May 2013 - Wisata Kuliner Indonesia

Thursday, May 30, 2013

Kuliner Medan - Roti Tissu Martabak Saren
May 30, 2013 3 Comments

Wisata Kuliner Indonesia #282
Kuliner Medan
ROTI TISSU MARTABAK SAREN

Jl. Perniagaan
Medan


Terbangun di sekitar jam 8 malam, hujan gerimis kecil ternyata tengah membahasi kota Medan. Setidaknya di kawasan Hotel Aston City Hall tempat saya menginap. Rasa lapar pun tak bisa terhindari. Nyebrang jalan ada aneka jajanan di Merdeka Walk, tapi koq ya terlalu mainstream. Pengen cari yang beda dan khas. Sedikit browsing, akhirnya menemukan sebuah nama kuliner unik yang tidak jauh dari tempat Lapangan Merdeka, Roti Tissu. Karena penasaran saya langsung melangkahkan kaki ke Jl Perniagaan yang terletak tepat di seberang pintu masuk Lapangan Merdeka. Ternyata disana berjajar tenda-tenda yang menyediakan aneka makanan. Dan akhirnya saya menemukan tempat penjual Roti Tissu ini, Martabak Saren nama tempatnya. Pesanan satu porsi menu ini pun langsung meluncur dari mulut saya. Proses pembuatannya ternyata cukup lama, adonan seperti adonan martabak, dibuat setipis mungkin, setipis tissu :) Kemudian diletakkan di atas penggorengan yang besar dan dengan hati-hati digulung berbentuk kerucut sampai bisa berdiri tegak. Wajar jika proses pembuatannya pun memakan waktu cukup lama. Setelah bisa "berdiri" tegak, Roti Tissu kemudian diguyur dengan susu coklat kental manis dan ditaburi parutan keju. Kalau tidak ada pemesan sebelum kita, maka beruntunglah kita karena sajian akan cepat tersaji di meja kita. Tapi kalau sudah banyak antrian di depan kita, siap-siap sabarlah. Paling tidak 30 menit lebih dihabiskan malam itu untuk menunggu pesanan itu dapat hadir di hadaapan saya. Rasanya? Top untuk sebuah cemilan, kerenyahan roti tissu ini patut diacungi jempol. Pernah makan crepes kan? Nah rasanya kurang lebih seperti itu lah, tapi tentunya dengan ukuran yang jauh lebih besar. Harga satu porsi Roti Tissu ini Rp. 20.000, dan cocok untuk dimakan berduaan bahkan beramai-ramai. Makanya saya kayak orang bego, makan kue yang besar ini sendirian :)

Sambil menunggu datangnya roti tissue, akhirnya rasa lapar membuat saya memesan Martabak Telur dari Martabak Saren ini. Martabak "terbalik" dengan kulit di dalam selayaknya martabak india atau martabak aceh, didampingi acar dan kari. Rasa martabaknya sih oke, cuma kurang cocok dengan rasa karinya yang menurut saya kurang "berasa". Masalah selera kali yah. Satu porsi martabak telur ini berharga Rp. 12.000.-/

Di malam hari, Jl Perniagaan ini memang menjadi pusat jajan yang banyak dikunjungi warga Medan. Selain Martabak Saren, kita juga bisa menemukan aneka kuliner lainnya seperti Roti Canai, Nasi Lemak, Mie Aceh, Nasi Goreng, Sea food, Dim Sum, aneka jus dan yang lainnya. Jadi buat yang cari makan malam di kota Medan, boleh menuju Jl. Perniagaan. Tinggal nyebrang dari pintu masuk Lapangan Merdeka yang ada di sebelah Selatan. Yuks....

Mau tahu tempat makan lainnya di Kota Medan? Silakan lihat disini: Wisata Kuliner Medan

Reading Time:

Tuesday, May 28, 2013

Kuliner Medan - Lontong Medan Kak Lin
May 28, 20130 Comments

Wisata Kuliner Indonesia #281
Kuliner Medan
LONTONG MEDAN KAK LIN

Jl. Cik Ditiro No 8 F-G-H, Kp. Keling
Medan


Dapet kesempatan lagi ke Medan! Langsung saya jadwalkan untuk berburu sarapan yang juga banyak direkomendasikan untuk dicoba, sarapan Lontong Medan Kak Lin, meskipun harus mengorbankan jatah breakfast di hotel :) Lontong Pecal menjadi pilihan saya untuk sarapan kali ini. Mirip seperti pecel atau gado-gado, yang membedakan adalah olahan bumbu kacangnya, lebih cair, seperti kuah, tapi rasanya tidak "encer". Aroma manis bercampur sedikit rasa pedas memberikan cita rasa berbeda yang khas, diguyurkan di atas rebusan touge, kangkung dan aneka sayuran lainnya. Nah, yang jadi "jagoan" dari Lontong Kak Lin ini juga adalah lontongnya, empuk dan lembut, kalo nasi sih pulen bener.... Ditemani sebutir telur rebus bumbu balado, satu porsi Lontong Pecal ini bisa ditebus dengan harga Rp. 15.000,-. Bener-bener layak direkomendasikan untuk sarapan di Medan selain Soto Medan Sinar Pagi atau Soto Udang Kesawan.

Katanya nih katanya, jangan melewatkan untuk mencicipi sate kerang yang ada di kedai makan ini. Disajikan sebagai pelengkap dengan aneka kudapan lainnya, sate kerang ini juga punya rasa yang berbeda. Sedikit pedas - sedikit manis - bumbunya benar-benar penuh menyelimuti daging kerang yang berukuran cukup besar ini. Satu tusuk sate kerang harganya Rp. 4000,-

Tidak sulit menemukan Lontong Kak Lin ini, kedainya cukup besar di ruas jl Cik Ditiro, tepat di seberang SMAN 1 Medan. Naek bentor (becak motor) dari Hotel Aston City Hall, tempat saya menginap yang berlokasi di seberang Lapangan Merdeka, saya harus merogoh kocek 15ribu rupiah. Bolak-balik jadinya Rp. 30.000. Dan sang pengendara bentor ini bersedia menunggu loh, walau saya tawarkan untuk sarapan bersama dia menolak dengan halus dengan alasan baru saja sarapan. Kedai Lontong Medan Kak Lin buka sejak pukul setengah tujuh pagi, jam dimana di Medan matahari masih malu-malu menampakkan sinarnya. Saya masih penasaran dengan menu lainnya di Lontong Kak Lin ini, yaitu Lontong Sayur. Mudah-mudahan ada kesempatan berkunjung ke kedai ini di lain waktu.

Mau tahu tempat makan lainnya di Kota Medan? Silakan lihat disini: Wisata Kuliner Medan

Reading Time:

Sunday, May 26, 2013

Kuliner Medan - Mie Aceh Titi Bobrok
May 26, 20130 Comments

Wisata Kuliner Indonesia #280
Kuliner Medan
MIE TITI BOBROK

Jl. Setia Budi No. 17-C
Telp: 061 77809267
Medan


Jarang ada kuliner khas suatu daerah yang jadi ikon kuliner daerah lain, selain RM Padang tentunya :) Nah di Medan ada kuliner khas Aceh yang jadi salah satu destinasi wisata kuliner di kota Medan, namanya Mie Aceh Titi Bobrok. Karena seringnya direkomendasikan orang, maka saya mencoba ke kedai Mie Titi Bobrok ini untuk makan malam. Mie Kepiting langsung saya pesan. Terdapat tiga pilihan jenis Mie: Kuah, Goreng atau Basah (tidak terlalu kering tapi juga tidak berkuah). Saya pilih yang ketiga. Cita rasa khas Mie Aceh yang menusuk tapi tidak terlalu pedas sudah terasa sejak suapan pertama. Paduan rempah khas Acehnya berpadu dengan bagus, menghadirkan aroma gurih dan pedas yang lezat. Sayang kepiting yang disajikan kecil, berbeda dengan kepiting yang disajikan di Mie Razali Banda Aceh. Tapi justru kaki-kaki kepitingnya menjadi renyah dan mudah dikunyah. Harga satu porsi Mie Kepiting ini Rp. 17.500,-, sedangkan untuk mie biasa dapat dinikmati seharga Rp. 9000.

Menu yang juga sayang dilewatkan jika bersantap di tempat ini adalah Martabak Telur-nya. Banyak yang menyebut kalo martabak telur khas Aceh ini sebagai martabak terbalik. Kalau di Pulau Jawa namanya martabak telur itu, telurnya "dibungkus" kulit martabak. Martabak khas Aceh terbalik, kulitnya justru ada di dalam, dibungkus dengan telurnya, sehingga sepintas tampak seperti telur dadar biasa. Disajikan dengan kuah kari dan juga acar bawang yang khas, harga satu porsi martabak ini Rp. 8.000 aja.

Minumnya, coba deh Juice Terong Belanda. Rasa asamny cukup untuk membuat kita sedikit mengernyitkan kening. Seger banget, dan jelas nikmat diminum ketika dingin. Harga satu gelasnya Rp. 8000.

Saya baru tahu kalau nama Titi Bobrok itu berarti Jembatan Rusak. Ya, kedai Mie Titi Bobrok memang dulunya berada di samping jembatan rusak, sekarang sih jembatannya sudah tidak rusak lagi. Tapi tentunya nama yang sudah menjadi ikon kuliner Medan ini tidak berubah, tidak menjadi Titi Kokoh tapi tetap Titi Bobrok :)

Mau tahu tempat makan lainnya di Kota Medan? Silakan lihat disini: Wisata Kuliner Medan

Reading Time:
Kuliner Medan - Soto Medan Sinar Pagi
May 26, 20130 Comments

Wisata Kuliner Indonesia #279
Kuliner Medan
SOTO MEDAN RM SINAR PAGI

Jl. Sei Deli
Medan


Setelah postingan saya tentang Soto Medan di Kesawan yang terkenal dengan soto udangnya, banyak yang merekomendasikan agar saya juga mencicipi Soto Medan yang kondang, Soto Medan Sinar Pagi. Jadi, pada kali kedua kunjungan saya ke Kota Medan, saya sempatkan untuk sarapan di RM Sinar Pagi ini. Soto daging menjadi pilihan saya pertama. Ketika kuah pertama saya seruput, memang terasa banget bedanya. Paduan rasa rempah yang kaya begitu menyeruak dan memanjakan indera pengecap kita. Sambal yang disajikan pun cukup unik, semacam sambal kecap dengan taburan bawang goreng. Dipadu dengan perkedel kentang, yang menjadi teman wajib, soto ini memang layak untuk menjadi ikon kuliner Kota Medan.

Dan karena waktu itu saya baru "capek" berbelanja Bika Ambon Zulaikha, satu porsi Soto Paru saya pesan untuk melengkapi sarapan pagi saya :) Kriuk-kriuk dari paru kering di dalam kuah soto medan ini memang memberikan sensasi rasa yang bikin ketagihan.

Terletak di ujung jalan Sei Deli, setiap pagi RM Sinar Pagi selalu dipenuhi oleh para pelanggan, baik dari dalam maupun luar kota Medan. Bahkan katanya Presiden SBY juga sempat mampir untuk mencicipi lezatnya soto Medan Sinar Pagi ini. Tidak hanya daging dan paru, soto ini juga tersedia dengan "isi" ayam atau jerohan sapi lainnya. Kalau mau menikmati Soto Medan, harus menyempatkan mampir ke RM Sinar Pagi ini.

Mau tahu tempat makan lainnya di Kota Medan? Cek disini > Wisata Kuliner Medan

Reading Time:
Kuliner Solo - Srabi Notosuman, Oleh-oleh Solo
May 26, 2013 2 Comments

Wisata Kuliner Indonesia #278
Kuliner Solo
SRABI NOTOSUMAN

Jl. Muh. Yamin No. 49
Telp: 0271 - 655906, 639049
Solo


Kalo di Jawa Barat, Serabi biasanya menggunakan oncom. Ada juga yang menggunakan gula kinca. Nah di Solo, serabi atau srabi ini kuat di rasa kelapanya sehingga rasa gurih dan manisnya sudah memberikan cita rasa yang juara. Srabi Notosuman, salah satu penjaja serabi legendaris di kota Solo, memberikan alternatif oleh-oleh dari kota ini. Tersedia dua pilihan: Serabi Biasa serta Serabi Cokelat. Aroma gurih kelapa di dalam "daging" serabi yang empuk dengan sentuhan rasa manis dari gula pasir terasa "meleleh" di mulut. Saya pribadi lebih suka dengan ke-original-an srabi yang biasa dibanding yang sudah ditabur cokelat. Tapi yang coklat banyak disukain ama anak saya. Harga serabi biasa 2000rupiah aja sedang yang bertabur coklat 2200 rupiah. Biasanya untuk oleh-oleh dijual perdus isi 10 buah.


"Fresh from the oven", Serabi Notosuman ini selalu dihadirkan baru. Panggangan serabi berbahan bakar arang selalu mengeluarkan asap tanda proses memasak yang tak kunjung henti untuk melayani pesanan dari pengunjung yang terus berdatangan. Tampaknya proses memasak memakai arang inilah yang membuat rasa gurih kelapa dari Serabi Notosuman ini benar-benar nonjok. Sayangnya memang, karena berbahan dasar kelapa dan tanpa bahan pengawet, maka daya tahan serabi ini tidak lama. Sang penjaga menyatakan kalo beli siang ya malemnya udah harus abis, gak bisa dibesokin. Tapi saya coba begitu sampai rumah masuk kulkas, ternyata serabi ini bisa juga bertahan barang dua hari. Selain di Solo, ternyata saat ini Srabi Notosiman telah membuka cabang di beberapa kota lainnya seperti Kediri, Magelang, Bandung, Klate, Salatiga dan Surabaya. Ke Solo? Jangan lupa bawa oleh-oleh Srabi Notosuman ini untuk keluarga di rumah.

Mau tahu tempat makan lainnya di Kota Solo? Silakan cek disini > Wisata Kuliner Solo

Reading Time:

Friday, May 10, 2013

Kuliner Solo - Sate Buntel Tambak Segaran
May 10, 2013 5 Comments

Wisata Kuliner Indonesia #277
Kuliner Solo
Sate Buntel Tambak Segaran

Jl. Tambaksegaran 39 (Jl. Sutan Syahrir 149)
Telp: 0852 93418580
Solo


Sate Buntel, sate dibuntel? Kayak gimana? Itulah pertanyaan yang muncul di kepala saya ketika diajak Mas Hendri, blogger dari kota Solo, untuk bersantap malam kuliner Solo yang unik ini di Sate Buntel Tambak Segaran. Dua porsi sate buntel pesanan kami langsung hadir di meja kami. Tidak seperti sate yang biasanya potongan daging yang ditusuk, sate buntel ini disajikan tidak dengan tusuknya. Sate unik ini tidak dari potongan daging, tapi daging kambing yang dicincang, kemudian dibuntel (dibalut) lemak tipis yang melumer saat dibakar. Disajikan dengan bumbu kecap yang dahsyat, tidak seperti bumbu kecap lainnya, bumbu kecap untuk sate buntel ini terasa kaya rempah dengan rasa yang tidak sederhana, ditambah acar sebagai pelengkap. Rasa legit dari bumbu kecap yang meresap sampai kedalam daging memang patoet dipoedjiken, salah satu sajian sate terenak yang pernah saya coba. Mungkin karena saya penggemar manis yah? Apalagi dengan tidak perlunya usaha keras untuk menyantapnya karena dagingnya empuk dan sudah dilepaskan dari tusuknya. Harga satu porsi besar sate buntel ini Rp. 35.000,-

Ini nih tampilan sate buntel sebelum dibakar, terlihat lemak putih yang membalut daging kambing cincang didalamnya. Kemudian dibakar dengan dilumuri bumbu khusus, tampaknya lumeran lemak dan bumbu tersebut yang menjadi kunci kelezatan kuliner solo yang satu ini.

Tidak sulit menemukan Sate Buntel Tambak Segaran, letaknya di jalan besar dan bakarannya ada di depan sehingga aroma satenya dengan mudah menyeruak :) Tapi jangan salah masuk yah, di samping sate buntel ini terdapat kedai sate babi yang tentu berbahaya buat yang muslim hehehe. Buka dari jam 10 sampai jam 11 malam, bagi penggemar sate, dan terutama yang juga penggemar aroma manis, Sate Buntel ini harus menjadi destinasi wajib jika berburu kuliner Solo.

Mau tahu tempat makan lainnya di Kota Solo? Silakan lihat disini --> Wisata Kuliner Solo

Reading Time:
Kuliner Solo - Selat Mbak Lies
May 10, 2013 2 Comments


Wisata Kuliner Indonesia #276
Kuliner Solo
Warung Selat Mbak Lies

Jl. Serengan 42
Telp: 0271-653332
Solo


Selat Solo, ini adalah kuliner Solo yang menjadi buruan saya ketika mengunjungi kota budaya di Jawa Tengah ini. Salah satu kedai yang menjajakan kuliner ini dan cukup legendaris adalah Warung Selat Mbak Lies. Mari kita coba menu andalannya: Selat Bestik. Irisan daging sapi yang empuk tapi mungil bertengger di atas telur pindang, kentang goreng, dengan sayuran: wortel, tomat, buncis dan selada ditemani dengan ceriping kentang (kentang tipis digoreng garing), acar timun, irisan bawang merah dan yang spesial "mayonaise jawa". Kenapa spesial? Karena Mayonaise ini tidak bisa ditemui di hidangan lain, khusus untuk Selat Solo. Rasanya yang sedikit asam dan manis, berpadu cantik dengan kuah selat solo yang manis (seperti kuah semur), memberikan kesegaran yang unik dan bikin kecanduan. Satu porsi Selat Solo Bestik ini harganya 10ribu aja.

Tapi karena porsinya cukup mungil (buat saya), akhirnya satu porsi Selat Solo Lidah hadir menjadi hidangan kedua di meja saya. Serupa dengan Selat Bestik, tetapi irisan daging sapinya diganti dengan lidah sapi yang tak kalah empuknya, gak perlu digigit :) Sedikit lebih mahal harga satu porsi Selat Lidah ini Rp. 13.000,-

Buat minumnya, Es Degan jadi pilihan paling tepat. Ada tiga pilihan pemanis yang dapat digunakan: Sirup, Gula Pasir dan Gula Jawa. Saya pilih Gula Jawa. Manis dan dinginnya pas di siang yang cukup panas di kota Solo ini.

Walau terletak di jalan kecil, Warung Selat Mbak Lies bisa tidak pernah sepi. Buka dari jam 10 pagi sampai jam 5 sore, pelanggan silih berganti memasuki kedai yang dekorasinya sangat unik ini. Kalo dari blog si empunya Warung Selat Solo ini, tampak bahwa banyak selebritis yang berkunjung ke tempat ini untuk menikmati hidangan Selat Solonya yang bikin kangen, penasaran?


Mau tahu tempat makan lainnya di Kota Solo? Silakan lihat disini --> Wisata Kuliner Solo

Reading Time:

Thursday, May 9, 2013

Kuliner Bandung - Lotek dan Cendol Alkateri
May 09, 20131 Comments

Wisata Kuliner Indonesia #275
Kuliner Bandung
Lotek Alkateri
Jl. Alkateri

Bandung

Lotek menjadi salah satu ikon kuliner Bandung yang banyak penggemarnya. Salah satu penjaja lotek yang memiliki pelanggan berlimpah adalah Lotek Alkateri. Apa sih yang mebuat lotek ini special? Kunjungan saya ke Lotek Alkateri ini di jam makan siang membuat pertanyaan tersebut berputar dalam otak, karena yang ngantri makanan sederhana ini panjaaanngggg.... Kaya ngantri sembako. "Pesan satu bu, makan disini" - "Pait atau nggak" - "Nggak bu" - "Pedes apa sedeng?" - "Sedeng aja", itulah perbincangan yang menjadi "SOP" setiap orang yang akan memesan Lotek ini. Yang jarang ditemukan di tempat lain adalah munculnya pertanyaan "Pait atau nggak", ini maksudnya adalah menanyakan kepada pelanggan apakah akan disertakan pare dan daun pepaya yang beraroma pahit ke dalam lotek tersebut. Bumbu kacang yang sudah diolah sebelumnya dimasukkan kedalam ulekan besar untuk disatukan dengan aneka sayuran dan tentu saja cabe rawit. Bumbunya benar-benar kental sehingga rasanya aduhai. Yang menarik adalah kerupuk yang biasanya menjadi pelengkap di sajian lotek, di Lotek Alkateri kerupuk pun masuk ulekan dan diremukkan bersama sayuran. Memberikan sensasi berbeda :) Satu lagi, Lotek Alkateri tidak disajikan dalam piring, tapi dalam "pincuk", kertas roti yang digulung berbentuk kerucut. Ribet? Ternyata nggak, mudah untuk dipegang dan tidak akan tumpah. Untuk mendapatkan kenikmatan yang unik dari salah satu ikon kuliner Bandung ini cukup merogoh kocek 9ribu saja.

Padanan paling tepat dari lotek alkateri adalah Cendol yang dijajakan disampingnya. Cendol yang disajikan juga unik, tidak seperti cendol lainnya yang berwarna hijau, Cendol Alkateri ini berwarna putih, kalo kata Detikfood bahan bakunya menggunakan aci kawung seperti yang digunakan untuk membuat Goyobod. Cendol ini juga disimpan dalam Gentong tanah liat, katanya untuk menjaga agar suhu cendol ini tetap dingin. Cendol yang sudah dicampur santan ini tinggal diguyur gula aren, sluruuppp...

Kalo bisa datang ke tempat ini sebelum jam makan siang, karena Lotek Alkateri sudah buka sejak jam 9 pagi, karena kalo datang pas jam makan siang ya harus bersabar mengantri karena banyak sekali pelanggan, terutama karyawan kantor, yang bersantap siang di tempat ini. Lokasinya di trotoar Jl Alkateri ujung, dekat perempatan dengan Jl ABC, di sebelah kiri jalan. Sekarang banyak yang menjajakan lotek dan cendol di sepanjang Jl. Alkateri ini, jadi jangan sampai tertukar yah...

Mau tahu tempat makan lainnya di Kota Bandung? Silakan lihat disini -> Wisata Kuliner Bandung

Reading Time:

@way2themes