January 2011 - Wisata Kuliner Indonesia

Saturday, January 29, 2011

Kuliner 140 - Doclang Mantarena, Bogor
January 29, 2011 2 Comments
Doclang
Jl. Mantarena (Jembatan merah), Bogor
Telp (0251) 8346260 - 085695792333


Nama yang unik untuk satu makanan, DOCLANG. Ya, ini adalah salah satu makanan khas dari kota Bogor. Potongan lontong yang disajikan bersama tahu goreng dan kentang rebus, kemudian diguyur bumbu kacang yang khas. Mirip dengan Kupat Tahu kalo di Bandung, tapi memang bumbu kacangnya punya cita rasa sedikit berbeda, pedas, gurih dan manis, serta masih gerusan kacangnya yang tidak terlalu halus. Di Bogor, Doclang cukup banyak dijajakan di kawasan Jembatan Merah (Jl. Veteran). Salah satunya ada di Jl. Mantarena. Anehnya, di gerobaknya tertulis "Doclang Ole2 Bandung" :)


Doclang ini hanya dijajakan pada saat sarapan, biasanya menjelang siang sudah habis. Rasanya emang manteb, lontongnya begitu lembut n cita rasa bumbunya pas banget ama selera saya. Seporsi doclang ini dapat ditebus dengan harga 6000 rupiah saja. Dapet bonus teh tawar hangat hehehe. Yuk buat yang berwisata kuliner ke Bogor, jangan lupa untuk menikmati sepiring Doclang
Reading Time:

Friday, January 21, 2011

Kuliner 139 - Batagor RIRI, Bandung
January 21, 2011 4 Comments
Batagor RIRI
Jl. Burangrang 41 Bandung
Telp (022) 7303349


Seperti yang pernah saya tulis sebelumnya, salah satu kuliner Bandung yang banyak diburu oleh para wisatawan adalah Batagor. Salah satu "top of mind" dari batagor Bandung ini adalah Batagor RIRI. Yup, Batagor Riri disebut-sebut sebagai salah satu pelopor yang membuat nama Batagor menjadi kondang sebagai kuliner khas kota Bandung. Kelebihannya menurut saya salah satunya ada di tahunya, karena tahu bandung memang terkenal kelezatannya. Ditambah dengan bumbu kacang yang khas dengan tingkat kepedasan yang pas.... Seluruupp... Oh iya, biasanya selain batagor, orang juga memesan siomay. Isinya sama, tapi jika batagor menggunakan tahu sebagai "kulit"nya sedangkan siomay menggunakan pangsit.


Saat ini Batagor Riri juga melakukan diversifikasi makanan dengan menambahkan sajian Bakso Malang. Tapi menurut saya masih agak jauh rasanya jika dibandingkan dengan "tetangga"nya, Bakso Malang Enggal. Saya juga mencoba Batagor kuah yang tidak diberi bumbu kacang tapi dikasih kuah. Enak sih, tapi tentu saja kalah "menggigit" jika dibandingkan Batagor biasa. Bumbu kacang merupakan salah satu point utama dari sajian batagor ini, itu yang hilang dari sajian batagor kuah.

Batagor RIRI bisa kita santap di tempat atau kita bungkus untuk dijadikan buah tangan. Biasanya dijual dalam paket yang berisi 10 buah batagor atau siomay, tergantung selera. Bisa kita pilih sendiri variasinya. Kita pun bisa memesannya 1/2 matang, sehingga kita dapat menggorengnya kembali ketika sampai rumah. Tapi ingat, karena tidak menggunakan bahan pengawet, batagor ini hanya tahan 24 jam saja, kecuali jika dimasukkan ke dalam kulkas bisa tahan 3-4 hari. Harga satu buah batagor/siomay nya Rp. 7000. Cukup mahal memang...

Selain pusatnya di Jl. Burangrang ini, Batagor Riri yang mulai membuka usahanya sejak 1985 ini, juga telah mempunyai cabang di beberapa tempat di Bandung yaitu di Paskal Hypersquare, Jl Kebon kawung, Mode Plus (Setiabudi), Level Outlet (Dago) dan Sosis Kita (Pasirkaliki). Semua cabangnya memang hanya ada di kota Bandung. Buat yang di luar Bandung??? Ya dateng aja ke Bandung hehehe

Mau tahu tempat makan lainnya di Bandung? Silakan lihat disini -> Wisata Kuliner Bandung

Reading Time:

Thursday, January 13, 2011

Kuliner 138 - Black Pepper Ice Cream, Bandung
January 13, 2011 7 Comments
Sub 7ero Frozen Ice Cream
Jl. Saturnus Tengah No 12, Margahayu Raya - Bandung
Telp: 022-91305852


Es Krim, siapa sih belum pernah coba? Tapi pernah gak nyicipin es krim rasa Black Pepper? atau Cheddar Cheese? Nah, di Bandung sekarang ada kedai es krim yang menyajikan cita rasa yang unik dan beda ama yang lain. Nama tempatnya Sub 7ero Frozen yang terletak di dalam komplek Margahayu Raya. Kita bisa nemuin rasa eskrim yang beda disini. Black Pepper Ice Cream, merupakan andalan tempat ini. Terus terang di awal saya ragu untuk mencobanya karena gak kebayang bakal enak. Tapi ketika es tersebut sampai ke lidah kita, wuidiihhh, dahsyat. Unik banget, ada rasa pedas yang nyempil di es krim ini yang membuatnya beda. Bener.. rasa black pepper.. Apalagi dengan "guyuran" saus caramelnya... mmmhhhh...


Satu lagi yang asik disini adalah Cheddar Cheese Ice Cream. Es krim rasa keju... Unik banget tapi yummiee banget... Rasa kejunya begitu kental, tapi gak bikin eneg. Ternyata kalo diolahnya bener, asik juga keju jadi rasa es krim. Jempolll...


Buat yang pengen seger-seger rasa buah, ada tiga pilihan yang "bersaing" merebut hati pelanggan. Yang pertama: Pink Guava Ice Cream, Es krim rasa jambu. Yang Kedua: Tropical Fruis Ice Cream, es krim dengan rasa mangga yang nendang. N yang ketiga: Fruits of The Sun Ice Cream, es krim rasa jeruk, ada rasa manis tapi disentil dengan rasa asem-asemnya jeruk. Tiga-tiganya juara...


Buat yang suka coklat boleh pilih diantara tiga pilihan ini: Chocolate Chips, Vanilla Oreo, sama White Chocolate Ice Cream. Tiga-tiganya mantabs, tapi favorit saya White Chocolate. Coklatnya itu loh, "kentel" banget rasanya... Vanila Oreonya juga asik, bener2 kaya makan oreo dalam bentuk es :)

Buat yang suka asem-asem juga ada pilihan es krim yang tersedia seperti: Natural Yoghurt, Wild Berry dan Cherry Balsamic. Nah yang ini terus terang belum sempet nyobain. Pe-er buat temen2 semua buat nyicipin n kasih comment disini :)


Compare dengan berbagai kedai es krim lainnya, saya pikir harga di Sub 7ero ini cukup bersaing. Satu single scoop cukup ditebus dengan harga Rp. 8500 dan untuk yg double hanya Rp. 14.000. Kalo mau tambah topping tinggal tambah Rp. 1500 / topping. Ada berbagai pilihan seperti saus caramel, saus coklat, saus strawberry, coco crunch, astor, coklat m&m dan sebagainya. Kita pun bisa bawa pulang dengan memilih Paket 6 rasa dengan harga hanya Rp 33.000 aja, rasanya boleh kita pilih sendiri, bebas...


Para pelaku kuliner Bandung memang terkenal akan kreativitasnya. Olahan menarik dari es krim ini salah satu contohnya. Sub 7ero ini bahkan sudah diliput TV swasta loh, saking uniknya. Cuma untuk menemukan kedainya agak sulit karena berada di tengah-tengah komplek perumahan besar dan belum banyak orang tah. Kalo emang bener-bener pengen kesana, kontak saya aja deh yah hehehe. Tapi kalo udah mencicipi es krim ini, dijamin gak kan nyesel...
Reading Time:

Tuesday, January 4, 2011

Kuliner 137 - Bubur Ayam Air Mancur, Bogor
January 04, 2011 3 Comments
Bubur Ayam Air Mancur "BAROKAH"
Jl. Jend. Sudirman - BOGOR

Bubur Ayam biasanya merupakan menu sarapan. Tapi yang satu ini dijajakan justru di malam hari. Bubur Ayam Air Mancur "Barokah", terlihat selalu ramai di setiap malamnya. Berlokasi di kawasan Air Mancur, Jl. Sudirman-Bogor, bubur ayam ini berdampingan dengan penjaja makan lainnya seperti sate padang, gorengan, ayam goreng dan lainnya. Bubur ayamnya sendiri menurut saya tidak terlalu istimewa, tapi sangat bisa dikatakan enak. Potongan ayam yang tidak pelit menutupi semangkuk bubur yang diberi kuah kuning, ciri khas bubur ayam di seputaran Jabotabek dan Cianjur. Ini berbeda dengan bubur ayam Bandung yang tidak menggunakan kuah kuning karena buburnya sendiri sudah kaya akan rasa kaldu ayamnya. Satu porsi bubur ayam ini bisa ditebus dengan harga Rp.8000,-


Yang menurut saya spesial dari bubur ayam air mancur ini adalah pilihan sate yang tersedia untuk menemani menu utamanya. Ada tiga pilihan sate: Sate Ati, Sate Usus dan Sate Kikil. Bumbu dari sate-sate ini pas banget, apalagi sate kikilnya. Kenyal dan nyakres menjadi satu... Per tusuk sate ini harganya Rp. 2000,-


Buat minumnya, Bansus alias Bandrek Susu jadi pilihan saya. Khasiat minuman ini yang dapat menghangatkan tubuh pas banget buat lawan smeriwingnya udara malam Bogor. Susunya juga pas, gak terlalu banyak yang kadang bisa membuat rasa pedas dari bandreknya tertutup. Satu gelas cukup Rp. 4000 aja.

Menikmati Bubur Ayam Air Mancur memang serasa merubah paradigma bahwa bubur ayam adalah hanya menu sarapan. Kenikmatan menyantapnya di malam hari membuat saya pengen balik lagi ke sana... Kini bubur ayam ini telah menjadi salah satu alternatif tujuan wisata kuliner Bogor. Yuk cobain yuk...
Reading Time:

Saturday, January 1, 2011

Kuliner 136 - Kambing Bakar Cairo, Bandung
January 01, 2011 9 Comments
Kambing Bakar Cairo
Jl. Pelajar Pejuang No. 104
Bandung


Tidak jauh dari lokasi Kambing Bakar Zam-Zam, hadir pula tempat makan yang menawarkan menu serupa: Kambing Bakar Cairo. Meskipun di menu cukup banyak pilihan tersaji saya tetap memilih Kambing Bakar sebagai pilihan saya malam ini. Tak lama hadir dimeja saya, hot plate dengan asap mengepul dari kambing bakar yang mengantarkan aroma lezat sehingga perut terasa semakin lapar. Dan pas disentuh dengan garpu, wuih dagingnya ternyata lembut banget... Cocol dikit pake sambel kecapnya, yummiieee, gak kan nyesel. Bau kambingnya gak terasa sama sekali.


Ada tiga ukuran kambing bakar yang bisa kita pilih dengan harga yang beragam: 250gr (Rp.30rb), 350gr (Rp.42rb) dan 500gr (Rp.57rb). Saya pilih yg 350gr dan ternyata itu sudah cukup banyak dan sangat mengenyangkan. Tapi kalo yang memang biasa porsi jumbo tampaknya 500gr lebih mantap. Kambing Bakar Cairo ini menyatakan bahwa menu kambing bakarnya NON-Kolesterol, karena kambing yang digunakan berusia 3 bulan sehingga kandungan kolesterolnya masih rendah serta dinetralisir dengan rempah-rempah dan dibakar kering. Hmmmm....


Makanan dan minuman yang dapat keita temui disini lebih bervariasi dibandingkan Kambing Bakar Zam-Zam, sebut saja ada Nasi Goreng Kambing, Roti mariam, soto mesir dan lain-lain. Kambing Bakar Cairo dapat ditemui di Jl. Pelajar Pejuang tepat di seberang Hotel Horison Bandung dan juga ada cabangnya di Jl. Gegerkalong Hilir No 25-27. Hebatnya lagi karena kelezatan olahan kambing bakarnya, mereka berani membuat claim "terlezat ke-2 se timur tengah", gak tau yang pertamanya siapa hehehe. Plus lagi tambahan tulisan di menunya " Anda tidak ketagihan... jangan bayar... kami yangbayar anda", jempol :) Jadi mau pilih mana Kambing Bakar Zam-Zam atau Cairo? Saya serahkan ke Anda semua, dua-duanya layak dicoba :)
Reading Time:
Kuliner 135 - Kambing Bakar Zam-Zam, Bandung
January 01, 2011 3 Comments
Kambing Bakar Zam-Zam
Jl. Banteng No 56
Telp: 022-7323341
Bandung


Suka makan kambing? Kalo suka, tempat yg satu ini layak coba. Setelah kehilangan Sate Africa yang di depan Stasiun dan sekarang hilang entah kemana, temen saya mengajak untuk menikmati Kambing Bakar Zam-Zam di kawasan Jl Banteng Bandung. Ternyata tempat makan ini sudah punya nama di Kota Cirebon dan sekarang mencoba mengembangkan sayapnya untuk meramaikan kuliner Bandung. Kambing muda yang telah dilumuri oleh rempah-rempah langsung dibakar di depan tempat makan ini yang tentu saja menyebarkan keharuman aroma kambing bakar ini kemana-mana. Disajikan di atas hot plate disandingkan dengan potongan jeruk nipis, bawang merah dan cabe rawit serta gak lupa kecap manis. Dagingnya yang empuk (karena katanya diambil dari kambing muda pilihan) plus bumbunya yang meresap sampai ke tulang merupakan hal yg menjadi unggulan Kambing Bakar Zam-Zam ini.


Kalo mau menu lain, Tongseng Kambingnya juga mantap. Kuah kentalnya berasa banget dengan potongan daging kambing yang juga lembut. Tapi hati-hati dengan ranjau cabe rawitnya, bisa menyengat. Kalo memang tidak terlalu suka pedas, tinggal pesan saja tongseng yang tidak pedas. Harga Rp. 12.500,0

Oh iya, kalau pesen kambing bakar kita akan diminta memilih bagian punggung atau paha. Saya sih lebih suka paha karena dagingnya kayaknya lebih banyak. Selain itu tulangnya pun tidak mengganggu kenikmatan kita untuk makan. Ada dua jenis ukuran yang ditawarkan, yang sedang dengan harga Rp.22rb dan yang besar harganya Rp.30rb. Slogan yang ditonjolkan "Empuk Istimewa Tidak bau Prengus" memang terbukti ketika kita menyantap kambing disini. Jadi buat para pencinta kambing di Bandung, silakan cicipi Kambing Bakar Zam-Zam ini.
Reading Time:

@way2themes