June 2008 - Wisata Kuliner Indonesia

Monday, June 23, 2008

Kuliner 55 - Kerupuk Kulit "Bunga Mawar", Mataram
June 23, 20081 Comments


Kerupuk Kulit "Bunga Mawar"
Jl. Khairil Anwar No. 4, Mataram
Telp. : (0370) 627921

Oleh-oleh tentunya menjadi hal yang dicari orang yang sedang melakukan perjalanan ke daerah lain, apalagi ke daerah yang jarang dikunjungi. Di Mataram, Anda tidak perlu pusing untuk mencari buah tangan, banyak alternatif yang dapat kita bawa pulang. Mulai dari souvenir, kaos Lombok, Batik khas, mutiara dan lain-lain. Untuk makanan, salah satu yang sering diburu orang untuk dijadikan oleh-oleh adalah berbagai makanan olahan dari Kerbau atau Sapi, terutama Kerupuk Kulit. Saya berkesempatan untuk mengunjungi salah satu sentra industri rumahan yang mengolah makanan olahan dari Kerbau/Sapi, namanya "Bunga Mawar". Berikut beberapa makanan olahan yang bisa kita beli di sini:


Kerupuk Kulit, kerupuk kulit yang terbuat dari kulit sapi atau kerbau. Dijual dalam bentuk mentahan atau yang sudah digoreng. Untuk yang bentuk mentahan terdapat pilihan ukuran potongan kerupuknya, ada yang potongan besar dan yang kecil. Untuk ukuran 250gr mentah, kerupuk kulit ini dapat dibeli dengan harga Rp. 30.000,-. Digoreng dalam minyak panas selama 4-5 menit, maka tersajilah kerupuk kulit yang renyah yang dapat kita nikmati.

Selain kerupuk kulit, berikut beberapa olahan pangan yang bisa dibawa pulang:









Abon Daging sapi
Rp. 30.000,-

Dendeng Sapi
Rp. 30.000,-

Paru
Rp. 25.000,-

Keripik Ceker Ayam
Besar: Rp. 25.000,-
Kecil: Rp. 10.000,-

Reading Time:

Wednesday, June 18, 2008

Kuliner 54 - Ayam Taliwang & Plecing Kangkung , Mataram
June 18, 2008 3 Comments


Lesehan "Taliwang Irama"
Jl. Ade Irma Suryani - Mataram

Wisata Kuliner di Lombok tidak sempurna jika melewatkan Ayam Taliwang. Ayam Taliwang merupakan salah satu Pusaka Kuliner Nusantara kita yang banyak penggemarnya. Rasa pedas yang menyengat dari bumbu ayamnya memang menjadi ciri khas dari masakan ini. Sungguh beruntung saya mendapat kesempatan untuk mencicipi ayam taliwang langsung dari asalnya, tanah Lombok. Di kota Mataram kita dengan mudah dapat menemukan rumah makan yang menyediakan menu ini. Salah satunya yang cukup banyak dikunjungi adalah Taliwang Irama, yang berlokasi di Jl. Ade Irma Suryani.

Terdapat beberapa pilihan menu yang menarik untuk dicoba dari tempat makan ini, kita cicipi satu persatu:

Ayam Taliwang, menu andalan yang merupakan ayam bakar yang dibumbu pedas khas Taliwang. Yang unik, ayam digunakan sebagai bahan dasar kuliner ini merupakan ayam kampung muda yang baru beruisa 3-5 bulan. Tak heran ukurannya juga mungil seperti burung puyuh. Tapi rasanya gak mungil boss, resapan bumbu pedas dan sedikit manis akan terasa bahkan sampai tulang ayam ini. Benar-benar memanjakan para penikmat kuliner. Dan buat yang gak kuat pedes, bisa pesan juga agar bumbunya bisa dikurangi kadar pedasnya. Harga : Rp. 27.000

Plecing Kangkung, belum menginjak Pulau Lombok kalau belum menikmati ayam taliwang dan plecing kangkung. Itu yang sering orang bilang. Memang, plecing kangkung sudah menjadi trademark kuliner pulau ini selain ayam taliwang. Kangkung dari pulau yang berada di provinsi Nusa Tenggara Barat ini memang istimewa, teksturnya yang lembut membuat kangkung lombok ini tidak terasa alot walau kita makan sampai ke batang-batangnya. Makanya tidak heran kalau kangkung menjadi oleh-oleh alternatif dari Pulau Lombok. Plecing kangkung sendiri adalah kangkung rebus yang dibubuhi sambal tomat diatasnya dan disajikan dengan tauge, urap dan kacang tanah. Rasanya? Segar, tapi warning kembali ditujukan buat anda yang tidak terbiasa dengan rasa pedas, hati-hati dengan sambal tomatnya. Harga : Rp. 5.000

Gurame Bakar Madu, jika bosan dengan ayam-ayaman, tempat makan ini juga menyajikan hidangan ikan. Ikan Karper dan Gurame dapat kita pilih. Karena pada saat saya kesana tidak ada ikan karper maka Gurame Bakar Madu menjadi pilihan saya. Rasa pedas yang menggoda ditimpali dengan sedikit aroma manis madu memang menjanjikan kesempurnaan dari hidangan ini, ditambah dengan cara memasak yang tepat sehingga tidak ada bagian dari ikan ini yang tidak tersentuh aroma bumbu. Hmmmm, benar-benar menggiurkan. Harga : Rp. 27.000

Tahu Goreng, menu yang seharusnya sangat biasa ini menjadi luar biasa. Mengapa? Bahan dasar tahu yang digunakan benar-benar kualitas tinggi, padatnya daging tahu tidak mengurangi lembutnya tekstur yang memang menjadi ciri khas makanan dari kedelai ini. Mengingatkan saya akan Tahu Yun Yi atau Tahu Kediri. Dan nilai plus plus perlu diberikan pada bumbu yang menyertainya, bumbu dengan aroma asam dan manis ini memang paduan yang sempurna buat seporsi tahu goreng yang berisi 4 potong ini. Harga : Rp. 7.000

Sambal Terong Bakar, banyak pilihan sambal yang dapat diminta untuk disajikan di tempat makan ini. Salah satunya adalah Sambal Terong Bakar. Rasa segar yang berasal dari tomat langsung menyeruak ketika kita menyocol sambal ini, ditimpali dengan aroma terong bakar yang semakin memanjakan para pencinta sambal. Tapi kalo yang gak seneng pedas, saya sarankan untuk tidak memesan sambal ini :)



Es Kopi Tongkat Ali, pilihan beragam juice buah tersaji di daftar menu Taliwang Irama, tapi saya tertarik untuk memesan yang unik, Es Kopi Tongkat Ali. Kopi Tongkat Ali sendiri sudah terkenal sebagai minuman penambah energi dan vitalitas. Ditimpali dengan dinginnya es, lengkap sudah kesegaran kopi ini. Sangat layak untuk dicoba.





Es Kelapa Muda Madu, buat yang butuh kesegaran ekstra silakan memilih Es Kelapa Muda Madu. Ada dua pilihan jenis madu yang bisa kita minta. Yang pertama, Madu Kristal, madu putih yang merupakan khas dari Sumbawa ini memang memberikan rasa manis yang berbeda, lebih legit. Sayangnya Es Kelapa Muda Madu Kristal ini disajikan dengan susu kental manis putih juga, sehingga rasa madunya tertutup oleh rasa susu kental. Mungkin untuk menambah rasa manis karena harga madu kristal yang memang cukup mahal. Yang kedua Es Kelapa Muda Madu Biasa, nah yang ini memang pure menggunakan pemanis madu. Paduan yang memang pas untuk penutup hidangan utama, Ayam Taliwang dan Plecing Kangkung....

Reading Time:

Friday, June 13, 2008

Kuliner 53 - Sate Bulayak, Mataram
June 13, 2008 3 Comments
12 Juni 2008, inilah kali pertama saya menginjakkan kaki di Pulau Lombok, Sister Island of Bali. Pulau yang menyajikan wisata pantai Senggigi yang indah juga menyimpan wisata kuliner yang menarik untuk dicoba. Dan kuliner yang paling memancing perhatian saya sejak melangkah ke luar bandara adalah Sate Bulayak. Kenapa? Karena begitu banyak warung tenda yang menyajikan makanan khas ini di sepanjang perjalanan saya dari Bandara menuju ke Pusat Kota. Sebenernya apa sih Sate Bulayak ini?



Salah satu tempat nongkrong malam hari di kota Mataram ini adalah Taman Kota yang terletak di Jl. Udayana. Taman Kota ini selalu penuh pengunjung apalagi di malam minggu, tapi ketika saya kesana hujan baru saja berlalu sehingga suasana taman itu relatif sepi. Berbagai penjaja makanan dan minuman mendirikan tenda sepanjang taman kota ini, dan yang paling banyak dan menonjol adalah penjaja Sate Bulayak. Bulayak sendiri ternyata diambil dari nama lontong khas yang mendampingi hidangan satenya. Bulayak ini mirip dengan lontong biasa, akan tetapi lebih mungil dengan bentuk mengerucut. Dibungkusnya pun tidak menggunakan daun pisang tetapi menggunakan daun aren dengan lilitan berbentuk spiral sehingga untuk membukanya harus dengan gerakan memutar. Sensasi yang diberikan bulayak ini juga berbeda, teksturnya yang lembut serta gurihnya (yang katanya karena penggunaan daun aren sebagai bungkusnya) memang bisa diberikan acungan jempol. Apalagi jika dicocol dengan bumbu kacang yang merupakan bumbu satenya.

Satenya sendiri pada umumnya adalah sate ayam atau sapi, terkadang diberikan jeroan juga. Yang unik memang ada di bumbunya, bumbu kacangnya tidak biasa. Terbuat dari kacang tanah sangrai tumbuk yang direbus bersama santan serta beberapa bumbu dapur lainnya. Rasanya sekilas jadi seperti bumbu kari, dan karena saya penggemar manis maka kucuran kecap manis diperlukan untuk menambah kesempurnaan bumbu sate bulayak ini. Suatu pengalaman kuliner unik yang harus anda coba jika mampir ke Kota Mataram ini.

Reading Time:

@way2themes