Friday, September 25, 2015

Kuliner Bandung - Sate Pak Gino


Wisata Kuliner Indonesia #378
Kuliner Bandung
SATE PAK GINO
Jl. Sunda No. 76 BANDUNG
Telp: 022 4222532


Mumpung masih suasana lebaran haji, saya mau buat coretan tentang salah satu penjaja sate kambing yang layak menjadi rekomendasi kuliner di Kota Bandung yaitu Sate Pak Gino. Olahan sate kambing di tempat ini memang layak diacungi jempol, potongan daging kambing dalam setiap tusuknya besar-besar. Kita bisa memilih apakah ingin sate daging kambing polos alias hanya daging kambing saja, atau ada selipan gajih atau ati-ginjal di antara tusukan daging kambing tersebut. Kesemuanya itu disajikan di atas hot plate yang dapat menjaga kehangatan sate kambing ini sampai kita santap. Sebagai pendampingnya kita diberikan tiga piring kecil yang masing-masing berisi: bumbu kacang, bumbu sambal kecap dan satu piring lagi berisi acar timun dan bawang, potongan tomat, irisan kol dan potongan jeruk nipis. Kita diberi kebebasan untuk meracik sendiri bumbu-bumbu tersebut sesuai selera. Masih terasa kurang akan bumbunya? Minta lagi saja, seperti saya yang meminta tambahan untuk bumbu kecapnya yang terasa cakep dipadukan dengan sate kambingnya.


Tapi perhatian saya di daftar menu tertuju pada satu item yang cukup unik: Sate Susu Kambing. What? Apa susu kambing bisa dijadikan sate? Daripada penasaran saya langsung saja memesan 5 tusuk alias setengah porsi dari sate susu ini. Tak berapa lama hadir hot plate yang di atasnya terdapat sate susu ini, yang ternyata adalah Sate Gajih alias Lemak dari kambing. Ada sedikit kekecewaan karena saya sendiri bukan penggemar gajih kambing. Tapi kekecewaan saya berubah menjadi kekaguman karena gajih yang saya pikir bertekstur lunak ternyata tidak ditemukan di sate susu ini. Setiap tusuk gajih ini teksturnya cenderung liat seperti urat, dan setelah diguyur bumbu kecap kekecewaan saya benar-benar tidak beralasan karena sate susu ini malah menjadi favorit saya. Gajih yang biasanya membuat saya agak enek sama sekali disajikan sangat berbeda di sini.



Ada juga jenis sate yang berbeda di Sate Pak Gino ini, Sate Buntel. Saya mencicipi sate buntel untuk pertama kalinya di Sate Buntel Tembak Segaran di kota Solo dan langsung jatuh hati pada kuliner ini. Walaupun rasa sate buntel di Sate Pak Gino ini masih belum mengalahkan Sate Buntel Tambak Segaran, tapi buat saya sajian ini tetaplah enak dan sama sekali tidaklah mengecewakan. Sate buntel sendiri dibuat dari daging kambing yang dicincang dan kemudian dipadukan dengan telur, daun bawang, tepung roti dan aneka bumbu lainnya. Setelah disatukan kemudian dikukus terlebih dahulu sebelum akhirnya dibakar dan disajikan bersama bumbu kecap sebagai pendampingnya.

Di Sate Pak Gino juga terdapat beberapa menu lainnya seperti sate sapi, sate ayam, tongseng, gule kambing/sapi, nasi goreng dan gule tulang yang juga menjadi favorit di sini. Untuk sate kambing polos harganya Rp. 42ribu per porsi yang terdiri dari 10 tusuk. Jika yang selap gajih, ati dan ginjal harganya 40ribu/porsi, sama dengan harga satu porsi sate susu. Sementara untuk sate buntel harganya Rp. 80 rb/4 tusuk. Tapi semuanya itu kita bisa pesan setengah porsi koq. Bahkan untuk sate buntel kita bisa pesan hanya 1 tusuk (20ribu) karena memang satu tusuknya sudah cukup mengenyangkan untuk satu orang. Mungkin harga sate pak Gino ini terasa mahal, tapi memang kita harus berhati-hati dengan porsinya. Setiap tusuk sate memuat daging dengan ukuran di atas rata-rata, sehingga buat saya satu porsi sate ini cukup untuk disantap berdua. Cita rasa dan penyajiannya di atas hot plate juga membuat saya merasa bahwa harga yang dipatok tersebut setimpal dengan kenikmatan yang disajikan.

Sumber Photo: serbabandung.com
Saya sudah mencicipi Sate Pak Gino sejak jaman masih duduk di bangku SMP dulu, di SMPN 5 Bandung yang memang letaknya tidaklah terlalu jauh dengan Sate Pak Gino ini. Dulu dagangannya masih menggunakan gerobak yang berada di pelataran jajaran toko yang menjual buku dan alat tulis di ruas jalan Sunda ini, tepat di samping rel kereta api. Dan saat ini jajaran toko itu sudah berganti dengan SPBU dan ruko-ruko, namun Sate Pak Gino tetap eksis dan bahkan memperluas area jualannya menjadi bangunan yang cukup besar sehingga mampu menampung banyak pelanggan yang ingin menikmati olahan daging kambing di tempat ini. Jadi buat para penggemar sate kambing yang sedang di Bandung, silakan catat alamat di bawah untuk mencicipin nikmatnya salah satu legenda sate kambing di kota Kembang ini. Pokoknya jika menyusuri Jl. Sunda yang satu arah, setelah pertokoan Yogya langsung ambil jalur kanan, kedai Sate Pak Gino tepat berada di sebelah kanan setelah rel kereta api. Jangan sampai kelewat yah...

Peta dan Alamat Sate Pak Gino Bandung:
Jl. Sunda No. 76 BANDUNG
Koordinat GPS: -6.916734, 107.618293


Kuliner lain di kota ini:



17 comments:

  1. Ada cabangnya di Bogor dah tau No?

    ReplyDelete
  2. Saya udah nyampe di Bogor.. tapi koq gak ada tempatnya....
    Apa saya salah jalan

    Muhammad Syafiq

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini kan di Bandung mas, kalo yang di Bogor alamatnya di Jl Baru tapi saya juga belum pernah coba

      Delete
  3. wah ini favorit sy sejak dulu :)
    daging polosnya wah.....

    ReplyDelete
  4. Malam-malam gini baca ulasan tentang sate, lapar lagi Om :)

    ReplyDelete
  5. Wah kayaknya boleh untuk disambangi nih restoran pak gino ini. Setelah baca review dari Anda jadi penasaran dengan rasa dan nikmat sate ini hahaha :D

    ReplyDelete
  6. waah ... makanan sepesial saya ini ... bikin ngiler.
    salam kenal dari jawa tengah.

    ReplyDelete
  7. Wah. Sate ini juga jadi salah satu tempat makan sate kambing favorit saya, selain sate kambing M Haris! Jadi kangen mudik ke Bandung. Hehe.

    ReplyDelete
  8. Wah ada juga yaw sate susu kambing yang ternyata terbuat dari gajih kambing,,,, Di jogja kira - kira ada nggak yaw???

    ReplyDelete
  9. maknyus nih, apalagi kambing hmm mantap nih rasanya..

    ReplyDelete
  10. fotonya bikin ngiler nih, ulasannya juga mantap :)

    ReplyDelete
  11. pernah nyobain sate ini. enak bener dan hangat karena disajikan diatas hotplate. klo ngga salah warungnya sebelah rel kereta kan ya?

    ReplyDelete