2018 - Wisata Kuliner Indonesia

Tuesday, December 25, 2018

Kuliner Jogja - Soto Ayam Pak Gareng
December 25, 20181 Comments

Kita bisa temukan soto dengan rasa yang seenak ini di beberapa titik di kota Jogja, tapi coba lengkapi sajian sotomu di Soto Ayam Pak Gareng ini dengan memesan satu porsi "Kepalanya Ayam", maka ada sensasi yang berbeda saat menikmatinya, baik dari cita rasa yang dihadirkan maupun "keseruan" saat mengoyak satu demi satu potongan kepala ayam yang tersaji

Pagi itu saya mendarat di Jogja dan langsung menuju hotel yang ada di di Jl Gowongan Kidul, tak jauh dari kawasan Malioboro, sambil mencari-cari tempat sarapan yang tidak jauh dari hotel (masih bisa dijangkau dengan jalan kaki), sekaligus juga enak dan cukup banyak yang rekomendasikan. Akhirnya saya menemukan nama Soto Ayam Pak Gareng yang hanya berjarak sekitar 500m dari hotel @HOM, tempat saya menginap. Sekitar jam setengah 8 pagi saya sudah ada di depan kedai soto ini, dan semakin yakin pilihan saya tidak salah karena banyak pengunjung yang sudah memulai sarapan di tempat ini, bahkan seluruh meja yang tersedia full! Tapi karena saya sendirian, masih bisa lah nyempil minta izin untuk menduduki satu bangku kosong di antara beberapa orang yang sudah memadati meja itu. Tampak beberapa rombongan keluarga maupun sekelompok muda mudi yang harus menanti giliran untuk mendapatkan tempat. Emang, apa istimewanya sih Soto Pak Gareng ini?

Reading Time:

Wednesday, October 10, 2018

Kuliner Batam - Ikan Asam Pedas Tiam Huat
October 10, 20180 Comments

Ikan Pute yang diguyur dengan kuah dengan cita rasa asam segar dengan sayup-sayup semburat rasa manis dan cubitan rasa pedas yang hampir tak kentara. Tak hanya ikannya, nanas yang menjadi bagian dari hidangan ini juga tidak layak hanya jadi hiasan, perlu untuk disantap untuk menyecap kesegaran yang dihadirkan.


Siang itu sangat terik di kota Batam, akan tetapi perut yang keroncongan mendorong saya untuk mencari tempat makan yang enak di kota ini. Diantarkan teman, pilihan jatuh pada sebuah resto sederhana yang menjadikan ikan sebagai bahan utama untuk menu andalannya. Tiba sekitar pukul 12 siang, tak ada meja yang tersisa di restoran ini. Tapi saya beruntung, tidak sampai 5 menit ada rombongan yang sudah selesai bersantap dan meninggalkan mejanya. Ikan Asam Pedas, menjadi signature dari tempat ini. Ikannya pake ikan pute, demikian sang penjaja menyebutnya, mungkin karena warna ikan ini yang putih. Kuah berwarna merah-oranye terlihat kontras dengan ikannya, sekaligus memberikan pesona yang menggiurkan pandangan, bahkan sebelum suapan pertama meluncur ke rongga mulut.

Reading Time:

Thursday, September 6, 2018

Berburu Kuliner Soto Yang Kaya Rasa
September 06, 20181 Comments
Soto merupakan salah satu kuliner khas Indonesia yang begitu digemari oleh masyarakat. Ada berbagai jenis soto yang tersebar di seluruh Indonesia tercinta ini. Rasanya yang lezat serta harga yang murah menjadikan soto sebagai primadona kuliner bagi kebanyakan orang. Tak perlu jauh-jauh ke luar Jawa, di Pulau Jawa saja ada berbagai jenis soto yang memiliki rasa berbeda dari satu kota ke kota yang lainnya.

Cobalah sesekali untuk mengelilingi Pulau Jawa dengan kereta api dan mampir ke kota penghasil soto berikut ini. Untuk alternatif yang lebih murah, kamu bisa menggunakan kereta Matarmaja sebagai sarana transportasimu untuk berburu kuliner soto yang lezat ini.

Soto Tauto Pekalongan

foto: merahputih.com

Berkunjung ke kota batik dengan kereta Matarmaja tak melulu berburu batik saja. Pastikan untuk berburu soto tauto juga deh. Soto ini memiliki cita rasa yang berbeda dibanding soto lainnya, karena kuah dari soto tauto ini ditambahkan tauco sebagai penyedapnya. Ada dua varian yang bisa kamu coba, yakni tauto sapi dan juga tauto ayam. Soto Tauto Pekalongan ini disajikan dengan mie bihun, potongan sayur kol, serta tauge yang akan membuat soto tersebut semakin terasa segar.
Baca juga : KULINER PEKALONGAN - SOTO TAUTO H ROCHMANI

Reading Time:

Friday, August 3, 2018

Kuliner Cianjur - Sate Maranggi Sari Asih
August 03, 20181 Comments

Buka 24 jam, tempat ini memang tidak berhenti kedatangan pelanggannya yang tengah melewati jalur Cipanas - Puncak. Sate maranggi dengan bumbu yang meresap sampai ke tiap serat daging berikan rasa manis legit kaya rempah yang meresap sampai ke hati. Nikmati bersama ketan bakar dan sambal oncom serta segelas bandrek susu untuk mendapatkan cita rasa original yang khas.


Jika melewati jalur Cipanas-Puncak, pada pukul berapapun, jangan lewatkan untuk mampir ke Sate Maranggi Sari Asih ini. Tempat makan yang buka 24 jam ini memang tidak banyak sajikan aneka macam menu, hanya Sate Maranggi. Akan tetapi itu sudahlah cukup menjadi magnet bari para pelintas jalur ini untuk mampir, menikmati potongan daging sapi sebagai pengisi perut dan penghangat badan di sejuknya udara di kawasan Cipanas ini. Tapi apa sebenarnya yang membuat Sate Maranggi Sari Asih ini hampir tidak pernah terlihat sepi walau buka 24 jam?



Reading Time:

Saturday, May 5, 2018

Aneka Sate dan Soto Nusantara di FJB 2018
May 05, 20180 Comments

Ketika puluhan penjaja kuliner nusantara terpilih hadir dalam satu tempat, maka dokumentasi rasa yang ingin kau abadikan hanya akan terkendala dengan kapasitas ruang perut yang terbatas


Para pecinta kuliner Indonesia tentu selalu menantikan event tahunan ini: Festival Jajanan Bango (FJB), dan untuk tahun ini FJB hadir di dua kota: Jakarta dan Makassar. Di Jakarta sendiri FJB 2018 berlangsung pada tanggal 14-15 April. Dan seperti biasa, puluhan penjaja kuliner Nusantara dipilih untuk dapat dihadirkan dalam kegiatan ini. Akan tetapi ada dua deretan yang stand yang cukup menarik perhatian saya di acara ini. Deretan pertama berada tepat di depan panggung utama: Aneka Soto Nusantara. Tampak di deretan ini hadir beberapa kuliner legendaris seperti Soto Ambengan Pak Sadi, Soto Ayam Lamongan Ragil, Soto Bangkong, Soto Betawi Ma’ruf, Soto Kaki Bogor (dari Jakarta), Soto Padang H. ST. Mangkuto, Soto Pindang Iga, Soto Sokaraja, Soto Theresia juga Empal Gentong Mang Darma (eh empal gentong itu termasuk soto bukan sih?). Beberapa diantara penjual soto ini sudah pernah saya sambangi di tempat mereka berjualan aslinya dan memang layak untuk menjadi bagian dari destinasi wisata kuliner.

Reading Time:

Saturday, March 31, 2018

Kuliner Bandung - Cuankie Serayu
March 31, 2018 3 Comments

Antrian yang mengular di depan kedai sederhana menjadi salah satu bukti pesona kuliner Bandung yang satu ini. Ada tahu putih yang diisi aci, siomay, bakso, pangsit rebus, pangsit goreng, dan bakso goreng yang menjadi ciri khas utama dari cuankie. Rasa otentik yang terjaga dari kuah yang disajikan membuat Cuankie Serayu tak pernah kehilangan pelanggan.


Suatu hari Sabtu, selepas jam makan siang, tapi saya belum sempat makan siang. Akhirnya memilih salah satu kuliner legendaris di kota Bandung, Cuankie Serayu. Walaupun sudah kondang dan menjadi salah satu destinasi kuliner di kota Bandung, tapi terus terang saya belum pernah sempat menyambangi tempat ini, sampai hari itu. Parkiran di sepanjang Jl. Serayu, nama jalan yang dijadikan brand penjual cuankie ini, sudah tampak penuh. Pun sepintas tampak antrian mengular di depan kedai sederhana yang merupakan tempat menjajakan Kedai Cuankie Serayu. Setelah mendapat parkir, langsung saya menghampiri kedai ini. Ada dua jalur antrian di depan kedai ini, yang pertama antrian khusus untuk yang membungkus alias take away, sedangkan yang kedua antrian untuk yang makan di tempat. Antrian yang makan di tempat inilah yang ternyata cukup panjang mengular. Sebenernya apa sih yang membuat orang rela mengantri makanan yang satu ini?

Reading Time:

Sunday, March 25, 2018

Kuliner Jakarta - Sop Buntut Cut Meutia
March 25, 2018 3 Comments

Tidak butuh analisa yang mendalam untuk segera jatuh cinta pada sajian sop buntut yang satu ini. Dagingnya yang lembut dalam balutan kuah sop yang gurih dengan cubitan rasa asam yang segar, begitu memanjakan indera pengecap kita. Pilihan Buntut Bakar dan Buntut Gorengnya pun terlalu menggoda untuk diabaikan begitu saja.


Walaupun kedai resto/kafe modern bermunculuan di kota Jakarta, tetapi kuliner legendaris Jakarta tetap mempunyai tempat di hati dan lidah para pelanggannya. Para "penjaga" kuliner tersebut tetap bertahan bahkan berkembang di usianya yang tak lagi muda. Kuncinya adalah bagaimana menjaga cita rasa tetap terjaga, dan estafet generasi yang berjalan dengan baik. Salah satunya ini, Sop Buntut Cut Meutia. Berjualan sejak 1970, dulu tempat ini dikenal dengan nama Sop Buntut SEMOGA (Hj. Nurjanah) sebelum akhirnya menetapkan nama Sop Buntut Cut Mutia sebagai brand-nya. Saya sendiri belum pernah mencoba sop buntut ini, dan menemukannya ketika lagi mencari tempat makan di kawasan Stasiun Gondangdia. Hanya berjarak sekitar 150 meter dari stasiun ini, saya menemukan kedai kecil yang menyatu dengan kedai makan lainnya di ruas jalan Menteng Kecil. Sepintas tidak ada yang istimewa dari tempatnya, tetapi banyaknya orang di kedai itu memang bikin penasaran. Jadi sebenarnya apa yang membuat Sop Buntut legendaris ini tetap bertahan?

Reading Time:

Sunday, February 4, 2018

Kuliner Sidoarjo - Kue Lumpur Ibu Lilik
February 04, 2018 3 Comments

Dipanggang dari atas dan bawah, membuat kue lumpur ini punya tekstur unik: atas bawahnya matang tapi dalamnya masih "setengah matang" dan lumer di mulut. Rasa manisnya pun bercumbu dengan serutan daging kelapa yang gurih, menjadikannya sebagai penganan yang wajib kamu buru kalau ke Sidoarjo


Wisata Kuliner Indonesia #414
Kuliner Sidoarjo
Kue Lumpur "Ibu Lilik"
Jl. Hang Tuah 45 - Sidoarjo
Telpon: 081331511995

Katanya kalo ke Sidoarjo harus beli ini: Kue Lumpur, dan salah satu penjaja kue lumpur yang melegenda di kota ini adalah Kue Lumpur "Ibu Lilik". Mendengar kata kue lumper sidoarjo, mungkin ada di antara kalian yang mengaitkan nama ini dengan bencana lumpur Sidoarjo beberapa tahun lalu. Padahal tidak, sama sekali gak ada hubungannya yah. Kue lumpur ini merupakan penganan khas Indonesia yang sebenernya juga bisa kita temui di kota lain, tapi ada yang beda dengan olahan kue lumpur Sidoarjo ini.


Beda dengan kue lumpur yg biasanya saya temui, kue lumpur sidoarjo ini punya penampang yang lebih tebal dengan "isi" serutan daging kelapa yang gurih bercumbu cantik dengan adonannya yg manis. Cara memasaknya pun unik, setelah adonan dituang proses pembakarannya dilakukan dua sisi, dari atas dan dari bawah. Hasilnya kue lumpur yang matang bagian di bagian atas dan bawahnya tapi bagian dalamnya masih "setengah matang" dan lumur di mulut. Rasa manis dari adonannya pun bercumbu dengan serutan daging kelapa yang gurih.


Tulisan besar di spanduk besar depan tokonya: "Bu Lilik Kue Lumpur Tidak Buka Cabang 'Dimanapun'", seolah menegaskan eksistensi dari Kue Lumpur Bu Lilik ini. Begitu masuk antriannya juga asik, tulisan "Kue Lumpur Belum Ada" langsung menyambut kita. Ketika saya bertanya kira-kira berapa lama, jawabannya pun simple, "Jangan ditanya berapa lama, silakan kalau yang mau menunggu saya catat, tapi jangan pergi kemana-mana....". Dengan pasrah, saya dan beberapa pelanggan lainnya dengan sabar menunggu tanpa kepastian kapan kue lumpur pesanan kami bisa diterima. Akhirnya setelah sekitar 45 menit, nama saya pun dipanggil. Satu dus berisi sepuluh kue lumpur harus ditebus dengan uang 28.000 rupiah

Pada dasarnya kue lumpur ini punya batas kadaluarsa yang singkat, mengingat adonannya yang basah dan penggunaan kelapa di dalamnya. Tapi saya tetap bisa membawanya buat oleh-oleh ke rumah dengan cara memasukannya ke kulkas atau freezer. Kalo mau meyantapnya tinggal hangatkan dulu atau bisa kita langsung dingin-dingin. Bagian dalam yang membeku membuat rasanya jadi kaya-kaya es krim gitu lah. Wuenak...

Jadi kalo kamu ke Sidoarjo, luangkan waktu untuk dapat menikmati kue lumpur Ibu Lilik ini
Eh tapi ada yang nulis Kue Lumpur Ibu Lilik ini sama dengan Kue Lumpur Muda-Mudi, sementara waktu saya kunjungi koq gak ada tulisan itu yah? Pecah kongsi? Ada yang tau ceritanya?

Peta dan Alamat Kue Lumpur Bu Lilik Sidoarjo:
Jl. Hang Tuah 45 - Sidoarjo
Koordinat GPS: -7.45337, 112.7202




Reading Time:

@way2themes