Friday, February 8, 2013

"Rona Wajah" Yang Menyejukkan


Baru tiga kali saya bertemu beliau. Pertemuan pertama adalah pada saat Kopdar Mancing Blogger Bogor yang diadakan pada tanggal 27 Mei 2012 di kolam pancing milik beliau yang ada di kawasan Loji-Sindang Barang, Bogor. Disitulah awal perkenalan dengan seorang profesor yang masih mau berbaur dan tidak mengambil jarak dengan teman-teman Blogger Bogor (Blogor) yang usianya bahkan jauh lebih muda dengan anak-anak kandungnya. Untuk mempersiapakan acara ini, kolam sengaja diisi dengan sekian kilogram ikan hidup agar "anak-anak"nya di Blogor tidak kesulitan memancing ikan. Senyumnya yang teduh benar-benar meneduhkan cuaca siang itu, di sela riuh rendah canda tawa dari teman-teman Blogor dan serta teman-teman dari komunitas blogger lainnya yang diundang untuk bersilaturahmi bersama di acara itu.


Pertemuan kedua adalah pada tanggal 2 September 2012, saat itu dilaksanakan perayaan Ulang Tahun Blogor, lagi-lagi beliau berkenan menyediakan tempatnya (kali ini rumahnya) sebagai tempat berkumpul anak-anaknya di Blogor. Momen ini juga dijadikan ajang serah terima jabatan Pupuhu (Ketua) Blogor dari ketua sebelumnya Matahari Timoer kepada ketua baru Harris Maulana. Pada kesempatan ini, beliau sempat berpesan tentang pentingnya persaudaraan dijaga di antara teman-teman Blogor dan perlunya agar Blogor mengambil peran dan kegiatan yang lebih nyata, yang bermanfaat untuk kota Bogor dan sekitarnya. Di saat ngobrol-ngobrol santai, beliau sempat mengeluhkan semangat ngeblog dari dirinya yang mulai luntur. "Dulu saya bisa 2x posting per minggu, sekarang paling hanya 1x per minggu", tuturnya. Sebuah tamparan buat para blogger muda yang masih ngeblog bulanan, alias sebulan sekali.


Pertemuan ketiga baru terjadi hari Minggu kemarin, tanggal 3 Februari 2013, para pengurus Blogor mengunjungi rumah beliau untuk melaporkan proress kegiatan sekaligus memohon petunjuk dan nasehat dari beliau. Satu yang paling terkesan dari pertemuan ini adalah bagaimana beliau minta diajarin ini dan itu mengenai dunia digital kepada anak-anaknya di Blogor ini, tidak ada kesan bahwa beliau adalah seorang Guru Besar di sebuah Institut ternama di kota Bogor, begitu rendah hati. Senyum dan tawa renyahnya selalu terselip disela wejangan-wejangannya yang menyejukkan dan membesarkan hati anak-anaknya bahwa Blogor akan menjadi sebuah komunitas blogger yang besar dan dapat memberi sumbangsih lebih bagi sekitarnya. Dan hidangan makan siang nasi uduk nan lezat juga telah disiapkan bagi kami. Begitu beliau sangat menghargai tamu-tamu yang mengunjungi kediamannya.

Rabu, 6 Februari 2013, saya tengah dalam perjalanan pulang dari Surabaya menuju Jakarta. Begitu menyalakan telepon genggam setelah mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, banyak pesan masuk melalui email, BBM dan whatsapp. Tidak seperti biasanya. Dan satu subject email yang membuat hati tercekat datangnya dari milis Blogor yang ditulis pertama kali oleh kang Alif Ontohod, bunyinya: "[BLOGOR] Selamat Tinggal Pak Prof Sjafri Mangkuprawira T_T". Agak bingung dengan judul ini, karena baru tiga hari sebelumnya kami bersenda gurau di kediamannya. Tapi setelah membaca isinya dan pesan-pesan lainnya yang muncul memang berita duka itu benar adanya. Tak terasa, berkaca-berkaca mata ini di atas Bus Damri Bandara. Ya hanya tiga kali saya bertemu beliau, tapi kesan yang beliau hadirkan begitu membekas di hati ini. "Rona Wajah", judul blog beliau, memang mengingatkan saya akan rona wajah dan senyum beliau yang menyejukkan, pancaran dari hati beliau yang juga sejuk.



Selamat Jalan Bapak Professor Tb. Sjafri Mangkuprawira, terima kasih atas "bekal" yang telah kau tinggalkan kepada kami, anak-anakmu di Blogger Bogor.

Our death is not an end if we can live on in our children and the younger generation. For they are us, our bodies are only wilted leaves on the tree of life ~Albert Einstein

Semangatmu akan selalu hidup dalam hati kami.

===============================================================
*Coretan non-kuliner ini didedikasikan untuk mengenang Pembina Blogger Bogor, Bpk. Prof. TB Sjafrie Mangkuprawira yang wafat pada acara Rabuan di kampus IPB pada tanggal 6 Feberuari 2013*

Kuliner lain di kota ini:



6 comments:

  1. Duka ini belum hilang atas kepergiannya, Om. :'(

    Salam persahablogan,
    @wkf2010

    ReplyDelete
  2. sudah dirangkum di blogor.org oleh kang WKF

    ReplyDelete
  3. Selamat Jalan prof.. semoga bahagia di-Sana...

    ReplyDelete
  4. betapa membuminya beliau, sangat berduka atas kepergiannya ..

    ReplyDelete
  5. kenangan yang tak terlupakan bersama beliau...

    ReplyDelete
  6. beliau adalah seorang guru besar yang benar2 mengajarkan tentang kebesaran, bagaimana dia tidak pelit untuk berbagi inspirasi dan ilmu melalui halaman blognya

    ReplyDelete