May 2011 - Wisata Kuliner Indonesia

Tuesday, May 31, 2011

Kuliner Bandung - Bakmi Jogja Bengawan
May 31, 2011 3 Comments

Kuliner #152
Bakmi Jogja Bengawan
Jl Riau No.183 (Taman Pramuka) Bandung
Telp: 022 - 7271356, 7278679

"Menikmati suasana Jogja di Tatar Pasundan", itu yang pertama kali saya rasakan ketika masuk ke dalam Kedai Bakmi Jogja Bengawan ini. Menu andalannya ada Bakmi, ada pilihannya yaitu Godhok (rebus)/Goreng/ Nyemek (basah tapi tidak terlalu berkuah seperti godhok). Saya pesan Bakmi Nyemek. Memang ya, kalo masakan dimasaknya pake areng, belum pernah kecewa deh. Bakmi Jawa yang dimasak dengan telur, potongan ayam dan kol ini rasanya aduhaii, mirip ketika saya menikmatinya di Kota Jogja langsung seperti di Bakmi Jombor atau Pak Pele. Slurruuppp... Harga: Rp.17.000,-



Selain bakmi atau bihun, Bakmi Jogja Bengawan ini juga menyediakan Nasi Goreng Jogja sebagai pilihan menunya. Atau kita juga bisa pilih Nasi Ruwet, serupa dengan nasi goreng tapi ditambahkan mie juga. Orang juga sering menyebutnya dengan Nasi Mawut atau Magelangan. Dengan tingkat kepedasan "sedang", manis dan pedasnya Nasi Ruwet ini begitu memanjakan lidah. Uenak bangeett... Bumbunya meresap di tiap bulir nasinya, mungkin ini juga efek masak pake arang :) Jika mau kita juga bisa menambahkan ati ampela/uritan/brutu/sewiwi untuk memperkaya isi dari Nasi Ruwet ini. Harga: Rp. 17.000,-


Minumnya? Coba Ronde Jogja-nya. Atau kalau kenyang pilih Teh Poci Gula Batu. Teh tubruk yang disajikan dalam poci dan disandingkan dengan gula batu pada cangkirnya, ini adalah minuman favorit saya sepanjang masa. Selain teh tubruk yang panas dan pekat, aroma manis yang diberikan oleh gula batunya juga menimbulkan rasa yang berbeda. Menyegarkan raga sekaligus jiwa kita
*lebay mode on* :) Rp.8500,-

Asalnya Bakmi Jogja ini menempati rumah di bilangan Jl Bengawan, Bandung sebelum pindah ke kawasan Taman Pramuka. Oleh karena itu nama Bengawan masih melekat di nama "Bakmi Jogja"-nya agar pengunjung tidak salah. Berbeda dengan rumah makan lain, Bakmi Jogja Bengawan ini "menyimpan" dapurnya justru bagian paling depan, sehingga pengunjung bisa melihat langsung proses pembuatan makanan yang dipesan. Musik gending Jawa yang mengalun syahdu, pakaian yang dikenakan sampai bahasa Jawa halus yang digunakan para pelayannya membuat kita lupa bahwa kita sedang menikmati kuliner di Bandung. Suasana Jogja memang tampaknya sengaja diciptakan sang pemiliki secara total, sehingga para pelayannya pun tak sungkan berbahasa Jawa halus jiga mengetahui pelanggannya dapat berbahasa Jawa. Sangat direkomendasikan buat yang ingin merasakan Bakmi Jogja asli di ibu kota Jawa Barat ini...

Reading Time:

Friday, May 27, 2011

Kuliner Palu - Bawang Goreng Palu, Beda!
May 27, 2011 4 Comments

Kuliner #154
Oleh-Oleh dari Palu
Bawang Goreng Palu

Kota Palu mempunyai buah tangan yang unik yaitu Bawang Goreng. Mungkin sebagian dari kita bertanya, apa anehnya dengan bawang goreng? Bukankah setiap rumah tangga di Indonesia bisa membuat bawang goreng sendiri di rumahnya masing-masing? Ternyata yang membuat unik dari bawang goreng di Palu adalah bahan dasarnya, yaitu bawangnya itu sendiri. Bawang khas dari kota ini hanya dapat tumbuh di tanah Kota Palu, dan konon tidak bisa tumbuh di kota lainnya di Indonesia, bahkan di kota lain di Provinsi Sulawesi Tengah. Rasanya, gurih bangeettttt dan tidak ada sedikitpun rasa pahit yang tersisa di lidah, berbeda dengan bawang goreng biasanya.


Selain lebih renyah dan gurih, Bawang Goreng Kota Palu juga tahan lama, bisa bertahan sampai 1 tahun! Oleh karena keunikannya itu, maka harga jualnya pun cukup mahal, Rp. 80rb - Rp.100rb / 500gr. Tapi itu tidak menyurutkan niat para wisatawan untuk membawa bawang goreng ini sebagai oleh-oleh bagi keluarganya di rumah jika berkunjung ke kota Palu. Bahkan menurut berita di salah satu media online, bawang goreng ini juga sudah diekspor sampai ke negara tetangga, Malaysia. Banyak merek bawang goreng palu yang beredar di kota yang merupakan ibu kita Provinsi Sulawesi Tengah ini, sebut saja Garuda Jaya, Cendana, Sri Rejeki, Mustika, Raja, Bunga Kaili, Mahkota Palu dan sebagainya. Beberapa dari mereka sudah memasarkan produknya via internet juga loh. Anda berminat??

Reading Time:

Monday, May 23, 2011

Kuliner Palu - Kaledo RM Abadi
May 23, 20111 Comments

Kuliner #153
KALEDO
RM. Abadi
Jl. Diponegoro No. 75
Telp (0451) 4792638
Palu


"Belum ke Kota Palu kalo belum mencicipi Kaledo", itu yang banyak orang bilang. Kaledo ini konon singkatan dari Kaki Lembu Donggala, nama sebuah kabupaten di Sulawesi Tengah. Wujudnya tampak seperti sop daging biasa, tapi ketika menyeruput kuahnya, wuiihhhh dahsyattttt!!! Rasa asem berpadu dengan pedas yang bener-bener menggigit lidah. Asemnya didapat dari bumbu asem dan pedasnya didapat dari cabe rawit kering yang ditumbuk hingga menyatu dengan kuahnya. Daging sapinya pun cukup lembut dan bila beruntung tulang kaki sapi yang masih mengandung sumsum akan hadir di hadapan kita. Oleh karena itu peralatan yang disajikan cukup lengkap, selain sendok dan garpu tentunya, hadir pula pisau untuk menyayat daging dan sedotan untuk menyeruput sumsum seluruppp... Harga: Rp. 37.000,-


Pada umumnya kaledo ini tidak dimakan dengan nasi tapi dengan singkong. Ya inilah salah satu ciri khas makanan pokok dari Kota Palu. Ada beberapa penjaja Kaledo di kota Palu, dan hanya buka dari pagi sampai siang hari. Ketika saya pertama kali mau mencicipinya di malam hari ternyata sudah tidak ada lagi yang buka. Baru ketika siang hari saya bisa menjajalnya. Saya menyantapnya di RM Abadi, Jl Diponegoro. Melihat dari ramainya pengunjung di sini, saya yakin bahwa saya tidak salah pilih resto. Sekali lagi, kalo ke Palu haruslah mencoba KALEDO....

Reading Time:

Sunday, May 15, 2011

Kuliner Semarang - Loenpia Mbak Lien
May 15, 2011 7 Comments

Kuliner #152
Loenpia Mbak Lien
Jl Pemuda
Telp (024) 3580734 / 7620015
Jl Pandanaran (depan Bandeng Juwana)
Telp 081 824 2086
Semarang

Satu makanan yang selalu harus-wajib-kudu saya datangi kalo ke Semarang adalah Lunpia. Gak pernah nemu lunpia Semarang di kota lain yang rasanya bener2 sama dengan aslinya di kota ini. Pulang dari Nasi Goreng Babat Pak Karmin, sekitar 500m dari jembatan Mberok masih di Jl Pemuda, ada satu gang (Gg Grajen) yg memasang spanduk Loenpia Mbak Lien di depannya. Yup, ini adalah salah satu penjaja loenpia Semarang yang cukup melegenda di kota ini. Tersedia dua jenis, Lumpia basah ataupun kering (sudah digoreng). Tapi jangan khawatir, yang basah juga udah mateng koq, sudah siap disantap. Kelebihan dari Loenpia Mbak Lien ini emang pada isinya yang lebih padat dengan rasa yang lebih legit dan nendang banget, perpaduan antara rebung segar, telur, udang dan ayam kampung. Hmmm... apalagi makannya dilengkapi dengan saus kanji yang khas, acar timun, bawang dan cabe rawit. Perfecto!


Loenpia Mbak Lien ini juga paling cocok untuk dibawa pulang sebagai buah tangan. Sepotongnya bisa kita tebus dengan harga 9rb rupiah. Agak mahal memang, tapi sebanding banget dengan rasa yang diberikan. Kalo mau buat oleh-oleh mending beli yang basah aja. Loenpia Mbak Lien bisa tahan dalam dua hari, dan jika masuk kulkas bisa tahan sampe lima hari. Kalo mau dimakan tinggal dipanasin dengan cara digoreng or dikukus. Saya sih paling suka kalo dikukus. Selain di Jl Pemuda, Lumpia Mbak Lien juga dapat kita temui di kawasan oleh-oleh Semarang, di Jl Pandanaran. Percis di depan Toko Bandeng Juwana. Yuk, bawa oleh-oleh dari Semarang buat orang tercinta di rumah :)

Sejarah Lumpia Semarang bisa lihat berkasnya di Wikipedia

Mau tahu tempat makan lainnya di Kota Semarang? Silakan lihat disini -> Wisata Kuliner Semarang

Reading Time:

Saturday, May 14, 2011

Kuliner Semarang - Nasi Goreng Babat Pak Karmin, Mberok
May 14, 2011 6 Comments

Kuliner #151
Nasi Goreng Babat Pak Karmin
Jl. Pemuda (Samping Jembatan Mberok)
Semarang
Telp: 024 - 3563334

Untuk kesekian kalinya saya berkesempatan mengunjungi Semarang di bulan April 2011. Dalam waktu yang sempit saya langsung menetapkan salah satu tujuan Kuliner Semarang yang belum pernah saya kunjungi: Nasi Goreng Babat Pak Karmin. Googling dan tanya sana sini akhirnya langsung naek taksi menuju lokasi yang dituju. Sampe sana, kalimat yang langsung terlintas d benak saya: "Don't judge the food by it's cover" :) Yup, tempatnya sangat sederhana di samping jembatan Mberok, tapi ramenya pengunjung yang hadir gak kan membohongi "isi" warung tersebut. Langsung saya pesan dua menu spesial di kedai ini: Nasi Goreng Babat dan Babat Gongso. Gak papa dianggap rakus yang penting senang :) Sebelum Nasi Goreng Babat yang saya pesan dibuat maka akan ditanya dulu tingkat kepedasan yang saya minta, apakah mau pedes, sedeng, dikit atau gak pedes sama skali. Pertanyaan berikutnya adalah babatnya dicampur atau nggak, ternyata walaupun namanya nasi goreng babat tapi isinya bisa kita pilih, mau babat saja atau mau campur dengan "pencipta kolestrol" lainnya seperti ati, limpa, paru atau iso. Bumbunya kerasa pas banget, konon memang racikan bumbu di kedai Pak Karmin ini memang yang jadi andalan yang membuat Nasi Goreng Babat-nya berbeda dengan yang lain. Ditambah dengan teknik menggoreng yang tepat maka bumbunya meresap ke setiap bulir nasi yang tersaji di piring kita. Juara! Nasi goreng ini disajikan diatas piring yang sudah diberi alas daun pisang, dengan potongan telur dadar dan acar mentimun. Harga Rp. 15.000,-



Babat Gongso, menu lainnya dari kedai Pak Karmin yang tidak boleh terlewatkan. Potongan Babat dan juga jeroan lainnya (ati, limpa, paru atau iso) yang dimasak (ditumis?) dengan bumbu kecap yang kental dengan bumbu-bumbu yang "menyayat hati" saking meresapnya. Tidak ada rasa enek ketika menyantap jeroan dengan bumbu manis ini, babatnya pun dapat kita kunyah tanpa "perlawanan" berarti... Empukkk... Kayaknya lebih enak dimakan dengan nasi putih agar bumbunya semakin berasa, dan tidak beradu dengan rasa nasi gorengnya. Oh ya, jangan lupa untuk memesan tingkat kepedesannya, buat yang suka pedes tentunya akan bisa menikmati keindahan paduan pedas manis dari babat gongso ini. Hmmmm... Harga: Rp.25.000,-

Buat melawan panasnya udara Kota Semarang di siang hari, sangat cocok jika Es Jeruk jadi pendamping Nasi Goreng Babat dan Babat Gongso ini. Fresh orange juice dengan tingkat kemasaman dan kemanisan yang pas. Harga: Rp. 7.000,-

Melihat dari Facebook Page-nya Nasi Goreng Babat Pak Karmin ini sudah dirintis sejak tahun 1954. Dan sekarang sudah generasi kedua yang memegang usaha ini. Dan sekarang sudah ada dua cabang yaitu di Jl Gajah Mada dan di kawasan Telaga Mas. Buka dari jam 6 pagi sampai jam 6 sore, puncak kunjungan dari kedai ini adalah pada saat-saat jam makan siang. Tampak pengunjung hlir mudik berganti (bahkan sampai ngantri) ditambah kesibukan para pegawai yang juga menerima pesanan lewat telepon terutama dari kantor-kantor yang berada di kawasan Jembatan Mberok ini. Mau berwisata kuliner di Semarang? Silakan mampir di Nasi Goreng Babat Pak Karmin - Mberok :)

Mau tahu tempat makan lainnya di Kota Semarang? Silakan lihat disini -> Wisata Kuliner Semarang


Reading Time:

Tuesday, May 10, 2011

Kuliner Bogor - Sop Iga Mbak Par
May 10, 20110 Comments

Kuliner # 150
Warung Nasi MBAK PAR
Jl. Malabar Ujung (Belakang Pangrango Plaza) Bogor
Telp 0813 16313916

Cari makan siang di Bogor? Coba ke Warung Nasi Mbak Par, aneka hidangan khas sunda tersaji di warung tenda yang berada di belakang (almarhum) Pangrango Plaza. Walau banyak pilihan, tapi yang menjadi favorit di warung nasi ini Sop Buntut-Iga nya. Ya Iga dan Buntut ada dalam satu mangkuk bersama kuah sop yang suegerrr. Panasnya kuah sop ini pasti bikin kita keringetan tapi tidak akan bikin kita kapok untuk terus menyeruputnya. Plus tempatnya yang tidak terlalu besar dan selalu penuh di jam makan siang, tentunya keringat akan mengucur lebih deras. Tapi itu sebanding koq dengan kenikmatan yang kita dapat. Harga Rp. 16.000

Selain Sop, kita juga bisa menyantap aneka masakan lainnya termasuk soto kuning khas Bogor. Walaupun tidak sedahsyat Soto Pak Yusup dan M. Yusuf di Suryakencana, tapi tidak mengecewakan kok. Dengan aneka makanan sebagai alternatif plus harga yang murah, tempat makan ini selalu ramai di jam makan siang. Bahkan banyak orang yang mengantri tempat duduk, menunggu giliran, terutama untuk dapat menyantap semangkuk Sop Iga-Buntuk Mbak Par.
Reading Time:

Saturday, May 7, 2011

Kuliner Bogor - Dapur Karuhun
May 07, 2011 6 Comments


Kuliner #149
Dapur Karuhun
Jl. Bima Raya Ujung, Indraprasta, Bogor
Telp: 0251 8313332

Siapa yang belum pernah denger Gepuk Karuhun dan Ikan Balita? Kuliner Bogor yang banyak dibeli orang untuk oleh-oleh atau disantap sendiri. Nah sekarang untuk menikmati salah satu makanan khas Bogor tersebut di tempat yang nyaman, telah dibuka rumah makan Dapur Karuhun, dengan tempat yang lapang dan sejuk. Tidak hanya Gepuk Karuhun dan Ikan Balita, disini juga tersedia aneka menu tradisional khas parahyangan. Coba saja Paket Karuhun 2, yang berisikan Nasi Timbel, Gepuk Karuhun/Ayam Goreng/Ayam bakar, Ikan Balita/Ikan Asin, Tahu Goreng, Sayur Asem, Lalap dan Sambal. Komplit kan? Sayur Asemnya seger loh, pas banget buat pelengkap (Harga: Rp. 23.500,-)


  Mau beli satuan juga boleh. Coba saja Gepuk Karuhun yang legendaris ini. Potongan Daging Sapi terpilih yang dibumbu gepuk dan digoreng sampe kering, sehingga bagian luarnya menyerupai abon. Otomatis bumbunya sangat meresap sampai ke pori-pori dagingnya. Karena digoreng kering pula maka Gepuk Karuhun bisa dijadikan oleh-oleh karena lebih tahan lama. (Harga: Rp.11.000/ptg)

Selain Gepuk Karuhun, ada juga Empal Buhun yang perlu dicoba. Mirip dengan Gepuk Karuhun, tapi Empal Buhun ini tidak digoreng kering seperti "saudara"nya. Jadi mirip empal yang biasa disajikan di rumah makan sunda lainnya. Bedanya tetep di rasanya yang nendang, manisnya yang kerasa pas banget dan tingkat kematangan yang aduhai (Harga: Rp.11.000/ptg)

Sate Cungkring, wajib-kudu-harus dicoba! Kikil dan daging bagian kepala yang disate, dibumbu kuning dan diguyur bumbu kacang yang sengaja tidak terlalu halus. Sensasi mengunyah kikil ini loh yang luar biasa, plus paduan bumbu masak kuning dan bumbu kacanganya yang cucokss.. Eh, di acara Wiskulnya TransTV bulan Maret 2011, Pak Bondan ngasih gelar "Mak Nyuss" loh buat hidangan yang satu ini. (Harga: Rp.10.000/5 tusuk)

Para penggemar tutut, boleh coba Angeun Tutut ini. Bumbunya yang pedes-pedes gimana gitu ditambah sensasi menyedot sang tutut agar terlepas dari cangkangnya membuat hidangan ini sayang untuk dilewati (Harga: Rp. 7.000/porsi)

Untuk kudapannya, boleh dong pilih yang modern dikit, Poffertjes. Snack Londo yang lembut dengan taburan gula halus dan sirup coklat, hanya sebentar mampir di meja langsung habis disikat anak-anak saya :) (Harga: Rp.10.000/porsi)

Itulah sebagian menu yang saya coba bersama keluarga ketika mengunjungi Dapur Karuhun ini. Kesimpulan kami: Recommended... Kami masih penasaran untuk mencoba menu-menu lainnya, termasuk ikan balita yang pada saat itu lagi habis. Buat yang mau berwisata kuliner di Bogor, Dapur Karuhun ini juga bisa jadi alternatif untuk tempat makan bersama keluarga maupun teman kerabat. Tempatnya pun mudah ditemukan, sekitar 200m dari perempatan Warung Jambu ke arah Indraprasta belok ke kiri, ada plangnya di sebelah kiri jalan tersebut. Silakan mampir....

Update: Dapur Karuhun di Jl Bima ini ternyata tidak berumur lama. Saat ini sudah tutup dan kembali ke toko pusatnya di Jl. Sukasari - Bogor dengan tempat yang tidak begitu luas

Mau tahu tempat makan lainnya di Bogor? Silakan lihat disini -> Wisata Kuliner Bogor

Reading Time:

@way2themes