August 2007 - Wisata Kuliner Indonesia

Tuesday, August 28, 2007

Kuliner 19 -  Ikan Bakar Floridas dan Air Goraka, Ternate
August 28, 20071 Comments

Punya uang seribuan kan? Coba lihat di salah satu sisinya, terdapat lukisan Pulau Maitara dan Tidore. Nah, sekarang perhatikan dengan photo saya di atas. Pada latar belakangnya kita bisa juga lihat pemandangan yang sama, Pulau Maitara dan Tidore yang berada di Maluku Utara. Photo di atas diambil dari Floridas Resto & Cafe yang terletak di Jl. Raya Ngade/Laguna, Ternate. Tempatnya emang cukup asik, dengan pemandangan laut dan pulau-pulau di provinsi ini. Kita bisa duduk di balkon sehingga udara segar dapat menerpa wajah kita.



Restoran ini, seperti biasa, menyediakan menu utama ikan bakar ditemani sayuran seperti cah kangkung. Ikannya dibakar tanpa dibumbui, kemudian disajikan dengan sambal yang rasanya asam dan pedas. Tentunya sebagai penggemar kecap, permintaan kecap manis langsung saya ajukan ke pramusaji, supaya makan siang di Ternate ini bisa lebih mantap.


Untuk minumnya saya pesan Air Goraka, yang ternyata sama dengan Bandrek kalo di Bandung. Campuran Air Jahe dan gula kelapa yang disajikan dengan serutan kelapa muda. Rasanya ya juga sama aja dengan bandrek.

Sebagai catatan, kalau memang anda benar-benar dalam kondisi lapar, jangan masuk ke restoran ini jika anda belum memesan menu sebelumnya. Kenapa? Karena makanan baru tersaji di meja kita setelah 1 JAM kita memesan! Bener-bener 1 jam. Bahkan di daftar menu mereka pun ditulis secara terbuka bahwa hidangan akan datang satu jam seteleh kita memesan. Unik kan :))

Tapi 1 jam mungkin tidak terlalu kerasa, jika kita bisa menikmati pemandangan indah yang tersaji dari balkon restoran ini, plus lantunan lagu merdu dari iringan organ tunggal yang menemani makan siang kita. So, selamat mencoba...
Reading Time:

Sunday, August 12, 2007

Kuliner 18 - Restoran Ria Rio, Manado
August 12, 2007 4 Comments

Manado, kota yang terkenal dengan wisata baharinya, menjadi tujuan saya berikutnya. Tanggal 24 Juli 2007, saya mendarat di bandara Sam Ratulangi untuk mengikuti dua kegiatan sekaligus di kota ini. Tanggal 25 saya menjadi pembicara pada Workshop Pemanfaatan Database Wartel Warnet yg diselenggarakan oleh Direktorat Pemberdayaan Telematika - Ditjen Aptel, dan untuk tgl 26-27 saya menjadi fasilitator untuk pelatihan internet dalam kegiatan Fasilitasi Literasi Kominfo untuk Kaum Perempuan Sulawesi Utara.


Malam pertama dan kedua saya diajak menikmati hidangan ikan di restoran yang tampaknya menjadi rujukan banyak orang Menado untuk menikmati kuliner khas manado,yaitu Restoran Ria-Rio. Disana tersedia berbagai jenis ikan, bahkan sebagian namanya baru saya dengar kali ini. beberapa jenis iklan yang tersedia contohnya ikan bobara, bobara laut, goropa, kerapu, kerapu mulut tikus, mujaer, kakap merah dan lain-lain. Selain itu terdapat juga makanan laut lainnya seperti udang, udang golah (udang laut), dan cumi-cumi. Kita dapat memilih berbagai jenis olahan seperti goreng, bakar, bakar rica, goreng mentega, asam manis dan lain-lain.


Untuk sayur, kita bisa memilih beberapa jenis masakan yang tersedia seperti cah kangkung, cah pakis (nah ini percis pakis yg saya makan di singkawang tahun lalu), sapo tahu, capcay dan lain-lain.

Untuk minuman, yang menjadi pilihan utama di restoran ini adalah Es Kelapa Muda, kita bisa memilih kelapa muda ini menggunakan Gula Jawa atau Sirup Kelapa. Kalau saya jelas memilih menggunakan gula jawa. Jadi ingat tahun 2000 saya suka menikmati es kelapa muda di jalan Kelapa Dua,Akses UI Depok, disana kita bisa memilih gula sendiri yang disiapkan di meja.

Untuk dessert, ada jg beberapa yg khas manado. Pernah makan pisang goreng dikasih sambal? Nah, snack yang unik ini bisa ditemui di Manado, selain itu ada juga singkong rebus yang dikasih bumbu santan asin.

Gimana? Penasaran? Memang ibu kota Provinsi Sulawesi Utara ini menyajikan sensasi kuliner yang dihadirkan untuk para penikmat makanan. Oh iya, hari terakhir kita dijamu oleh ibu Ivonne dr Depkominfo, yang menyediakan satu meja lengkap makanan yang sebagian besar merupakan kuliner khas manado,sebut saja bubur manado,ikan bakar rica, ikan goreng, dan juga lengkap dengan penganan kecil khas manado seperti klapertart dan lemang.

Jadi, silakan kunjungi manado, nikmati keramahan masyarakat dan kulinernya.
Torang Samua Barsodara to...

Reading Time:

Thursday, August 2, 2007

Kuliner 17 - Rusa Hot Plate, Jayapura
August 02, 2007 4 Comments

Malam terakhir saya di Jayapura (12/07/07), sebelum besok kembali bertolak ke Jakarta, kami serombongan besar dari Depkominfo, berangkat untuk makan malam di Green View Restaurant, rumah makan yang menyajikan makanan bernuansa chinnese. Begitu duduk, saya langsung mencari makanan yang menarik dari daftar menu yang memuat banyak sekali pilihan kuliner yang bisa kita santap, terutama aneka seafood dan chinesse food. Ada berbagai menu berbahan dasar kepiting, ikan, dan lain-lain. Minumannya pun beraneka ragam, ada es lychee, rambutan, aneka macam juice dan lain-lain.


Tapi saya langsung tertarik dengan satu menu makanan, namanya : DEER HOT PLATE. Deer? iya betul, menu ini memang masakan dengan bahan utama daging rusa. Hmm, saya langsung membayangkan bagaimana wujud dari daging rusa ini, karena di pulau jawa ataupun di daerah-daerah lain yang sempat saya kunjungi tidak pernah ditemui masakan yang berbahan dasar daging rusa.

Akhirnya tibalah hidangan yang saya pesan di meja, potongan daging rusa dan paprika dengan rasa asam manis. Daging rusa ternyata memiliki tekstur yang sangat lembut, hampir mirip dengan daging sapi tetapi jauh lembih empuk. Bagi para penggemar daging, kalau menemukan menu daging rusa dimanapun, rasanya wajib untuk dicoba untuk merasakan sensasi kelembutan daging ini.

Score:
Deer hot plate - Green View Restaurant : 8

Reading Time:
Kuliner 16 - Lalapan Mujair, Jayapura
August 02, 2007 3 Comments

11 Juli 2007, hari pertama dr 3 hari rencana saya berada di bumi Papua ini, setelah menempuh perjalanan selama 7 jam, berangkat dr Jakarta jam 21.50 dan baru mendarat di Bandara Sentani sekitar jam 7.30 WIT. Saya pikir memilih penerbangan malam hari dapat istirahat dengan tenang, tnyata jalan malam hari malah benar-benar membuat capek. Gak lagi deh jalan malam.

Dalam perjalanan ke hotel, saya dan rekan setia saya, Mas Susi, diajak dulu untuk makan di RM Lestari Abadi, yang berlokasi di kawasan Jl. Abepura, Kotaraja. Hanya ada dua menu utama di RM ini, Lalapan Mujair dan Lalapan Ayam. Saya memilih menu yang pertama, Lalapan Mujair. Apa sih lalapan mujair? Ternyata ini adalah goreng ikan mujair yang disajikan dengan sambal lengkap dengan lalapannya seperti kol, kacang panjang, daun singkong & timun.

Yang terasa beda adalah ukuran mujairnya, gede banget, kaya ikan gurame. Digoreng kering, rasanya bener-bener deh... muantapp. Mungkin gara-gara saya udah lama ga makan ikan goreng kali ya. Sayang, sambelnya bukan gua banget, gak ada manis-manisnya sedikitpun. pedes banget lagi. Tapi semua ketutup dengan renyahnya mujair goreng... hmmmm

Score:
Lalapan Mujair (tanpa sambel) : 8
Reading Time:

@way2themes