March 2018 - Wisata Kuliner Indonesia

Saturday, March 31, 2018

Kuliner Bandung - Cuankie Serayu
March 31, 2018 3 Comments

Antrian yang mengular di depan kedai sederhana menjadi salah satu bukti pesona kuliner Bandung yang satu ini. Ada tahu putih yang diisi aci, siomay, bakso, pangsit rebus, pangsit goreng, dan bakso goreng yang menjadi ciri khas utama dari cuankie. Rasa otentik yang terjaga dari kuah yang disajikan membuat Cuankie Serayu tak pernah kehilangan pelanggan.


Suatu hari Sabtu, selepas jam makan siang, tapi saya belum sempat makan siang. Akhirnya memilih salah satu kuliner legendaris di kota Bandung, Cuankie Serayu. Walaupun sudah kondang dan menjadi salah satu destinasi kuliner di kota Bandung, tapi terus terang saya belum pernah sempat menyambangi tempat ini, sampai hari itu. Parkiran di sepanjang Jl. Serayu, nama jalan yang dijadikan brand penjual cuankie ini, sudah tampak penuh. Pun sepintas tampak antrian mengular di depan kedai sederhana yang merupakan tempat menjajakan Kedai Cuankie Serayu. Setelah mendapat parkir, langsung saya menghampiri kedai ini. Ada dua jalur antrian di depan kedai ini, yang pertama antrian khusus untuk yang membungkus alias take away, sedangkan yang kedua antrian untuk yang makan di tempat. Antrian yang makan di tempat inilah yang ternyata cukup panjang mengular. Sebenernya apa sih yang membuat orang rela mengantri makanan yang satu ini?

Reading Time:

Sunday, March 25, 2018

Kuliner Jakarta - Sop Buntut Cut Meutia
March 25, 2018 3 Comments

Tidak butuh analisa yang mendalam untuk segera jatuh cinta pada sajian sop buntut yang satu ini. Dagingnya yang lembut dalam balutan kuah sop yang gurih dengan cubitan rasa asam yang segar, begitu memanjakan indera pengecap kita. Pilihan Buntut Bakar dan Buntut Gorengnya pun terlalu menggoda untuk diabaikan begitu saja.


Walaupun kedai resto/kafe modern bermunculuan di kota Jakarta, tetapi kuliner legendaris Jakarta tetap mempunyai tempat di hati dan lidah para pelanggannya. Para "penjaga" kuliner tersebut tetap bertahan bahkan berkembang di usianya yang tak lagi muda. Kuncinya adalah bagaimana menjaga cita rasa tetap terjaga, dan estafet generasi yang berjalan dengan baik. Salah satunya ini, Sop Buntut Cut Meutia. Berjualan sejak 1970, dulu tempat ini dikenal dengan nama Sop Buntut SEMOGA (Hj. Nurjanah) sebelum akhirnya menetapkan nama Sop Buntut Cut Mutia sebagai brand-nya. Saya sendiri belum pernah mencoba sop buntut ini, dan menemukannya ketika lagi mencari tempat makan di kawasan Stasiun Gondangdia. Hanya berjarak sekitar 150 meter dari stasiun ini, saya menemukan kedai kecil yang menyatu dengan kedai makan lainnya di ruas jalan Menteng Kecil. Sepintas tidak ada yang istimewa dari tempatnya, tetapi banyaknya orang di kedai itu memang bikin penasaran. Jadi sebenarnya apa yang membuat Sop Buntut legendaris ini tetap bertahan?

Reading Time:

@way2themes