Showing posts with label Aceh. Show all posts
Showing posts with label Aceh. Show all posts

Wednesday, November 28, 2007

Kuliner 31 - Mie Kepiting Aceh, Peunayong

Menikmati mie aceh langsung dari daerah asalnya ternyata memiliki sensasi tersendiri. Malam hari (21/11/07) pukul 22.30, saya keluar hotel untuk menikmati udara malam di Banda Aceh atau lebih tepatnya mencari kuliner khas kota ini. Di daerah Peunayong, tempat saya menginap, ternyata ada pusat jajanan kota ini. Puluhan pedagang makanan berkumpul dalam satu lapangan besar untuk menyajikan santapan yang beragam, seperti kerang rebus, sate padang, martabak, aneka juice dan tentunya Mie Aceh.


Mengambil salah satu sudut di tempat makan ini, saya langsung tertarik untuk memesan Mie Rebus Kepiting. Saya pikir yang namanya mie kepiting itu itu hanya sekedar mie rebus dengan serpihan daging kepiting untuk memperoleh aroma binatang bercapit ini. Ternyata yang tersaji di depan saya adalah satu piring mie rebus yang dissajikan dengan satu ekor kepiting utuh.... Hmmmm.... Rasanya? Jangan ditanya... Kepiting yg ukurannya lumayan ini dagingnya sangat pas jika dicampur dengan kuah mie rebus. Harganya pun relatif terjangkau, cukup dengan merogoh kocek 15ribu perak, kita bisa dapat satu porsi mie kepiting.

Untuk minumnya, terdapat pilihan aneka juice yang bisa kita pesan. Tapi saya memilih bandrek susu untuk menemani kuliner malam di provinsi paling barat Indonesia ini, sekaligus pengen tahu perbedaan bandrek di Aceh dengan di Bandung. Walau warnanya agak beda (bandrek disini berwarna agak kemerahan), tetapi rasanya ternyata sama saja. Hangat dan menyegarkan..... Harga : Rp. 5000,-

Kalo anda sedang berjalan2 di kota Banda Aceh, jangan lupa untuk menikmati wisata kuliner malam di daerah Peunayong. Dijamin... :)
Baca Selengkapnya...

Kuliner 30 - Ayam Tangkap, Aceh

Nama makanan ini memang sedikit aneh tapi ternyata banyak sekali tempat makan di Aceh yang menyediakan menu ini. Ya, coretan kuliner ke 30 ini cukup spesial karena datang dari Provinsi paling barat negara kita, Nanggroe Aceh Darussalam. Begitu mendarat di bandara, seperti biasa, tujuan pertama tentunya tempat makan. Kita mampir ke Rumah Makan Khas Aceh Rayeuk yang menyediakan tiga menu utama, Ayam Tangkap, Ikan Bakar dan Sate Matang. Apa sebenarnya Ayam Tangkap ini?


Ayam Tangkap adalah ayam yang dipotong kecil-kecil (sebesar ibu jari) kemudian digoreng kering, kemudian disajikan dengan daun temburu dan cabe hijau yang juga digoreng kering. Walaupun bentuknya daun, karena digoreng kering maka daun temburu ini jadi kaya' kripik. Rasanya sih sebenarnya kaya ayam goreng biasa saja, tapi dengan sajian kripik daun dan cabe hijau goreng ini menimbulkan sedikit cita rasa yang berbeda.

Menu kedua adalah Sate Matang yang ternyata adalah Sate Daging Sapi yang disajikan dengan bumbu kacang. Seperti sate sapi pada umumnya, sate ini rasanya manis, demikian pula dengan bumbu kacangnya. Ternyata di sumatera ada juga makanan manis ya?

Tidak ada yang spesial dengan Ikan Bakar nya. Ikan yang digunakan adalah ikan Kerapu dengan daging yang tebal dan empuk, tapi tidak dibumbui dulu sebelum dibakar. Disajikan dengan bumbu sambal kecap. Ya lumayan lah.

Nah, untuk minumnya ada Es Timun, buah ketimun yang diserut (seperti es blewah) kemudian dikasih air gula dan es. Ini baru mantap, sangat menyegarkan, apalagi saya baru menemupuh perjalanan lebih dari 3 jam dari Jakarta.


OK, coretan berikutnya dari tanah rencong ini tentunya akan lebih menarik...
Oh ya, maaf gak bisa nulis harganya soalnya dibayarin, jadi gak tau hehehe
Baca Selengkapnya...