Sunday, March 25, 2012

Kekayaan dan Keindahan Wisata Kuliner Makassar


Sebagai tukang makan, ketika mendengar kata "Wisata" maka yang melintas pertama kali di pikiran saya adalah "Wisata Kuliner" hehe. Yup, ketika harus melakukan perjalanan ke berbagai kota di Indonesia maka di waktu luang saya lebih senang berburu kuliner dibanding mencari tempat wisata lainnya. Makassar merupakan salah satu kota favorit saya dalam urusan mencari makanan. Ibukota Provinsi Sulawesi Selatan ini menyajikan aneka kuliner yang beraneka ragam dan juga menggugah selera. Beberapa kali saya berkesempatan berkunjung ke Makassar, agenda Wisata Kuliner selalu saya sisipkan di tengah kesibukan saya. Apa saja sih kuliner favorit dari Makassar ini? Ini beberapa pilihan yang pernah saya coba:

1. Sop Konro

Ini kuliner Makassar yang menjadi favorit saya. Apalagi Konro Bakar, daging iga sapi bakar yang masih menempel pada tulangnya disajikan dengan guyuran bumbu kacang dan semangkuk kuah sop konro berwarna kehitaman yang khas. Salah satu kedai Sop Konro yang banyak pelanggannya adalah Sop Konro Karebosi yang berlokasi di Jl. Gunung Lampobattang.

2. Coto Makassar

Ini juga jadi menu wajib jika berkunjung ke Makassar. Coto Makassar merupakan masakan khas daerah ini berupa sop berkuah yang kaya rempah dengan isi aneka daging dan jeroan sapi seperti babat, lidah, ati dan sebagainya. Makannya ditemani dengan kupat kecil yang sudah dibelah tengahnya, jadi kita tinggal nyendok aja dan celupin aja ke cotonya. Sluuruuupp... Dua tempat Coto Makassar yang pernah saya kunjungi adalah Coto Nusantara (di Jl. Nusantara) yang sering menjadi langganan pejabat, serta Aroma Coto di Jl. Gagak.

3. Pallu Basa

Pallu Basa ini hampir mirip dengan Coto tetapi dengan aroma kuah yang sedikit berbeda, santannya lebih kental dan terdapat serbuk kelapa sangrai terasa menyatu dengan kuahnya. Isinya aneka campuran daging dan jeroan dari sapi dan/atau kerbau. Terkadang juga disajikan dengan telur ayam. Salah satu penjaja Pallu Basa yang pernah saya kunjungi adalah Pallu Basa Serigala yang berlokasi di Jl. Serigala. Pengunjung ramai silih berganti menikmati hidangan Pallu Basa di tempat ini, pertanda bahwa Pallu Basa Serigala memang jawara dalam rasa.

4. Sop Saudara
Namanya memang sop, tapi sop yang ini beda. Bumbu dan isinya beragam, ada daging sapi, bihun dan perkedel kentang goreng yang biasanya dibentuk bola-bola kecil, serta paru sapi goreng. Nah yang lebih unik adalah "pasangan" sajiannya. Sop Saudara ini biasanya disajikan dengan sambal kacang dan Ikan Bandeng Bakar yang berukuran besar. Kedai penjual Sop Saudara yang pernah saya kunjungi berlokasi di Jl. Andalas dekat Masjid Raya Agung Makassar.

5. Mie Titi

Nah yang ini salah satu kuliner unik yang dapat ditemui di Makassar. Mie Titi ini adalah mie kering yang diguyur kuah kental (seperti capcay), berisi sayur-sayuran dan daging ayam. Di mulut akan terjadi pertarungan antara kriuknya mie dan kenyalnya kuah, menimbulkan sensasi yang unik. Jangan lupa untuk mengucurkan sedikit jeruk yang selalu tersaji bersama mie titi ini, untuk menambah kesegaran dan cita rasa. Saya mencicipi Mie Titi ini di Jl Datumuseng, tidak jauh dari Pantai Taman Losari.

6. Es Pisang Ijo

Buat yang cari kesegaran di tengah panasnya kota Makassar, Es Pisang Ijo menjadi pilihan utama. Kekenyalan si hijau dari tepung beras menyelimuti pisang, tebal dan begitu pas berpadu dengan manisnya pisang raja di dalamnya. Ditambah dengan "saus" serupa bubur sumsum dan disempurnakan dengan guyuran sirup merah. Sueegggerrrr banggeett... Saya menikmati Es Pisang Ijo ini di Warung Bravo (Jl Andalas) yang banyak direkomendasikan orang sebagai salah satu penjaja es pisang ijo yang terbaik di Kota Makassar.

7. Pisang Epe

Kalo sedang berjalan-jalan menyusuri Pantai Losari, tidak lengkap jika tidak mencicipi Pisang Epe. Di pinggir jalan di sekitar kawasan pantai Losari, banyak gerobak pedagang yang menjajakan makanan ringan tapi mengenyangkan ini. Apa itu pisang Epe? Pisang yang dibakar kemudian langsung di press menggunakan sepasang balok kayu, disajikan dengan guyuran gula merah cair yang telah dicampur kelapa parut, dan biasanya diberi aroma nangka atau durian. Sambil menikmati angin pantai, makanan ringan ini benar-benar menjadi sensasi tersendiri sambil menikmati udara malam di Kota Makassar.

8. Aneka kudapan khas Makassar

Makassar juga memiliki aneka kudapan khas, misalnya Jalang Kote dan Lumpia. Jalang Kote ini serupa dengan pastel, tetapi dengan isi yang sedikit berbeda dengan pastel yang biasa saya jumpai di Jakarta. Lumpianya pun unik, isinya sedikit pedas dan jauh berbeda dengan Lumpia Semarang. Saya mencicipi kudapan-kudapan ini juga di Warung Bravo (Jl Andalas)

Itu hanya sebagian kecil kuliner yang sempat saya cicipi dari beberapa kali kunjungan saya ke Kota yang menjadi "Gerbang Indonesia Bagian Timur" ini. Dan ternyata masih banyak aneka kuliner Makassar yang belum saya coba. Ini menunjukkan bahwa Wisata Kuliner Makassar ini menyimpan potensi yang luar biasa karena "Kaya" dan "Indah". "Kaya" karena banyaknya ragam kuliner yang tersaji di kota ini, baik hidangan khas yang asli berasal dari Makassar maupun jenis hidangan yang merupakan adaptasi dari makanan dari kota lain. "Indah" karena semua kuliner yang saya tulis di atas memang benar-benar menggugah selera kita, memberikan "keindahan" tersendiri bagi indera pengecap kita.

Nah sekarang bagaimana kita bisa mengembangkan sekaligus mempromosikan Wisata Kuliner Kota Makassar ini? Sepanjang pengetahuan saya Makassar belum memiliki sentra/pusat kuliner yang menyajikan aneka kuliner khas Makassar, atau bahkan kuliner dari seluruh Provinsi Sulawesi Selatan, yang terpusat di satu titik. Alangkah indahnya jika para legenda kuliner di kota ini disediakan tempat terpusat untuk menjajakan aneka hidangannya, sehingga memudahkan para pemburu kuliner untuk dapat menikmati aneka kuliner khas daerah ini, dengan tetap memperkuat "branding" di tempat aslinya.

Strategi lain yang bisa dilakukan adalah dengan menyajikan informasi Wisata Kuliner Makassar atau Wisata Kuliner Sulawesi Selatan secara integratif, baik berupa offline maupun online. Berupa offline mungkin dengan menyediakan brosur-brosur yang menyajikan aneka kuliner khas Makassar lengkap dengan alamat dan peta lokasinya, sehingga memudahkan para wisatawan yang mau berburu kuliner di kota ini. Brosur-brosur ini dapat disimpan di berbagai tempat strategis yang banyak dikunjungi orang seperti di Bandara Sultan Hasanuddin, tempat-tempat wisata, toko-toko oleh-oleh dan lain-lain. Sementara, informasi yang dapat diakses lewat internet juga dibutuhkan, tidak hanya bercerita tentang aneka kuliner yang tersedia, akan tetapi harus juga dilengkapi dengan alamat dan nomor telepon. Bahkan peta lokasi, seperti yang saya buat di bawah ini menggunakan Google Maps, diperlukan agar semakin memudahkan para wisatawan kuliner untuk memburu kuliner khas dari Kota Makassar.


View Peta Kuliner Makassar in a larger map

Dengan strategi pengembangan dan promosi yang tepat, saya yakin Wisata Kuliner Makassar akan memiliki tempat tersendiri bagi para wisatawan, melengkapi aneka wisata lainnya seperti wisata alam, wisata sejarah dan wisata budaya. Terbukti, saya yang berasal dari Pulau Jawa, selalu rindu akan kuliner yang tersaji di kota Makassar ini.


*Tulisan ini dibuat untuk mengikuti Lomba Konten Blog Bertema: “Strategi Pengembangan dan Promosi Wisata Sulawesi Selatan”

Kuliner lain di kota ini:



6 comments:

  1. horeee .. semuanya saya udah nyoba.... :D

    ReplyDelete
  2. wah blm ada yg aq coba nih. Pak, liputn jogjany donk tp jgn gudeg aja . .

    ReplyDelete
  3. semua kolesterol tinggi. hati-hati.....

    ReplyDelete
  4. saya udah cobaian semua, tapi kenapa serba daging ya....

    ReplyDelete

  5. Saya tertarik dengan informasi mengenai budaya diatas. Indonesia memang Negeri yang memiliki keanekaragaman budaya yang memiliki ciri khas dan keunikan masing-masing.Selain itu, tulisan diatas sangat menarik untuk dipelajari yang dapat menambah wawasan kita mengenai kebudayaan di lndonesia. Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis mengenai Explore Indonesia yang bisa anda kunjungi di Explore Indonesia






    ReplyDelete