February 2012 - Wisata Kuliner Indonesia

Monday, February 27, 2012

Kuliner Jogja - Nasi Goreng Pliket dan Gule Goreng Pak Dakir
February 27, 2012 10 Comments

Wisata Kuliner #203
Warung Sate Kambing "Pak Dakir"
Jl. HOS Cokroaminoto No 75 Yogyakarta
Telp: 0274-61806
6

Namanya memang Warung Sate Kambing, tapi saya kesini tidak untuk berburu satenya tapi pengen mencicipi salah satu menu andalah Warung Pak Dakir ini: Nasi Goreng Pliket. Dimana letak keunikan dari Nasi Goreng Pliket ini? Ketika nasi goreng ini hadir di meja, tidak tampak sesuatu yang spesial. Nasi goreng biasa dengan potongan tomat, kol dan taburan bawang goreng diatasnya. Tapi begitu suapan pertama masuk ke mulut, jossss ada sesuatu yang terasa beda. Ya, berbeda dengan nasi goreng lainnya, nasi goreng ini dimasak dengan mencampurkan sumsum dan lemak kambing yang memberikan rasa gurih yang berbeda, dan tekstur nasi goreng ini pun cenderung jadi "pliket". Pliket sendiri artinya lengket. Memang, keindahan rasa yang diberikan oleh Nasi Goreng Pliket ini memang memukau, apalagi proses memasaknya yang menggunakan tungku arang, membuat semua bumbu meresap sempurna ke dalam setiap butir nasi. Oh iya, kita pun bisa memesan tingkat kepedasannya, saya sendiri memesan sedang saja. Tapi rasa nasi goreng yang hadir cukup menggigit, merangsang indera pengecap ini untuk membuka syaraf-syarafnya lebih lebar agar bisa menikmati cita rasa yang dihadirkan Nasi Goreng Pliket ini. Harga: Rp. 11.000/porsi

Nah, ketika menunggu Nasi Goreng Pliket ini dimasak, saya tertarik dengan meja sebelah yang memesan menu yang juga cukup unik: Gule Goreng. Gule koq digoreng? Penasaran, saya langsung memesan satu porsi gule goreng ini. Ternyata yang hadir adalah potongan jeroan kambing yang sudah digoreng seperti paru, babat dan usus, ditaburi bawang goreng dan disajikan dengan sepiring kuah gule yang tidak terlalu kental. Walau agak alot, tapi cita rasa legit yang keluar dari gorengan jeroan tersebut berpadu cantik dengan gurihnya kuah gule yang menemani. Pas kalau dimakan dengan nasi putih hangat. Harga: Rp. 8000/porsi

Melihat menu di atas memang saya agak risau dengan kandungan kolestrol yang ada di menu-menu tersebut hehehe. Tapi ya bolehlah sekali-kali, asalkan tetap rajin berolahraga. Buat yang ingin mencicipi, silakan menuju Warung Sate Kambing Pak Dakir yang berada di Jl Cokroaminoto, seberangnya pasar klithikan. Baru buka jam 5 sore dan tutup jam 10 malam. Pas saya datang kesana, para pengunjung tidak berhenti keluar masuk bergantian ingin mencicipi hidangan di warung ini. Patokan saya, tempat makan yang ramai pengunjungnya gak kan salah deh hehehe.
Boleh juga coba Kuliner Yogya lainnya yang juara seperti: Sate Klathak Pak Bari, Gudeg Yu Djum, atau Sego Pecel. Urusan kuliner, Jogja memang gak ada matinya...

Reading Time:

Sunday, February 26, 2012

Kuliner Jogja - Sate Klathak Pak Bari
February 26, 2012 14 Comments

Wisata Kuliner #202
Sate Klathak Pak Bari
Pasar Desa Wonokromo - Pleret
Bantul, Yogyakarta
Telp: 081328800165


Penasaran banget ama yang namanya Sate Klathak karena sudah sering jadi bahan perbincangan dan akhirnya kesampean juga buat mencicipi keunikan kuliner jogja yang satu ini di bulan Februari 2012. Saya diajak ke salah satu penjaja sate klathak yang cukup banyak pelanggannya, yaitu Sate Klathak Pak Bari di Pasar Desa Wonokromo, Bantul. Menuju ke pasar tersebut, banyak penjaja sate klathak di sepanjang Jalan Imogiri Timur, tapi katanya yang top sih yang di dalam pasar ini.
Sebenernya apa sih perbedaan Sate Klathak dengan sate-sate lainnya? Walau sama menggunakan daging kambing, tapi pengolahan sate ini berbeda dibandingkan dengan sate-sate lainnya. Jika biasanya sate kambing dibumbui kecap sebelum dibakar, sate klathak ini malah minim bumbu, cukup garam saja bumbunya. Tusukannya pun tidak menggunakan tusuk kayu sebagaimana lazimnya tusuk sate, tapi menggunakan jeruji sepeda yang terbuat dari besi. Konon, karena berfungsi sebagai pengantar panas, tusuk besi inilah yang juga menciptakan sensasi matang yang mumpuni di dalam daging satenya. Sate klathak ini juga tidak menggunakan bumbu kacang atau bumbu kecap sebagai pendamping sajiannya, tapi menggunakan semacam kuah gule yang light, tidak terlalu kental. Rasanya? Dahsyat! Awalnya saya ragu bisa menikmati sate klathak ini, karena saya penggemar berat kecap dan rasa manis. Tapi begitu mencoba gigitan pertama, aroma daging kambing segar yang murni hanya ditimpali rasa asin dari garam ternyata dapat memberikan "kesederhanaan yang mewah" di indera pengecap saya. Botol kecap yang sudah saya siapkan, urung saya gunakan :)

Satu porsi Sate Klathak ini hanya terdiri dari dua tusuk saja. Koq dikit amat? Nanti dulu, satu tusuknya diisi oleh 6 potongan daging sate yang cukup besar. Jadi cukup mengenyangkan. Harganya pun relatif murah. Satu porsinya dihargai Rp. 12.000. Selain sate, Pak Bari juga menyediakan kuliner olahan daging kambing lainnya seperti gulai dan tongseng. Untuk minumnya jangan lupa mencicipi kesegaran teh poci dan jeruk panasnya. Baik teh maupun jeruknya menggunakan gula batu tradisional yang menciptakan rasa khas yang berbeda jika kita menggunakan gula pasir biasa.

Sate Klathak Pak Bari hanya menjajakan dagangannya malam sampai dini hari, karena di siang hari kiosnya di Pasar Wonokromo ini digunakan para pedagang pasar untuk berjualan.
Jadi kalo ke Jogja sempatkanlah untuk mengunjungi Sate Klathak Pak Bari ini, ditanggung gak kan nyesel. Tapi kalo ketagihan gak tanggung jawab loh yaaa :)

Foto Sate Klathak diatas adalah hasil karya Ki Demang Suryaden
Simak juga catatan dari Kang Kombor tentang Sate Klathak ini

Reading Time:

Monday, February 20, 2012

Kuliner Jakarta - Bubur Ayam Pasar Hias Rias Cikini
February 20, 2012 4 Comments

Wisata Kuliner Indonesia #201
Kuliner Jakarta
Bubur Ayam Cikini

Pasar Hias Rias Jl. Cikini - Jakarta
Telp: 0812 88926226


Kalo malam ada di sekitaran Jl. Cikini - Jakarta Pusat, saya sarankan untuk merapatkan diri ke Pasar Hias Rias yang ada di dekat stasiun. Pelataran depan pasar tersebut tiap malamnya disulap menjadi salah satu kuliner malamnya Jakarta. Bubur Ayam menjadi salah satu andalan di tenda kaki lima yang selalu ramai pengunjung ini. Bubur ayamnya memang special banget, dalam mangkok besar tersaji bubur dengan toping potongan cakue, suwiran ayam, sepotong ati-ampela serta beberapa keping kerupuk dan emping. Yang unik adalah toping telornya, biasanya kan bubur ayam disajikan dengan potongan telur rebus, tapi disini kuning telur mentah diletakkan di atas bubur ayam yang panas, sehingga menciptakan kenikmatan tersendiri. Telurnya jadi tidak mentah-mentah banget karena sudah dipanaskan oleh temperatur tinggi dari bubur ayamnya, ciamiikkk... Harga satu porsi Bubur Ayam Special ini: Rp. 17.000,-

Sebenernya selain Bubur Ayamnya, tempat makan ini juga punya menu spesial lainnya yaitu Nasi Uduk. Sudah terbayang nikmatnya nasi uduk disini dengan ditemani ayam kampung goreng, sayang perut sudah penuh dengan porsi besar bubur ayamnya. Mungkin lain kali yah... Kalo mau mencicipi Bubur Ayam dan Nasi Uduk Pasar Hias Rias Cikini ini jangan siang-siang yah, belum buka. Yang ada masih jadi pelataran parkir. Baru di sore hari, tenda-tenda mulai didirikan dan akhirnya pengunjung mulai memenuhi tempat duduk dan lesehan ketika jam makan malam tiba. Buat saya pribadi, Bubur Ayam Cikini ini bisa disandingkan dengan Bubur Mang H. Oyo Tea dan Bubur Pelana di Bandung. Juara...

Mau tahu tempat makan lainnya di Jakarta? Silakan lihat disini -> Wisata Kuliner Jakarta
Reading Time:

Thursday, February 9, 2012

Kuliner Bandung - Lotek Kalipah Apo
February 09, 2012 2 Comments

Wisata Kuliner Indonesia #200
Kuliner Bandung
Lotek Kalipah Apo

Jl. Kalipah Apo No. 42 Bandung
Telp: 022 4205983


Lotek: potongan aneka sayuran seperti kacang panjang, kol, tauge, kangkung dan lain-lain dicampur merata dengan bumbu kacang yang khas dengan aroma kencur yang segar dan tingkat kepedasan yang bisa diatur sesuai selera. Di Bandung, banyak penjaja lotek yang dapat kita temui, tapi memang Lotek Kalipah Apo ini istimewa. Legitnya bumbu kacang yang digunakan bener-bener beda, pas bangettt... Menurut detikfood, ini disebabkan karena penggunaan kacang yang berkualitas untuk bumbu loteknya. Bahkan, menurut pengelola Lotek Kalipah Apo, Lydia, bisa menghabiskan waktu dua sampai tiga hari untuk memilih kacang tanah yang benar-benar berkualitas. Benar-benar juara! Satu porsi Lotek Kalipah Apo ini bisa dinikmati dengan harga Rp. 14.000,-, itu sudah termasuk lontong dan kerupuk udang. Oh iya, ada satu lagi yang special, ketika saya membeli untuk dibawa pulang, ternyata sampai sore lotek kalipah apo ini masih enak dan tidak basah. Cita rasanya tidak banyak berubah dengan ketika dimakan langsung. Salut dengan proses pengolahan dan pembuatannya.


Selain lotek, kedai Lotek Kalipah Apo ini juga menyediakan aneka lauk pauk untuk bersantap yang tak kalah lezatnya. Dan juga yang menjadi favorit ditempat ini adalah aneka buburnya, sebut saja candil, bubur sagu rangi, bubur jali, bubur lemu, bubur pacar dan lain-lain. Buka dari jam 9 s.d 16, Lotek Kalipah Apo hanya tutup di hari Selasa. Kalo akhir pekan, sejak buka jam 9 pagi, kedai ini sudah mulai dipadati pengunjung yang akan bersantap disana ataupun membawa untuk dibawa pulang. Lotek Kalipah Apo ini juga sudah membuka cabangnya di Jakarta, tepatnya di Jl. Batang Hari No.21 (Telp 021 3866139).

Buat warga Bandung atau yang mau berwisata kuliner di Bandung kayaknya Lotek Kalipah Apo ini harus masuk di daftar destinasi wisata kuliner Anda deh. Salah satu ikon kuliner kota Bandung disamping Kupat Tahu Gempol, Batagor Kingsley, Mie Baso Akung, Mie Kocok Mang Dadeng, Bubur Ayam Mang H. Oyo tea dan sebagainya. Ke Bandung yuks...

Mau tahu tempat makan lainnya di Bandung? Silakan lihat disini -> Wisata Kuliner Bandung
Reading Time:

Tuesday, February 7, 2012

Kuliner Ternate - Popeda RM Gamalama
February 07, 2012 2 Comments

Wisata Kuliner Indonesia #199
RM. Popeda Gamalama
Pasar Terminal Baru - Ternate


Beberapa kali menginjakkan kaki ke Provinsi Maluku dan Maluku Utara baru bulan November 2011 kemaren berkesempatan untuk mencicipi kuliner khas di tanah ini Popeda atau Papeda. Kesempatan ini didapat ketika mengunjungi Ternate, Maluku Utara. Popeda adalah bubur yang dibuat dari tepung sagu dan banyak dikonsumsi sebagai makanan pokok masyarakat Maluku dan Papua. Buburnya sepintas mirip lem kanji :) Dimakan bersama kuah ikan dengan rasa asam dan pedas yang sueegerr, ditambah aneka lauk lainnya yang tersedia di meja, ada ikan, aneka lalapan, tahu tempe, sagu bakar, singkong rebus bahkan pisang rebus! Cara makannya pun unik, pertama untuk memindahkan papeda dari baskom besar ke piring kita digunakan dua batang kayu, seperti sumpit dengan ukuran besar, kemudian bubur diputar-putar menggunakan kayu tersebut sampai terputus baru disajikan ke piring kita. Nah untuk makannya juga disarankan tidak menggunakan sendok, tapi cukup gunakan dua jari kita saja: jempol dan telunjuk untuk mengambil popeda dari atas piring menuju mulut kita. Dan juga jangan coba-coba mengunyahnya, tidak akan bisa... Begitu popeda masuk ke mulut langsung telan saja. Ribet? Malah asik loh makan dengan cara unik ini, seasik menikmati sensasi rasa papeda dan kuah ikan yang segar di rongga mulut kita...

Yang unik lagi adalah ketika mau bayar. Tadinya saya pikir ini seperti di rumah makan padang, kalau udah selesai makan hidangan di meja kita akan dihitung mana saja yang disantap. Ternyata tidak, di Kedai RM Popeda Gamalama ini metoda yang digunakan adalah "all you can eat". Jadi sebanyak apapun lauk yang disantap tetap saja bayarnya satu harga: Rp. 25.000. Di Ternate, saya menemukan Popeda ini setelah diantarkan teman ke salah satu penjajanya di kawasan Pasar Terminal Baru Gamalama. RM Popeda Gamalama. Di warung yang menempati bangunan yang sederhana itulah, saya bisa menikmati sensasi kuliner khas Maluku ini. Asli ketagihaaann...

Reading Time:

Monday, February 6, 2012

Kuliner Manado - Ikan Pepes Bakar di Brilia
February 06, 2012 2 Comments

Wisata Kuliner Indonesia #198
Kios BRILIA
Jl Jend Sudirman No. 79 Manado
(Depan Swiss Bell Hotel Maleosan)
Telp: 0431 3425050 / 3428500


Ikan Kakap Merah / Kerapu dimasak dengan aneka rempah-rempah seperti kunyit, bawang putih, sereh, cabe rawit dan sebagainya. Lalu dibungkus dengan daun singkong, dan ditutup lagi dengan daun pisang, kemudian dibakar diatas bara api selama 45 menit sampai 1 jam. Hasilnya??? Ikan Pepes Bakar dengan cita rasa yang dahsyat! Yang namanya pepes setahu saya ya dikukus, tapi di Manado saya menemukan kuliner yang unik ini, pepes ikan yang dibakar. Daging ikan yang harum dengan aroma aneka bumbu dan daun singkong yang menyelimutinya sangat pas disajikan dengan sambal rica-rica khas manado. Yang asik lagi adalah daun singkongnya yang dibuang sayang, bisa menjadi "lalap" pelengkap hidangan ini. Sedaaappp... Ikan Pepes Bakar ini dengan satu piring nasi bisa ditebus dengan harga Rp. 27.500,-

Minumnya saya pilih juga yang asik nih, Juice Durian. Rasa duriannya gak terlalu kuat, pas buat minuman sehabis makan, gak bikin enek. Seger banget... Segelas Juice Durian ini harganya Rp. 20.000,-

Saya menemukan Kios Brilia ini tidak sengaja. Sehabis memberikan materi di workshop tentang TIK untuk Pemberdayaan Perempuan di Aston Manado Hotel, sore itu saya menyusuri Jalan Sudirman untuk mencari "a very late lunch". Tepat di seberang Swiss Bell Hotel, tampak kedai makanan yang menyajikan aneka kuliner khas Manado. Karena sudah sangat lapar, segera saya masuk ke dalamnya. Ketika masih berpikir mau makan apa, saya ditawari untuk mencoba Ikan Pepes ini, dan langsung saya katakan ya. Untungnya, ternyata ada stock ikan pepes yang sudah dibakar, karena kalau tidak harus menunggu paling tidak 45 menit untuk memasaknya, keburu pingsan dah :)) Walaupun tidak terlalu terkenal dan tidak googleable, tapi Ikan Pepes Bakar di Kios Brilia ini saya rekomendasikan buat yang tengah berburu kuliner Manado. Alternatif lain selain Bubur Manado dan Mie Cakalang tentunya...

Reading Time:

@way2themes