Showing posts with label Bandung. Show all posts
Showing posts with label Bandung. Show all posts

Saturday, March 1, 2008

Kuliner 47 - Nasi Bancakan, Bandung

Kalau Resto "Bumbu Desa" sukses mengusung slogan masakan kampung masuk kota dengan tempat makan yang modern, di Bandung sekarang muncul rumah makan sunda yang bener-bener "kampungan". Tidak hanya makanan yang menonjolkan cita rasa Sunda jaman dulu, seluruh suasana dan interior juga disetting sangat "kampungan". Suasana ini langsung menyergap kita ketika kita menginjakkan kaki masuk ke restoran ini. Mang Barna, salah satu pemilik resto ini selain Bi Oom, dengan pakaian "kebesarannya" dengan ramah akan menyapa kita di pintu depan. Dinding restoran tidak dihiasi oleh lukisan atau poto-poto artistik, tetapi ditempeli berbagai poster mulai dari poster india, band-band indonesia masa kini, dangdut, rolling stone, dan lain-lain. Poster-poster ini diseling dengan lukisan pemandangan yang memperkuat image kampungan yang sedang dibangun. Wajah Bung Karno juga muncul dalam kalendar yang dipasang di dinding. “Anu penting mah, aya gambar na pak SBY pamingpin urang jeung wakil na cep" (yang penting ada gambar Pak SBY, pemimpin kita dan wakilnya, Mas), “ ujar mang Barna pada Jurnal Indonesia mengenai poster-poster yang dipajang di warungnya. Memang beliau tidak lupa memasang poto pemimpin kita, pernah anda perhatikan berapa banyak tempat makan yang memasang poto presiden RI? :)) Jadi, dimana kita bisa menemukan resto yang unik ini?


Nasi Bancakan, demikian nama "warung" ini. Berlokasi di Jl. Trunojoyo no. 62 Bandung, bersebelahan dengan resto Sambara, berjarak sekitar 300 meter dari Gedung Sate. Makanan yang disajikan di Nasi Bancakan ini tentunya khas sunda, tetapi dengan beberapa pilihan masakan unik jaman baheula, yang jarang ditemuin di tempat lain. Selain makanan standar seperti ayam goreng, sayur asem, perkedel, aneka pepes dan lain-lain, kita juga bisa menemukan makanan yang mungkin terdengar asing bagi sebagian orang, sebut saja ceos kacang merah, gejos cabe hejo, hampas kecap, tumis lember, tumis kadedemes, tumis suung dan masih banyak yang lain. Untuk nasi, kita bisa memilih Nasi Liwet atau Nasi Daun. Harga? Relatif sangat terjangkau, mulai dari 500perak (krupuk aci) sampai 7000perak (cumi oli). Rata-rata 5000perak lah...

Oh iya, makanan-makanan tersebut disajikan dalam "baskom" seng putih dengan corak bunga-bunga, oldies banget lah. Tidak cukup dengan itu, kita pun akan memakan makanan itu diatas piring seng dan gelas seng yang mungkin sekarang udah gak ada yang jual lagi. Acung dua jempol untuk totalitas dalam membangun image kampungan di resto ini.

Buat minum saya pilih Es Kopi Nyereng (1500perak). Kopi hitam dengan susu kental manis, dibanjur air soda dan es. Rasanya? bener2 unik, saya belum pernah menemui tempat makan yang menyajikan menu itu. Atau bisa juga pilih Bandrek, minuman khas sunda berbahan dasar jahe. Hangatnya sampe ke badan.


Dan untuk dessert, tersedia kue balok. Apa itu? Kue jadul yang mirip dengan pukis, tetapi uniknya dimasak dengan arang (atas dan bawah), kehangatan dan kematangannya merata di seluruh kue. Gak usah banyak cerita, langsung aja meluncur ke warung Nasi Bancakan, dan anda akan menemukan sensasi tersendiri. Tapiiii (mengutip spanduk yang terpampang besar di ruang tengahnya), "Omat... lamun dahar lima ulah ngaku hiji, da Gusti mah Maha Uninga, sing karunya ka emang, hehehe" (Ingat... kalau makan lima jangan bilang satu, Tuhan Maha Mengetahui, kasihan dong sama Mang Barna, hehehe)



Baca Selengkapnya...

Friday, February 1, 2008

Kuliner 43 - Bakso Malang ENGGAL, Bandung

Bakso kayanya sudah menjadi kudapan nasional, belum pernah saya menemukan orang yang tidak suka "bola-bola daging" ini. Bakso malang merupakan salah satu varian makanan ini. Di kota Bandung, saya menemukan ada dua "warung" bakso malang yang cukup banyak digemari orang, yaitu MANDEEP yang terletak di daerah Taman Citarum (Masjid Istiqomah) dan ENGGAL yang berlokasi di Jl. Burangrang No.12 (dekat SMA BPI). Saya akan mereview tempat yang terakhir yaitu Bakso Malang Enggal.


Sudah beberapa kali saya tidak jadi singgah di tempat ini gara-gara setiap kali mau masuk antrian orang yang tengah mengambil makanannya cukup panjang, padahal ketika jaman SMA dulu, bakso malang Enggal hanya gerobak kaki lima, yang berada di seberang tempatnya sekarang ini. Apa sih rahasianya? Yaaa, jangan tanya saya, tanya ama yg punya kali yah hehehe


Masuk ke tempat makan ini, kita diminta langsung memilih "isi" mangkuk kita. Untuk yg kering tersedia siomay goreng, baso goreng dan kresol Sedangkan untuk basahan kita bisa mengambil siomay, tahu baso, bakso besar urat, bakso besar halus dan bakso kecil. Supaya mudah, kita juga dapat memesan 4 paket yang disediakan. Paket A yang berisi semua item di atas dapat dinikmati dengan harga Rp. 8000 (sudah termasuk teh botol). Setelah memilih, maka kita dapat langsung membayar dan pesanan kita akan dibawakan ke meja yang tersedia.


Semangkuk bakso malang hangat dapat segera kita santap untuk menemani dinginnya udara bandung. Anda bisa mengunjungi Bakso Malang ENGGAL mulai pukul 9 pagi sampai dengan 10 malam, semakin larut biasanya tempat ini semakin ramai, apalagi saat weekend. Selamat mencoba....
Baca Selengkapnya...

Friday, January 18, 2008

Kuliner 41 - Gurame Bakar Cobek Hot Plate

Sudah lama saya melihat plang rumah makan Cibiuk di beberapa tempat di Bandung dan Bogor. Tapi saya baru mengunjungi rumah makan yang mengagungkan Sambel Khas Cibiuk ini ketika saya tengah berjalan dari Garut menuju Bandung (18/01/'08), tepatnya di Jl. Otto Iskandardinata, Garut. Langsung melangkah ke Lantai 2, Rumah makan yang menyajikan menu khas Sunda ini juga memberikan view sawah dan pegunungan yang cukup asri. Sangat nyaman untuk makan sambil bersantai.

Berikut saya coba review beberapa menu yang kami pesan saat itu di rumah makan yang katanya berpusat di daerah Limbangan, Tasikmalaya.

Gurame Bakar Cobek Hot Plate, rekomendasi saya nomor 1. Gurame dengan ukuran sekitar 500gr ini, digoreng terlebih dahulu sebelum dibakar. Ini bisa terlihat dari bagian kepalanya yang renyah. Disajikan di atas hot plate, dengan dilapisi daun pisang, gurame ini akan tiba di meja kita panas-panas dengan asap mengepul. Yang istimewa adalah bumbunya, olahan oncom dengan rasa manis pedas, dengan sigap membalur seluruh badan gurame ini, mengajak kita untuk menemukan cita rasa khas sunda yang akan sulit ditemukan di rumah makan sunda lain. It's very highly recommended. Harga : Rp. 33.000,-


Sambal Cibiuk Ijo, menu yang menjadi andalan rumah makan Cibiuk. Dengan slogan "Seu hah..! Pedas tapi tidak Panas", sambal ini memang unik. Dengan irisan tomat hijau, kita akan menemukan sensasi pedas di lidah kita, yang dapat menstimulus indera pengecap agar dapat menikmati lebih dalam menu-menu lain yang tersaji apik di meja makan kita. Sayang saya lupa untuk ikut mengecap sambal Cibiuk merah yang memiliki nilai pedas yang lebih tinggi. Harga : Rp. 2.000 plus Lalapan


Tumis Genjer Oncom, ini adalah menu sunda favorit saya, sayangnya hanya sedikit rumah makan sunda yang menyajikan menu ini. Selain di Cibiuk, menu ini pernah saya temui hanya di Bumbu Desa. Cita rasa oncom memang menjadi tumpuan dari masakan ini, rasa manis pedas akan segera menyergap rongga mulut kita begitu suapan pertama, ditambah dengan kontur genjer yang lunak tapi tetap nyakres ketika digigit. Sayur genjer terkenal dengan kandungan seratnya yang tinggi, sehingga kenikmatan yang kita rasakan berbanding lurus dengan khasiat yang kita dapatkan. Harga : Rp. 6.000

Reuceuh Bonteng, menu ini mungkin terdengar asing bagi sebagian dari kita. Bonteng adalah timun dalam bahasa Sunda. Reuceuh Bonteng adalah makanan yang bahan dasarnya adalah timun dengan diberi bumbu hampir sama dengan karedok tapi tanpa kacang. Asam, gula jawa, cabai dan cikur dengan racikan yang tepat membuat menu yang satu ini begitu istimewa menari di lidah kita. Harga : Rp. 3.000



Daweugan, nah untuk minumnya rasanya cocok kalo kita memesan sebutir utuh Kelapa Muda, yang dalam bahasa sundanya disebut dengan Daweugan. Kesegaran natural akan mengalir di kerongkongan kita berpadu dengan daging buah kelapa muda yang terasa lembut di sela gigi kita. Terasa lengkaplah sudah jamuan sunda ini. Harga : Rp. 7.500
Baca Selengkapnya...

Tuesday, January 15, 2008

Kuliner 40 - Yoghurt Cisangkuy - Bandung

Buat yang suka jajan di Bandung tentu gak asing lagi dengan Yoghurt Cisangkuy, tempat nyeruput yoghurt yang sangat legendaris di kota Bandung. Cisangkuy sendiri diambil dari nama jalan lokasi tempat wisata kuliner ini berada. Terletak di kawasan tengah kota, di daerah Gedung Sate, selain menyajikan minuman yoghurt yang sangat segar, tempat ini juga menjual suasana hommy dan sejuk khas kota Bandung, dengan rindangnya pepohonan baik di dalam halaman rumah maupun di luar rumah yang merupakan salah satu taman kota di Paris van Java ini.



Apa yang begitu spesial dari rasa yoghurt Cisangkuy ini? Saya pribadi tidak terlalu suka yoghurt sebenarnya, karena rasanya yang asam. Akan tetapi ketika menyeruput segelas yoghurt cisangkuy ini, kita akan menemuukan cita rasa yoghurt yang berbeda, tidak terlalu asam (bahkan cenderung manis) serta tidak terlalu kental. Hmmm, apalagi buat orang yang tidak terlalu suka susu, mencicipi yoghurt ini bisa membuat kita lupa bahwa minuman ini berbahan dasar susu yang difermentasi.



Berbagai aneka rasa yoghurt dapat kita cicipi di tempat ini, sebut saja strawberry, grape, lychee, mocca, vanila dan lain-lain. Selain itu kita juga dapat memilih cara penyajiannya seperti juice (buah dan yoghurt di blend bersama), non juice (buah dan yoghurt tidak diblend) atau special juice (buah dan yoghurt di blend bersama plus potongan buah segar yang menyertainya). Semua pilihan yoghurt ini dapat kita nikmati dengan harga yang relatif cukup murah yaitu berkisar antara 7rebu sampai 9 rebu perak. Misalnya, untuk yoghurt yang saya pesan yaitu Strawberry Special Yoghurt Juice harus ditebus dengan uang Rp. 8.500,-.



Sebagai teman minum yoghurt, tempat makan ini juga menyediakan beberapa makanan yang
light seperti burger, hot dog, baso, gado-gado dan lain-lain. Saya sempat memesan Kentang Goreng Sosis dan Chicken Cream Soup untuk anak saya. Kentang Goreng Sosis merupakan salah satu menu yang paling sering dipesan selain yoghurtnya tentu. Tidak terlalu istimewa menurut saya, tapi bumbu yang disajikan memang berbeda. Alih-alih menyediakan Sambal atau Saos Tomat, Kentang Goreng Sosis ini malah didampingi dengan Saos Barbeque. Satu porsi dapat ditebus dengan harga 13rebu perak



Chicken Cream Soup nya juga tidak telalu istimewa. Tampak seperti cream soup instan tetapi ditambah dengan potongan-potongan ayam sehingga rasanya tidak terlalu plain. Yah mungkin memang spesialisasi dari tempat makan ini memang yoghurt jadi untuk side menu lainnya tidak dapat menggugah selera. Semangkuk cream soup ini dapat ditebus dengan harga sebelas rebu perak.



Nah, ada lagi yang istimewa dari Yoghurt Cisangkuy ini. Selain menu yang disajikan oleh tempat makan ini, kita juga dapat memesan makanan lain yang dijajakan di pelataran luar. Ada tiga jenis makanan yang saya lihat mangkal di depan yoghurt cisangkuy. Yang pertama adalah baso tahu-siomay, kemudian tukang sate, yang menjajakan sate sapi dan sate ayam, serta serabi. Saya coba untuk memesan sate sapi. Disajikan dengan lontong, sate ini dilumuri kuah kacang yang kasar dan kental serta dilapisi dengan kecap manis. Seporsi sate ayam/sapi dapat ditebus dengan harga 10ribu rupiah saja. Jika kita ingin sate daging murni alias tanpa lemak cukup dengan menambahkan ekstra 2ribu rupiah.

Jadi, kayanya kalo lagi jalan-jalan atau pengen nyante leyeh-leyeh sembari menikmati kesegaran kota Kembang setelah capek berbelanja di FO, langsung saja luncurkan kendaraan anda ke Jl. Cisangkuy (daerah Jl. Diponegoro/Gedung Sate/Gasibu). Disana akan langsung anda temukan jejeran mobil yang lagi parkir, yang penumpangnya mungkin sedang menikmati segelas yoghurt dingin di Yoghurt Cisangkuy.

Baca Selengkapnya...

Wednesday, December 26, 2007

Kuliner 38 - Garang Asem Iga Sapi, Bandung

Bagi anda yang sedang jalan-jalan di Kota Bandung dan lagi mencari tempat makan yang nyaman bersama keluarga ataupun dengan teman-teman, silakan arahkan kendaraan anda ke Jl. Naripan no. 92C atau Jl. Trunojoyo no.29 (sekitar dago). Cari rumah makan yang bertajuk Kedai Nyonya Rumah. Menyajikan tempat yang cozy dan cita rasa masakan yang luar biasa, tempat makan ini memang sangat cocok untuk bersantap sambil menikmati sejuknya udara Bandung karena dekorasi interior tempat makan ini begitu asri.


Didirikan oleh sang Nyonya Rumah, Ibu Julie Sutarjana, rumah makan ini konon menyediakan 90% resep masakan hasil karya sang pendiri. Tidak heran karena Ibu yang sudah berusia 85 tahun ini salah satu pengisi rubrik dapur kita di harian Kompas sejak tahun 1970-an. Berbagai menu yang tersaji di Kedai Nyonya Rumah ini tentunya sudah teruji kenikmatannya. Sebut saja beberapa menu yang kami pesan berikut:


Garang Asem Iga Sapi. Merupakan favorit saya di tempat ini. Iga sapi yang diramu dalam kuah garang asem yang segar dengan rasa asam manis. Menu ini disajikan dalam panci kecil yang diberi api kecil untuk dapat menjaga kehangatannya, dan jangan takut kekurangan daging, menu yang satu ini memberikan kita daging iga dengan porsi yang cukup besar, bahkan menurut saya cukup untuk dua orang. Dan semua itu bisa kita nikmati dengan harga Rp. 25.000,- saja. Hmmm…. Sangat saya rekomendasikan...


Nasi Goreng Ny. Rumah. Menu yang ini adalah faovorit istri saya, dengan bummbu khas Nyonya Rumah, nasi goreng ini disajikan dengan irisan ayam, udang goreng tepung, telur dadar, dan yang cukup unik adalah irisan daging asap di atas nasi gorengnya. Harganya Rp. 22.500.




Nasi Ulam. Merupakan nasi campur khas Ny. Rumah, yaitu semacam nasi uduk yang dibumbui rempah-rempah khusus, disajikan dengan ayam goreng kemiri, potongan telur dadar, ikan teri, sambal goreng tempe dan tentunya kerupuk + sambal. Untuk menu ini anda harus merogoh kocek Rp. 23.500,-





Nasi Tutug Oncom. Makanan khas sunda ini juga memberikan cita rasa yang unik khas Ny. Rumah. Disajikan dengan Ayam Goreng, tahu tempe goreng, dan kerupuk, menu ini bisa “ditebus” dengan harga Rp. 23.500,-





Tahu Gimbal. Buat yang ingin makanan yang agak light, bisa memilih menu ini. Potongan tahu yang disajikan dengan gorengan udang, sayuran, emping dan semangkuk bumbu petis yang lezat, dapat kita nikmati dengan harga Rp.13.000,-





Selain makanan khas Indonesia, rumah makan ini juga menyediakan berbagai makanan khas eropa, sehingga dapat memanjakan lidah dengan beraneka selera. Minuman tradisional seperti es tape kelapa muda, es cingcau hijau, dan cendol pun dapat anda nikmati berdampingan dengan minuman “modern” seperti es cappucino, milkshake dan lain sebagainya. Bagi penggemar teh rasa buah tersedia juga teh dengan rasa lychee, peach dan raspeberry dengan harga Rp. 5.500 per gelasnya.

Satu lagi, Kedai Nyonya Rumah juga menyajikan beraneka makanan kecil (cake) yang bisa kita bawa pulang ataupun disantap di tempat. Sebut saja bolu gulung, bitterbalen, tahu berontak, risoles, kroket, roti goreng, aneka tart dan lain sebagainya, dengan cita rasa yang juga aduhai, karena merupakan resep racikan sendiri.

Ok, keliatannya saya perlu berkunjung lagi ke Kedai Nyonya Rumah ini agar dapat mencoba menu lainnya buat coretan saya berikutnya, terutama menu Nasi Iga Sapi Bakar, hmmmm judulnya aja udah bikin ngiler kan. So… Welcome to Paris van Java, the flower city that has changed into the shopping and culinary city :)

Baca Selengkapnya...

Thursday, November 1, 2007

Kuliner 26 - Suis Butcher (Jilid II) Bandung

Coretan saya yang kedua untuk Suis Butcher. Kayanya memang masih banyak yg bisa ditulis dari tempat makan ini. Kunjungan saya ke tempat makan yang berlokasi di Jalan Riau (RE. Martadinata) No. 201, Bandung ini, masih dalam libur lebaran 1428 H. Coretan ini akan membahas satu persatu menu makanan yang kami pesan. OK, R U ready to ngiler? :-)

Lambchop, steak berbahan dasar daging kambing ini merupakan salah satu menu favorite dari Suis Butcher. Daging kambing yang empuk, disajikan dalam saus BBQ, dilengkapi dengan potongan sayur dan kentang goreng. Tapi jangan kecewa jika Anda tidak kebagian menu ini jika berkunjung ke Suis karena menu ini cukup banyak digemari. Harga : Rp.28500 (+ PPN 10%)



Tenderloin Parmegiana, salah satu menu utama lainnya yang terdiri dari grill tenderloin, cheese lettuce dan kentang bumbu. Selain daging tenderloin yang empuk, rasa kentang bumbunya pun cukup unik, Sangat layak untuk dicoba. Harga Rp. 28500 (+ PPN 10%)





Spaghetti with Salad, kita bisa merasakan cita rasa perpaduan saus bolognaise dan thousand islands pada menu ini. Sebenarnya terdapat dua pilihan saus untuk spaghettinya yaitu bolognaise dan carbonara. Disampingnya akan disajikan salad segar dengan saus thousand island yang menghasilkan cita rasa tersendiri jika dipadukan dengan bumbu bolognaisenya spaghetti. Harga : Rp. 17500 (+ PPN 10%)



Salad ala Suis, semangkuk salad segar berisikan lettuce, paprika, jagung manis, daging asap, keju, dengan guyuran saus thousand island. Yummmmiiiiii...... Harga : Rp. 9500 (+ PPN 10%)







Orange Squash - Avocado Juice, untuk minum kita bisa memilih orange squash (orange juice dengan air soda) yang menyegarkan. Kita juga bisa memilih avocado juice, jus alpukat dengan sentuhan susu coklat. Dua-duanya bisa kita pilih sebagai minuman selepas menikmati hidangan steak di Suis Butcher. Harga : OS Rp. 7500 - AJ Rp.8500 (+ PPN 10%)


Ngiler kan? :))))
Baca Selengkapnya...

Kuliner 25 - Mie Aceh "Cie Rasa Loom", Bandung


Anda penggemar Mie Aceh? Jika ya, kalo lagi di Bandung, berarti anda harus mampir ke Kedai Aceh Cie Rasa Loom yang berlokasi di Jl. Buah Batu 158, tepat di seberang Super Indo Buah Batu. Tempat makan ini menyajikan beraneka kuliner khas dari propinsi paling barat di negara kita ini. Selain Mie Aceh (goreng atau rebus) kita juga bisa menemukan santapan lainnya seperti Nasi Goreng Aceh, Martabak Aceh, Martabak Kari Kambing, dan Roti Cane.

Untuk minumnya, kita bisa mencicipi minuman khas seperti kopi saring, kopi telor, Teh tarik+ susu, selain minuman biasa seperti soft drink dan aneka juice. Dalam pembuatan kopi dan teh tersebut kita bisa melihat aksi dari si peracik minuman dalam pengolahannya. Kopi atau teh yang berada dalam saringan yang dimasak dalam air mendidih diangkat dan langsung dikucurkan ke dalam gelas kecil. Sayang, karena makanan yang saya pesan akan dibawa pulang (take away) saya jadi tidak sempat menyeruput kehangatan minuman-minuman tersebut.

Bagaimana dengan cita rasa makanannya? Saya memesan Mie Goreng Special dan Martabak. Mie gorengnya tentu berbeda dengan mie goreng yang biasa kita temui. Dengan bahan dasar mie khusus yang berwarna lebih tua dan memiliki ukuran lebih besar dari mie biasa, dan kemudian dimasak dengan bumbu khusus (konon katanya mie aceh yang asli menggunakan ganja sebagai pelengkap bumbunya) maka kita akan mendapatkan mie goreng yang lezat dengan aroma pedas yang mantap. Mie ini disajikan dengan potongan timun, tomat dan bawang merah. Sedangkan martabaknya sepintas mirip dengan telor dadar biasa, tapi ketika digigit baru terasa perbedaannya. Martabak ini menggunakan roti cane sebagai "kulitnya", dan dengan rasa yang gurih dan sedikit pedas, martabak aceh ini enak untuk disantap sebagai cemilan ataupun untuk lauk.

Next time, mungkin saya akan mencoba martabak kari kambing dan mie kuahnya. Hmmmm, rasanya sudah kebayang di lidah...
Baca Selengkapnya...

Thursday, October 18, 2007

Kuliner 24 - Ayam Ngudi Rahayu, Bandung


Libur lebaran ini saya manfaatkan salah satunya untuk melakukan wisata kuliner. Terutama dari wisata kuliner kota kelahiranku, Bandung. Kali ini kita akan mengunjungi salah satu tempat makan favorit saya, yang telah saya kenal sejak masa kuliah. Namanya NGUDI RAHAYU. Tempat makan ini cuman tenda kaki lima di Jl. Lombok. Pada awalnya berlokasi di depan kantor RCTI Bandung, tapi sekarang sudah bergeser di seberang cafe D'Palm. Menunya? Ayam Bakar dan Ayam Goreng serta pelengkap lainnya seperti tahu/tempe goreng dan sate usus.

Bagi anda yang menggemari masakan yang cenderung manis, tentu akan sangat suka dengan cita rasa ayam yang disajikan di Ngudi Rahayu ini. Bumbu manisnya meresap sampai ke daging, baik yang dibakar maupun yang digoreng. Tak heran walaupun hanya tenda kaki lima, tempat makan ini hampir tidak pernah sepi dari pengunjung yang bermaksud untuk makan malam di tempat ini. Memang, Ngudi Rahayu ini hanya buka di malam hari, dan kalau anda agak kemalaman, mungkin ayam yang disiapkan si pedagang sudah habis terjual.

Bagaimana dengan sambalnya? Ini juga jadi favorit saya, sambalnya tidak terlalu pedas dan agak manis. Hmmmmm.... ngebayanginnya aja jadi ngiler. Pokoknya muantaabbb lah... Harga? Tentu murah, namanya tenda kaki lima. Kalau tidak salah harga satu potong ayam goreng/bakar sekitar 7 ribuan. Kesimpulan : Harus dan wajib dicoba.

Baca Selengkapnya...

Kuliner 23 - Restoran Samara Gunung, Bandung

Menjelang akhir bulan puasa ini, jajaran management dari kantor saya, PT. Chelonind Integrated, melakukan rapat koordinasi di Bandung untuk membahas kinerja catur wulan kedua. Rapat koordinasi ini diakhiri dengan acara Buka Puasa Bersama. Kita sepakat untuk memilih Restoran Samara Gunung, yang merupakan rumah makan sunda, berlokasi di Jl. Naripan no. 79.

Restoran ini mengambil positioning yang cukup unik yaitu "Masakan Khas Ciamis", berbeda dengan restoran sunda lainnya yang hanya menonjolkan sekedar masakan sunda. Dan memang, dari menu yang ditawarkan kita dapat melihat beberapa kuliner khas Ciamis terpampang disitu, sebut saja masakan yang berbahan dasar Ikan Patin, yang jarang kita temukan di RM Sunda biasa. Kita bisa memilih ikan patin ini untuk digoreng, dibakar (bumbu kecap) atau dibumbu gule. Khusus yang berbumbu gule ini kita bisa mendapati cita rasa yang cukup unik, tanpa santan kita akan merasakan kuatnya rasa kemiri dan rasa pedas yang cukup menyengat dari kuahnya.


Menu lain yang cukup unik adalah Oseng Genjer, seperti oseng kangkung tetapi berbahan dasar genjer. Sayuran yang berserat tinggi ini memang sangat enak jika dioseng atau di bumbu oncom.

Tentu saja, seperti RM Sunda lainnya, masih banyak menu yang tersedia di RM Samara Gunung ini, seperti berbagai jenis ikan (Gurame, Kwee, Mas), Cumi, Udang, Ayam Goreng/Bakar, Sayur Asem dan lain-lain.


Lokasi yang strategis (di tengah kota) dan tempat makan yang nyaman (kita bisa memilih tempat lesehan ataupun dengan kursi biasa), RM Samara Gunung layak untuk menjadi alternatif tempat bersantap bersama keluarga ataupun teman-teman. Oh ya, harganya pun relatif terjangkau. Saat saya makan disana, cukup merogoh kocek sebesar Rp. 278.750,- untuk makan 8 (delapan) orang, jadi sekitar Rp. 35rb / orang. Itupun masih banyak sisa makanan untuk dibawa pulang. Mau coba?
Baca Selengkapnya...

Monday, October 8, 2007

Kuliner 22 - Suis Butcher, Jl Riau, Bandung


Bagi warga Bandung atau orang Jakarta yang sering jalan-jalan ke Bandung dan penggemar menu Steak tentu mengenal tempat makan ini, SUIS BUTCHER, yang berlokasi di Jalan Setiabudi no. 174, Bandung. Tempat makan ini terkenal karena menyajikan menu steak yang lezat dengan harga yang relatif terjangkau. Nah, di pertengahan 2007 ini, Suis Butcher ternyata membuka cabang resto lebih ke pusat kota, tepatnya di Jl. RE Martadinata (Riau), tepat di perempatan dengan Jl. Anggrek.

Suasana lebih nyaman dan lega ditawarkan di tempat baru ini, tentunya dengan menu yang tetap menggugah selera, sama dengan tempat asalnya di Jl Setiabudi. Sebelum bulan puasa ini saya bersama keluarga berkesempatan mengunjungi tempat ini. Dari beberapa pilihan menu tersaji, saya memilih Steak Rib Barbeque dan Fresh Orange Juice. Sebagai appetizer, saya juga memesan Goulash Soup. Sedangkan istri saya memesan Spaghetti Bolognaise dan kentang sosis untuk anak saya.

Rasanya? Hmmmmmmm, jangan ditanya bro. Daging steaknya juicy banget, bumbunya bener2 ngeresep dan nempel terus di lidah. Goulash Soupnya sangat nendang, rasa hangat di mulut akan kita daptkan begitu menyeruput kuahnya. Fresh orange juicenya juga benar-benar segar. Sementara itu suasana restonya pun terasa cozy, dengan halaman yang lapang dan sebagian dijadikan sebagai tempat makan, menjadikan kita bisa menikmati makan malam sambil menghirup udara segar Bandung di malam hari.

Penasaran? Kalau anda ke Bandung, tempat makan ini WAJIB untuk dikunjungi... :) Dengan harga Steak berkisar 20-30rb perak, tampaknya kita akan mendapat yang "lebih" dari itu...

Price List:
Tenderloin Steak : Rp. 26.500,-
Rib BBQ : Rp. 31.500,-
Goulash Soup : Rp. 11.500,-
French Fries - Sausages : Rp. 12.500,-
Spaghetti Bolognaise : Rp. 14.500,-
Fresh Orange Juice : Rp. 8.500,-
Baca Selengkapnya...

Monday, April 9, 2007

Kuliner 08 - C'Mar Bandung

Rasanya tidak elok kalau wisata kuliner ini tidak menyertakan tempat makan dari kota saya sendiri, Bandung, yang justru banyak menjadi tujuan orang untuk mendapatkan makanan terbaik. Saya akan mengajak kita semua untuk melongok salah satu tempat makanan yang menyajikan masakan khas Sunda yaitu C'Mar. Buat yang suka wisata kuliner malam, tempat ini sangat recomended untuk dikunjungi.


Bertempat d jalan Banceuy, awalnya C'Mar merupakan tempat makan para distributor dan pedagang koran karena daerah ini memang merupakan sentra sirkulasi koran di Bandung. Mulai pukul 4 pagi, tempat ini sudah ramai. Oleh karena itu, C'Mar (diambil dr nama pemiliknya) buka baru malam hari sampai pagi. Makin lama tempat ini makin terkenal sehingga selalu dipadati pengunjung dari berbagai kalangan, tidak hanya yg bergelut d bisnis koran saja. Saat ini C'Mar buka mulai pukul 8 malam s.d 8 pagi. Cukup unik bukan?

Saya datang ke C'Mar bersama teman2 kantor yang memang lagi pada lembur. Tiba pukul 10 malam, antrian untuk mengambil makanan sudah sampai ke jalan! panjangnya sekitar 30 orang lah. Padahal ini bukan weekend, kalo weekend antriannya bisa jauh lebih panjang lagi. Memang sungguh mmengagumkan... Sampai di depan, kita langsung dihadapkan dengan beragam lauk pauk, yang tentu saja khas C'Mar. Setelah mengambil nasi, lauk pertama yang tersaji adalah Gulai Daging Sapi. Disajikan dalam 2 buah panci besar, menu ini merupakan salah satu favorit para pengunjung.

Setelah itu kita akan melewati beragam lauk pauk lainnya yang menggugah selera, dan terakhir kita akan disodori berbagai macam goreng jeroan yang rasanya sangat khas. KIta bisa memilih paru, babat, usus yang akan dipotong kecil2 agar memudahkan kita menyantapnya. Harganya relatif terjangkau, dengan gulai daging sapi, babat, kerupuk dan segelas air jeruk, saya cukup membayar 14rb rupiah. Perut kenyang - hati senang...

Ayo, siapa mau ke Bandung???

Score:
Gulai Sapi : 8
Goreng Jeroan : 7,5
Baca Selengkapnya...