March 2013 - Wisata Kuliner Indonesia

Saturday, March 30, 2013

Kuliner Surabaya - Mie Pitik & Es Campur Aiola
March 30, 2013 4 Comments

Wisata Kuliner Indonesia #271
Kuliner Surabaya
Mie Pitik Bang Azat & Es Campur Pak Kadir
eat at aiola

Jl Slamet No 16
Surabaya


Kedai aiola, sebuah "food court" yang dipenuhui anak sekolah dan anak kuliah di tengah rimbunnya pepohonan yang tumbuh di ruas jalan Slamet. Ya, aiola memang strategis, sangat dekat dengan SMA 1 dan SMA 9 Surabaya sehingga di jam makan siang untuk mendapatkan tempat dudukpun kayaknya harus menanti. Tapi emang ada makanan apa aja di aiola ini? Ini rekomendasi teman saya Mas Fajar Okto, yang mengajak saya makan siang disini. Untuk "main course" saya disuguhi Mie Pitik Bang Azat alias Mie Ayam. Istimewanya, selain suwiran ayam yang biasa menjadi toping mie ayam pada umumnya, di Bang Azat ini kita bisa pilih tambahan lainnya seperti kepala, ceker ataupun brutu, ataupun gabungannya. Bumbu ayamnya saya sangat suka, manisnya pas plus merata berpadu cantik dengan kuah mienya. Kepala ayamnya pun bikin ketagihan, gemuk dengan kulit tebal plus bumbu manis yang juga meresap sampai ke tulangnya. Untuk Mie Pitik + Kepala ini saya cukup merogoh kantong sebesar Rp.9000,-

Nah buat segerannya saya pesen Es Campur Pak Kardi. Isinya sangat sederhana: cendol, cingcau, pacar, kacang hijau dan potongan roti tawar, dengan kuah santan yang ringan dengan tingkat kemanisan yang sedang, tidak terlalu manis atau giung kalo kata orang SUnda. Buat ngalahin cuaca panasnya Surabaya Es Campur Pak Kadir ini patoet dipeodjikeun. Harganya cukup Rp. 7000 aja.

Suasana "homey" dari kedai ini memang mengasyikkan buat nongkrong-nongkrong. lokasinya pun strategis, tidak jauh dari Balaikota Surabaya. Jadi buat yang cari kuliner alternatif di kota Surabaya meluncur aja yuk ke aiola...

Mau tahu tempat makan lainnya di Surabaya? Silakan lihat disini -> Wisata Kuliner Surabaya
Reading Time:

Friday, March 29, 2013

Kuliner Surabaya - Tahu Campur Cak Kahar
March 29, 2013 8 Comments

Wisata Kuliner Indonesia #270
Kuliner Surabaya
Tahu Campur Cak Kahar
Jl Embong Malang No. 78H (Depan Hotel JW Marriot)
Surabaya
Telp. (031) 71948985

Berburu kuliner Surabaya tampaknya harus memasukkan tempat yang satu ini di dalam daftar kunjungan, Tahu Campur Cak Kahar. Makanan berkuah yang berisi potongan lontong, daging sapi beserta lemak dan kikilnya, perkedel dari singkong atau yang biasa disebut dengan lentho, tauge, mie kuning, daun selada dan pastinya Tahu. Kuahnya ini loh yang bikin hidangan ini spesial, kuah kaldu dengan semburat manis yang gurih daaannnn bumbu petis sebagai signature yang membedakan kuliner yang satu ini. Satu porsi tahu campur cak kahar ini serasa tidak cukup, tandas dengan cepat sampai kering ke kuah-kuahnya. Sluruuppp...

Selain tahu campur, kedai kaki lima yang sederhana ini juga menyajikan satu menu yang juga menjadi favorit yaitu Tahu Tek. Mirip kupat tahu kalau di Bandung. Potongan lontong, tahu, lentho, dan juga timun dan toge. Yang menjadi pembeda adalah telor dan juga bumbu kacangnya yang memiliki cita rasa petis yang kuat.

Tahu Campur Cak Kahar ini sangat mudah diakses, berada percis di seberang Hotel JW Marriot. Buka sejak jam 5 sore, kedai ini selalu ramai dikunjungi pengunjung, baik warga Surabaya sendiri maupun pendatang seperti saya :)

Nah, agar lebih jelas silakan liat video yang diambil Matahari Timoer ketika kita berkunjung ke salah satu ikon Kuliner Surabaya ini. Selamat menikmati....


Mau tahu tempat makan lainnya di Surabaya? Silakan lihat disini -> Wisata Kuliner Surabaya

Reading Time:

Tuesday, March 26, 2013

Kuliner Surabaya - Soto Cak Har
March 26, 2013 2 Comments

Wisata Kuliner Indonesia #269
Soto Lamongan "CAK HAR"
Jl. Dr. Ir. H. Soekarno (MER II)
Telp.: 0821 42170205
Surabaya


Soto memang menjadi kuliner Indonesia yang mempunyai keragaman yang kaya. Banyak daerah memiliki soto khasnya dengan cita rasa yang berbeda. Kalo di Jawa Timur, Soto Lamongan menjadi salah satu jawara yang merambah ke banyak kota di Indonesia. Di Surabaya ada Soto Lamongan yang kondang, Soto Lamongan "Cak Har" namanya. Saya diajak mas Frenavit yang mengiming-imingi kedahsyatan soto ini. Mari kita buktikan, saya pesan satu soto campur. Eh bentar dulu, ternyata walaupun hanya soto ayam, isi soto ini bisa kita pesan secara "customize", mau bagian dada, paha, kulit, jeroan atau bahkan brutu. Selain itu kita juga bisa pesan menu tambahan, misalnya ceker ayam, kulit, dan juga balungan alias tulang belulang. Bagaimana dengan sotonya? Pertama saya terkaget dengan kecepatan munculnya pesanan di meja, kurang dari 5 menit! Kedua, berbeda dengan soto lamongan lainnya, soto Lamongan Cak Har menggunakan santan yang membuat kuahnya lebih kental dan tentunya lebih gurih. Ketiga, taburan bubuk koya yang memperkaya rasa, tidak hanya berlimpah, tapi kita bisa menaburkan sesuka hati karena tersedia secara bebas di meja. Keempat, daging ayam kampung pilihan tidak bisa tidak menjadi kunci keunggulan soto Cak Har. Kesimpulan: JUARA! Dan itu semua cukup ditebus dengan harga Rp. 13rb saja satu porsinya.

Satu lagi yang tidak bisa saya lupakan dari Soto Cak Har ini adalah kita bisa minta Balungan. Apa itu? Tulang belulang ayam yang sudah "dilucuti" dagingnya sehingga tinggal tersisa tulang-tulangnya saja. Apa enaknya? Walau hanya tulang, jangan lupa bahwa ini adalah tulang ayam yang sudah diolah dengan proses memasak yag panjang sehingga tulangnya sudah lunak dan resapan bumbunya pun sangat terasa. Belum lagi serpihan daging yang tidak bersih dilucuti dari tulangnya ini pun tidaklah sedikit, bisa kita nikmati. Mantap lah pokoknya, memberikan sensasi tersendiri. Dan mau tau berapa harga satu mangkok penuh balungan ini? GRATIS! Makin mantaaaabbbbb....

Saya datang ke Soto Lamongan "Cak Har" ini di malam kamis, bukan weekend tentunya. Tapi lihatlah keramaian yang ada di tempat ini, hampir semua meja terisi penuh, sepintas saya hitung jumlah pengunjung pada saat saya bersantap di sana lebih dari 50 orang dan itu terus bergantian datang dan pergi. Wuihhh... Kuliner Surabaya yang tidak boleh anda lewati

Mau tahu tempat makan lainnya di Surabaya? Silakan lihat disini -> Wisata Kuliner Surabaya

Reading Time:

Friday, March 22, 2013

Kuliner Jambi - Nasi Minyak RM Putri Jelmu
March 22, 2013 6 Comments

Wisata Kuliner Indonesia #268
RM Kuliner Khas Jambi Putri Jelmu
Jl. RE Martadinata, Simpang Bank Indonesia
Telp: 0853 7822 7537
JAMBI



Makin terbukti bahwa Kuliner Jambi memang lekat dengan Kuliner Palembang. Ada satu tempat makan sederhana yang menyajikan Masakan Khas Jambi sebagai menu utamanya. Salah satunya adalah Nasi Minyak, yang banyak kita jumpai juga di Palembang. Sebagai temannya nasi minyak ini bisa kita pilih apakah mau kari, rendang, semur atau ayam goreng dengan kelengkapan acar, sambal nanas dan juga kerupuk. Rasa gurih yang kaya rempah menyeruak begitu kita suapan pertama nasi minyak ini sampai ke mulut kita. Minyak samin menjadi kunci utama dari gurihnya kuliner Jambi yang satu ini. Pada umumnya nasi minyak ini didampingi dengan kari daging sebagai lauknya, kuah karinya juga cukup ringan sehingga memang pas sebagai pendamping nasi minyak yang sudah kuat rasanya. Harga satu porsinya memang cukup mahal Rp. 30ribu, tapi layak untuk dicoba.

Tau Tempoyak kan? Ya, ini adalah masakan yang berasal dari buah durian yang difermentasi. RM Putri Jelmu ini juga menyajikan Gulai Tempoyak Ikan Toman. Karena bumbunya berasal dari durian yang difermentasi, ya tentunya bisa dibayangkan sengatan aroma yang dihasilkan. Ikan Toman sendiri seperti ikan Gabus yang banyak hidup di Sungai Batang Hari. Sayangnya hidangan ini terlalu manis buat saya, jadi aroma durian plus rasa manis yang kuat kurang pas dengan indera perasa ini. Satu porsi nasi plus tempoyak toman dan sambal ini bisa ditebus dengan selmar uang Rp. 20.000.

Jika kita Googling, Nasi Minyak sebenarnya adalah kuliner khas Melayu. Akan tetapi setiap daerah punya ciri khas yang berbeda-beda. Di Palembang contohnya, nasi minyak ini berwarna kuning (seperti nasi kuning) dan disajikan dengan aneka macam lauk. Sedangkan di Jambi, nasi minyak warnanya cenderung merah, dan umunya disajikan dengan kari ayam atau daging. Tidak banyak penjual nasi minyak di kota Jambi, karena biasanya kuliner khas ini disajikan hanya pada saat pesta saja. Tapi sekarang, kalo penasaran dengan cita rasanya, kita bisa meluncur ke RM Putri Jelmu yang menyajikan aneka kuliner khas kota Jambi.

Mau tahu tempat makan lainnya di Jambi? Silakan lihat disini -> Wisata Kuliner Jambi

Reading Time:

Tuesday, March 19, 2013

Kuliner Jambi - Kweetiaw Warkop Purnama
March 19, 20130 Comments

Wisata Kuliner Indonesia #267
Kwee Tiao Warung Kopi Mentari
Jl. Sultan Agung
JAMBI


Menarik ketika saya diajak oleh seorang teman ke sebuah warung kopi untuk menikmati makan malam di hari kedua saya di kota Jambi. Dia bilang, "Mungkin ini bukan kuliner khas Jambi, tapi lu harus coba kwitiaw di tempat ini. Beda!" Oke, coba saya buktikan, pesanan satu porsi kweetiaw goreng hadir di meja. Tampak istimewa karena tampak ramai dengan aneka potongan daging, baso ikan, udang, cumi dan lainnya menemani kwietiaw yang bercampur dengan toge dan telur. Nah ternyata bukan disitu keistimewaan utamanya, jika kita biasa makan kwietiaw goreng itu cenderung basah, "nyemek" kalo bahasa jawanya, di sini Kweetiawnya sangat kering. Kata temen saya karena kering inilah dia sangat menggemari kweetiau yang disajikan di Warkop Mentari ini, karena tidak bikin enek. Apalagi jika ditambahkan sedikit sambal, emang toppp...

Di dinding warkop sederhana ini terpasang juga poto tokoh kuliner Indonesia, Pak Bondan Winarno, yang menurut si empu warkop ini juga sangat menggemari kweetiaw di sini. Warkop ini mudah ditemukan karena terletak tepat percis di seberang food court Hawa Jaya, tempat saya menikmati Mie Celor Jambi semalam sebelumnya, di ruas jalan Sultan Agung. Coba yuk....


Mau tahu tempat makan lainnya di Jambi? Silakan lihat disini -> Wisata Kuliner Jambi

Reading Time:

Friday, March 15, 2013

Kuliner Jambi - Mie Celor
March 15, 20130 Comments

Wisata Kuliner Indonesia #266
Mie Celor Hawa Jaya
Jl. Sultan Agung No 56
JAMBI


Menelusuri Kuliner Jambi ternyata sangat lekat dengan Kuliner Palembang. Salah satu kuliner Jambi yang banyak direkomendasikan adalah Mie Celor. Hmm, apa bedanya dengan Mie Celor dari Palembang yah? Saya mencoba salah satu penjaja Mie Celor Jambi yang berada di pusat jajanan Hawa Jaya yang berada di Jl. Sultan Agung. Beragam makanan ada di tempat ini, tapi jelas tujuan saya adalah memesan Mie Celor. Hadirlah satu piring Mie Celor Khas Jambi, mienya bulat dan besar, dengan kuah kental yang berwarna agak pekat, berbeda dengan mie celor palembang yang berwarna putih. Ditambah potongan daging sapi, telur rebus dan taburan bawang goreng di atasnya. Paduan rasa asam dan asin yang gurih terasa begitu kita mencoba menyuap hidangan ini, rasa yang unik dan khas. Untuk menyantap hidangan ini kita perlu merogoh kocek sebesar Rp. 13.000.

Hawa Jaya sendiri lokasinya cukup strategis dan mudah ditemukan. Aneka hidangan seperti martabak, nasi goreng, sate dan lainnya dapat ditemui di tempat ini. Setiap malam tempat ini tampak begitu ramai dengan pengunjung. Jadi kalau ke Jambi, perlu untuk menyempatkan diri mencicipi keunikan cita rasa yang dihadirkan oleh Mie Celor khas Jambi.

Mau tahu tempat makan lainnya di Jambi? Silakan lihat disini -> Wisata Kuliner Jambi

Reading Time:

Thursday, March 7, 2013

Kuliner Pekanbaru - Sup Tunjang Pertama M1 Subrantas
March 07, 20131 Comments

Wisata Kuliner Indonesia #265
Sup Tunjang Pertama M1
Jl. HR Subrantas - Pekanbaru


Harum kuah sup yang begitu menggoda segera menyergap udara begitu semangkuk Sup Tunjang pesanan saya hadir di meja. Dan keharuman tersebut ternyata tidak berbohong, terbukti kesegaran yang menyergap rongga mulut begitu saya menyeruput kuah sup lewat sendok, sluruuppp... Mangkok dipenuhi dengan potongan tulang sapi, yang tentu saja masih terbalut dengan daging yang tebal. Tidak butuh usaha keras untuk melepaskan daging sapi ini dari tulangnya, dagingnya lembut sebagai tanda proses memasak yang paripurna. Rasa gurih dari rempah pun meresap sampai ke dalam daging yang hadir dalam porsi mengenyangkan ini. Itulah pengalaman yang saya dapatkan ketika menikmati makan malam di Sup Tunjang Pertama di ibukota Riau, Pekanbaru. Rasa lelah setelah beraktivitas seharian terbayar tuntas dengan makan malam ini.

Sepulang dari kota Dumai, saya sempat transit di Pekanbaru sebelum kembali ke Jakarta. Disana ternyata saya "digiring" untuk menikmati makan malam di sebuah rumah makan yang terletak di jalan kecil. "Sup Tunjang Pertama M1 Subrantas" begitu tertulis di papan nama resto ini. Yang menarik adalah di atas pintu masuk resto ini tulisan Sup Tunjang Pertama setelah diamati ternyata tersusun dari tulang sapi. Unik kan? Jadi jika berburu kuliner di Pekanbaru, Sup Tunjang Pertama ini layak jadi pilihan...

Mau tahu tempat makan lainnya di Pekanbaru? Silakan lihat disini -> Wisata Kuliner Pekanbaru

Reading Time:

@way2themes