Friday, December 2, 2011

Kuliner Bali - Kopi Tiam Oey Denpasar


Wisata Kuliner Indonesia #177
Kopi Tiam Oey
Jl. Teuku Umar 231 Dauh Puri Kauh
Denpasar Barat 80113
Telp: 0361 8222144


Setelah mencicipi Kopi Tiam Oey di Jl Sabang, Jakarta, saat ke Bali saya berkesempatan untuk mencicipi hidangan di Kopi Tiam Oey di Denpasar, tepatnya di bilangan Jl. Teuku Umar. Yang unik di setiap cabang KTO (singkatan dari Kopi Tiam Oey) tersedia menu andalan yang berberda dengan cabang yang lainnya. Untuk di KTO Denpasar ini tentunya boleh dicoba menu khas bali yang tidak tersedia di cabang lain, salah satunya Boeboeh Ajam Bali. Tadinya sempet bingung apa sih yang dimaksud dengan boeboeh? Ternyata itu adalah bubur, tapi bubur khas bali ini disajikan berbeda dengan bubur ayam yang biasanya kita kenal seperti bubur ayam bandung. Boeboeeh ajam bali ini disajikan dalam kuah yang segar, kaya kuah lodeh gitu, tapi gak pake santen. Ditemukan juga kacang panjang dan kol dalam kuah tersebut, bersama suwiran daging ayam dan kacang tanah. Dilengkapi pula dengan telur asin sebagai pelengkapnya. Rasanya? Saya pribadi sih acungkan jempol, kuahnya seger banget. Tambahan telur asinnya juga pas, menyatu dengan rasa kuah bubur ini. Harga: Rp. 18.000,-


Selain Boeboeh Ajam Bali, boleh juga dicoba menu khas Bali lainnya: Nasi Ajam Bali. Seperti nasi campur bali, nasi putih hangat ditemani dengan ayam bali bumbu pedas khas bali, urap, kacang tanah, potongan ayam goreng dan juga telur asin plus sambal. Asik nih, layak dicoba. Harga: Rp. 32.000,-

Nah ini salah satu menu favorit saya yang hadir di banyak (atau semua?) cabang KTO: Sego Ireng. Nasi berwarna hitam, yang warna hitamnya didapat dari bumbu kluwek (keluak) ini, terasa sangat gurih. Disajikan sederhana di dalam daun pisang dengan suwiran telur dadar, serundeng (yang juga berwarna hitam), kerupuk dan sambal terasi. Porsinya memang agak kecil buat ukuran perut saya. Tapi rasanya memang top abiss.. Harga: Rp. 14.000,-

Selat Solo, kuliner favorit saya ternyata hadir di Kopi Tiam Oey Denpasar ini. Orang banyak menyebutnya dengan steak jawa, karena tampilannya seperti steak tapi bumbunya lebih mirip semur yang manis. Disajikan dengan potongan wortel, buncis, tomat, timun dan kentang ditambah keripik kentang dan bawang merah yang menyempurnakan sajian ini. Dan rasanya memang seperti yang saya bayangkan, wuenake polllll. Plus Nasi Putih harga Selat Solo ini: Rp. 30.000,-

Yang terakhir, salah satu kudapan favorit di Kopi Tiam Oey, Singkong Sambal Roa. Singkong goreng pilihan yang lembut disajikan dengan Sambal Roa khas Manado. Tadinya saya bingung, apa enak singkong goreng dicocol pake sambel, tapi setelah cocolan pertama.. gak bisa berenti. Sambalnya itu yang bikin unik dan ketagihan, gak bisa ditemukan di sembarang tempat :P Harga:Rp. 10.000

Gak pernah kecewa makan di Kopi Tiam Oey memang.. Sebelumnya saya pernah mengunjungi KTO Sabang dan KTO Tebet, dua-duanya bikin ketagihan. Tidak bisa disangkal, kendali kualitas makanan dari Pak Bondan, yang terkenal sebagai tokoh kuliner Indonesia ini, memang ketat. Ya, Kopi Tiam Oey ini memang punyanya Pak Bondan, yang di beberapa kota bekerjasama dengan pengusaha setempat. Yang unik dari "warung kopi" ini adalah dipertahankannya interior maupun eksterior bernuansa peranakan cina di setiap cabangnya.

Oh ya, menu sebanyak itu tentu tidak saya makan sendiri. Saya mengunjungi KTO Denpasar ini bersama teman-teman blogger yang sedang memenuhi undangan ASEAN Blogger Conference, tanggal 16 November 2011 lalu. Saat itu saya bersama bang Almascatie (Blogger Ambon), mbak Nieke (Palembang), Mas Jarwadi (Yogyakarta) dan tim Internet Sehat mas Tjatur dan Bpk Acep. Thanks all for the great lunch :)

Update (19/12/2011):
Dapet kabar dari twitternya Pak Bondang (@PakBondan) bahwa KTO Denpasar ini ditutup untuk mencari lokasi yang lebih baik :(


Kuliner lain di kota ini:



8 comments:

  1. rasa bubur ayam bali unik, menurut saya porsinya terlalu banyak untuk ukuran bubur ayam, eh maksudnya untuk ukuran perut saya :)

    hehe, terimakasih atas traktirannya yah :)

    ReplyDelete
  2. Betul... kapasitas perut mas jarwadi yang kekecilan hahah :)

    ReplyDelete
  3. huh! aku gak diajak makan2 di sana. whaaaa...

    ReplyDelete
  4. Salam kenal dari saya Melisa di KulinerFiesta.com, sebuah website komunitas kuliner.
    Resto yang satu ini memang enak, nggak rugi, harus dicobain.

    ReplyDelete
  5. Keren nih tulisannya, keep posting ya…
    Sudah Coba Empat Tempat Makan Unik Di Bali
    Klik http://goo.gl/ZGcfU

    ReplyDelete
  6. Resto ini sudah tutup lho...mungkin sepi juga karena kalah dengan makanan lain yang lebih enak di bali. Sy tinggal di bali dan menurut sy resto ini kurang enak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup, terima kasih infonya. Ternyata kesuksesan Kopi Oey di Jakarta tidak bisa diikuti di Bali. Beda selera lidah orang-orangnya :)))

      Delete
    2. Yup, terima kasih infonya. Ternyata kesuksesan Kopi Oey di Jakarta tidak bisa diikuti di Bali. Beda selera lidah orang-orangnya :)))

      Delete