atau Basah (tidak terlalu kering tapi juga tidak berkuah). Biasanya "Isi"nya pun bisa kita pilih: Udang, Daging, Jamur, Cumi-Cumi, Kepiting ataupun gabungan dari pilihan-pilihan tersebut. Buat saya, pilihan isi favorit adalah kepiting. Jika di Banda Aceh, maka kepiting dalam mie ini disajikan utuh. Salah satu penjaja Mie Aceh yang terkenal di Banda Aceh adalah Mie Razali, kita juga bisa menemui penjaja Mie Aceh yang melegenda di kota Medan yaitu Mie Titi Bobrok. Di beberapa kota besar di Jawa, kita pun bisa dengan mudah menemukan penjaja Mie Aceh ini

2. Mie Celor

Mie Celor Khas Palembang
Jika kita ke Kota Palembang atau Jambi, Mie Celor merupakan kuliner wajib yang harus dicoba. Mienya berukuran besar dan lurus seperti spaghetti dengan kuah kental yang merupakan perpaduan antara santan, udang dan telur. Biasanya disajikan bersama potongan telur rebus, serpihan daging udang dan bawang goreng. Rasa asin dan gurih mendominasi cita rasa dari mie celor ini, juga aroma udang dan telur yang begitu terasa. Di Palembang, banyak dapat kita temui penjaja Mie Celor ini, salah satunya adalah Mie Celor 26 Ilir H. M. Syafei Z. Sedangkan di Jambi terdapat kedai besar yang menyajikan Mie Celor ini sebagai menu utamanya yaitu Mie Celor Hawa Jaya. Sedikit perbedaan Mie Celor Jambi dan Palembang ini adalah penggunaan daging sapi yang menggantikan udangnya.

3. Mie Koba

Mie Koba khas Bangka Belitung
Koba diambil dari nama daerah di Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung, tempat dimana Mie Koba ini berasal. Kuah tenggiri yang segar dan gurih dengan sedikit semburat rasa manis dari gula aren, menjadikan Mie Koba menjadi kuliner khas Bangka Belitung yang tidak boleh dilewatkan. Awalnya saya pikir tidak ada unsur ikan di kuliner yang satu ini, karena rasanya tidak terlalu mencolok, tapi ternyata justru ikan tenggiri lah kunci dari Mie Koba. Saat ini Mie Koba tidak hanya bisa dinikmati di tempat asalnya, akan tetapi sudah bisa dinikmati juga di ibukota provinsi Bangka Belitung, Kota Pangkal Pinang. Mie Koba disajikan dengan jeruk kunci yang khas untuk menambahkan kesegaran hidangan ini dan telur ayam rebus sebagai teman lauknya.

4. Mie Lendir

Mie Lendir alias Mie Rebus Kuah Kacang Khas Batam
Mendengar namanya awalnya saya bingung, mie macam apa ini? Ternyata ini adalah Mie Rebus Kuah Kacang yang dapat kita temukan sebagai menu sarapan di Kota Batam. Mie rebus dengan tauge yang ditemani taburan bawang daun dan bawang goreng diguyur kuahnya yang kental (mungkin ini yang membuat disebut mie lendir), dengan warna kecoklatan dari bumbu kacang. Rasa gurih dan manis yang berpadu dengan cantik dengan irisan cabe rawit untuk memperkuat rasa dengan sentuhan rasa pedas yang dihasilkan, juga satu butir telur rebus sebagai penyempurna

5. Soto Mie

Soto Mie Khas Bogor
Ada yang bilang ini adalah kuliner khas Bogor, ada juga yang bilang khas Betawi. Tapi yang jelas soto mie ini memang mudah ditemukan di dua kota tersebut. Mie, bihun, wortel, lobak, kentang, risol, daging, kikil, emping, bawang goreng dan bawang daun bersatu dalam mangkok yang diguyur kuah soto bening yang segar. Biasanya para pemburu kuliner yang tengah berwisata ke kota Bogor menjadikan Soto Mie ini sebagai salah satu destinasinya, karena memang Bogor terkenal dengan banyaknya penjaja soto mie yang lezat.

6. Mie Kocok

Mie Kocok Khas Bandung special pake Sumsum Sapi
Kalau yang ini jelas kuliner khas Bandung. Mie kuning dan tauge dengan kikil sapi dan kuah kaldu sapi yang kental. Di beberapa tempat, sumsum sapi jadi tambahan topping yang sulit untuk ditolak. Banyak penjaja mie kocok dapat kita temui di kota Bandung, baik yang menggunakan gerobak keliling, ataupun yang menjualnya di kedai/kios permanen. Mie Kocok Mang Dadeng yang berjualan di Jl. Banteng (KH Ahmad Dahlan) menjadi salah satu penjaja Mie Kocok paling ternama di kota Bandung.

7. Mie Ongklok

Mie Ongklok Khas Wonosobo
Namanya mungkin asing bagi sebagian orang tapi buat yang pernah berwisata ke Dieng, kuliner mie khas Wonosobo ini pasti pernah mereka dengar. Ya, Mie Ongklok memang jarang kita temui di kota lain selain di kota Wonosobo, Jawa Tengah. Mie kuning ditambah kol yang sudah direbus, kemudian diguyur dengan kuah "jenang" dari tepung kanji. Yang juga khas dari Mie Ongklok ini adalah cacahan daun kucainya. Tak lupa taburan bawang goreng dan potongan cabe rawit. Cita rasa manis dan gurih dari ebi mencuat sejak suapan pertama, ditambah sentuhan pedas dari cabe rawit. Biasanya Mie Ongklok ini juga disantap bersama sate ayam dengan bumbu kacang yang manis. Hmmm...

8. Mie Koclok

Mie Koclok Khas Cirebon
Yang ini Kuliner kota Cirebon. Mie yang direbus ditemani irisan kol dan tauge diguyur kuah putih kental yang terbuat dari tepung maizena, kaldu ayam, santan kental serta tentunya merica dan garam. Suwiran ayam, bawang daung dan bawang goreng menjadi pelengkap yang tidak boleh dilupakan beserta potongan telur ayam rebus. Rasa asin nan gurih segera menyeruak di dalam rongga mulut kita begitu kuah mie koclok ini kita seruput. Rasa dan teksturnya yang unik memang membuat mie koclok ini menjadi spesial, apalagi makanan yang satu ini sulit ditemukan di luar kota Cirebon

9. Bakmi Jogja

Bakmi Kuah khas Jogja
Mau rebus, goreng atau nyemek? Pedesnya segimana? Itulah pertanyaan standar yang biasa diajukan penjual bakmi khas Jogja jika kita memesan kuliner mie yang satu ini. Untuk yang rebus, mie akan direbus dalam kuah gurih ditemani ayam, kol, telor, tomat, daun bawang, acar dan taburan bawang goreng. Sedangkan untuk mie goreng, maka kecap menjadi kunci "pemersatu" semua ingredient di atas. Di beberapa tempat, proses memasak bakmi Jogja ini masih menggunakan arang, mungkin inilah yang membuat bumbunya lebih meresap ke dalam mie sehingga membuat sajian menjadi nikmat. Bakmi Kadin yang berdiri tahun 1947 di Jogja merupakan salah satu penjaja bakmi Jogja yang legendaris dan banyak peminatnya. Juga Bakmi Pele yang berjualan di kawasan Alun-Alun Utara Jogja.

10. Mie Tiaw Sapi

Mie Tiaw Sapi Khas Pontianak
Bergeser ke Pontianak, ada sajian kuliner khas di kota ini yang juga "diakui" di tingkat nasional, Mie Tiaw Sapi, mie lebar yang diolah dengan daging sapi, babat, tauge dan sayuran. Untuk yang Mie Tiau Goreng awalnya karena berwarna coklat gelap, saya pikir mie tiaw ini akan terasa sangat manis, tapi ternyata dugaan saya salah, rasanya justru cenderung asin. Salah dua penjaja Mie Tiaw ini di ibu kota Kalimantan Barat ini adalah Mie Tiaw Apollo dan Mie Tiaw Polo yang kedainya bersebelahan di Jl. Pattimura. Uniknya di bagian depan Mie Tiaw Apollo tertulis: "Berdiri sejak tahun 1968 tak pernah pindah" sementara kedai sebelah menulis "Mie Tiau Polo Pindahan dari sebelah" :)

11. Mie Kering

Mie Kering Khas Makassar
Selanjutnya kita menyeberang lagi ke Pulau Sulawesi, tepatnya ke ibu kota provinsi Sulawesi Selatan, Kota Makassar. Di kota ini kita bisa menemukan kuliner Mie yang menjadi salah satu ikon kulinernya: Mie Kering. Disebut demikian karena memang mie yang disajikan adalah mie kering alias mie yang digoreng kering seperti kerupuk. Keistimewaannya terasa ketika kuah panas diguyurkan diatasnya, tekstur mienya menjadi sangat khas, antara mulai lembut tapi tetap menyisakan kerenyahannya. Kuahnya seperti kuah capcay dengan sayuran dan potongan daging ayam. Dua penjual mie kering yang cukup terkenal di Makassar ini adalah Mie Titi dan Mie Anto.

12. Mie Cakalang

Mie Cakalang Khas Manado
Terakhir kita mengunjungi Manado, ibu kota Provinsi Sulawesi Utara, untuk menikmati Mie Cakalang yang bisa disajikan dalam bentuk goreng ataupun kuah. Sepintas tidak ada yang berbeda dengan mie cakalang ini, tapi begitu kita menyuapnya terdapat rasa yang unik yang dihasilkan dari potongan ikan cakalang fufu alias cakalang asap, rasanya asin dan gurih. Bahkan karena "kesengsem' dengan rasa cakalang yang khas ini saya pesan ikan cakalang goreng untuk memperkuat cita rasa mie ini. Salah satu tempat dimana kita bisa menikmati sajian ini adalah di salah satu pusat kuliner di kota Manado, Jl. Wakeke, tepatnya di Dego Dego Manado Cafe


Nah itulah 12 kuliner mie khas Nusantara yang pernah saya cicipi. Ada yang mau menambahkan???

Baca Selengkapnya...

Monday, December 29, 2014

Kuliner Bogor - Toge Goreng Pak Inin

Toge Goreng Bogor Pak Inin
Wisata Kuliner Indonesia #352
Kuliner Bogor
Toge Goreng Pak Inin
Jl. Ir H Juanda No 62 (Gang Samping Hotel Royal)
Telp: 0857 16023893
BOGOR


Berburu kuliner Bogor pastilah tidak melewatkan satu kuliner khas Bogor ini: Toge Goreng. Walau namanya toge goreng, tapi toge di hidangan ini tidaklah digoreng melainkan direbus, yang kemudian disajikan di atas piring yang sudah berisi kupat, mie kuning, dan tahu goreng. Kemudian diguyur bumbu tauco yang bercita rasa manis asam nan segar. Salah satu penjual Toge Goreng di Kota Bogor yang cukup terkenal adalah Toge Goreng Pak Inin yang berada di kawasan Jl. Juanda. Di tempat ini kita bisa melihat bagaimana Toge yang akan disajikan selalu fresh, kalau bahasa sundanya masih "nyakres" walau sudah matang. Juga tahu kuning yang lembut dan kupat dengan kekenyalan yang pas. Tapi yang membuat Toge Goreng ini asik adalah guyuran bumbu tauconya. Rasa manisnya pas tanpa perlu disentuh kecap lagi plus semburat rasa asam yang ringan. Cabai yang tersimpan di atas sendok memberi sentuhan rasa pedas yang tidak menusuk dan berpadu cantik dengan bumbu utamanya. Passs... Satu porsi toge goreng di tempat ini dihargai Rp. 13.000,-

Tempat Meracik Toge Goreng Pak Inin
Perapian yang memanaskan air untuk merebus toge di Toge Goreng Pak Inin ini menggunakan kayu bakar sebagai bahan bakarnya. Mungkin ini juga rahasia mengapa toge goreng yang disajikan tetap terasa segar walau sudah direbus. Dan ciri khas lain dari toge goreng ini adalah jika kita akan membawa pulang, maka akan dibungkus dengan menggunakan daun patat dan dibentuk seperti bonggol talas. Pak Inin sendiri sudah berjualan sejak tahun 1985 dan saat ini membuka kiosnya di gang kecil di samping Hotel Royal yang buka dari pukul 8 pagi sampai pukul 3 sore. Tapi jika sudah habis, maka kedai sederhananya ini bisa tutup lebih cepat. Toge Goreng Pak Inin bagi saya sebanding performanya dengan bahkan memiliki keunggulan dibanding penjual toge goreng kondang lainnya di kota Bogor seperti Toge Goreng Ma Epon, Pak Iwon, Ibu Omah dan Mang Gebro Putra. Jadi, tandai toge goreng sebagai salah satu yang harus diburu jika berwisata kuliner di Bogor.

Bingung mau berwisata kuliner kemana di Kota Bogor? Tengok Peta Kuliner Bogor.

Alamat Peta Lokasi Toge Goreng Pak Inin:


Baca Selengkapnya...

Saturday, December 27, 2014

7 Kuliner Khas Bandung yang Harus Dicoba

Mie Kocok Special Mang Dadeng - Bandung, lengkap dengan sumsumnya
Kota Bandung menjadi salah satu kota tujuan wisata di Indonesia. Pemandangan yang indah, udara yang sejuk, tempat belanja yang beragam dan aneka kuliner yang enak menjadikan kota yang dikenal dengan sebutan kota kembang ini dipadati wisatawan khususnya di hari liburan. "Surga kuliner" juga menjadi julukan kota Bandung karena banyaknya tempat makan dan variasi kuliner yang tersedia di berbagai sudut kota ini, mulai dari yang menyajikan aneka makanan khas eropa, jepang, korea, bali, jawa, sunda dan sebagainya. Akan tetapi tentunya kuliner khas Bandung menjadi magnet utama bagi para wisawan yang berburu kuliner di kota ini. Apa saja kuliner Bandung tersebut? Dan dimana saja kita bisa mendapatkannya? Inilah 7 kuliner khas Bandung yang harus dicoba:

1. Mie Kocok

Mie kuning dan tauge dalam kuah bening yang agak kental karena "ternodai" oleh lemak kaki sapi, tak lupa yang menjadi ciri khas dari sajian mie khas Bandung ini adalah "topping" kikil sapinya. Mie Kocok, entah kenapa disebut mie kocok, karena proses pembuatannya pun tidak ada tahapan mengocok. Tapi inilah kuliner Bandung yang diburu oleh banyak wisatawan yang datang ke kota ini. Tak heran penjaja mie kocok pun dengan mudah kita temui di berbagai sudut kota Bandung. Bahkan sekarang di beberapa titik tujuan wisata, seperti kawasan Factory Outlet di Jl Riau, kita bisa menemukan beberapa penjual mie kocok. Beberapa Mie Kocok yang terkenal diantaranya adalah Mie Kocok Mang Dadeng yang membuka gerainya di Jl. Banteng (sekarang Jl. KH Ahmad Dahlan), Mie Kocok SKM (Jl Sunda), Mie Kocok H. Amsar (Jl Sudirman), Mie Kocok depan Toko Kartika Sari (Jl Buah Batu) dan lain-lain.

Lotek Kalipah Apo

2. Lotek

"Steamed/Boiled vegetables in a thickpeanut sauce", mungkin itu penjelasan yang sering ditemukan di resto-resto yang menyajikan menu ini. Lotek memang tersusun dari aneka sayuran seperti kangkung, kacang panjang, kol dan timun, yang kemudian diaduk bersama bumbu kacang yang biasanya dibuat dadakan. Mirip dengan gado-gado, tapi aroma kencur dan penggunaan kentang pada bumbu kacangnya menjadi pembeda yang utama, selain biasanya gado-gado disajikan dengan bumbu yang hanya diguyurkan saja. tidak diaduk. Lotek adalah makanan khas Sunda, dan mudah ditemui di berbagai rumah makan khas Sunda di berbagai kota di Jawa Barat. Di Bandung, Lotek yang enak dan terkenal diantaranya bisa dijumpai di Jl Kalipah Apo, Jl Macan, Jl Cihapit dan Jl Alkateri

Baso Tahu Tulen

3. Baso Tahu

Orang Jakarta lebih senang menyebutnya Siomay, tapi di Bandung sendiri sering disebut Baso Tahu. Tidak ada yang salah sih, karena memang di dalam satu porsi sajian ini kita bisa menemukan baso tahu bersanding dengan siomay, kentang rebus, kol rebus dan telur rebus. Terkadang kita juga bisa menemukan paria dalam hidangan ini. Baso Tahu memang menjadi salah satu ikon kuliner Bandung, sehingga di daerah lain hidangan serupa sering dibubuhi kata "Bandung" di belakangnya, seperti "Siomay Bandung". Kita juga akan dengan mudah menemukan penjaja baso tahu di banyak tempat, biasanya dijajakan menggunakan gerobak dorong. Brand Baso Tahu yang cukup sukses dan telah memiliki cabang dimana-mana adalah Baso Tahu Tulen. Berpusat di Jl Situ Indah (Pagarsih), saat ini Baso Tahu Tulen memiliki cabang di samping Griya Jl. Buah Batu, Jl. Sadewa, Jl Setiabudi, Jl Kemuning (samping Prima Rasa) dan Rest Area Pintu Keluar Tol Pasteur.

Batagor

4. Batagor

Batagor merupakan singkatan dari Baso Tahu Goreng. Ya, Batagor merupakan diversifikasi produk dari baso tahu itu sendiri yang konon tercipta untuk meningkatkan daya tahan sehingga baso tahunya digoreng. Saat ini batagor juga biasanya dijual berdampingan dengan siomay goreng. Pada umumnya batagor disajikan dengan bumbu kacang, tapi saat ini muncul pula variasi lainnya yaitu batagor kuah. Beberapa nama Batagor yang cukup terkenal diantaranya: Batagor Riri (Jl Burangrang), Batagor Abuy (Jl Lengkong Besar), Batagor Kingsley (Jl Veteran), Batagor Darto (Simpang Dago) dan Batagor Isan (Jl Bojongloa). Nama terakhir katanya adalah pelopor terciptanya kuliner khas Bandung yang satu ini.

Nasi Timbel

5. Nasi Timbel

Nasi Timbel sebenarnya hanyalah nasi putih/merah yang dibungkus daun pisang sehingga memberikan aroma harum yang mengunggah selera. Nasi timbel biasanya ditemani dengan lauk seperti ayam goreng/bakar, tahu/tempe goreng, jambal asin, gepuk/empal dan tak lupa lalapan sayur lengkap dengan sambalnya. Menu ini tersedia di sebagian besar rumah makan sunda, akan tetapi di Bandung kita bisa menemukan tempat makan yang memang spesialisasinya adalah nasi timbel seperti Nasi Timbel Mangga (Jl Mangga), Nasi Timbel Istiqomah (dulu di dekat Masjid Istiqamah, tapi saat ini sudah berpindah ke Jl Cilaki), Nasi Timbel Bawean (Jl Bawean) dan sebagainya.

Kupat Tahu Gempol di Pasar Gempol - Bandung

6. Kupat Tahu

Ada dua jenis gagrak kupat tahu yaitu kupat tahu padalarang dan kupat tahu bandung. Kupat Tahu Padalarang bumbunya cenderung cair dengan aroma manis dan gurih, sedangkan kupat tahu bandung buumbunya saus kacang yang kental. Akan tetapi isi dari kedua jenis kupa tahu tersebut relatif sama: kupat/lontong, tahu dan toge. Di Bandung ada penjaja Kupat Tahu yang legendaris dan selalu menjajakan kupat tahunya setiap pagi di kawasan Pasar Gempol, sehingga sering disebut Kupat Tahu Gempol. Yang berbeda dari Kupat Tahu Gempol adalah bumbunya yang rasanya berani dan lontongnya yang kenyal.

Yamin Mie Akung, lengkap dengan Baso-Tahu-Siomay dan Ceker

7. Yamin / Mie Baso

Untuk yang satu ini mungkin tidak terlalu khas Bandung, akan tetapi banyak sekali wisatawan yang berkunjung ke kota ini berusaha menyempatkan waktunya untuk menikmati hidangan Yamin Baso. Memang cita rasa Yamin di Bandung ini berbeda dengan yamin di kota lainnya, belum juga side dishnya seperti baso dan siomay yang juga sangat khas di kota ini. Yamin sendiri sebenarnya adalah mie yang diaduk langsung dengan bumbunya, umumya yamin manis sehingga diaduk menggunakan kecap manis. Beberapa Yamin yang cukup kondang di Kota Bandung dintaranya Mie Akung (Jl Lodaya), Warung Lela alias Wale (Rancakendal), Mie Linggarjati (Jl Balong Gede - Alun-Alun), Mie Avon (Jl Ahmad Yani, dekat perempatan lima) dan sebagainya.

Itulah 7 Kuliner Bandung yang harus Anda coba. Tentu masih banyak aneka kuliner di Bandung yang tidak cukup terwakilkan oleh aneka sajian di atas, tapi paling tidak itulah yang harus Anda coba selama berwisata kuliner di Bandung. Selamat Berlibur!

Baca Selengkapnya...

Friday, December 26, 2014

Lima Titik Pusat Kuliner Bogor

Aneka Sajian di Pusat-Pusat Kuliner Bogor

Wisata Kuliner Indonesia #350

Bogor sudah terkenal menjadi kota yang menjadi destinasi wisata kuliner, beragam jenis makanan baik tradisional maupun modern banyak dijajakan di berbagai sudut kota ini. Coba saja lihat Peta Kuliner Bogor ini. Akan tetapi ada lima titik yang harus dikunjungi kalau memang mau berwisata kuliner di Bogor karena di titik-titik inilah beragam Kuliner Bogor tersaji. Dimanakah lokasi titik-titik tersebut?
Antrian Pengunjung di Soto Bogor Pak Salam


1. Jalan Suryakencana

Ruas jalan Suryakencana sudah terkenal sejak jaman dahulu sebagai pusat kuliner kota Bogor. Membentang sepanjang kurang lebih 1 km dari Pasar Bogor sampai Perempatan Gang Aut/Jl Roda, beberapa kuliner khas kota hujan hadir di sini. Sebut saja Laksa Bogor yang ada di daerah Ranggagading (depan Sekolah Kesatuan) dan di Gg. Aut. Atau Toge Goreng yang ada di depan Toko Grand dan Toge Goreng Ma Evon di Gg Besi (jalan samping Bank CIMB Niaga). Nasi Goreng Guan Tjo, yang terkenal dengan nasi goreng petenya, dan Sate Sumsum Pak Oo berada pada satu kedai yang sama di rumah nomor 193. Atau langsung saja meluncur di ujung Jl Suryakencana ini, perempatan Gg Aut, dimana kita bisa menemukan aneka kuliner yang terpusat, sebut saja Soto Kuning Pak Yusup, Bakso Bening, Cungkring, Asinan Jagung Pak Sabur, Dodongkal, Wedang Ronde Gg Aut, Aneka Pepes, Lumpia Basah, Bir Kocok dan sebagainya. Tunggu hingga pukul 4 sore, untuk bisa menikmati sajian Soto Pak Salam yang memiliki keunggulan rasa dibanding penjaja soto kuning lainnya. Tak heran, antrian panjang para pelanggan selalu tampak di depan tenda kecilnya, dan tidak sampai jam 7 sajian yang dijajakan sudah ludes. Yang suka Asinan Bogor, coba asinan yang masih otentik di Jl. Roda
Oh ya, di beberapa tempat makan di Jl. Suryakencana ini juga hadir makanan non halal, seperti Laksa Pengantin, Soto Mie Pak Agih, Ngo Hiang dan sebagainya.

Kedai Sop Duren Lodaya yang ada di Jl Bangbarung

2. Jalan Bangbarung (Jl. Achmad Sobana)

Kalau yang ini baru beberapa tahun belakangan ini menjadi pusat kuliner. Jl. Ahmad Sobana (yang dulu bernama Jl Bangbarung) yang membentang dari Barat ke Timur sepanjang 3 km ini "memuat" puluhan usaha kuliner. Sebut saja Soto Santan Bang Ali (yang dulu berjualan di Jl Pemuda) sekarang membuka kiosnya di salah satu kedai di ujung dekat pertigaan dengan Jl. Pajajaran. Tidak jauh dari situ ada juga salah satu ikon kuliner Bogor, Sop Buntut Ibu Imas. Bakso Seuseupan dan Bakso Boboho merupakan bakso yang sudah "merajai" ruas jalanan ini sejak lama, bisa disebut sebagai pelopor pusat kuliner bogor di jalan ini. Yang juga menjadi salah satu pelopor kuliner di Jl Bangbarung ini adalah Ayam Geprek Istimewa, resto yang menyajikan menu utama ayam kampung dengan aneka olahan, saat ini ada dua sudah resto Ayam Geprek Istimewa di ruas jalan ini. Buat yang cari seger-seger ada Sop Duren Lodaya yang baru berdiri sekitar tahun 2013 tapi langsung nge-hitz banget, ada juga Es Sekoteng cabang Boper dan Pak Ewok Express, salah satu diversifikasi dari Sop Buah Pake Ewok yang sudah hadir sebelumnya di Jl. Bukit Tunggal. Juga D&D Durian Pancake yang menyajikan durian dengan cara yang berbeda. Di tahun 2014 ini hadir Abuba Steak, resto steak asal Jakarta, dan Nasi Goreng Mafia, cabang Bandung. Untuk ngopi-ngopi hadir Imah Nini dan Rumah Kopi Ranin yang menghadirkan aneka kopi dari pelbagai daerah di Nusantara. Dan yang paling baru bakal hadir cabang Bakso Sony, bakso yang paling kondang di Bandar Lampung. Di ujung timur jalan bangbarung yang bertemu dengan Jl Pandu, kita bisa menikmati masakan Sunda yang ciamik di RM Manjabal, resto cabang Bandung yang terkenal dengan Gurame Bakarnya. Jika mencari menu sarapan ada Ketupat Sayur Dayan dan Nasi Kemangi yang rasanya boleh dipoedjiken. Belok sedikit ke Jl Palayu ada Baso Gulung Bragi yang menyajikan bakso yang unik, digulung dengan kembang tahu. Juga ada mrsgitta cupcake di Jl Artzimar I yang terkenal dengan Devil's Food dan Mini Cupcake -nya.


Ayam Goreng Aroma yang berada di kawasan Taman Kencana

3. Taman Kencana

Taman Kencana adalah salah satu taman di pusat kota Bogor yang menjadi pusat aktivitas masyarakat di Kota Bogor, khususnya anak muda. Tidak heran, di kawasan ini juga hadir beragam kuliner kota Bogor yang perlu "mendapat perhatian". Di sisi Jl Salak kita bisa menemukan Macaroni Panggang, salah satu ikon kuliner sekaligus oleh-oleh yang banyak diburu di kota ini. Di Jl Ciremai Ujung hadir Waroeng Taman, resto anak muda yang menyajikan beragam makanan. Sejajar dengan Waroeng Taman ada Sate H. Ismail, sate kambing dan sate ayamnya layak diacungi jempol. Juga hadir Ayam Aroma, cabang dari Jl. Pahlawan, yang terkenal dengan ayam gorengnya. Bergeser sedikit ke Jl. Pangrango ada Kedai Kita yang terkenal dengan Pizza Kayu Bakar dan Mie Hotplate nya, serta Rumah Apel yang kondang dengan Pia Apple Pie. Dan kalo melangkah sedikit ke Jl. Bukit Tunggul kita bisa menemukan Saung Sop Buah Pak Ewok, yang menghadirkan sop buah cabang dari Bandung ditambah dengan aneka menu lainnya yang ciamik. Di hari minggu pagi, Taman Kencana akan berubah menjadi pasar kaget, semakin ramai penjaja makanan di sini, seperti: susu murni, nasi pecel, cimol, bubur ayam, kupat sayur dan sebagainya.

Sop Buntut Mang Endang di kawasan Air Mancur

4. Air Mancur

Kawasan Air Mancur ini berada di ujung Jl. Sudirman. Dahulu memang ada Air Mancur di sini yang sekarang sudah tidak berfungsi lagi. Tempat ini menjadi pusat kuliner bogor di malam hari, Bubur Ayam Barokah, Bandrek Susu dan Gorengan, Sate, Jajanan Pasar, Sate Padang serta Angkringan merupakan sebagian kuliner yang bisa kita pilih. Sementara di siang hari, paling tidak ada dua ikon kuliner yang harus dicoba di kawasan Air Mancur ini: Martabak Air Mancur dan Sop Buntut Mang Endang.

Toge Goreng Ibu Omah yang berada di samping Toko Roti  Bogor Permai

5. Jalan Sawojajar (samping Toko Roti Bogor Permai)

Kalau kawasan Air Mancur ramainya di malam hari, maka pusat kuliner di Jl Sawojajar ini lebih ramai di pagi dan siang hari. Toge Goreng Ibu Omah yang berlokasi percis di sebelah Toko Roti Bogor Permai merupakan salah satu peracik terbaik kuliner khas Bogor ini. Kemudian Es Sekoteng Boper dan Siomaynya yang aduhai juga menjadi magnet utama di kawasan ini. Tidak hanya itu saja tapinya, kita juga bisa menikmati aneka jenis makanan lainnya yang dijajakan lewat gerobak-gerobak, ada soto mie, soto kuning, pempek, kupat tahu dan sebaginya. Di malam hari ada Mie dan Es Bangka AL yang kedainya nyaris tidak pernah sepi.

Masih banyak tentunya titik kuliner di Kota Bogor yang menarik untuk dikunjungi seperti Jl. Veteran (Jembatan Merah), Jl. Pengadilan, Gg Selot, Kawasan Empang, Jl Sukasari, Jl Pandu dan sebagainya. Bisa juga dilihat di Peta Kuliner Bogor ini. Tapi lima titik di atas cukup banyak menyajikan keragaman kuliner Bogor dalam satu kawasan. Yang perlu menjadi catatan adalah, jika Anda berniat melakukan perjalanan Wisata Kuliner di Bogor tentunya waktu satu hari tidaklah akan cukup dan jangan lupa: Kosongkanlah perut!

Baca Selengkapnya...