Showing posts with label Banjarmasin dan sekitarnya. Show all posts
Showing posts with label Banjarmasin dan sekitarnya. Show all posts

Friday, July 18, 2008

Kuliner 59 - RM. Cendrawasih, Banjarmasin

Warung Makan CENDRAWASIH
Jl. Pangeran Samudera 65, BANJARMASIN
Telp.: 0511-4364230


Tentunya tidak afdol jika di Banjarmasin tidak mencoba rumah makan yang khusus menyediakan makanan khas banjar. Mencari makan malam di ibu kota provinsi Kalimantan Selatan ini, saya langsung diajak ke salah satu tempat makan yang cukup banyak dikunjungi orang, namanya Warung Makan Cendrawasih. Seperti di restoran padang, berbagai sajian akan dihadirkan di meja kita, tinggal kita pilih mau yang mana. Berikut beberapa menu yang coba saya coretkan disini:


PATIN BAKAR, ikan yang memang mudah kita jumpai di pulau terbesar di Indonesia ini memang memberikan tekstur daging yang special, lembut dan tebal. Dibakar dengan paduan bumbu kecap yang betul-betul meresap membuat menu ini perlu untuk dicicipi. Dengan potongan yang kecil tentu saja memudahkan kita untuk menyantap hidangan pertama dalam sajian kita kali ini. Harga : Rp. 12.500



PEPES PATIN, masih berbahan dasar ikan patin, satu lagi sajian special yang sayang untuk terlewatkan. Serupa dengan sajian pepes patin dari RM. Bakut Samarinda, daging ikan yang dibalut dengan bumbu renmpah-rempah khas Indonesia benar-benar memanjakan indera pengecap kita. Favorit saya adalah bagian pinggir kulitnya, yang rasanya kenyal-kenyal gimana gitu... Harga : Rp. 12.500



IKAN SALUANG, ikan kecil yang digoreng kering ini memang sangat renyah. Saya lebih menyukainya sebagai kudapan bukan sebagai lauk nasi. Sekali menggigit ikan pertama, tangan anda akan sulit untuk berhenti mengambil yang kedua dan seterusnya, sementara suara merdu akan keluar dari mulut anda, kriuk... kriuk... Harga : Rp. 7.000/porsi (satu piring)



UDANG BAKAR, udang yang digunakan sebagai bahan dasar adalah udang galah yang memang banyak dibudidayakan di provinsi ini. Udang dengan ukuran jumbo ini diramu dengan paduan bumbu yang tidak menyengat sehingga menyisakan rasa manis dan gurih dari daging udang ini. Sayang, harga yang harus kita bayar menurut saya kurang sepadan dengan kenikmatan yang kita raih. Harga : Rp. 35.000/ekor



IKAN PAPUYU BAKAR, inilah ikan khas Kalimantan yang banyak digemari warga setempat. Memang lembutnya daging ikan papuyu ini tidak ada yang bisa mengalahkan, tetapi kita harus "bertarung" dengan duri-duri kecil yang sangat banyak bertebaran di sela-sela daging ikan ini. Katanya kalau yang sudah ahli, duri-duri tersebut bukan halangan, hanya dengan mengulum daging dalam mulut sebentar, maka duri-duri tersebut akan dengan mudah terpisahkan dengan dagingnya. Gimana caranya ya??? Harga : Rp. 12.500

SAYUR LABU, kalau kita sering melihat labu kuning dibuat kolak, ternyata di warung makan khas banjar ini labu bisa juga dibuat sayur. Mirip dengan sayur lodeh, labu dimasak bersama sayuran lain, seperti kacang panjang, kol dan lain-lain. Rasanya? Cobain sendiri aja deh... Harga : Rp. 3.500/mangkuk




SAYUR TENGKUYUYNG, nah ini yang unik... sama dengan sayur labu, sayur mirip lodeh ini juga kaya akan berbagai jenis sayuran, tetapi yang menarik di dalam sayur ini juga terdapat tengkuyung. Tengkuyung adalah sejenis siput kecil air tawar yang banyak ditemukan di sungai-sungai kalimantan. Cara memakannya adalah dengan menghisap daging tengkuyung dari cangkangnya. Rasanya? mohon maaf tidak berani coba, jadi silakan coba sendiri :) Harga : Rp. 3.500/mangkuk

TELUR PENYU, telur yang mengadung protein tinggi, yang jika direbus selama apapun tetap saja tidak akan membuat isinya menjadi padat. Saya dulu sering menyantap telur penyu ini di Sukabumi yang merupakan sentra pengembangbiakan penyu, sudah lama tidak bersua, saya langsung mengambil satu butir telur penyu ini. Cara makannya adalah dengan mensobek kulitnya sedikit(karena tidak keras seperti kulit telur ayam), kemudian langsung dihisap... slurrrppp. Hmmmm, yummmiii. Konon telur penyu ini juga baik untuk mengembalikan vitalitas tubuh. Harga : Rp. 7.500/butir
Baca Selengkapnya...

Saturday, July 12, 2008

Kuliner 58 - Ketupat Kandangan, Banjarbaru

Satu kuliner yang sangat unik saya temukan di Banjarbaru, namanya Ketupat Kandangan. Kandangan sendiri diambil dari nama Kota Kecamatan yang merupakan ibukota Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Provinsi Kalimantan Selatan. Ketupat dan Dodol Kandangan merupakan kuliner yang cukup terkenal dari kota ini. Jadi apa yang unik dari Ketupat Kandangan ini???


Yang pertama adalah bahan dasarnya. Menggunakan Ikan Haruan (mungkin lebih dikenal dengan ikan gabus) yang dimasak dalam kuah yang mirip dengan opor tapi agak lebih manis. Kita bisa memilih bagian kepala atau badan untuk tiap porsi yang dipesan. Untuk "sumber karbohidrat"nya digunakan ketupat yang tidak "pulen", tapi mudah hancur. Mengapa mudah hancur? Karena, keunikan yang kedua, walaupun berkuah, cara memakan ketupat kandangan ini "seharusnya" tidak menggunakan sendok, tapi tangan saja. Jadi kupat yang mudah hancur tersebut sedikit diremas-remas oleh tangan di dalam kuahnya, sehingga kuahya dengan mudah meresap ke dalam ketupat. Ini yang membuat kita bisa menggunakan tangan untuk memakannya karena kuahnya sudah habis, terserap ke dalam ketupatnya. Unik bukan? Tapi saya sih masih memilih menggunakan sendok untuk menyantapnya :)

Dan keunikan yang ketiga adalah, jarang saya temui menu ikan berkuah yang dijadikan sajian santap pagi hari. Biasanya kita menemukannya untuk santap siang atau malam. Tapi walau begitu, ternyata menyantap ketupat kandangan ini di pagi hari amatlah nikmat, kita akan mendapati sensasi yang berbeda. Kalo menurut pendapat saya, rasanya perfecto... Dan satu porsi ketupat kandangan ini dapat kita tebus dengan harga sekitar 5000 rupiah. Jadi kalo ke daerah Kalimantan Selatan, carilah menu sarapan Ketupat Kandangan di sekitar tempat anda menginap, dijamin tidak akan menyesal :)
Baca Selengkapnya...

Friday, July 11, 2008

Kuliner 57 - Soto Anang, Martapura

Akhirnya, satu kota baru lagi di Nusantara ini berhasil saya singgahi, Banjarbaru di Provinsi Kalimantan Selatan. Memenuhi undangan dari Badan Diklat Provinsi Kalsel, saya mendarat di Bandara Syamsudin Noor, sekitar 20 menit dari Kota Banjarbaru, lebih dekat dibandingkan Banjarmasin yang kira-kira membutuhkan waktu tempuh 1,5 jam dari bandara. Kebetulan, Badan Diklat ini memang berada di Kota Banjarbaru, tidak di ibu kota provinsinya. Malam pertama, saya langsung diajak untuk menikmati Soto Banjar, salah satu kuliner khas dari daerah ini. Menyeberang ke kabupaten tetangga, mendaratlah kita di Soto Anang, yang berlokasi di Jl.Ahmad Yani KM 39, Martapura.


Soto Anang merupakan salah satu penyaji Soto Banjar yang cukup terkenal di kawasan ini. Soto Banjar merupakan soto khas Banjar yang berbahan utama ayam, tetapi selain disuwir, potongan ayam yang besar juga tersaji di atas soto ini. Di soto Anang ini, ayam yang digunakan juga ayam pejantan sehingga kegurihan rasanya tak perlu diragukan. Tidak hanya ayam, soto banjar juga "dipenuhi" dengan perkedel kentang, telur rebus dan tentunya ketupat sebagi makanan pokoknya. Dibanjiri dengan kuah soto banjar yang kaya akan rempah-rempah, rasa soto banjar ini memang akan memanjakan indera pengecap kita. Perfecto.... Semua itu cukup ditebus dengan uang sebesar 13ribu rupiah. Selamat mencoba...
Baca Selengkapnya...