2015 - Wisata Kuliner Indonesia

Wednesday, December 30, 2015

Kuliner Jakarta - Es Krim Ragusa
December 30, 2015 3 Comments

Wisata Kuliner Indonesia #383
Kuliner Jakarta
ES KRIM RAGUSA
Jalan Veteran I, No. 10, Gambir, Jakarta Pusat
Telepon: (021) 3849123


Es Krim, siapa sih yang ga suka dessert yang satu ini? Di setiap sudut kota kita bisa dengan mudah menemukan penjual es krim mulai dari di restoran, supermarket, mini market, halaman sekolah sampai tukang es krim yang berkeliling dengan menggunakan sepeda. Tetapi tidak banyak kita bisa temukan kedai makan yang memang mengkhususkan dirinya berjualan dengan menu es krim, apalagi yang usianya sudah puluhan tahun. Di Semarang dan Malang ada Toko Oen yang legendaris, di Medan kita bisa ke Restaurant Tip Top, ada juga Sumber Hidangan atau Rasa di Bandung, sedangkan di Surabaya ada Zangrandi yang sangat kondang. Bagaimana dengan di Jakarta? Nama Es Krim Ragusa pastinya sudah melekat di para pecinta es krim di ibukota ini. Menempati bangunan vintage di bilangan Jalan Veteran, Es Krim Ragusa menawarkan es krim dengan tujuh rasa utama. Untuk yang regular ada rasa mocca, vanilla, chocolate, strawberry dan nougat. Sedangkan untuk yang premium ada rasa durian dan rum raisin. Ada dua yang jadi favorit saya, yang pertama adalah Es Krim Nougat. Cita rasa kacang yang kuat menyeruak begitu es krim berwarna hijau ini lumer di mulut kita, bukan karena taburan kacang di atasnya, tapi memang es krim nougat ini mengusung rasa kacang yang jarang kita jumpai di sajian es krim lainnya. Sementara rasa favorit saya yang kedua adalah Es Krim Durian, jangan bayangkan rasa durian yang muncul seperti es krim puter duren yang banyak kita temui di kaki lima. Rasa duriannya sangat halus dibalut dengan tekstur es krim yang memang lembut, tidak berlebih tapi juga tidak kehilangan rasa duriannya. Seporsi es krim standard ini kita bisa nikmati dengan harga Rp 15-20 ribu.



Kalau ingin yang lebih komplit, Es Krim Ragusa juga menyediakan menu lain seperti Special Mix, Tutti Frutti, Spaghetti Ice Cream dan sebagainya. Saya baru mencoba yang Special Mix, dalam satu mangkuk kita akan mendapat empat rasa es krim sekaligus: coklat, vanila, straberry dan nougat. Cukup memuaskan untuk harga Rp. 25.000. Buat saya, yang unik dari Es Krim Ragusa ini adalah teksturnya yang lembut sehingga kesan home made nya menjadi kuat. Tapi kelemahannya adalah es krim ini cepat mencair, apalagi jika kita menyantapnya di siang hari, karena kedai ragusa ini tidak memiliki pendingin ruangan dan hanya mengandalkan kipas angin saja.

Oh iya, jika ingin santapan selain es krim, Ragusa "bekerja sama" dengan para pedagang yang mangkal di depan kedainya sehingga kita bisa menyantap aneka makanan yang mereka jajakan di kedai ini. Ada sate ayam, gado-gado, otak-otak, asinan jakarta dan mie juhi. Lumayan lah sebagai main course yang melengkapi sajian dessert es krim nya... (kebalik yah hehehe)

"Ragusa, Es Italia. Es Krim Traditional. Tanpa Bahan Pengawet. Sejak 1932" Jejeran kalimat tersebut terpasang di dinding tengah dari bangunan Belanda yang ditempati kedai ini sejak tahun 1947, setelah sebelumnya es krim ragusa dijajakan di Pasar Gambir (Jakarta Fair) sejak tahun 1932. Itulah info yang saya dapat dari Wikipedia. Entah saat ini sudah dikelola oleh generasi ke berapa, tetapi cita rasa yang dipertahankan memang menjadikan Es Krim Ragusa ini dapat bertahan sampai sekarang dengan pelanggan yang juga sudah berganti generasi.

Tak salah jika Es Krim Ragusa layak menjadi destinasi wisata kuliner yang harus dikunjungi di kota Jakarta ini.

Peta dan Alamat ES KRIM RAGUSA
Jalan Veteran I, No. 10, Gambir, Jakarta Pusat
Koordinat GPS: -6.169795, 106.829840



Reading Time:

Tuesday, December 29, 2015

Kuliner Manggar - Gangan Kepala Ketarap RM Fega
December 29, 20150 Comments

Wisata Kuliner Indonesia #382
Kuliner Manggar
RUMAH MAKAN FEGA
Jl. Assalam No.10 Manggar, Belitung Timur
Telepon: (0719) 91114


Mungkin dulu tidak banyak di antara kita yang tahu atau pernah mendengar sebuah daerah bernama Manggar yang berada di Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Bangka Belitung. Akan tetapi, setelah sebuah novel karya Andrea Hirata berjudul Laskar Pelangi, mendapatkan apresiasi sangat besar, maka nama Manggar yang menjadi latar daerah cerita pada novel tersebut, mulai dikenal oleh masyarakat luas. Saya pun berkesempatan berkunjung ke "Negeri Laskar Pelangi" ini pada pertengahan tahun 2015 lalu. Dan ketika bicara kuliner di daerah ini, maka nama olahan ikan yang dikenal dengan Gangan, menjadi salah satu sajian yang tidak boleh terlewatkan. Rumah Makan Fega merupakan salah satu restoran yang menyajikan hidangan gangan sebagai salah satu menu utamanya. Untuk ikannya digunakan ikan ketarap, jenis ikan laut yang hidup di perairan sekitar pulau Belitung. Ikan ini menjadi bahan utama di dalam kuah kuning, yang dihasilkan dari racikan aneka bumbu seperti bawang merah, bawang putih, kunyit, lengkuas, dan sebagainya. Tapi ada bumbu spesial yang juga menjadi ciri khas dari gangan yaitu Nanas muda. Ya, kita bisa menemukan potongan nanas dalam kuah gangan yang menyuguhkan rasa asam segar yang berpadu dengan rasa gurih dan sedikit rasa pedas. Slurrruuuppp.... Untuk bagian ikan ketarap yang digunakan untuk gangan ini kita bisa memilih bagian ekor, tengah atau kepalanya. Kalau saya sih tidak ragu lagi untuk memilih kepalanya, karena selain aneka olahan kepala ikan menjadi favorit saya, kepala ketarap juga menyimpan "harta karun" yang berlimpah dibanding kepala ikan lainnya. Apa itu? Lapisan kulit yang tebal serupa kikil sapi tapi jauh lebih lembut. Inilah bagian dari kepala ikan ketarap yang terindah bagi indera pengecap saya. Maka, dengan bahan utama ikan ketarap segar yang diolah dalam kuah kuning yang khas nan lezat, maka Gangan Ikan Ketarap di RM Fega ini layak sekali oentoek dipeodjiken. Harga untuk satu porsi Gangan Ikan Ketarap yang dapat disantap oleh 2 sampai 3 orang ini adalah 100 ribu rupiah.



Salah satu sajian spesial di RM Fega, dan juga menjadi kuliner andalan di kawasan lainnya di Belitung, adalah Ikan Bakar. Dengan bumbu minimalis, kesegaran dari ikan ini dapat terlihat dari kekenyalan daging dan rasa natural yang dihadirkan. Belum lagi kita tidak perlu direpotkan dengan deretan duri yang telah dilepaskan dari tempat asalnya. Tinggal cocolkan dengan aneka sambal yang tersedia maka kita dapat menikmati kuliner khas Belitung yang satu ini. Saya lupa untuk menanyakan jenis ikan yang digunakan untuk ikan bakar ini, biasanya digunakan ikan ilak atau ikan tenggiri. Harga untuk ikan bakar ukuran besar adalah Rp. 80ribu.

Jangan lupa untuk menikmati aneka sayuran di sini seperti tauge, kangkung dan genjer. Olahan yang khas adalah olahan menggunakan terasi atau sering juga disebut belacan. Contohnya Genjer Belacan, sayuran kaya serat ini sangat cocok dimasak dengan sambal belacan sehingga memberikan cita rasa yang kuat dan tentunya pedas, sekaligus menjadi pelengkap yang menyempurnakan sang hidangan utama yaitu ikan. Harga satu porsi genjer belacan ini adalah Rp. 25ribu.

Rumah Makan Fega menjadi salah satu spot kuliner favorit di kota Manggar ini karena tidak hanya menyajikan hidangan khas Belitung dengan olahan yang lezat, tetapi juga memberikan suasana segar dan indah karena terletak persis di samping Danau/Kolong Bendung. Bentuk bangunannya pun menyerupai perahu dengan tambahan dermaga kecil yang menjadi spot yang bagus untuk dapat berfoto-foto. Tak heran, hampir setiap agen wisata ataupun tamu-tamu daerah yang berkunjung ke Kabupaten Belitung Timur ini akan diajak untuk menikmati santapan di rumah makan ini. Negeri Laskar Pelangi ini memang tidak hanya mempesona karena keindahan alamnya, tapi juga karena "keindahan" kuliner yang tersedia.


Reading Time:

Sunday, December 27, 2015

Kuliner Banyumas - Soto Sutri Sokaraja
December 27, 20150 Comments

Wisata Kuliner Indonesia #381
Kuliner Banyumas
SOTO SUTRI SOKARAJA
Jl. Pramuka - Sokaraja
Banyumas


Ada dua kuliner khas yang banyak orang bilang "wajib" jika datang ke daerah Banyumas, yang pertama adalah Mendoan dan yang kedua adalah Soto Sokaraja. Sokaraja sendiri adalah sebuah kawasan yang berada di sebelah timur kota Purwokerto, dan terkenal dengan Soto Sokaraja dan Getuk gorengnya. Salah satu penjual soto sokaraja yang terkenal dan menjadi incaran utama para pecinta kuliner ini adalah Soto Sutri. Apa keistimewaan dari Soto Sutri ini? Potongan daging sapi menjadi lauk utama, ditemani toge, daun bawang, seledri serta kerupuk dengan aneka warna. Semuanya ditaburkan di atas ketupat yang lembut. Ya, alih-alih menggunakan nasi, Soto Sutri Sokaraja ini menggunakan ketupat sebagai sumber kabohidratnya, yang memang menjadi ciri khas dari Soto Sokaraja. Kuahnya gurih dan segar, terbuat dari kaldu daging sapi tapi tidak berlemak. Jangan lupa bubuhkan bumbu alias sambal kacang yang tersaji, ciri khas yang lain dari soto sokaraja ini, yang membuat kuah soto ini menjadi keruh. Tampilannya yang berantakan tidak mencerminkan kelezatan cita rasa yang diberikan oleh kuliner yang satu ini.

Di Sokaraja sendiri, banyak tempat yang menawarkan Soto dengan label “Soto Sokaraja”. Dan Soto Sutri menjadi salah satu ikon soto sokaraja yang terkenal walau berlokasi di jalan yang sempit, tepatnya di Jl Pramuka, sebelah utara simpang lima lampu merah Sokaraja. Soto Sutri memiliki dua kedai di ruas jalan yang sama, yang pertama di pojokan pas tikungan, sedangkan yang kedua masih di jalan yang sama tetapi lebih ke dekat ke simpang lima. Saya sendiri berkesempatan mengunjungi kedainya yang kedua, buka sekitar jam 8.30 pagi, warung keduanya ini sudah siap menutup kedainya pada pukul 1 siang. Tapi di kedai pertamanya masih buka sampai sekitar pukul setengah empat sore. Kalau pas jam makan siang, siap-siap bersabar untuk mengantri mendapatkan tempat duduk di kedai Soto Sutri yang tidak terlalu besar ini. Walau tempatnya tidak bisa dibilang strategis dan masuk ke jalan yang kecil, tapi cita rasa yang disajikan kuliner ini bisa menjadi magnet para pelanggannya, sehingga tak heran saat ini Soto Sutri Sokaraja sudah dikelola oleh generasi ketiganya.


Jadi jangan ngaku pernah ke Banyumas kalau belum mencicipi Soto Sutri Sokaraja.

Peta dan Alamat Soto Sutri Sokaraja
Jl. Pramuka - Sokaraja
Koordinat GPS: -7.454825,109.2872826



Reading Time:
Kuliner Bogor - Kedai Soto Ibu Rahayu
December 27, 2015 4 Comments

Wisata Kuliner Indonesia #380
Kuliner Bogor
KEDAI SOTO IBU RAHAYU
Jl. Pajajaran No. 117 - BOGOR
Telp: 0251-8316666


Indonesia punya aneka ragam dan corak hidangan Soto. Sebut saja Soto Medan, Soto Padang, Soto Betawi, Soto Bogor, Soto Bandung, Tauto, Soto Lamongan, Soto Banjar, Coto Makassar, Soto Garut dan masih banyak lagi. Tapi ada satu kedai soto di kota Bogor yang selain menyajikan soto kuning dan soto Mie yang merupakan kuliner khas Bogor, juga menyajikan hidangan soto yang berbeda, yang tidak pernah dijumpai di tempat lainnya. Nama tempatnya: Kedai Soto Ibu Rahayu. Misalnya saja salah satu andalannya ini: Soto Oseng. Soto atau Oseng? Ini yang bikin penasaran begitu lihat buku menu di tempat ini. Yang hadir memang paduan dari oseng daging dan kuah soto. Daging sapi pilihan dioseng dengan bumbu khas kedai ini, menghadirkan satu sajian oseng daging istimewa, dipadu dengan kuah soto yang bisa kita pilih: kuah santan atau kuah bening. Kuah santannya sendiri serupa dengan kuah kuning khas dari soto kuning bogor. Paduan oseng dan soto yang unik ini ternyata bisa memberikan cita rasa berbeda tapi tetap aduhai di indera pengecap kita.


Buat yang suka pedes coba juga sajian unik lainnya dari Kedai Soto Ibu Rahayu: Soto Rica. Irisan daging sapi yg ditumis bersama bumbu-bumbu khusus & cabai, menyajikan rasa pedas yang menggigit tapi bisa tenetralisir dengan kuah soto yang disajikan bersama olahan rica tersebut. Saya lebih menyukai menggunakan kuah santan, karena kuahnya kental dan nonjok.

Buat yang pengen sajian soto premium bisa pilih Soto Wagyu. Ya, kayaknya baru di Kedai Soto Ibu Rahayu ini daging wagyu yang biasanya digunakan sebagai bahan dasar steak, dipakai untuk bahan soto. Cakepnya lagi, daging wagyu ini tidak dibumbui terlalu rumit, sehingga daging wagyu yang sudah terkenal kelembutannya itu kita bisa nikmati maksimal dan masih terasa juicy. Kuahnya tetap dipisah sehingga tidak merusak cita rasa dan teksur dagingnya. Jika soto lain kisaran harganya sekitar 20 ribuan, maka untuk menikmati soto wagyu ini kita harus mengeluarkan uang hampir dua kali lipatnya.

Masih banyak yang bisa dinikmati di Kedai Soto Ibu Rahayu ini, selain Soto Kuning dan Soto Mie khas Bogor, juga ada Soto Goreng yang berisikan gorengan daging sapi dan paru, Soto Ayam dengan gagrak Lamongan yang menggunakan koya sebagai taburan pelengkapnya, serta Sop Sayur yang mengkombinasikan daging dan aneka sayuran dalam kuah sop yang segar. Kedai ini pertama kali buka di Jl Pajajaran (samping SPBU Shell), sebuah jalan utama di Kota Bogor. Sebelum akhirnya membuka cabang kedua nya di Jl Sholeh Iskandar (atau dikenal juga dengan Jalan Baru), dan berlanjut dengan membuka outlet di Bellanova Mall Sentul City. Di akhir tahun 2015 ini, Kedai Soto Ibu Rahayu kembali membuka cabang barunya di Jl. Pajaran Indah V (dekat perumahan Villa Duta). Jadi buat yang sedang berwisata kuliner di Bogor dan mau menikmati sajian soto yang berbeda di tempat lain silakan berkunjung ke Kedai Soto Ibu Rahayu.

Peta dan Alamat Kedai Soto Ibu Rahayu:
Jl. Pajajaran No. 117 - BOGOR
Koordinat GPS: -6.57576, 106.80786



Reading Time:

Saturday, December 26, 2015

Kuliner Bogor - Toge Goreng Ibu Hj. Omah
December 26, 20150 Comments

Wisata Kuliner Indonesia #379
Kuliner Bogor
TOGE GORENG IBU HJ OMAH
Jl. Sudirman No. 23A BOGOR
(Samping Toko dan Resto Bogor Permai)
Telp: 0813 18567325 - 0812 19516048


Olahan tauco yang menjadi bumbu utama dari hidangan yang satu ini memang menjadikan Toge Goreng menjadi salah satu Kuliner Bogor yang wajib dicoba jika tengah berkunjung ke kota hujan ini. Bumbu tauco tersebut yang memegang peranan penting ketika diguyurkan di atas toge rebus, kupat, mie kuning dan potongan tahu kuning. Oleh karena itu Ibu Hj Omah, dengan serius menjaga kualitas bumbu tauco tersebut dengan cara mengolahnya sendiri di rumah. Tak heran Toge Goreng Ibu Hj. Omah punya pelanggan yang selalu silih berganti memenuhi kedai sederhananya yang terletak di salah satu sudut Jl. Sudirman Bogor. Toge yang digunakan pun selalu segar dan direbus di atas kayu bakar. Konon inilah yang membuat aroma toge nya pun terasa segar. Maka paduan rasa asam tauco yang khas dengan semburat rasa manis akan memenuhi rongga mulut kita ketika menyuap hidangan ini. Jangan lupa untuk menambahkan sambal yang tersedia di meja agar dapat "tonjokan" lain dari kuliner khas bogor ini. Satu porsi Toge Goreng Ibu Hj Omah dapat kita nikmati dengan harga Rp. 15.000,-.

Katanya Ibu Hj Omah ini telah menjajakan Toge Goreng sejak tahun 1970-an, di depan kantor PLN Kota Bogor, sebelum akhirnya pindah ke tempatnya yang sekarang, di samping toko roti Bogor Permai yang juga sudah melegenda. Saat ini Toge Goreng Ibu Hj Omah telah dikelola oleh generasi ketiga, sebuah tanda bahwa kuliner yang satu ini tidak pernah lekang oleh zaman maupun aneka serbuan kuliner modern yang tumbuh laksana jamur di kota hujan ini. Buka sejak sekitar pukul 7 pagi dan tutup sekitar pukul lima sore, peak hour kedai ini adalah ketika jam brunch (sekitar pukul 9-10 pagi) dan jam makan siang. Dan di akhir pekan kepadatan orang yang akan menikmati toge goreng ini akan meningkat dengan datangnya para pemburu kuliner, khususnya yang datang dari kota Jakarta.

Jadi belumlah lengkap berwisata kuliner di Bogor sebelum mencicipi cita rasa ciamik dari sajian Toge Goreng ini.

Peta dan Alamat Toge Goreng Hj Omah:
Jl. Sudirman 23A Bogor
Koordinat GPS: -6.5886, 106.79694


Reading Time:

Friday, September 25, 2015

Kuliner Bandung - Sate Pak Gino
September 25, 2015 17 Comments

Wisata Kuliner Indonesia #378
Kuliner Bandung
SATE PAK GINO
Jl. Sunda No. 76 BANDUNG
Telp: 022 4222532


Mumpung masih suasana lebaran haji, saya mau buat coretan tentang salah satu penjaja sate kambing yang layak menjadi rekomendasi kuliner di Kota Bandung yaitu Sate Pak Gino. Olahan sate kambing di tempat ini memang layak diacungi jempol, potongan daging kambing dalam setiap tusuknya besar-besar. Kita bisa memilih apakah ingin sate daging kambing polos alias hanya daging kambing saja, atau ada selipan gajih atau ati-ginjal di antara tusukan daging kambing tersebut. Kesemuanya itu disajikan di atas hot plate yang dapat menjaga kehangatan sate kambing ini sampai kita santap. Sebagai pendampingnya kita diberikan tiga piring kecil yang masing-masing berisi: bumbu kacang, bumbu sambal kecap dan satu piring lagi berisi acar timun dan bawang, potongan tomat, irisan kol dan potongan jeruk nipis. Kita diberi kebebasan untuk meracik sendiri bumbu-bumbu tersebut sesuai selera. Masih terasa kurang akan bumbunya? Minta lagi saja, seperti saya yang meminta tambahan untuk bumbu kecapnya yang terasa cakep dipadukan dengan sate kambingnya.


Tapi perhatian saya di daftar menu tertuju pada satu item yang cukup unik: Sate Susu Kambing. What? Apa susu kambing bisa dijadikan sate? Daripada penasaran saya langsung saja memesan 5 tusuk alias setengah porsi dari sate susu ini. Tak berapa lama hadir hot plate yang di atasnya terdapat sate susu ini, yang ternyata adalah Sate Gajih alias Lemak dari kambing. Ada sedikit kekecewaan karena saya sendiri bukan penggemar gajih kambing. Tapi kekecewaan saya berubah menjadi kekaguman karena gajih yang saya pikir bertekstur lunak ternyata tidak ditemukan di sate susu ini. Setiap tusuk gajih ini teksturnya cenderung liat seperti urat, dan setelah diguyur bumbu kecap kekecewaan saya benar-benar tidak beralasan karena sate susu ini malah menjadi favorit saya. Gajih yang biasanya membuat saya agak enek sama sekali disajikan sangat berbeda di sini.



Ada juga jenis sate yang berbeda di Sate Pak Gino ini, Sate Buntel. Saya mencicipi sate buntel untuk pertama kalinya di Sate Buntel Tembak Segaran di kota Solo dan langsung jatuh hati pada kuliner ini. Walaupun rasa sate buntel di Sate Pak Gino ini masih belum mengalahkan Sate Buntel Tambak Segaran, tapi buat saya sajian ini tetaplah enak dan sama sekali tidaklah mengecewakan. Sate buntel sendiri dibuat dari daging kambing yang dicincang dan kemudian dipadukan dengan telur, daun bawang, tepung roti dan aneka bumbu lainnya. Setelah disatukan kemudian dikukus terlebih dahulu sebelum akhirnya dibakar dan disajikan bersama bumbu kecap sebagai pendampingnya.

Di Sate Pak Gino juga terdapat beberapa menu lainnya seperti sate sapi, sate ayam, tongseng, gule kambing/sapi, nasi goreng dan gule tulang yang juga menjadi favorit di sini. Untuk sate kambing polos harganya Rp. 42ribu per porsi yang terdiri dari 10 tusuk. Jika yang selap gajih, ati dan ginjal harganya 40ribu/porsi, sama dengan harga satu porsi sate susu. Sementara untuk sate buntel harganya Rp. 80 rb/4 tusuk. Tapi semuanya itu kita bisa pesan setengah porsi koq. Bahkan untuk sate buntel kita bisa pesan hanya 1 tusuk (20ribu) karena memang satu tusuknya sudah cukup mengenyangkan untuk satu orang. Mungkin harga sate pak Gino ini terasa mahal, tapi memang kita harus berhati-hati dengan porsinya. Setiap tusuk sate memuat daging dengan ukuran di atas rata-rata, sehingga buat saya satu porsi sate ini cukup untuk disantap berdua. Cita rasa dan penyajiannya di atas hot plate juga membuat saya merasa bahwa harga yang dipatok tersebut setimpal dengan kenikmatan yang disajikan.

Sumber Photo: serbabandung.com
Saya sudah mencicipi Sate Pak Gino sejak jaman masih duduk di bangku SMP dulu, di SMPN 5 Bandung yang memang letaknya tidaklah terlalu jauh dengan Sate Pak Gino ini. Dulu dagangannya masih menggunakan gerobak yang berada di pelataran jajaran toko yang menjual buku dan alat tulis di ruas jalan Sunda ini, tepat di samping rel kereta api. Dan saat ini jajaran toko itu sudah berganti dengan SPBU dan ruko-ruko, namun Sate Pak Gino tetap eksis dan bahkan memperluas area jualannya menjadi bangunan yang cukup besar sehingga mampu menampung banyak pelanggan yang ingin menikmati olahan daging kambing di tempat ini. Jadi buat para penggemar sate kambing yang sedang di Bandung, silakan catat alamat di bawah untuk mencicipin nikmatnya salah satu legenda sate kambing di kota Kembang ini. Pokoknya jika menyusuri Jl. Sunda yang satu arah, setelah pertokoan Yogya langsung ambil jalur kanan, kedai Sate Pak Gino tepat berada di sebelah kanan setelah rel kereta api. Jangan sampai kelewat yah...

Peta dan Alamat Sate Pak Gino Bandung:
Jl. Sunda No. 76 BANDUNG
Koordinat GPS: -6.916734, 107.618293


Reading Time:

Monday, September 21, 2015

Kuliner Bogor - Bakso Pakde Jangkung
September 21, 2015 10 Comments

Wisata Kuliner Indonesia #377
Kuliner Bogor
BAKSO PAKDE JANGKUNG
Jl. Sancang No. 7-F BOGOR
Telp: 0813 18331556


Bakso mungkin merupakan kuliner dengan penggemar terbanyak di Indonesia, dan juga memiliki penjual yang paling banyak juga. Hampir semua kota yang saya datangi pasti ada tukang baksonya, baik yang dijajakan dengan keliling ataupun yang bertempat di suatu lokasi permanen. Dan tak jarang pula kita temukan penjual bakso yang memiliki pelanggan banyak, yang umumnya dikarenakan menu yang disajikan memiliki keunggulan di tempat lain. Di Bogor, salah satu penjual bakso yang sukses, bertahan lama dan memiliki pelanggan banyak adalah Bakso Pakde Jangkung. Apa yang membuat bakso ini spesial? Ketika memesan kita dihadapkan pada pilihan apakah akan menggunakan mie kuning, bihun atau kwetiaw sebagai menu utamanya, setelah itu kita juga harus memilih apakah disajikan dalah bentuk kuah atau kering alias yamin. Favorit saya adalah Kwietiaw Yamin yang disajikan dengan baso dalam mangkok yang terpisah. Yang menarik adalah menelaah isi dari mangkok baso nya. Tidak hanya bakso dan sayur saja yang bisa kita temukan dalam kuah kaldu yagn segar, tapi juga ada tetelan daging sapi yang menambah gurih cita rasa kuahnya. Dan yang unik adalah adanya potongan tahu kering. Mirip dengan tahu sumedang, tapi tahu di Bakso Pakde Jangkung ini digoreng sangat kering, hampir menyerupai kerupuk. Rasa gurihnya melengkapi hidangan baso yang juga patut diacungi jempol dari sisi cita rasa dan level kekenyalannya.

Masih ada satu lagi yang spesial dari sajian Bakso Pakde Jangkung ini, apa itu? Paru Goreng... Ya mungkin tidak banyak tukang bakso yang melengkapi sajiannya dengan paru goreng, saya sendiri belum pernah menemukannya di tempat lain. Paru goreng di sini digoreng sampai kering sehingga mirip keripik paru. Bisa dinikmati dengan mencelupkannya dalam kuah baso yang ada, atau dimakan sebagai teman mie yamin, semuanya memberikan sensasi tersendiri. Harga satu porsi Mie Bakso di sini Rp. 16.000, sedangkan untuk satu mangkuk paru goreng juga dihargai sebesar Rp. 16.000. Masih merasa kurang dengan tahu keringnya yang renyah, minta saja extra tahu yang harganya Rp. 7000 untuk satu mangkuknya.

Konon Pakde Jangkung sudah menjajakan dagangannya sejak tahun 1973, dulu masih berkeliling menggunakan gerobak basonya. Kemudian mangkal di tempat semi permanen, sampai sekarang sudah berjualan di ruko yang berada di ruas jalan Sancang. Bahkan saat ini Bakso Pakde Jangkung ini sudah membuka cabangnya di Ruko Yasmin Sektor 6 dan di Jl. Bondongan (Seberang SD Mardi Waluya). Jadi buat kamu-kamu penggemar bakso yang ada di kota Bogor, masukkan Bakso Pakde Jangkung ini dalam daftar kamu. Atau bahkan kamu sudah jadi langganannya?

Reading Time:

Monday, September 14, 2015

Kuliner Jogja - Mangut Lele Mbah Marto
September 14, 2015 4 Comments


Wisata Kuliner Indonesia #376
Kuliner Jogja
MANGUT LELE MBAH MARTO
Selatan Kampus ISI
Sewon, Bantul - Jogja


Namanya Mbah Marto, umurnya 92 tahun. Pekerjaannya adalah jualan mangut lele, gudeg dan Garang Asem di dapur rumahnya di kawasan Sewon, Bantul-Jogja. Sejak kapan? Beliau tidak ingat persis tahunnya. "Pokoknya aku jualan sejak umur 20an", ujarnya. Kalo diitung-ditung berarti sejak 70 tahun yang lalu atau sekitar tahun 45-an! Itulah sepenggal informasi yang saya dapatkan ketika berbincang dengan seorang nenek yang ramah di pawon alias dapurnya yang sekaligus dijadikan tempat jualan makanan olahannya yang menjadi legenda di kota Jogja ini. Yang paling banyak diburu adalah mangut lele-nya, jika di tempat lain untuk membuat mangut ini lelenya digoreng dulu, tapi di sini lelenya diasap dengan cara tradisional. Gurihnya daging lele jadi "keluar" dengan teknik memasak ini. Belum lagi bumbu mangutnya yang didonimasi warna merah dari cabai segar yang digunakan, sehingga walau memakai santan dalam proses pembumbuannya, tapi tidak kentara begitu disajikan. Paduan gurihnya daging lele asap dan pedasnya bumbu mangut menjadikan hidangan ini memiliki banyak penggemar fanatik. Termasuk saya yang pada saat itu langsung "tanduk" alias nambah untuk menyantap dua ekor ikan lele yang berukuran cukup besar, hasil resep legendaris dari Mbah Marto.


Tidak cuma Mangut Lele nya saja yang diburu orang di pawon ini. Cobalah aneka hidangan lainnya yang tersaji di dalam baskom-baskom di atas dipan. Ada opor ayam, opor tahun dan telur, sambal goreng krecek, gudeg daun pepaya, garang asem dan juga sate kerang. Semuanya hadir tanpa "kosmetik", disajikan apa adanya. Tapi dari sajian seperti itulah air liur tak terbendung, bahkan menimbulkan kegalauan menu mana yang akan dipilih. Banyak yang merekomendasikan gudeg dan sambal krecek serta garang asemnya yang wajib dicoba. Tapi buat saya tidak ada pilihan yang salah dari hidangan yang tersaji di sini. Yang salah hanyalah rongga perut yang tidak bisa menampung semuanya.

Tidak mudah menemukan Warung Mbah Marto ini memang, butuh guide lokal untuk dapat mencapainya. Saya sendiri diantar teman saya yang warga asli Jogja yaitu mas Amrun dan mas Tepos. Yang saya ingat adalah masuk ke kampus ISI (Institut Seni Indonesia) terus ke perkampungan di belakangnya. Lihat peta di bawah aja deh biar lebih jelasnya. Tapi perjuangan untuk menemukan tempat ini saya jamin sebanding dengan "harta karun" kuliner Jogja yang didapat di tempat ini. Dan beruntungnya saya, Mbah Marto tidak sungkan-sungkan untuk bercerita panjang lebar tentang hidupnya dan keluarganya. Poto-poto mbah marto dengan beberapa selebritis tampak tergantung di dinding, seperti dengan Pak Bondan Winarno dan Rio Febrian. Saya pun tak sungkan untuk mengajak mbah marto berfoto bersama. Uniknya lagi ketika sang anak diminta menghitung makanan dan minuman yang kita santap berempat, dengan sekenanya saja dia menjawab 100ribu :) Tapi pengalaman kuliner di Mangut Lele Mbah Marto sambil berbincang dengan sang empunya ini yang saya nilai Priceless!


Peta, Alamat dan Koordinat GPS Mangut Lele Mbah Marto:
Selatan Kampus ISI
Sewon, Bantul - Jogja
Koordinat GPS: -7.854196, 110.353444



Reading Time:

Tuesday, August 18, 2015

Kuliner Bandung - Sop Buntut Dahapati
August 18, 20151 Comments

Wisata Kuliner Indonesia #375
Kuliner Bandung
SOP BUNTUT DAHAPATI
Jl. Cipaganti 146 Bandung
Telp: (022) 7101301

Jika berbicara mengenai Sop Buntut, maka sang maestro kuliner Bondan Winarno selalu menyebut Sop Buntut Dahapati di Bandung ini sebagai "one of the best" di Indonesia. Tak heran Sop Buntut Dahapati ini juga menjadi salah satu ikon Kuliner Bandung. Kuah sop dengan rasa kaldu yang menggigit dengan sentuhan aroma kayu manis dan cengkeh, menggenangi potongan wortel dan kentang dan tentunya potongan buntut sapi dengan tekstur yang lembut. Aroma kuahnya kaya tapi tidak maghteg, pas. Daging buntutnya yang paling juara, sangat empuk dan tidak perlu bersusah payah untuk melepaskannya dari tulangnya. Dan juga jumlahnya dalam satu porsi cukup dermawan, tidak pelit. Nasi putih hangat dan emping adalah teman pelengkap yang membuat hidangan sop buntut ini paripurna. Satu porsi sop buntut ini bisa ditebus dengan harga Rp. 60.000,-.

Di Sop Buntut Dahapati ini juga jangan lupa untuk mencoba cicipi Sop Buntut Goreng nya. Daging buntutnya digoreng dengan cita rasa sedikit manis dengan taburan bawang goreng. Disajikan dengan kuah sop buntut yang sama. Gak kalah lezatnya dengan sop buntutnya. Harga untuk satu porsi Sop Buntut Goreng ini Rp. 62.500,-. Dan menu ini bisa kita nikmati untuk makan pagi, siang ataupun malam. Kenapa? Karena jam buka Sop Buntut Dahapati ini mulai dari jam 8 pagi sampai 10 malam...

Sumber Gambar: http://bandung.panduanwisata.id/yuk-mencicipi-sop-buntut-di-dapur-dahapati/
Ketika berbicara mengenai sop buntut ada tiga "brand" yang melekat di "top of mind" saya. Yang pertama adalah Sop Buntut Ma Emun Bogor, yang sekarang sudah diwariskan kepada penerusnya yaitu Sop Buntut Mang Endang dan Sop Buntut Ibu Imas. Yang kedua adalah Sop Buntut Legendaris di Hotel Borobudur Jakarta. Yang ketiga adalah Sop Buntut Dahapati Bandung. Dan yang terakhir inilah yang baru saya cicipi paling akhir juga. Menyusuri Jalan Cipaganti Bandung yang masih rimbun dengan pepohonan besar, kita bisa menemukan sop buntut dahapati ini sebagai menu utama sebuah rumah yang masih bergaya kolonial di sebelah kanan jalan yang berada tepat di seberang pom bensin (SPBU). Area parkir yang tidak begitu luas di halaman rumah yang bergaya Belanda ini tampak dipenuhi beberapa mobil para pelanggan yang akan mencicipi lezatnya sop buntut yang memulai usahanya sekitar tahun 80an. Dan selain di Jl Cipaganti, kini Sop Buntut Dahapati juga membuka cabangnya di kawasan Jl. Anggrek, tidak jauh dari Taman Super Hero.

Kalo Anda penggemar sop buntut dan tengah wisata kuliner di Bandung, tandai Sop Buntut Dahapati ini sebagai salah satu destinasi Anda.

Peta dan Alamat Sop Buntut Dahapati:
Jl. Cipaganti 146 Bandung
Koordinat GPS: -6.887726, 107.602248


Reading Time:

Saturday, July 25, 2015

Kuliner Bandung - Sate Maulana Yusuf
July 25, 2015 5 Comments

Wisata Kuliner Indonesia #374
Kuliner Bandung
SATE MAULANA YUSUF
Jl. Maulana Yusuf No.21 Bandung
Telp: 022 4234096


Bandung memiliki banyak pedagang sate yang memiliki reputasi yang tak perlu diragukan lagi, terbukti dengan usahanya yang bertahan hingga puluhan tahun. Salah satunya adalah Sate Maulana Yusuf yang sudah "membakar sate"-nya sejak tahun 80an. Nama Maulana Yusuf sendiri diambil dari nama jalan tempat sate ini dijual yaitu Jl Maulana Yusuf, tidak jauh dari Jl Ir. H. Juanda/Dago. Andalannya dari awal adalah Sate Ayamnya, tak heran dulu dikenalnya sebagai Sate Ayam Maulana Yusuf. Apa sih istimewanya sate ayam di tempat ini? Saya pesan satu porsi sate ayamnya. Hadir terlebih dahulu bumbu kacangnya, tidak terlalu halus tapi juga tidak kasar. Rasa gurih dan semburat rasa legit berpadu dalam bumbu kacang ini. Pedasnya tidak kentara, tapi disediakan cabe rawit dalam acar bagi yang ingin menambah pedas. Tak lama kemudian hadirlah sate ayam, setiap tusuknya diisi dengan daging ayam pilihan tanpa lemak. Terasa ada bumbu yang meresap ke dalam dagingnya, menandakan sate ini dibumbui dengan baik dulu sebelum dibakar. Tekstur dagingnya juga memperlihatkan bahwa daging yang digunakan untuk sate ini merupakan daging ayam pilihan serta diolah dengan baik, sehingga mudah untuk dicerna. Kesimpulannya memang gak salah sate Maulana Yusuf ini bisa bertahan lebih dari 20 tahun, hasil olahannya juara!


Tergoda untuk juga memesan sate kulitnya, Sate Kulit Ayam juga menjadi salah satu signature di Sate Maulana Yusuf. Tidak banyak tempat sate yang menyajikan sate kulit secara "serius". Tekstur kenyalnya asik, dengan bumbu yang sudah membalut seluruh kulit dengan merata. Kulitnya pun tebal-tebal tapi tidak bikin eneg, asik lah pokoknya. Oh iya, untuk satu porsi sate ayam Maulana Yusuf harganya Rp. 35.000,-. Mungkin terasa relatif mahal apabila dibandingkan dengan penjual sate ayam yang lain, tapi dengan potongan daging di setiap tusuknya yang besar dan cita rasa yang dihadirkan, menurut saya setimpal lah.

Rata-rata penjual sate yang terkenal di Bandung menjadikan sate kambing sebagai "unggulan"-nya, sebut saja Sate Hadori, Sate Gino, Sate Kardjan, Sate Haris dan sebagainya. Mungkin itu juga yang membuat Sate Maulana Yusuf seolah tak punya "saingan" dalam menyajikan sate ayam dengan kualitas dan juga harga yang premium di kota kembang ini. Atau kamu punya penjaja sate favorit yang lain?

Peta dan Alamat Sate Maulana Yusuf:
Jl. Maulana Yusuf No.21 Bandung
Koordinat GPS: -6.90073, 107.61342


Reading Time:

Wednesday, July 22, 2015

Kuliner Bandung - Batagor H. Darto
July 22, 2015 3 Comments

 Wisata Kuliner Indonesia #373
Kuliner Bandung
BATAGOR H. DARTO
Pasar Simpang Dago, Jl. Ir H Juanda 200 Bandung
Telp: 089624418880


Batagor alias Baso Tahu Goreng, salah satu ikon kuliner Bandung yang muncul sejak tahun 70an dan mulai dikenal luas di era 80-90an. Di kota kembang ini, tidak sulit mencari penjaja batagor, mulai dari di mall, restoran, kedai, sampai gerobak kaki lima. Salah satu tukang Batagor yang cukup terkenal di kota Bandung adalah Batagor H. Darto. Memulai usahanya di awal tahun 80an dengan gerobak kaki lima di kawasan Pasar Simpang Dago (Jl Ir. H. Juanda) saat ini Batagor H. Darto sudah menempati kedai tetap di pasar itu yang tentunya lebih luas. Tidak hanya Batagor sebenarnya, beberapa menu lainnya juga hadir di sini. Tapi tetap yang menjadi signature ya batagornya. Ada dua pilihan penyajian batagor di sini, Kering dan Kuah. Jika ingin menikmati rasa aslinya pesan saja batagor kering, kulit luar yang renyah sangat terasa ketika kita menikmatinya selagi hangat. Isian tahu dan baso terasa lembut berpadu dengan kulit renyahnya, apalagi ditimpali dengan bumbu kacang yang gurih dengan sentuhan rasa pedas yang sederhana. Bubuhi kecap dan kucuri sedikit jeruk nipis maka hidangan Batagor H. Darto ini menjadi paripurna. Satu porsi batagor kering berisi 3 potong batagor ini dihargai Rp. 9000. Jika ingin bumbu kacang yg lebih banyak, minta bumbunya untuk dipisah dan cukup tambah seribu rupiah per porsinya.

Batagor Kuah-nya juga layak dipujiken. Renyahnya batagor ternyata cocok untuk diadu dengan kuah bakso yang segar. Seruput kuah yang panas sedikit demi sedikit dengan membubuhkan potongan batagor yang sudah "basah" dengan kuah yang sudah menyerap di setiap pori-pori batagor. Jangan lupa bubuhkan sambal agar semakin "berkeringat". Supaya lebih nendang, Batagor H. Darto juga menediakan baso, babat dan ceker sebagai pelengkap batagor kuah ini. Tinggal pilih saja. Untuk seporsi Batagor Ceker atau Batagor Babat harganya Rp. 13.000 saja, sedangkan untuk batagor kuah tanpa tambahan harga seporsinya sama dengan batagor kering.

Selain batagor, di tempat ini juga tersedia mie/yamin bakso. "Dulu bapak (Darto-red) memang jualan bakso, udah terkenal. Tapi makin sini makin dikenal batagornya. Karena kan Bandung khas dengan batagor" begitu tutur Tri, yang merupakan generasi kedua penerus usaha Batagor H. Darto ini seperti dikutip dari detik.com. Sayangnya perut yang sudah terisi batagor kering dan kuah tak menyisakan rongga kosong untuk mencicipi sajian mie bakso di tempat ini yang konon juga aduhai. Ngomong-ngomong Batagor di Bandung, saya bisa mengkategorikannya jadi 3 bagian, yang pertama adalah Batagor Premium dengan rasa ikan yang bener-bener kerasa dengan ukuran yang juga jumbo. Kategori pertama ini diwakili oleh Batagor Riri dan Batagor Kingsley, yang sekarang harga satu potong batagornya berada di kisaran Rp. 10.000,-. Yang kedua adalah batagor dengan rasa ikan yang tidak terlalu kentara tetapi hadir dengan cita rasa batagor asli yang renyah dengan bumbu kacang yang memikat. Ini diwakili contohnya oleh Batagor H. Isan, Batagor Abuy dan Batagor Darto ini. Satu potongnya dijual dengan harga 2500-3000 rupiah. Dan yang terakhir adalah batagor yang banyak dijajakan di pinggir jalan, atau biasanya menjadi jajanan anak SD, dengan rasa yang plain, tetapi di beberapa tempat menghadirkan bumbu kacang yang enak. Harga satu potongnya biasanya sekitar seribu rupiah. Pilih yang mana? Tentunya tergantung selera, mahal atau murah bukan patokan kalau berbicara selera bukan?

Peta dan Alamat Batagor H. Darto:
Pasar Simpang Dago, Jl. Ir H Juanda 200 Bandung
Koordinat GPS: -6.8851007,107.6138553


Reading Time:

Thursday, July 16, 2015

Kuliner Bandung - Roti Gempol
July 16, 2015 7 Comments

Wisata Kuliner Indonesia #372
Kuliner Bandung
ROTI GEMPOL

Jl Gempol Wetan No. 14 Bandung
Telp: 022 - 4239469

Menu utama di tempat ini cuma roti bakar, tapi ada yang beda dengan roti bakar di tempat lain, di sini tersedia pilihan roti putih biasa dan rotu gandum, selai itu rotinya pun buatan dapurnya sendiri. Kelembutan tekstur roti di tempat inilah yang memang menjadi magnet penarik utama para pelanggannya. Ya, Roti Gempol, salah satu kedai yang memproduksi roti legendaris dari kota kembang Bandung. Pagi itu saya mengunjungi kedai Roti Gempol ini yang mungil di kawasan Jl Gempol, kapasitas kedai yang kecil memang membuat beberapa pelanggan rela duduk di luar sambil menikmati sarapan rotinya. Pesanan saya pertama adalah Roti Bakar Komplit Gandum Perseorangan yang berisikan daging asap, telur dan keju. Yang saya suka dari roti gandum di sini: tebal dan empuk. Berbeda dengan roti gandum yang umumnya bertekstur agak kasar, di sini roti gandumnya menjadi favorit karena teksturnya yang lembut, tak beda jauh dengan roti biasa. Juara... Belum lagi isinya yang tidak terlalu berlebihan, tapi memang menjadikan sarapan saya pagi ini terasa begitu istimewa. Harga satu porsi Roti Gandum Komplit perseorangan ini 18ribu rupiah. Kenapa disebut perseorangan?

Karena ternyata Roti Gempol pun menyediakan porsi untuk ririungan alias bersama-sama, satu porsi roti bakar ririungan ini bisa dinikmati 3-4 orang. Selain roti gandum kita juga bisa menikmati roti putih, yang dapat "diisi" dengan pilihan yang sama: manis, asin (keju dan telur), spesial (daging dan keju/telur) serta komplit (daging keju dan telur). Walau sarapan roti bakar gandum komplit sudah cukup mengenyangkan, tapi karena rasa penasaran, saya memesan yang isi manis. Untuk yang roti manis ini tersedia beragam pilihan isi: cokelat, susu, kacang dan aneka selai (serikaya, strawberry, nanas). Kita juga bisa mengkombinasikannya dengan maksimal 3 pilihan. Buat saya, yang isi manis juga tak kalah cakepnya dengan yang asin (komplit). Pilihan selai yang tepat membuat cita rasa roti bakar ini cukup menggoda. Mungkin ini semua karena bahan dasar rotinya yang mumpuni. Untuk roti bakar putih manis harganya 8ribu, sedangkan untuk yang gandum 9ribu rupiah saja.


Untuk minumnya, teh, kopi atau susu bisa kita nikmati bersama sang roti. Tapi ada satu yang beda di sini: Addic'tea. Ini adalah minuman teh susu olahan aneka rasa yang disajikan dalam botol olahan. Tersedia beragam rasa seperti kopi, cokelat, pisang, mint, taro dan sebagainya. Addic'tea bukanlah asli produknya Roti Gempol, tapi minuman yang cukup happening di Bandung ini banyak memikat para pelanggan di kedai ini karena rasanya yang unik dan cocok menjadi teman bersantap sang roti gempol.


Roti Gempol ini memang legend, terbukti bertahan sejak dibukanya di tahun 1958! Jam buka setiap harinya pun cukup lama, mulai dari jam 7 pagi sampai 9 malam. Para pengunjung Kedai Roti Gempol ini juga lebih banyak membeli roti untuk dibawa pulang. Tidak hanya Roti Bakar, di sini juga kita bisa mendapatkan roti isi yang harganya berkisar antara 4500-6000 rupiah, roti sobek, juga roti tawarnya yang kondang. Roti Tawarnya pun ada beberapa pilihan: Biasa (9rb), Spesial (11rb), Super (12rb), Gandum (13rb) dan Gandum-harvermut (15rb). Selain di kedai pusatnya di Jl Gempol Wetan ini, Roti Gempol ini juga bisa kita nikmati di kedai Kopi Anjis Jl. Surya Sumantri No. 25 dan di Jl. Bengawan 34. Jadi kalau berwisata kuliner di Bandung, catat Roti Gempol ini sebagai salah satu destinasi kuliner kamu. Gak kan nyesel deh.

Alamat Roti Gempol (beserta map dan koordinat GPS-nya):
Jl Gempol Wetan No. 14 Bandung
Koordinat GPS: -6.902824, 107.615763


Reading Time:

Saturday, June 6, 2015

30 Kuliner Pilihan dari 30 Provinsi di Indonesia (1)
June 06, 2015 7 Comments

Indonesia memiliki kekayaan kuliner yang luar biasa, bahkan ada yang mensinyalir bahwa Indonesia adalah negara dengan keanekaragaman kuliner paling banyak sedunia. Ya, dengan 34 provinsi dengan lebih dari 500 kabupaten/kota bisa dibayangkan betapa beragamnya sajian kuliner di nusantara ini. Banyumurti.net sendiri sudah mencoba mencatat perjalanan kulinernya di lebih dari 55 kota dari 30 Provinsi di Indonesia, akan tetapi sebagian besar masih berkisar di ibu kota provinsi dan masih banyak perlu menggali potensi kekayaan kuliner dari berbagai kota lainnya. Dan berdasarkan pengalaman yang sudah ditempuh oleh indera pengecap yang saya miliki ketika menempuh perjalanan tersebut, berikut adalah 30 kuliner Indonesia pilihan banyumurti.net dari tiap provinsi yang pernah saya kunjungi:

1. Aceh

Provinsi paling Barat di Indonesia ini memiliki keragaman kuliner yang luar biasa, dan saya sempat mencicipi beberapa di antaranya seperti Mie Aceh, Ayam Tangkap, Sie Reuboh, Rujak Aceh dan tentunya Kopi dan Sanger Ulee Kareng. Semua memiliki cita rasa yang memikat, tapi pilihan dari banyumurti.net jatuh pada Mie Kepiting di Mie Razali - Banda Aceh. Saya suka kepiting dan paduannya dengan bumbu mie aceh yang memiliki sentuhan rasa pedas yang unik membuat saya memilih hidangan ini. Banyak yang bilang bahwa Mie Aceh terbaik sebenarnya bukan di Mie Razali ini, tapi untuk kali ini izinkan banyumurti.net memilih Mie Kepiting Razali sebagai kuliner pilihan dari Aceh, karena memang belum banyak tempat mie Aceh yang sempat dicicipi.


2. Sumatera Utara

Medan sebagai ibukota provinsi Sumatera Utara juga menyajikan kuliner yang beragam, mulai dari makan besar, kudapan sampai oleh-olehnya. Akan tetapi pilihan banyumurti.net jatuh pada Soto Medan Sinar Pagi. Ya, soto medan memang salah satu ikon kuliner di kota ini, dan RM Sinar Pagi menyajikan salah satu soto medan yang terbaik. Dipenuhi para pelanggannya pada saat waktu sarapan, kita bisa menikmati soto medan Sinar Pagi dengan kuah santan light bercita rasa rempah yang khas dengan pilihan isi daging ayam, daging sapi ataupun jerohan sapi.

3. Riau

Dumai dan Pekanbaru adalah dua kota yang sempat banyumurti.net sambangi di Provinsi Riau. Dan Patin Asam Pedas dari Pondok Patin HM Yunus jadi pilihan kuliner banyumurti.net dari provinsi ini. Daging patin yang lembut dimasak dengan bumbu santan yang kental dengan rasa asam segar dan cubitan rasa pedas yang nendang. Apalagi jika dapat bagian kepalanya....

4. Sumatera Barat

Siapa yang tidak akrab dengan cita rasa yang disajikan dari provinsi ini? Hampir di semua kota kita bisa menemukan RM Padang dengan hidangannya yang khas. Selain itu Sate Mak Syukur di Padang Panjang serta Itiak Lado Mudo di Bukittinggi juga sudah melegenda sebagai ikon kuliner Minang. Tapi saya memilih yang berbeda untuk sajian kuliner pilihan dari provinsi ini versi banyumurti.net: Es Durian Ganti Nan Lamo. Berdiri sejak 1960, Es Durian di tempat ini tidak mengenal musim, selalu setia memberikan kesegaran khas yang dihasilkan dari olahan buah durian pilihan.

5. Jambi

Baru sekali saya berkesempatan mengunjungi provinsi ini, dan ada satu rumah makan yang menyediakan sajian kuliner khas Jambi di ibu kota provinsi RM Kuliner Khas Jambi Putri Jelmu. Dan sajian Nasi Minyak jadi pilihan banyumurti.net. Nasi gurih dengan balutan minyak samin didampingi dengan kuah kari yang light dengan potongan daging sapi di dalamnya.

6. Bengkulu

Baru sempat dua kali mengunjungi provinsi ini, dan saya agak kesulitan menemukan sajian kuliner khas dalam dua kali kunjungan tersebut. Akan tetapi saya terpikat dengan salah satu buah tangan khas di kota ini, Sirup Kalamansi. Sirup ini berbahan dasar Jeruk Kalamansi yang banyak tumbuh di Provinsi Bengkulu. Rasa asam segarnya yang khas menjadikan sirup ini menjadi salah satu favorit saya.


7. Sumatera Selatan

Pempek, Mie Celor dan Es Kacang Merah dari Palembang sudah tidak asing lagi sebagai ikon kuliner khas dari kota Palembang, ibukota Provisi Sumatera Selatan. Di berbagai penjuru kota ini, kita dengan mudah menemukan sajian-sajian tersebut. Tapi banyumurti.net memilih Pindang Ikan Patin sajian dari RM Sri Melayu, sebagai menu pilihan untuk provisi "wong kito" ini. Kenapa? Paduan kuah asam segar yang khas dengan sedikit rasa legit dan cubitan rasa pedas, yang meresap dalam lembutnya tekstur daging ikan patin menjadi alasannya.

8. Lampung

Sebagai kota "penghubung" pulau Jawa dan Sumatera, kuliner di kota Lampung juga menjadi "penghubung" dua pulau ini. Sebut saja dua "brand" yang sangat kuat dan memiliki banyak cabang di kota Bandar Lampung: Pempek Tenda Biru dan Baso Sonny. Banyumurti.net memilih sajian seafood Steam Ikan Macan dari RM Jumbo Kakap sebagai "wakil" dari provinsi ini. Penggunaan bumbu yang cakep dengan tidak "pelit" bawang putih, membuat saya jatuh cinta sama sajian seafood ini, dan tidak pernah saya cicipi di tempat lain.

9. Kepulauan Riau

Ada hidangan seafood yang khas dari Kepulauan Riau ini yaitu Gonggong yang bisa kita temukan di Batam maupun Tanjung Pinang. Tapi pilihan banyumurti.net untuk kuliner dari Kepulauan Riau ini jatuh pada Mie Lendir yang juga dapat ditemukan di dua kota tersebut. Namanya memang unik, mungkin dikarenakan kuahnya yang kental seperti lendir. Dikenal juga dengan mie rebus kuah kacang. Rasanya gurih dan manis, ditimpali dengan rasa pedas yang opsional dari irisian cabe rawit yang turut disediakan.

10. Bangka Belitung

Mie Koba cukup memikat ketika saya mencicipinya di kota Pangkal Pinang - Bangka, hidangan Gangan Kepala Ikan juga bisa membuai ketika saya menikmatinya di Tanjung Pandan - Belitung. Tapi pilihan banyumurti.net untuk provinsi ini jatuh pada sajian Ekor Tenggiri Bakar dari RM Mr. Asui yang ada di Kota Pangkal Pinang, ibu kota provinsi Bangka Belitung. Ekor tenggiri berukuran besar, dibakar tanpa bumbu apapun menyisakan cita rasa yang orisinal dan segar dari makanan laut ini.

11. Kalimantan Barat

Pontianak, sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Barat, menyajikan beragam kuliner yang menggoda. Tapi coba jalan sedikit keluar kota, dan nikmatilah Pengkang, kuliner plihan banyumurti.net dari provinsi ini. Pengkang mirip dengan lemper, tapi bentuk, cara masak dan isinya berbeda. Berbentuk segitiga, ketan dalam pengkang disisipi udang kecil dan kemudian dimasak dengan cara dibakar. Yang membuatnya spesial adalah teman makannya yaitu Sambal Kepah, sejenis kerang yang hidup di hutan mangrove. Sambal dengan rasa manis dan pedas ini melengkapi pengkang yang gurih.

12. Kalimantan Timur

Samarinda, Balikpapan dan Tenggarong adalah tiga kota yang pernah saya sambangi di Provinsi Kalimantan Timur, dan dari ketiga kota tersebut menu yang saya buru hampir sama: Kepiting. Tetapi pilihan banyumurti.net justru tidak jatuh pada olahan kepiting, tapi malah ke olahan kepala ikan kakap di Kedai Kepala Ikan Bang Jhony - Balikpapan. Walau baru satu kali berkunjung ke Bang Jhony ini, saya langsung jatuh cinta pada sajian Kepala Ikan yang dibumbu Asam Pedas di sini. Rasa asam segar yang kuat ditemani dengan gigitan rasa pedas akan dapat memanjakan indera pengecap kita.

13. Kalimantan Selatan

Saya jatuh cinta pada kuliner di Provinsi Kalimantan Selatan sejak kunjungan pertama. Soto Banjar, Itik Panggang, Udang Bakar, Ikan Saluang Goreng, Patin Bakar dan sebagainya begitu mempesona. Tapi pilihan banyumurti.net jatuh pada hidangan yang disajikan di Lontong Orari. Lontong besar berbentuk segitiga diguyur dengan kuah santan yang gurih dengan nangka muda di dalamnya, dinikmati bersama ikan haruan atau ayam goreng yang telah diselimuti bumbu manis dengan sedikit cubitan rasa pedas. Josss....

Yuk kita liat kuliner pilihan di provinsi lainnya:

Reading Time:

@way2themes