March 2007 - Wisata Kuliner Indonesia

Thursday, March 15, 2007

Kuliner 07 - Warung Makan ROSYA Kebumen
March 15, 2007 10 Comments
Minggu terakhir survey, tugas saya untuk mengunjungi tiga kota di Jawa Tengah, yaitu Purwokerto (Kab Banyumas), Cilacap dan Kebumen. Tapi coretan saya kali ini tidak membahas makanan dari dua kota pertama. Saya akan langsung cerita tentang pengalaman kuliner saya di tempat yang terakhir yaitu Warung Makan Rosya, Kebumen. Warung makan ini saya kunjungi pada waktu makan siang, sekaligus menunggu waktu bertemu Ibu Bupati Kebumen yang pada saat itu masih mengikuti acara Dengar Pendapat Fraksi di DPRD.

Berdasarkan rekomendasi dari pengantar saya, makanan yang paling spesial di WM Rosya ini adalah Sop Buntut. Hmmmm... yummiii. Tidak berapa lama menunggu sepiring nasi hangat dan semangkuk sop buntut yang masih mengepul telah tersaji dihadapan saya. Rasanya sangat "rumahan" sekali, tidak terlalu neko-neko tapi benar-benar menggugah selera, mengingatkan saya akan masakan Ibu di rumah. Dalam waktu sekejap, piring di depan saya sudah bersih, dan saya segera mengambil tissue karena segera saja bulir-bulir keringat mengucur karena udara di Kebumen ini yang sangat panas ditambah dengan sop panas yang ludes dengan cepat.


Ternyata tidak hanya itu hidangan yang merangsang air liur saya di WM Rosya ini. Di depan saya juga tersaji tempe goreng tepung, atau orang juga menyebutnya dengan tempe mendoan. Ditambah dengan sedikit sambal dan kecap, tidak terasa tiga lembar tempe mendoan ini sudah masuk ke jalur pencernaan di perut saya. Nikmat sekali.

WM Rosya ini juga menyediakan makanan-makanan lainnya yang dapat dipilih dalam bentuk prasmanan. Ada opor ayam kering, sate, tempe goreng kering, cumi, mie goreng dan masih banyak lagi. Pengen rasanya mencicipi semuanya, apadaya perut buncit ini ternyata sudah tidak memiliki ruang kosong.

Akhirnya setelah menunggu beberapa lama, saya berkesampatan juga bertemu dengan Bupati Kebumen, Ibu Dra. Hj. Rustiningsih, MSc, yang dengan bersahaja menerima kami dan mendiskusikan tentang e-Government di Kabupaten Kebumen. Walau beliau seharian menghadiri rapat di DPRD tetapi tidak tampak kelelahan di wajah ibu bupati yang tengah menjalani periode keduanya sebagai bupati Kebumen ini. Terima kasih ibu sudah berkesempatan menerima kami, terima kasih juga untuk Bapak Sugiyanto yang sudah mengantar-ngantar kami keliling Kebumen. Kapan ya bisa nyicipin menu lain di WM Rosya?

Score (1-10):
Sop Buntut Rosya : 8
Tempe Mendoan : 8
Reading Time:

Thursday, March 1, 2007

Kuliner 06 - Durian & Ikan Bakar Maluku
March 01, 2007 3 Comments
Setelah dari Wamena, perjalanan saya berikutnya adalah ke Kota Masohi, Maluku Tengah. Bersama Mas Wisnu saya berangkat pada tanggal 15 Januari 2007 menggunakan pesawat Batavia Air pukul 5 pagi dan mendarat di Bandara Pattimura Ambon sekitar pkl 14.30 WIT. Saya masih harus menyeberang ke Pulau Seram agar dapat ke tempat tujuan saya di Masohi. Di bandara Pattimura kami dijemput pak Johannis dan tim dari Pemkab Maluku Tengah dan masih dibutuhkan 8 jam perjalanan lewat darat dan laut sampai tiba di Masohi.


Setelah kira-kira 1 jam lebih naik mobil, akhirnya kami sampai ke pelabuhan untuk naik ferry yang membawa kami menyeberang ke pulau Seram. Makanan yang pertama kali saya makan di maluku ini adalah Indomie Telur, yang saya pesan diatas ferry. Entah mengapa, indomie kali ini terasa nikmat sekali bagi saya. Mungkin karena sedang lapar setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh ditambah dengan sepoi-sepoi angin di lautan maluku, sehingga makan indomie pun terasa sangat istimewa sekali :) Setelah turun dari ferry, saya masih harus menempuh perjalanan sekitar 4 jam lagi, dan baru bisa masuk hotel menjelang pukul 11 malam.

Keesokan harinya, setelah melakukan survey, kami diajak makan siang menikmati ikan bakar. saya dipilihkan ikan kerapu yang besar. Dagingnya sangat empuk dan tebal. Hampir sama dengan ikan bakar di Makassar, ikan ini dibakar dengan bumbu minimalis tetapi disajikan dengan berbagai macam bumbu dan sambal. Tapi buat saya yang penting ada kecap, itu sudah cukup. Puas dan kenyang sekali rasanya makan siang saya kali ini.

Malam harinya, setelah makan malam saya berjalan-jalan melihat-lihat kota. Di depan Plaza Masohi, berjejer para penjual durian. Durian di sini kecil-kecil, paling sebesar jeruk bali, tetapi soal rasa jangan ditanya. dagingnya begitu legit, membuat kita susah utk berhenti. Harganya pun murah, hanya Rp.10.000,- untuk satu ikat yang berisi 4 buah durian.

Besoknya saya sudah harus kembali ke Ambon dengan menggunakan speed boat karena ferry sedang dalam perbaikan. Lumayan tegang juga karena minggu lalu pernah liat di tv ada kecelakaan speed boat di kawasan maluku hehehe...

What a trip... Mudah2an saya punya kesempatan utk kembali ke sini...

Score (1-10):
Indomie di atas kapal ferry : 8
Ikan Kerapu Bakar : 8,5
Durian Maluku : 8
Reading Time:

@way2themes