November 2009 - Wisata Kuliner Indonesia

Tuesday, November 24, 2009

Kuliner 112 - Pondok Pengkang, Pontianak
November 24, 2009 8 Comments
Pondok Pengkang
Jl. Raya Peniti, Kecamatan Siantan
Kab. Pontianak - Kalimantan Barat
Telp.: 0561 - 7093700



PENGKANG, kuliner khas dari Kalimantan Barat yang mirip seperti lemper, terbuat dari beras ketan dibentuk segitiga dan dibungkus daun pisang. Didalamnya ada ebi yang membuat aroma makanan ini menjadi lebih "merangsang". Cara memasaknya cukup unik, dua buah pengkang dijepit menggunakan kayu, kemudian dibakar di atas bara api. Rasa gurihnya membuat kita sulit untuk berhenti membuka lembar demi lembar daun pisang pelapis pengkang ini. Makanan ini bisa didapat di Pondok Pengkang, sekitar 30km dari Kota Pontianak, hanya sekitar 100m dari Pondok Grafitasi. Saya mampir ke tempat makan ini dalam perjalanan pulang saya dari Singkawang, mengulangi perjalanan saya 3 tahun lalu.


Paling pas pengkang ini dicocol dengan Sambal Kepah, sambal dengan bahan utama sejenis kerang yang banyak hidup dihutan mangrove dekat pantai. Pedes n manisnya passsssssssss. Paduan gurihnya ketan pengkang dengan legitnya pedas sambal kepah menjadikan makanan ini wajib hukumnya untuk dicoba oleh anda-anda yang akan atau tengah berkunjung di Pontianak.


Selain menu utama tersebut kita juga dapat menikmati aneka hidangan sea food. Salah satu pilihan kita adalah Kepiting Lada Hitam. Daging kepiting yang dahsyat dipadu dengan bumbu lada hitam yang, menurut saya, disini top banget. Rasa manis yang tersentuh dengan rasa pedas dari Lada Hitam paduannya dapat memanjakan indera pengecap kita.



Tim Ikan Senangin, ikan yang lembut dan tebal dagingnya ini ditim dengan bumbu jahe dan bawang putih yang kuat menjadikannya enak dan sehat luar dalam. Durinya yang bisa diabaikan membuat kenikmatan kita tidak terganggu ketika membongkar ikan ini. Selurupppp...


Buat sayurnya, kita pilih Cah Kailan, enak banget tapi sayang sayurannya hanya sedikit. Hanya menjadi "alas" piring yang kemudian dibanjur dengah kuah cah yang berisi daging sapi, jamur hitam, bawang bombay dan taburan bawang goreng.


Es Lidah Buaya, merupakan makanan penutup paling pas. Lidah buaya sendiri memang banyak diolah menjadi makanan di kota khatulistiwa ini, termasuk sebagai minuman yang segar. Sayangnya di Pondok Pengkang ini, minuman lidah buaya ini dipadu dengan sirup melon yang menurut saya sih rasanya kurang cocok. Coba pake sirup vanilli atau sirup jeruk nipis pasti makin edun rasa segarnya.


Yuk ah, nulis coretan dari Pondok pengkang ini bikin air liur tak henti berproduksi. Buat yang ke Pontianak sempetin deh mampir kesini, apalagi kalo yang mau ke Singkawang, itu sih wajib musti kudu nyicipin pengkang. Kalo mau dibuat oleh-oleh juga bisa koq, petugas akan dengan senang hati mengepaknya untuk kita bawa pulang. Kuat sampai 2 hari, kalo gak abis bisa masuk kulkas untuk kemudian dihangatkan kembali. Kapan ya bisa kesana lagi???
Reading Time:

Wednesday, November 18, 2009

Kuliner 111 - Pondok Grafitasi, Pontianak
November 18, 20091 Comments
Pondok Grafitasi
Jl. Raya Sungai Burung
Simpang Segedong - Kab. Pontianak
Telp: 0812 5691262


Makan seafood di pondok-pondok yang dibangun di atas sungai, suasananya emang dapet. Itu yang saya rasakan ketika diajak makan siang di Pondok Grafitasi dalam perjalanan saya menuju Singkawang dari Pontianak. Menu ikan, udang, cumi dan kepiting memang menjadi andalan di tempat makan ini, termasuk "appetizer" berupa pulut panggang plus sambal kepah. Ada dua nama ikan yang menarik perhatian saya dari daftar menu yaitu ikan senangin dan ikan ansam, ama ikan yang tidak pernah saya temui di daerah lainnya. Langsung saja saya pesan dua ikan itu dengan masakan yang berbeda juga. Ikan ansamnya saya minta dibakar. Yang hadir adalah Ikan Ansam Bakar dengan bumbu pedas tapi manis yang memiliki cita rasa aduhaiiiii.... Enak banged... Kelembutan dagingnya yang masih panas dengan bumbu bakarannya yang meresap, pedas dan legit bener-bener membuat makan siang saya pertama di provinsi yang dilalui garis khatulistiwa ini benar-benar sempurna.



Bagaimana dengan nasib ikan senangin? Atas saran orang setempat, ikan ini dikorbankan untuk dibumbuin Asam Pedas. Dan yang hadir adalah semangkuk besar ikan senangin dalam genangan kuah asam pedas. Aroma kuahnya sudah menggoda begitu Senangin Asam Pedas ini tersaji di meja. Rasanya? Hmmm, yummiii, seggeerrr banged. Panas dan pedasnya langsung membuat dahi kita berpeluh. Puasss rasanya menyantap Ikan Senangin Asam Pedas...


Ada dua pilihan udang di tempat ini, Udang Gala dan Udang Dogol. Udang Gala ukurannya besar dan berasal dari laut, sedangkan udang dogol diambil dari sungai. Kita pesan udang dogol, karena namanya terkesan unik. Untuk merasakan nikmatnya daging udang yang fresh, saya minta untuk direbus saja. Seporsi besar udang langsung hadir di meja saya. Dagingnya terasa ada semburat manis tanda kesegaran dari kumpulan udang ini, dicocol pake sambel, pas....


Nah, yang unik "appetizer"-nya nih, Pulut Panggang. Semacam lemper tapi dibakar n isinya bukan daging ayam tapi udang-udang kecil. Rasanya gurih n enak. Asal jangan kebanyakan aja makannya, ntar keburu kenyang hehehe.


Paling pas pulut panggang ini dicocol pake Sambal Kepah. Kepah ini serupa dengan kerang, yang kemudian dimasak sambal (sambal terasi?). Rasa gurih, manis dan pedas bersinergi dengan harmoni yang memberikan sensasi indah bagi indera pengecap kita. Wajib dicoba!!!

Saya sempat mengunjungi Kalimantan Barat di akhir tahun 2006, tapi belum "serius" untuk berwisata kuliner. Jadi kesempatan kedua ini tidak disia-siakan untuk menikmati kenikmatan kuliner provinsi yang berbatasan dengan Negeri Jiran ini. Apa yang pernah saya tulis di awal pembuatan blog ini akan saya lengkapi pada kesempatan kunjungan kedua ini. Silakan menikmati.....

Reading Time:

Tuesday, November 17, 2009

Kuliner 110 - Ratu Bandeng, Merauke
November 17, 2009 3 Comments
Warung Makan "RATU BANDENG"
Jl. Raya Mandala, Muli
(samping BRI Cab. Mandala)
Merauke


Cari tempat kuliner lagi di Merauke, teman saya menyarankan untuk singgah di salah satu warung makan favoritnya, "RATU BANDENG". Seafood menjadi menu andalannya, saya langsung memilih tiga jenis makanan laut: Ikan bakar, cumi bakar dan udang bakar...

Ikan yang saya pilih adalah kakap merah. Ikan yang ukurannya besar ini tampak mengundang ketika kita memilih jajaran ikan yang disediakan. Walau cukup lama menunggu makanan dimasak, tapi kehadiran santapan ikan bakar di meja sangat sebanding dengan waktu yang terbuang. Kesegaran ikan ini terasa ketika kita mengambil sepotong dagingnya, lembut dan gurih. Harga untuk ikan ini 80 ribu rupiah, mahal? Mungkin ya, kalo dimakan sendiri, tapi besarnya ikan ini cukup untuk bersantap 4-5 orang.



Udang Bakar, merupakan rekomendasi dari teman saya. Udang di sini tidak dibudidayakan, semua orang bisa "memanen" udang yang berlimpah di ujung timur Indonesia. Dan kalau mau mengetes kesegaran udang katanya akan ada rasa semu manis ketika kita gigit dagingnya. Udang Bakar di Ratu Bandeng ini emang layak dapat acungan jempol: besar, legit, gurih dsb dst. Harga: Rp. 70.000/porsi (isi sekitar 20 ekor)


Cumi Bakar juga sayang untuk dilewatkan begitu saja. Lagi-lagi kesegaran dagingnya sangat menonjol jika dibandingkan kalau kita menikmati hidangan serupa di Jakarta atau bandung. Dagingnya yang putih dan kenyal memang menjadi ciri khas yang bisa kita nikmati dari daging cumi ini.

Oh ya, kalau mau bawa oleh-oleh dari Merauke, banyak pilihan makanan yang unik. Yang paling banyak dicari adalah Terasi. Konon terasi dari merauke beda karena dibuat dari udang segar, bukan dari udang busuk sebagaimana banyak terasi dibuat di pulau Jawa.
Ada juga Dendeng Rusa, ya, dendeng dari daging rusa yang sulit ditemui di tempat lain di Indonesia.
Saya juga dapet bungkusan Asin Ikan Gabus, ikan gabus di sini besar-besar dan kalau lagi masanya sangat berlimpah sampai tidak sempat dipanen. Daging ikan asinnya yahuddd.
Nah, ada yang baru sekarang, Baso Daging Rusa dan Daging Sapi, dijamin segar dan tanpa bahan pengawet ataupun boraks.

Jadi mari kita ke Merauke untuk menikmati kesegaran udara ujung Timur Indonesia ini...
Reading Time:

Sunday, November 15, 2009

Kuliner 109 - Pondok Bambu, Merauke
November 15, 2009 5 Comments
Pondok Bambu
Merauke


Makanan laut menjadi menu kuliner utama di Kota Merauke. Berbagai jenis ikan dan udang sangat mudah diperoleh warga setempat tanpa harus membudidayakannya. Hari pertama saya berkunjung ke perbatasan timur Indonesia ini saya diajak untuk bersantap di Pondok Bambu, salah satu restoran yang berada di dekat masjid raya. Salah satu yang langsung menggoda indera pengecap saya dari daftar menu adalah Udang Bakar Madu. Udang laut yang besar yang ditusuk kemudian dibakar dengan bumbu madu, hmmm so yummi... Dagingnya lembut, terasa benar fresh-nya, ditimpali dengan bumbu madu yang manis-manis pedas. seluruuppp. Harga: Rp. 33.000/porsi


Ikan bakarnya juga gak kalah menggodanya. Pilihan gurame bakarnya gak salah. Daging yang tebal ditimpali dengan bumbu kecap emang paling pas buat makan siang.


Aneka juice tersedia untuk pilihan minumnya. Juice sirsak salah satunya: kental, segar, manis dan mantap. Jadi kalo ke merauke, boleh deh dicoba rumah makan yang satu ini. Nuansa bambu memang dikedepankan sesuai namanya: Pondok Bambu.

Reading Time:

@way2themes