Showing posts with label Semarang. Show all posts
Showing posts with label Semarang. Show all posts

Monday, December 24, 2007

Kuliner 36 - Oleh-oleh Bandeng Juwana, Semarang


Butuh oleh-oleh dari Kota Semarang? Singgah saja di pusat oleh-oleh kota Semarang yang berada di Jalan Pandanaran. Berderet toko penganan menyajikan berbagai oleh-oleh khas ibu kota Jateng ini, seperti Wingko, Lumpia, Bandeng Presto dan lain-lain. Ada salah satu toko yang cukup besar yang menyediakan banyak pilihan oleh-oleh yaitu Toko Bandeng Juwana.

Toko yang namanya diambil dari produk unggulannya ini memang menyajikan aneka ragam penganan untuk oleh-oleh. Berikut diantaranya:


Bandeng Duri Lunak. Bandeng Juwana dikenal sebagai salah satu merek bandeng presto yang banyak peminatnya. Untuk bandeng duri lunak biasa, dijual dengan harga Rp. 42.500/kg, berisi 4-5 ekor bandeng. Selain itu terdapat berbagai varian bandeng yang dijual disini, sebut saja : Bandeng Dalam Sangkar (digoreng dalam telur), Bandeng Otak-Otak, Bandeng Teriyaki, Bandeng Boneless, Bandeng Vacuum (tahan sampai 3 bulan), dan sebagainya.




Wingko Babat. Dijual dengan brand Dyriana, wingko ini menyajikan berbagai pilihan rasa, seperti rasa kelapa (standar), nangka, coklat, aren sampai varian rasa lainnya seperti durian dan choco chip. Kita dapat membelinya dalam besek isi 20 pcs, dan isinya bisa kita pilih sesuka kita, tentunya dengan harga yang sedikit berbeda untuk setiap rasa.



Ayam goreng tulang lunak. Walaupun tidak terlalu khas semarang, tapi oleh-oleh yang satu ini bisa anda coba untuk dibawa pulang. Ayam yang renyah sampai ke tulang-tulangnya ini disajikan dengan bumbu keremes dan sambel yang serupa dengan sambel bandeng. Seekor bisa kita bawa pluang dengan merogoh kocek Rp. 42.500,-

Soft Cookies, Mini brownies & Brownies Kukus. Selain penganan tradisional, di toko ini juga menyediakan penganan "modern". Soft Cookies salah satunya, berbentuk biskuit besar tetapi empuk dengan taburan butiran coklat. Ini sangat saya rekomendasikan buat para tukang ngemil n pencinta coklat. Selain itu ada juga mini brownies yang dicetak dalam bentuk2 mungil dengan 2 pilihan rasa yaitu coklat dan coklat kopi, dikemas dalam kemasan isi 6 dan isi 12. Ada juga brownies kukus yang besar dengan berbagai pilihan rasa seperti coklat, keju, stawberry dan mint.



Masih banyak lagi pilihan penganan yang bisa dijadikan buah tangan dari toko ini, sebut saja Lunpia Semarang, Moaci, Enting-Enting Gepuk, Krupuk Tahu, Semprong, Madumongso, Jenang, Kripik paru, Gethuk, Wajik dan sebagainya... So siapkan extra bagasi kalo ingin memborong semuanya :))
Baca Selengkapnya...

Kuliner 35 - Nasi Pecel Mbok Sador, Semarang


Masih dari kawasan Simpang Lima – Semarang, ada satu lagi tempat makan pecel yang juga menjadi favorit banyak orang, namanya Nasi Pecel Mbok Sador. Menyediakan tempat yang lebih luas dibanding Nasi Pecel Yu Sri, sajian yang dihidangkan disini tidak jauh berbeda dengan Yu Sri.




Penjaja pecel duduk di tengah tenda dihadapan pecel dan berbagai menu sampingan. Perbedaan yang cukup kentara adalah di bumbunya, sedikit lebih pedas dan berasa. Di sinipun kita bisa dapatkan menu sampingan seperti berbagai jeroan (usus, paru, babat, daging dan lain-lain), peyek teri, sate telor puyuh, sate telor ayam dan lain-lain. Kalau perut gak kerasa kenyang, kayaknya ingin mencoba semua sajian yang ada di meja ini.



Untuk minumnya kita juga dapat memesan segelas es jeruk yang segar. Soal harga, jangan ditanya, kami berlima hanya mengeluarkan uang tak lebih dari 60rb total untuk semua makanan dan minuman yang kami santap. Jadi kalo jalan-jalan di Simpang Lima-Semarang jangan ragu-ragu untuk menyantap satu pincuk nasi pecelnya Mbok Sador. Selamat menikmati….
Baca Selengkapnya...

Tuesday, December 11, 2007

Kuliner 34 - Tahu Petis Prasojo


Buat yang nyari cemilan sore/malam hari di daerah simpang lima - Semarang, bisa mencoba sajian gorengan yang dijajakan di Tahu Petis Prasojo.
Menghadirkan "menu" special Tahu Petis, kedai ini juga menyajikan pilihan gorengan lainnya seperti tempe mendoan, tahu susur, pisang goreng dan lain-lain.
Saya yang memang sudah lama kepingin tahu petis langsung memesan 10 potong untuk dimakan di kamar hotel. Sudah terbayang kenikmatannya...



Berbahan dasar tahu putih yang digoreng tanpa bumbu, kemudian dipotong bagian tengahnya untuk diselipkan bumbu petis.
Buat yang tidak biasa mungkin agak jijik dengan petis yang diselipkan di antara tahu goreng ini. Petis ini merupakan "keluarga" terasi yang dibuat dari olahan udang atau pindang. Bentuknya saos hitam (seperti gemuk oli :)) dan rasanya manis. Sangat cocok jika dimakan dengan cabe rawit untuk menetralisir rasa manis yang cukup kuat dari petisnya.

Dengan harga sepotong 800 rupiah, saya pikir kenikmatan yang diberikan lebih dari itu :) Sangat enak disantap sambil minum teh dan nonton TV. Hmmmm, yummiii.....
Baca Selengkapnya...

Thursday, December 6, 2007

Kuliner 33 - Nasi Pecel "Yu Sri", Semarang


Ternyata di Semarang ada juga tempat makan pecel yang enak. Lokasinya di Simpang Lima, namanya Nasi Pecel "Yu Sri". Diajak oleh Pak Suroto, teman saya dari Depkominfo, kami beserta rombongan lainnya langsung meluncur ke Simpang Lima yang jaraknya hanya sekitar 10 menit dari hotel Pandanaran untuk menikmati nasi pecel ini.

Buka sejak pukul 17.00, warung ini tidak pernah sedikitpun sepi. Pengunjung terus mengalir untuk menikmati nasi dengan sayuran rebus yang diberi bumbu kacang ini, dan disajikan diatas pincuk daun pisang.
Penjaja makanan tidak pernah berhenti, benar-benar tidak pernah berhenti, untuk mengambil nasi, sayur, lauk pauk lainnya dan kemudian mengguyurnya dengan bumbu pecel. Kita pun harus menunggu giliran untuk dapat tempat duduk di warung kecil ini, dan setelah selesai makan rasanya tidak enak berduduk lama-lama karena sudah banyak orang yang berdiri untuk menanti giliran agar bisa duduk makan.

Sebagai lauk pendamping kita bisa memilih banyak jenis penganan. Salah satu yang paling laris adalah sate keong. Selain itu jeroan seperti Paru, Babat, dan Usus juga menjadi favorit lauk pendamping.Jeroan ini digoreng basah, seperti dibacem lah. Tahu dan Tempe juga pasti tersedia, selain peyek udang. Saya sendiri memilih lauk pendamping babat,telor ceplok, sate usus ayam dan sate ati ampela. Hmmmmmmmm, yummi banget deh pokoknya, walaupun bumbu kacangnya masih lebih dahsyat bumbu pecel SGPCnya Jogja.

Dan yang lebih hebat lagi, harganya juga murah. Makan ber-enam dengan tiap orang mengambil sate cukup banyak, jeroan dan lainnya, tentu dengan disertai minum teh botol, kami cukup membayar 69rebu perak :) Kesimpulan: Jika kamu ke Semarang sempatkan untuk ke Simpang Lima, menikmati kuliner tradisional Nasi Pecel "Yu Sri"
Baca Selengkapnya...

Tuesday, December 4, 2007

Kuliner 32 - Lumpia "Mataram", Semarang


Kota Semarang terkenal dengan Lumpia (lunpia), Bandeng Presto dan Wingko Babatnya. Minggu pertama Desember saya berkesempatan untuk mengunjungi ibu kota Provinsi Jawa Tengah ini, menginap di hotel Pandanaran di daerah Simpang Lima. Sangat beruntung saya dapat hotel ini karena dekat dengan pusat jajanan di Jalan Pandanaran. Malam pertama langsung saya habiskan untuk menelusuri jajanan di sepanjang jalan ini, dan fokus saya pertama tentunya adalah mencari Lumpia untuk cemilan malam hari, ditemani teman saya Mas Solikhin dan wartawan IT yang cukup kondang, Donny BU. Setelah sedikit menelusuri jalan ini akhirnya kami memilih yang terdekat di ujung jalan, karena kayaknya mau beli yang mana juga, lumpianya sama-sama aja.


Lunpia Semarang "Mataram", begitu nama tokonya. Seperti toko lainnya, Makanan berbahan dasar rebung di toko ini juga dapat disajikan dengan digoreng atau basah, serta dengan beberapa pilihan isi seperti kepiting, ayam, udang dan telur, menunya bisa dilihat di gambar berikut:


Kami memesan lumpia goreng dan basah yang standar, dengan isi ayam, udang dan telor (Rp. 2.500/pc) serta lumpia kepiting telor dengan ukuran yang agak lebih besar (Rp. 6000/pc). Saya sih lebih suka rasa yang lumpia standar. Disajikan dengan acar timun, cabe rawit dan bawang daun, serta bumbu kental yang khas. Malam ini saya menghabiskan satu lumpia kepiting telor, 2 lumpia basah dan satu lumpia goreng. Padahal baru makan malem... gimana gak makin buncit nih? :(((

Tapi kalo ke Semarang emang kudu yang namanya menikmati makanan yang lumpia ini. Nulis blognya aja sampe ngiler...
Baca Selengkapnya...