Tuesday, July 1, 2014

Kuliner Cirebon - Nasi Jamblang Ibu Nur


Wisata Kuliner Indonesia #326
Nasi Jamblang Ibu Nur
Jl. Cangkring II No. 34
Cirebon


Dahulu konon Nasi Jamblang merupakan santapan para pekerja kasar dan buruh di zaman penjajahan belanda, tapi kini Nasi Jamblang menjadi salah satu ikon kuliner bagi kota Cirebon yang dijajakan di banyak tempat. Salah satu penjual Nasi Jamblang yang kondang di kota ini adalah Nasi Jamblang Ibu Nur. Kita diberi sebuah piring beralaskan daun jati (ciri khas dari sajian nasi jamblang), yang pertama akan diisi dengan nasi berukuran kecil (seperti nasi kucing di Jogja). Kemudian kita dapat memilih aneka lauk yang disajikan secara prasmanan. Lauk yang saya comot pada kesempatan ini, dan juga hasil rekomendasi dari salah satu pakar kuliner yang juga "putra daerah" Koh Jeffry Sie, adalah: Cumi saus hitam, Otak Sapi Goreng, Perkedel Kentang Kering, Sate Kentang dan Pepes Telur Asin. Butuh perjuangan yang cukup berat memang untuk menghabiskan pilihan saya yang "serakah" ini, tapi memang setiap lauk memberikan cita rasa yang aduhai. Malah bikin penasaran untuk mencomot lauk lainnya, tapi apa daya setiap rongga perut sudah penuh terisi.

Daftar Lauk dan Harga di Nasi Jamblang Ibu Nur
Ya, ada lebih dari 30 lauk yang tersaji di Nasi Jamblang Ibu Nur ini dengan harga bervariasi mulai dari seribu rupiah sampai tujuh belas ribu untuk masakan cumi berukuran besar. Banyaknya pilihan ini pasti bikin bingung para pelanggannya, karena semuanya tampak menggiurkan dan menggoda untuk dicomot dan diletakkan di atas piring...

Nasi Jamblang Ibu Nur seolah mengangkat harkat Nasi Jamblang dengan membawanya ke restoran yang berpendingin udara, tidak seperti kebanyakan penjual Nasi Jamblang di kota Cirebon yang menjajakannya di pinggir jalan. Bangku-bangku panjang tanpa meja memang tetap menjadikan restoran yang satu ini tidak kehilangan kesan "warung"-nya. Pengunjung bisa menikmati beragam lauk lezat yang tersedia dengan suasana kehangatan warung tetapi tanpa perlu "dihangatkan" oleh terik mentari kota Cirebon yang cukup menyengat di siang hari. Ada yang bilang kurang mantap kalau makan nasi jamblang di Ibu Nur ini karena kurang berkeringat hehehe. Tapi bagi saya justru tempat ini memberikan alternatif bagi para pemburu kuliner di kota Cirebon untuk dapat menikmati nasi jamblang dengan nyaman.

Kuliner lain di kota ini:



7 comments:

  1. Artikel menarik kang. Sekali lagi kalau diijinkan saya posting juga di website warnanusantara.com Kang. Sumber akan dicantmkan. Thanks Banget.

    ReplyDelete
  2. O ya tambahan...itu judul artikel mungkin maksudnya Nasi Jamblang ya...bukan Nasi Jambal...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, terima kasih koreksinya... Siwer nih waktu nulis. Sudah diupdate....

      Delete
  3. mantap di lidah...melekat di hati...bukan cirebon kalo ngga ke sini...:-)

    ReplyDelete
  4. tapi merujuk ke situ lainnya mas banyu.. malah nasi jamblang bang dul yang jadi rujukan mantan presiden RI sebagai nasi jamblang terenak (menurut beliau ya)...

    Ibu Nur yang kurang itu lokasi parkir kendaraan yang sulit terlebih di jam makan siang... tapi di bang dul juga sich..

    ReplyDelete