Showing posts with label Padang. Show all posts
Showing posts with label Padang. Show all posts

Friday, June 15, 2007

Kuliner 11 - Juice Ketan Hitam & Juice Pinang Muda


Satu lagi dari hasil dari wisata kuliner di kota Padang, selain makanan khas, daerah ini juga menyajikan banyak minuman khas. Salah satu diantaranya adalah Juice Ketan Hitam. Rasanya benar-benar segar, walau terkesan terlalu manis (bahasa sundanya giung). Setelah saya amati, walau makanan khas Padang jarang sekali yang manis, akan tetapi untuk minuman ataupun makanan ringan (snack) dari provinsi ini cenderung sangat manis.


Selain juice Ketan Hitam, saya juga sempat mencicipi juice Pinang Muda. Berbeda dengan juice pinang muda yang saya rasakan di RM Pak Datuk beberapa bulan yang lalu, di padang, tepatnya di restoran hotel Pangeran Beach, juice ini tidak disajikan dingin tetapi panas. Rasanya pun tidak seperti yang saya ceritakan dulu, tapi ada aroma jahenya disana, mirip sekali dengan minuman Saraba, yang merupakan minuman khas kota Gorontalo.

Ada satu lagi, minuman unik dari kota ini. Di malam hari saya iseng jalan2 di depan hotel untuk mencari makanan. Ketika sedang membeli sate padang di pinggir jalan, di sebelahnya saya melihat ada tukang jamu yang sedang melayani banyak pengunjung untuk membeli minuman berwarna hijau. Ternyata minuman itu cingcau, disajikan dengan beberapa pilihan sirup seperti sirup jeruk nipis dan kelapa. Saya mencoba membeli satu bungkus, lumayan lah untuk menghilangkan panas dalam hehehe
Baca Selengkapnya...

Thursday, May 31, 2007

Kuliner 10 - Sate Padang dan Es Durian (Padang)


Coretan kali ini merupakan posting kedua Wisata Kuliner dari Ranah Minang. Setelah tulisan pertama banyak bercerita kuliner dari Padang Panjang, kali ini saya akan bercerita tentang Sate Padang di Indarung dan Es Durian di Kota Padang. Kebetulan pada pertengahan Mei 2007 saya mendapat kesempatan kembali ke Padang, untuk menjadi nara sumber dalam Diklat TIK dan eGovernment yang diselenggarakan oleh Badan Litbang SDM, Depkominfo. Kesempatan menikmati Sate Padang saya baru bisa peroleh di hari ke 3, setelah beberapa peserta mengajak saya dan teman saya, Susilo, untuk menikmati Sate Padang di dekat tempat diklat, di Indarung, Padang Besi.

Berbeda dengan Sate Mak Syukur di Padang Panjang, Sate Padang di warung kecil pinggir jalan ini menggunakan gagrak Pariaman, yang kuahnya agak kemerahan. Menurut Pak Bondan Winarno, warna kemerahan pada kuah sate pariaman didapat dari cabe yang membuatnya lebih menggigit. Rasanya, nikmat sekali man... Mungkin karena saya sudah ngidam sate padang sejak minginjakkan kaki di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) tapi baru kesampean di hari ke-3 :) Walau hanya warung kecil pinggir jalan, tapi daging dan kuah sate yang disajikan benar2 luarr biasaa..


Esok harinya, rombongan peserta lain dari Kabupaten Solok, dipimpin oleh Mr. Muhammad, mengajak kami untuk menikmati salah satu kuliner yang banyak dikunjungi orang di Kota Padang yaitu Es Durian Ganti nan Lamo. Berbeda dengan Es Durian di Bandung, misalnya di Mie Akung atau di Mie Ayam di Tubagus Ismail, dimana durian disajikan masih dalam bentuk gelondongan, di sini es durian sudah berbentuk lumer. Disajikan dalam mangkok, pertama diisi dengan bubur pacar dan kelapa muda, kemudian es yang sudah diserut, di atasnya baru dibanjur lumeran durian dan dikasih susu coklat kental manis. Rasanya? Kalau anda ke Kota Padang, tempat ini WAJIB dikunjungi :) Tempatnya ada di sekitar jembatan Siti Nurbaya (sori lupa mencatat nama jalannya) Kita bisa menikmati es durian ini dengan berbagai menu lainnya seperti sate padang, gado-gado padang, pempek dan lain-lain. Di dinding warung ini dipajang foto-foto selebritis yang pernah berkunjung mulai dari Azwar Anas, Hetty Koes Endang, sampai artis2 sinetron masa kini.

Selamat berwisata kuliner....

Score (1-10)
Sate Padang Indarung : 8
Es Durian Ganti nan Lamo : 9
Baca Selengkapnya...

Tuesday, February 20, 2007

Kuliner 04 - SMS & RM Pak Datuk Padang Panjang



Setelah dari Makassar, sebenarnya perjalanan saya berlanjut ke kota Palangkaraya. Tetapi sayang, ketika orang sini ditanya makanan khas mereka malah bingung sendiri, akhirnya kita hanya makan di RM Padang biasa dan ayam goreng pinggir jalan. Nggak ada yang istimewa.

Beberapa hari kemudian, tepatnya tanggal 16 Desember 06, saya diajak untuk pergi lagi ke Padang Panjang. Mendarat di Bandara Internasional Minangkabau siang harinya, kita langsung meluncur untuk makan siang di Kota Padang. Saya dibawa ke The Mirama, Cafe & Seafood Restaurant, di Jl. Gereja 38.

Seperti biasa, kalo ada menu ikan bakar atau seafood saya pasti langsung pesan itu. Tak lama, sepotong ikan bakar langsung tersaji di hadapan saya. Nah ini lain lagi, kalo di Makassar ikan dibakar nyaris tanpa bumbu, di sini ikan bakarnya sangat berbumbu, dan bukan kota Padang namanya kalo bumbunya gak pedas. Ikan bakar disini benar-benar berwarna "merah". Tapi gak tau karena emang enak atau favorit saya memang ikan bakar, saya benar2 menikmati makan siang saya kali ini. Walaupun sesudahnya, kalo kata orang Sunda, seuhah-seuhah kepedesan. Dan tak pelak, butir-butir keringat pun mengucur dari dahi.Setelah makan siang saya bermaksud untuk mencari hotel di Padang dan baru berangkat ke Padang Panjang keesokan harinya. Tapi apa mau dikata, ternyata kunjungan saya kali ini berbarengan dengan kedatangan RI 1. Otomatis semua hotel penuh, kayanya semua gubernur se Sumatera kumpul semua di kota Padang saat itu. Alhasil perjalanan langsung dilanjutkan ke Padang Panjang.

Menjelang maghrib saya tiba di Padang Panjang. Dan langsung makan malam, karena sang sopir akan segera kembali ke kota Padang sebelum kabut turun. Saya diajak makan di rumah makan padang yang cukup terkenal yaitu RM Pak Datuk. Di tengah udara dingin, masakan padang yang tersaji di meja memang menggugah selera dan hal itu tidak saya sia-siakan. Tunjang dan otak merupakan favorit saya kalo mampir ke RM Padang. Tetapi yang saya rasakan spesial di sini adalah karena untuk pertama kalinya saya mencoba minum yang namanya Jus Pinang. Rasanya kaya jus melon tapi meninggalkan rasa sepat sedikit di lidah. Yang jelas Jus Pinang ini sangat saya rekomendasikan bagi anda yang belum pernah mencobanya.

Keesokan harinya, setelah acara selesai, saya mencari tempat untuk brunch. karena memang sedari pagi saya belum sempat sarapan. Kali ini saya diajak ke tempat yang juga konon cukup legendaris yaitu Sate Mak Syakur yang menyajikan menu Sate Padang. Berbeda dengan sate padang yang biasa saya makan, di RM ini daging satenya renyah, seperti digoreng, bukan dibakar. Rasanya? Mmmmm, wajar saja tempat ini menjadi legendaris. Bahkan SBY pun menyempatkan diri mkan dsini, tampak photo beliau yang sedang menyantap Sate Padang Panjang ini. Saya baru tahu juga bahwa sate padang tuh ada dua jenis, Sate Padang Pariaman dan Sate Padang Panjang (untuk jelasnya lihat di sini).


Wisata kuliner di ranah minang ini ternyata begitu menyenangkan...


Score:
Ikan Bakar Mirama : 7,5
Juice Pinang : 8
Sate Padang Mak Syakur : 8,5

Baca Selengkapnya...