May 2007 - Wisata Kuliner Indonesia

Thursday, May 31, 2007

Kuliner 10 - Sate Padang dan Es Durian (Padang)
May 31, 20071 Comments

Coretan kali ini merupakan posting kedua Wisata Kuliner dari Ranah Minang. Setelah tulisan pertama banyak bercerita kuliner dari Padang Panjang, kali ini saya akan bercerita tentang Sate Padang di Indarung dan Es Durian di Kota Padang. Kebetulan pada pertengahan Mei 2007 saya mendapat kesempatan kembali ke Padang, untuk menjadi nara sumber dalam Diklat TIK dan eGovernment yang diselenggarakan oleh Badan Litbang SDM, Depkominfo. Kesempatan menikmati Sate Padang saya baru bisa peroleh di hari ke 3, setelah beberapa peserta mengajak saya dan teman saya, Susilo, untuk menikmati Sate Padang di dekat tempat diklat, di Indarung, Padang Besi.

Berbeda dengan Sate Mak Syukur di Padang Panjang, Sate Padang di warung kecil pinggir jalan ini menggunakan gagrak Pariaman, yang kuahnya agak kemerahan. Menurut Pak Bondan Winarno, warna kemerahan pada kuah sate pariaman didapat dari cabe yang membuatnya lebih menggigit. Rasanya, nikmat sekali man... Mungkin karena saya sudah ngidam sate padang sejak minginjakkan kaki di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) tapi baru kesampean di hari ke-3 :) Walau hanya warung kecil pinggir jalan, tapi daging dan kuah sate yang disajikan benar2 luarr biasaa..


Esok harinya, rombongan peserta lain dari Kabupaten Solok, dipimpin oleh Mr. Muhammad, mengajak kami untuk menikmati salah satu kuliner yang banyak dikunjungi orang di Kota Padang yaitu Es Durian Ganti nan Lamo. Berbeda dengan Es Durian di Bandung, misalnya di Mie Akung atau di Mie Ayam di Tubagus Ismail, dimana durian disajikan masih dalam bentuk gelondongan, di sini es durian sudah berbentuk lumer. Disajikan dalam mangkok, pertama diisi dengan bubur pacar dan kelapa muda, kemudian es yang sudah diserut, di atasnya baru dibanjur lumeran durian dan dikasih susu coklat kental manis. Rasanya? Kalau anda ke Kota Padang, tempat ini WAJIB dikunjungi :) Tempatnya ada di sekitar jembatan Siti Nurbaya (sori lupa mencatat nama jalannya) Kita bisa menikmati es durian ini dengan berbagai menu lainnya seperti sate padang, gado-gado padang, pempek dan lain-lain. Di dinding warung ini dipajang foto-foto selebritis yang pernah berkunjung mulai dari Azwar Anas, Hetty Koes Endang, sampai artis2 sinetron masa kini.

Selamat berwisata kuliner....

Score (1-10)
Sate Padang Indarung : 8
Es Durian Ganti nan Lamo : 9
Reading Time:

Wednesday, May 23, 2007

Kuliner 09 - Nasi Jambal (Restoran Gili-gili Bogor)
May 23, 2007 10 Comments

Udah lama gak posting, terakhir lebih dari sebulan lalu. Sebenernya banyak stock postingan yang ada di kepala, tapi perasaan susah banget ngeluaingin waktu buat nulis. Gak tau emang sibuk ato males doang :) OK, coretan ini akan menceritakan pengalaman makan di salah satu restoran di Bogor, namanya Restoran Gili-Gili, tepatnya ada di Jl. Pajajaran. Menu utamanya adalah masakan khas sunda.

Salah satu menu yang sering, bahkan selalu saya dan keluarga pesan jika datang ke tempat ini adalah, Nasi Jambal. Walaupun namanya Nasi Jambal, bukan berarti hanya nasi yang dikasih jambal dan sambel :) Menu ini cukup lengkap, Nasi beras merah yang sudah dibumbui (ada pete nya juga loh) , ayam goreng atau gepuk (boleh pilih), perkedel jagung manis, tahu goreng, oncom leunca dan sambal beserta lalapannya. Disajikan dalam piring dari anyaman bambu dialasi daun pisang.

Rasanya? Muanteppp bro... semua yang tersaji di piring itu uenak. Mulai dari nasinya, ayamnya, tahunya yang sangat lembut, oncom leunca yang menggigit, juga perkedelnya yang mungkin menggunakan jagung jenis sweet corn. Harganya juga relatif terjangkau, seporsinya 24ribu perak kalo gak salah. Gak rugi deh... Apalagi jika kita menikmatinya dengan es teh manis atau es teh apel. Hmmmm, layak untuk anda coba.

Restoran ini juga memberikan suasana yang nyaman, tanah yang dimilikinya tidak semuanya dihabiskan untuk bangunan, tapi disisihkan sebidang tanah untuk sawah lengkap dengan padinya, menjadikan suasana asri dan udara yang sejuk mengalir ke meja-meja makan. Bangunannya pun tidak dibatasi dinding yang pada jadi kita bisa menikmati indahnya pesawahan. Selain itu dipinggirannya juga tidak lupa ditambahkan kolam ikan dengan berbagai jenis ikan berbagai warna. Masuk ke bagian dalam, terdapat beberapa saung makan untuk pengunjung yang lebih suka menikmati makannya sambil lesehan. Juga terdapat area permainan untuk anak-anak, menjadikan restoran Gili-gili ini sangat tepat dijadikan alternatif untuk bersantap bersama keluarga.

Score (1-10):
Nasi Jambal Gili-Gili : 8,5


Update: Gili-gili sekarang berubah nama menjadi de'Leuit, bisa dilihat reviewnya di Kuliner 85 - de Leuit Restaurant, Bogor
Reading Time:

@way2themes