December 2007 - Wisata Kuliner Indonesia

Saturday, December 29, 2007

Kuliner 39 - Tela Tela
December 29, 2007 2 Comments
Tela Tela... tadinya saya agak bingung membaca brand yang tertempel di suatu gerobak penjaja makanan di daerah Cimanggu ini, setelah sedikit "ditelaah" ternyata brand tersebut diambil dari kata ketela. Ya, jajanan yang satu ini memang berbahan dasar ketela alias singkong yang dipotong panjang-panjang dan kemudian digoreng.


Sepintas Tela-Tela (ditambahin embel-embel "fried cassava" alias singkong goreng) ini mirip dengan kentang goreng (french fries), yang berbeda hanya bahan dasarnya saja. Setelah digoreng, singkong goreng ini diberi bumbu yang serupa dengan bumbu french fries yang sering kita jumpai di kedai-kedai di berbagai mall.Terdapat berbagai rasa bumbu yang dapat kita pilih sebagai penyedap gorengan ini, seperti rasa manis, pedas, asin, keju, barberque, jagung manis dan lain-lain.

Rasanya? Jika dimakan hangat-hangat sih lumayan, kayanya ga bisa berhenti untuk ngunyah, tapi kalo udah dingin singkongnya jadi keras dan mengurangi kenikmatan kita untuk terus mengunyah kudapan yang dari kemasannya tertulis sudah punya cabang di lebih dari 60 kota di Indonesia ini. Ya, dengan harga 3rebu perak satu bungkus menurut saya sih wajar-wajar aja lah....
Reading Time:

Wednesday, December 26, 2007

Kuliner 38 - Garang Asem Iga Sapi, Bandung
December 26, 20070 Comments
Bagi anda yang sedang jalan-jalan di Kota Bandung dan lagi mencari tempat makan yang nyaman bersama keluarga ataupun dengan teman-teman, silakan arahkan kendaraan anda ke Jl. Naripan no. 92C atau Jl. Trunojoyo no.29 (sekitar dago). Cari rumah makan yang bertajuk Kedai Nyonya Rumah. Menyajikan tempat yang cozy dan cita rasa masakan yang luar biasa, tempat makan ini memang sangat cocok untuk bersantap sambil menikmati sejuknya udara Bandung karena dekorasi interior tempat makan ini begitu asri.


Didirikan oleh sang Nyonya Rumah, Ibu Julie Sutarjana, rumah makan ini konon menyediakan 90% resep masakan hasil karya sang pendiri. Tidak heran karena Ibu yang sudah berusia 85 tahun ini salah satu pengisi rubrik dapur kita di harian Kompas sejak tahun 1970-an. Berbagai menu yang tersaji di Kedai Nyonya Rumah ini tentunya sudah teruji kenikmatannya. Sebut saja beberapa menu yang kami pesan berikut:


Garang Asem Iga Sapi. Merupakan favorit saya di tempat ini. Iga sapi yang diramu dalam kuah garang asem yang segar dengan rasa asam manis. Menu ini disajikan dalam panci kecil yang diberi api kecil untuk dapat menjaga kehangatannya, dan jangan takut kekurangan daging, menu yang satu ini memberikan kita daging iga dengan porsi yang cukup besar, bahkan menurut saya cukup untuk dua orang. Dan semua itu bisa kita nikmati dengan harga Rp. 25.000,- saja. Hmmm…. Sangat saya rekomendasikan...


Nasi Goreng Ny. Rumah. Menu yang ini adalah faovorit istri saya, dengan bummbu khas Nyonya Rumah, nasi goreng ini disajikan dengan irisan ayam, udang goreng tepung, telur dadar, dan yang cukup unik adalah irisan daging asap di atas nasi gorengnya. Harganya Rp. 22.500.




Nasi Ulam. Merupakan nasi campur khas Ny. Rumah, yaitu semacam nasi uduk yang dibumbui rempah-rempah khusus, disajikan dengan ayam goreng kemiri, potongan telur dadar, ikan teri, sambal goreng tempe dan tentunya kerupuk + sambal. Untuk menu ini anda harus merogoh kocek Rp. 23.500,-





Nasi Tutug Oncom. Makanan khas sunda ini juga memberikan cita rasa yang unik khas Ny. Rumah. Disajikan dengan Ayam Goreng, tahu tempe goreng, dan kerupuk, menu ini bisa “ditebus” dengan harga Rp. 23.500,-





Tahu Gimbal. Buat yang ingin makanan yang agak light, bisa memilih menu ini. Potongan tahu yang disajikan dengan gorengan udang, sayuran, emping dan semangkuk bumbu petis yang lezat, dapat kita nikmati dengan harga Rp.13.000,-





Selain makanan khas Indonesia, rumah makan ini juga menyediakan berbagai makanan khas eropa, sehingga dapat memanjakan lidah dengan beraneka selera. Minuman tradisional seperti es tape kelapa muda, es cingcau hijau, dan cendol pun dapat anda nikmati berdampingan dengan minuman “modern” seperti es cappucino, milkshake dan lain sebagainya. Bagi penggemar teh rasa buah tersedia juga teh dengan rasa lychee, peach dan raspeberry dengan harga Rp. 5.500 per gelasnya.

Satu lagi, Kedai Nyonya Rumah juga menyajikan beraneka makanan kecil (cake) yang bisa kita bawa pulang ataupun disantap di tempat. Sebut saja bolu gulung, bitterbalen, tahu berontak, risoles, kroket, roti goreng, aneka tart dan lain sebagainya, dengan cita rasa yang juga aduhai, karena merupakan resep racikan sendiri.

Ok, keliatannya saya perlu berkunjung lagi ke Kedai Nyonya Rumah ini agar dapat mencoba menu lainnya buat coretan saya berikutnya, terutama menu Nasi Iga Sapi Bakar, hmmmm judulnya aja udah bikin ngiler kan. So… Welcome to Paris van Java, the flower city that has changed into the shopping and culinary city :)

Reading Time:

Monday, December 24, 2007

Kuliner 37 - Soto Santan Bang Ali, Bogor
December 24, 2007 3 Comments
Soto santan merupakan salah satu makanan khas dari kota Bogor, tapi ada yang beda dari Soto Santan Bang Ali ini. Terletak di sudut Jalan Pemuda, atau lebih dikenal dengan daerah Goodyear, soto santan ini menyajikan "isi" yang digoreng terlebih dahulu.


Sebelum duduk manis, kita diminta terlebih dahulu untuk memilih isi soto yang akan kita santap. Aneka jeroan yang bisa kita pilih seperti otak sapi, usus, babat, paru, daging, kikil dan lain-lain. Jeroan ini sudah digoreng agak kering terlebih dahulu, inilah yang membedakan soto santan Bang Ali dengan soto bogor lainnya yang biasanya menyediakan jeroan yang basah. Kemudian jeroan yang telah kita pilih diguyur dengan kuah soto santan yang rasanya hmmmmm.

Ditambah sedikit tetesan jeruk nipis dan kecap manis, makin mantaplah rasa yang bisa kita nikmati dari sajian soto ini. Kerupuk dan es jeruk merupakan pelengkap yang bisa menyempurnakan sajian yang bisa kita nikmati di siang hari ini.

Selamat Mencoba...
Reading Time:
Kuliner 36 - Oleh-oleh Bandeng Juwana, Semarang
December 24, 2007 7 Comments

Butuh oleh-oleh dari Kota Semarang? Singgah saja di pusat oleh-oleh kota Semarang yang berada di Jalan Pandanaran. Berderet toko penganan menyajikan berbagai oleh-oleh khas ibu kota Jateng ini, seperti Wingko, Lumpia, Bandeng Presto dan lain-lain. Ada salah satu toko yang cukup besar yang menyediakan banyak pilihan oleh-oleh yaitu Toko Bandeng Juwana.

Toko yang namanya diambil dari produk unggulannya ini memang menyajikan aneka ragam penganan untuk oleh-oleh. Berikut diantaranya:


Bandeng Duri Lunak. Bandeng Juwana dikenal sebagai salah satu merek bandeng presto yang banyak peminatnya. Untuk bandeng duri lunak biasa, dijual dengan harga Rp. 42.500/kg, berisi 4-5 ekor bandeng. Selain itu terdapat berbagai varian bandeng yang dijual disini, sebut saja : Bandeng Dalam Sangkar (digoreng dalam telur), Bandeng Otak-Otak, Bandeng Teriyaki, Bandeng Boneless, Bandeng Vacuum (tahan sampai 3 bulan), dan sebagainya.




Wingko Babat. Dijual dengan brand Dyriana, wingko ini menyajikan berbagai pilihan rasa, seperti rasa kelapa (standar), nangka, coklat, aren sampai varian rasa lainnya seperti durian dan choco chip. Kita dapat membelinya dalam besek isi 20 pcs, dan isinya bisa kita pilih sesuka kita, tentunya dengan harga yang sedikit berbeda untuk setiap rasa.



Ayam goreng tulang lunak. Walaupun tidak terlalu khas semarang, tapi oleh-oleh yang satu ini bisa anda coba untuk dibawa pulang. Ayam yang renyah sampai ke tulang-tulangnya ini disajikan dengan bumbu keremes dan sambel yang serupa dengan sambel bandeng. Seekor bisa kita bawa pluang dengan merogoh kocek Rp. 42.500,-

Soft Cookies, Mini brownies & Brownies Kukus. Selain penganan tradisional, di toko ini juga menyediakan penganan "modern". Soft Cookies salah satunya, berbentuk biskuit besar tetapi empuk dengan taburan butiran coklat. Ini sangat saya rekomendasikan buat para tukang ngemil n pencinta coklat. Selain itu ada juga mini brownies yang dicetak dalam bentuk2 mungil dengan 2 pilihan rasa yaitu coklat dan coklat kopi, dikemas dalam kemasan isi 6 dan isi 12. Ada juga brownies kukus yang besar dengan berbagai pilihan rasa seperti coklat, keju, stawberry dan mint.



Masih banyak lagi pilihan penganan yang bisa dijadikan buah tangan dari toko ini, sebut saja Lunpia Semarang, Moaci, Enting-Enting Gepuk, Krupuk Tahu, Semprong, Madumongso, Jenang, Kripik paru, Gethuk, Wajik dan sebagainya... So siapkan extra bagasi kalo ingin memborong semuanya :))

Mau tahu tempat makan lainnya di Kota Semarang? Silakan lihat disini -> Wisata Kuliner Semarang

Reading Time:
Kuliner 35 - Nasi Pecel Mbok Sador, Semarang
December 24, 2007 7 Comments

Masih dari kawasan Simpang Lima – Semarang, ada satu lagi tempat makan pecel yang juga menjadi favorit banyak orang, namanya Nasi Pecel Mbok Sador. Menyediakan tempat yang lebih luas dibanding Nasi Pecel Yu Sri, sajian yang dihidangkan disini tidak jauh berbeda dengan Yu Sri.




Penjaja pecel duduk di tengah tenda dihadapan pecel dan berbagai menu sampingan. Perbedaan yang cukup kentara adalah di bumbunya, sedikit lebih pedas dan berasa. Di sinipun kita bisa dapatkan menu sampingan seperti berbagai jeroan (usus, paru, babat, daging dan lain-lain), peyek teri, sate telor puyuh, sate telor ayam dan lain-lain. Kalau perut gak kerasa kenyang, kayaknya ingin mencoba semua sajian yang ada di meja ini.



Untuk minumnya kita juga dapat memesan segelas es jeruk yang segar. Soal harga, jangan ditanya, kami berlima hanya mengeluarkan uang tak lebih dari 60rb total untuk semua makanan dan minuman yang kami santap. Jadi kalo jalan-jalan di Simpang Lima-Semarang jangan ragu-ragu untuk menyantap satu pincuk nasi pecelnya Mbok Sador. Selamat menikmati….


Mau tahu tempat makan lainnya di Kota Semarang? Silakan lihat disini -> Wisata Kuliner Semarang

Reading Time:

Tuesday, December 11, 2007

Kuliner 34 - Tahu Petis Prasojo
December 11, 2007 5 Comments

Wisata Kuliner di Semarang tidak lengkap tanpa menghadirkan tahu petis. Buat yang nyari cemilan sore/malam hari di daerah simpang lima - Semarang, bisa mencoba sajian gorengan yang dijajakan di Tahu Petis Prasojo. Menghadirkan "menu" special Tahu Petis, kedai ini juga menyajikan pilihan gorengan lainnya seperti tempe mendoan, tahu susur, pisang goreng dan lain-lain. Saya yang memang sudah lama kepingin tahu petis langsung memesan 10 potong untuk dimakan di kamar hotel. Sudah terbayang kenikmatannya...



Berbahan dasar tahu putih yang digoreng tanpa bumbu, kemudian dipotong bagian tengahnya untuk diselipkan bumbu petis.
Buat yang tidak biasa mungkin agak jijik dengan petis yang diselipkan di antara tahu goreng ini. Petis ini merupakan "keluarga" terasi yang dibuat dari olahan udang atau pindang. Bentuknya saos hitam (seperti gemuk oli :)) dan rasanya manis. Sangat cocok jika dimakan dengan cabe rawit untuk menetralisir rasa manis yang cukup kuat dari petisnya.

Dengan harga sepotong 800 rupiah, saya pikir kenikmatan yang diberikan lebih dari itu :) Sangat enak disantap sambil minum teh dan nonton TV. Hmmmm, yummiii.....

Mau tahu tempat makan lainnya di Kota Semarang? Silakan lihat disini -> Wisata Kuliner Semarang

Reading Time:

Thursday, December 6, 2007

Kuliner 33 - Nasi Pecel "Yu Sri", Semarang
December 06, 2007 2 Comments

Ternyata di Semarang ada juga tempat makan pecel yang enak. Lokasinya di Simpang Lima, namanya Nasi Pecel "Yu Sri". Diajak oleh Pak Suroto, teman saya dari Depkominfo, kami beserta rombongan lainnya langsung meluncur ke Simpang Lima yang jaraknya hanya sekitar 10 menit dari hotel Pandanaran untuk menikmati nasi pecel ini.

Buka sejak pukul 17.00, warung ini tidak pernah sedikitpun sepi. Pengunjung terus mengalir untuk menikmati nasi dengan sayuran rebus yang diberi bumbu kacang ini, dan disajikan diatas pincuk daun pisang.
Penjaja makanan tidak pernah berhenti, benar-benar tidak pernah berhenti, untuk mengambil nasi, sayur, lauk pauk lainnya dan kemudian mengguyurnya dengan bumbu pecel. Kita pun harus menunggu giliran untuk dapat tempat duduk di warung kecil ini, dan setelah selesai makan rasanya tidak enak berduduk lama-lama karena sudah banyak orang yang berdiri untuk menanti giliran agar bisa duduk makan.

Sebagai lauk pendamping kita bisa memilih banyak jenis penganan. Salah satu yang paling laris adalah sate keong. Selain itu jeroan seperti Paru, Babat, dan Usus juga menjadi favorit lauk pendamping.Jeroan ini digoreng basah, seperti dibacem lah. Tahu dan Tempe juga pasti tersedia, selain peyek udang. Saya sendiri memilih lauk pendamping babat,telor ceplok, sate usus ayam dan sate ati ampela. Hmmmmmmmm, yummi banget deh pokoknya, walaupun bumbu kacangnya masih lebih dahsyat bumbu pecel SGPCnya Jogja.

Dan yang lebih hebat lagi, harganya juga murah. Makan ber-enam dengan tiap orang mengambil sate cukup banyak, jeroan dan lainnya, tentu dengan disertai minum teh botol, kami cukup membayar 69rebu perak :) Kesimpulan: Jika kamu ke Semarang sempatkan untuk ke Simpang Lima, menikmati kuliner tradisional Nasi Pecel "Yu Sri"
Reading Time:

Tuesday, December 4, 2007

Kuliner 32 - Lumpia "Mataram", Semarang
December 04, 2007 2 Comments

Kota Semarang terkenal dengan Lumpia (lunpia), Bandeng Presto dan Wingko Babatnya. Minggu pertama Desember saya berkesempatan untuk mengunjungi ibu kota Provinsi Jawa Tengah ini, menginap di hotel Pandanaran di daerah Simpang Lima. Sangat beruntung saya dapat hotel ini karena dekat dengan pusat jajanan di Jalan Pandanaran. Malam pertama langsung saya habiskan untuk menelusuri jajanan di sepanjang jalan ini, dan fokus saya pertama tentunya adalah mencari Lumpia untuk cemilan malam hari, ditemani teman saya Mas Solikhin dan wartawan IT yang cukup kondang, Donny BU. Setelah sedikit menelusuri jalan ini akhirnya kami memilih yang terdekat di ujung jalan, karena kayaknya mau beli yang mana juga, lumpianya sama-sama aja.


Lunpia Semarang "Mataram", begitu nama tokonya. Seperti toko lainnya, Makanan berbahan dasar rebung di toko ini juga dapat disajikan dengan digoreng atau basah, serta dengan beberapa pilihan isi seperti kepiting, ayam, udang dan telur, menunya bisa dilihat di gambar berikut:


Kami memesan lumpia goreng dan basah yang standar, dengan isi ayam, udang dan telor (Rp. 2.500/pc) serta lumpia kepiting telor dengan ukuran yang agak lebih besar (Rp. 6000/pc). Saya sih lebih suka rasa yang lumpia standar. Disajikan dengan acar timun, cabe rawit dan bawang daun, serta bumbu kental yang khas. Malam ini saya menghabiskan satu lumpia kepiting telor, 2 lumpia basah dan satu lumpia goreng. Padahal baru makan malem... gimana gak makin buncit nih? :(((

Tapi kalo ke Semarang emang kudu yang namanya menikmati makanan yang lumpia ini. Nulis blognya aja sampe ngiler...
Reading Time:

@way2themes