April 2009 - Wisata Kuliner Indonesia

Friday, April 24, 2009

Kuliner 93 - Kepiting RM Kenari, Samarinda
April 24, 2009 3 Comments
Rumah Makan KENARI
Jl. Jend. Sudirman No.6 Samarinda
Telp.: (0541)742374


Kepiting selalu menjadi makanan favorit saya. Kerepotan untuk membongkar kulit kerasnya tidak sebanding dengan kenikmatan setelah mengecap dagingnya. Salah satu tempat makan kepiting yang sering saya dengar dan banyak dibahas di milis kuliner sehingga bikin penasaran adalah Kepiting di RM Kenari yang berada di Tarakan, Balikpapan dan Samarinda. Akhirnya, kesampaian juga saya mengunjungi Rumah Makan Kenari Cab. Samarinda. Segera berbagai rasa kepiting saya coba untuk membuktikan kehebatan kepiting ini. Rombongan satu meja saya memesan dua jenis kepiting: Saos Lada Hitam dan Saos Asam Manis. Dan ternyata....


Gillaaaa, the best crab i've ever eat. Endang Sukamti, enak banget.... Satu-satunya yang bisa menyaingi adalah Kepiting yang pernah saya makan di Singapura. Kepiting Saos Lada Hitamnya nendang, kerasa banget lada hitamnya, sampe-sampe kuahnya pengen saya seruput hehehe. Kepiting Asam Manisnya juga asik, kuah kental asam manisnya bener-bener asem manis. Dan semua itu ditimpali dengan daging kepiting yang terasa benar-benar fresh, manis dan kenyal. te-o-pe be-ge-te pokoknya dah. Must must must try... Satu porsi kepiting saos special harus ditebus dengan harga Rp.110.000. Mahal? Nanti dulu, satu porsi ini cukup untuk makan 2 orang, bahkan 3 orang. Kalo dibandingkan dengan harga satu porsi kepiting di kaki lima di Jakarta yang berkisar 50-70rb untuk satu orang, tentunya tidak terlalu mahal kan?

Udang Saos Inggris, nah selain kepiting, aneka sea food olahan juga tersedia di Rumah Makan ini. Udang, cumi dan aneka ikan (trekulu, nila, bawal dll) bisa dicoba dengan berbagai olahan masakan. Kami coba memesan Udang Saos Inggris dan ternyata yummi abis. Walaupun tidak sespektakuler kepitingnya, menu yang satu ini bisa saya beri dua acungan jempol. Daging udangnya yang gemuk-gemuk membuat usaha kita dalam membongkar kulitnya terasa menjadi tidak berarti. Harga: Rp. 55.000/porsi

Aneka juice dan minuman lainnya juga tersedia disini, tapi paling pas memang memesan Kelapa Muda yang dihadirkan utuh di meja kita, dilengkapi dengan Sirup cocopandan yang bisa kita tuang sesuai selera.
Fiuhhh, ini kali kedua saya ke Samarinda dan pengalaman kuliner yang dahsyat langsung menyambut saya di malam pertama kunjungan kali ini. Alhamdulillah.....

Kuliner Kota Samarinda lainnya:
Reading Time:

Monday, April 20, 2009

Kuliner 92 -  Oleh-oleh Banjarmasin
April 20, 20091 Comments
Rumah Makan CENDRAWASIH
Jl. Pangeran Samudera No. 65/24
Telp. 0511-4364230

Setelah makan enak di Banjarmasin, saatnya untuk membagi "keindahan" kuliner ibukota Kalimantan Selatan ini dengan keluarga di rumah. Ternyata untuk membeli oleh-oleh makanan di Banjarmasin saya kembali berkunjung ke RM Cendrawasih, tempat pertama kali saya menikmati kuliner di kota ini. Selain menyajikan makanan khas Banjar yang sangat lezat, di bagian depan rumah makan ini juga dijajakan berbagai penganan yang siap untuk dibawa pulang, baik produksi rumah makan ini ataupun produksi pengusaha lainnya dari kota Banjarmasin, bahkan kota-kota lainnya di Kalimantan, seperti Balikpapan dan Samarinda. Tapi sayang saya hanya bisa membeli sedikit, tapi paling tidak ada yang bisa dicoret disini :)


Ikan Saluang Goreng, inilah ikan khas Banjarmasin yang banyak penggemarnya. Dengan ukuran mungil, ikan ini sangat renyah kalo sudah digoreng. Sangat enak buat dijadikan lauk ataupun dijadikan cemilan. Hampir mirip dengan Ikan Balita punyanya Bogor, tapi ikan saluang ini lebih kecil. Untuk kemasan 250gr, ikan saluang ini dijual dengan harga Rp. 30rb.


Amplang, ini adalah sejenis kerupuk kecil bulat yang terbuat dari ikan pipih. Amplang juga terkenal sebagai oleh-oleh dari kota Samarinda, tapi yang dari Samarinda biasanya berbentuk sabit atau terkenal dengan istilah kuku macan. Amplang Banjarmasin juga memiliki kelebihan dengan adanya taburan bawang goreng yang membuat amplang ini lebih harum. Dijual dalam berbagai kemasan, yang kecil 9rb dan yang besar 18rb.


Enaknya, kalo belanja oleh-oleh di RM Cendrawasih, makanan kita dikemas dalam sebuah tas anyaman bambu sehingga mudah untuk dibawa. Selain itu, tasnya juga bisa dijadikan oleh-oleh tambahan hehehe... Jalan-jalan ke Banjarmasin yukksss...

Kuliner di Kota Banjarmasin lainnya:


Reading Time:

Sunday, April 19, 2009

Kuliner 91 - Itik Panggang dan Soto Banjar, Banjarmasin
April 19, 2009 3 Comments
Depot Madezo 3
Jl. Gatot Subroto No. 4, Banjarmasin
Telp: 0511-3261789

Ada satu kuliner yang sempat terlewat pada kunjungan pertama saya ke Banjarmasin di tahun 2008, Itik Panggang. Banyak tempat makan di kawasan kota Seribu sungai ini yang menjajakan masakan ini, sebenarnya apa bedanya sih itik ini dengan bebek yang juga banyak menjadi bahan utama berbagai menu di Pulau Jawa? Menurut orang sana sih gak ada bedanya, alias itik = bebek. Tapi tulisan Om Bondan Winarno di kompas.com sedikit menerangkan bahwa yang digunakan di Banjarmasin adalah itik alabio yang berbeda dari jenis bebek yang biasa kita dapati di Jawa. Lalu apa istimewanya itik panggang ini?

Potongan yang disajikan pada itik panggang tidak seperti menu-menu bebek yang biasa kita temui. Dagingnya disajikan dalam potongan-potongan kecil jadi tidak ketauan lagi apakah ini bagian paha atau dada atau lainnya. Kemudian daging itik ini diramu dalam olahan bumbu kecap dan dibakar di atas arang, disajikan dengan sambal khas yang luar biasa manissss. Memang banyak sekali masakan khas banjar yang kuat rasa manisnya, termasuk sambalnya. Di luar rasa manis sambalnya, itik panggang ini saya kasih acungan dua jempol, selain dasarnya emang saya suka berbagai masakan olahan daging bebek, itik panggang ini emang punya cita rasa berbeda dengan bumbu yang meresap sampai ke dagingnya. Kudu dicoba dah... Harga: Rp. 17.000/porsi

Soto Banjar, ya kayanya gak afdol kalo ke Banarmasin gak nyicipin kuliner yang satu ini. Potongan kupat atau lontong yang dipadukan dengan kuah soto yang kaya akan aroma rempah-rempah seperti kayu manis, kapulaga, cengkeh, biji pala dan lain-lain. Ditambah dengan soun, telur rebus dan perkedel kentang... perfecto. Harga: Rp.8.500/porsi.

Itik Panggang dan Soto Banjar ini saya nikmati di Depot Madezo, salah satu tempat makan di Banjarmasin yang menyajikan kuliner khas banjar ini. Jadi kalo ke Banjarmasin, jangan lupa untuk cari itik panggang n soto banjar. Kalo nggak, belum bisa ngomong udah ke Banjar :)

Kuliner di Kota Banjarmasin lainnya:

Reading Time:

Saturday, April 18, 2009

Kuliner 90 - Lontong Orari, Banjarmasin
April 18, 20090 Comments
Lontong Orari
Jl Seberang Masjid, Banjarmasin

Balik lagi untuk menikmati pesona kuliner di ibukota Kalimantan Selatan. Salah satu rekomendasi tempat makan di Kota Banjarmasin yang banyak orang sampaikan adalah Lontong Orari. Katanya enak banget dan banyak penggemarnya, makanya saya penasaran untuk mencobanya. Hingga tibalah kesempatan itu pada suatu malam... Menyusuri jalanan di kota seribu sungai ini, sampai akhirnya rombongan saya berbelok di suatu jalan kecil, Jl. Seberang Masjid, dan parkir di salah satu rumah. Tidak ada yang menonjol dari rumah ini, tidak ada plang, lampu-lampu atau apapun yang menandakan tempat ini adalah rumah makan yang kita tuju, selain banyaknya orang makan di dalam rumah. Yang menonjol malah poster caleg pemilu 2009 yang merupakan pemuda asli seberang masjid :)


Masuk tempat ini, yang tersedia hanya tikar dan meja untuk lesehan. Sementara dindingnya dipenuhi dengan photo-photo para pesohor negeri ini yang pernah mencicipi lontong Orari mulai dari bintang sinetron sampai band ternama, dan yang terpampang paling besar adalah bandnya ibu Kikan :) Datanglah sang pelayan menanyakan pesanan kita, hanya ada dua pilihan menggunakan ayam atau ikan haruan. Sayangnya pilihan menu ayamnya habis jadi tinggal satu pilihan tersisa.

Lontong Orari
ini sangat unik, dua buah lontong besar (bener-bener besar) berbentuk segi tiga diguyur dengan kuah nangka muda, seperti opor, ditemani dengan ikan haruan yang sudah digoreng dan sebutir telur rebus. Rasanya? Enakkkkkkkkk abisssssss.... Kuah dengan semburat rasa manis (seperti banyak makanan khas banjar lainnya) berpadu dengan gorengan ikan haruan, menjadikan perpaduan yang benar-benar mantab. Ditambah dengan lontong besar yang lembut, menyempurnakan kualitas dengan kuantitas, benar-benar menuntaskan makan malam kita. Dan itu semua perlu ditebus dengan harga 14.000 rupiah.


Berdasarkan artikel koran yang terpampang di dinding, nama Orari sendiri muncul karena tempat ini pada awalnya adalah tempat ngumpulnya para breaker untuk "copy darat" di malam hari. Ya, karena tempat makan ini buka dari sore hari skitar pukul lima, sampai dini hari sekitar jam 3. Dan tempat ini tampaknya selalu dipenuhi para penggemarnya, terbukti ketika saya berkunjung ke sana orang banyak yang mengantri untuk mendapatkan tempat duduk, padahal bukan malam akhir minggu. Katanya kalau weekend, cari parkir aja bakal setengah mati hehehe. Penasaran, rasakan sendiri sensasinya...

Kuliner di kota Banjarmasin lainnya:
RM. Cendrawasih, Jl Pangeran Samudera
Reading Time:

Monday, April 6, 2009

Kuliner 89 - Fortuin Cafe, Jimbaran-Bali
April 06, 2009 7 Comments

Fortuin Cafe
Jl. Pantai Kedonganan, Jimbaran
Telp: 0361-709034, 7444412

"Kalo mau wisata kuliner di Bali harus datang ke Jimbaran", begitu banyak orang bilang untuk mendeskripsikan tempat makan yang berjejer di sepanjang pantai Jimbaran. Ya, aneka macam olahan masakan sea food segar siap terhidang di meja kita di saat kita menikmati udara pantai di malam hari. Jimbaran terkenal sebagai salah satu pantai di bali yang menawarkan paket kuliner malamnya kepada para pengunjung. Menikmati makanan di tengah alunan deburan ombak memang memberikan keasyikan tersendiri, apa lagi dengan hidangan seafood segar yang menggugah selera di meja kita. Berdasarkan rekomendasi dari saudara, diantara beragam rumah makan di Jimbaran saya memilih Fortuin Cafe karena tempatnya yang tidak terlalu crowded, cocok buat anak-anak.


Begitu kita duduk, kita langsung diberi Welcome Drink, segelas kecil orange juice, standar banget lah rasanya. Tetapi setelah memesan makanan, tidak lama kemudian akan tersaji appetizer, yang juga complimentary, berupa semangkuk kecil Sop Ikan. Dari ujudnya tidak ada istimewa, bahkan terkesan plain (cawerang), tetapi setelah kita menyeruput kuahnya, kehangatan yang segar langsung menyergap rongga mulut kita. Aroma kaldu ikan yang belum pernah saya jumpai di tempat lain, apalagi ditambah kegratisannya :)) Setelah appetizer, tentunya beranjak ke main course. Berbagai pilihan sea food dengan harga "lumayan" siap kita santap, berikut di antaranya:

Kepiting Saus Lada Hitam, kepiting merupakan salah satu makanan wajib sea food versi saya :) Baluran lada hitam yang menyelimuti kepiting yang tampaknya sudah di steam terlebih dahulu memang langsung menawarkan keharuman yang merangsang kelenjar ludah kit auntuk segera bekerja. Rasanya emang pas.

Ikan Garupa Bakar. ini menu terenak yang saya makan malam ini, kelembutan daging ikan garupa yang dibakar dengan bumbu pedas manis membuat makan malam ini sempurna. Menu ikan bakar ini wajib anda coba jika berkunjung ke Jimbaran.

Kerang Rebus, nah yang ini baru salah pesan :) Kerang di tempat ini didesain untuk dibumbui, apakah itu asam manis, lada hitam, atau yang lainnya. Jadi ketika saya pesan kerang rebus yang plain, maka yang hadir adalah setumpuk kerang rebus yang benar-benar tawar :( gak ada rasanya sama sekali, untungnya sambal cocolnya enak jadi ke-"tawar"-an kerang ini bisa tertutupi.

Masih banyak pilihan menu lainnya yang bisa dipesan di sini. Sayangnya tidak ada hiburan tari bali di tempat ini, tidak seperti cafe tetangganya. Dan satu lagi, untuk makan ditempat ini anda harus siap-siap merogoh kantong anda dalam-dalam. Rata-rata satu porsi makanan di tempat ini bisa menghabiskan biaya 100rb rupiah. Memang itu lah yang harus kita bayar untuk membeli tidak hanya makanan, tapi suasana romantis makan malam di pinggir pantai. Kapan lagi coba? :)
Reading Time:

@way2themes