Monday, March 29, 2010

Kuliner 119 - Sego Pecel, Jogja

SGPC Bu Wiryo 1959
Jl. Agro CT VIII Klebengan, Yogyakarta
Telp: 0274 512288


PECEL, salah satu kuliner khas dari Jawa Tengah dan Jogja. Kumpulan sayur yang telah direbus, biasanya terdiri dari tauge, kangkung, bayam, kacang panjang dan lain-lain diguyur oleh bumbu pecel khas yang terbuat dari kacang. Hmmm yummmiiii.... Di Kota Jogja ada satu tempat legendaris yang menjual kuliner khas ini, berlokasi di sekitar kampus Universitas Gadjah Mada. Namanya: SGPC Bu Wiryo 1959, SGPC sendiri merupakan singkatan dari kata Sego Pecel (Nasi Pecel). Adonan Bumbu pecel yang pas menjadi andalan dari tempat makan yang satu ini, bumbu kacangnya memang menyajikan cita rasa manis dan pedas yang terpadu secara sempurna sehingga membuat candu buat banyak orang, termasuk saya :) Hampir tidak pernah perjalananku ke Jogja dilewati tanpa mampir ke tempat ini. Buat temennya, kita bisa memilih berbagai gorengan, mulai dari tempe, tahu, kerupuk gendar, kerupuk aci, telor ceplok, bakwan dan lain sebagainya. Favorit saya sih telor ceplok, paling pas beradu dengan bumbu pecel...



Selain sego pecel, SGPC Bu Wiryo ini juga menyediakan makanan utama lainnya yaitu Nasi Sop. Sop dengan bihun, wortel, kentang dan sayuran lainnya. Kita juga bisa memilih "topping" sop ini seperti bayam dan daging. Rasanya, seger banged masss... Rempah-rempah asli memang membuat rasa masakan ini menjadi kaya. Gak kaya sop biasa lah :)

Oh ya, harga makanan disini benar-benar bersahabat dengan kantong, saya gak tau harga per itemnya. Tapi saya makan berdua dengan rincian sebagai berikut:
- 1 Nasi Pecel
- 1 Nasi Sop Daging
- 1 Telur Ceplok
- 5 buah gorengan (tahu dan tempe)
- 1 Juice Tomat
- 1 Teh Manis
Total : Rp. 27.000,00. Murah kan?

"Melayani di UGM sejak 1959", demikian tagline yang tertulis di papan nama rumah makan ini. Ya, pernah saya baca di Kompas, tempat makan ini memang menjadi salah satu tempat makan favorit para mahasiswa UGM karena terletak di kawasan kompleks UGM, tepat di pinggir selokan Mataram. Bahkan karena ketika bayar dituntut kejujuran si konsumen, kadang kala mahasiswa yang kantongnya pada kempes ini pada nyatut, alias Darmaji (dahar lima ngaku siji). Tapi Bu Wiryo tidak ambil pusing karena mengerti kondisi ekonomi mahasiswa-mahasiswa tersebut. Hal ini berbuah ketika mereka semua sudah jadi orang, dan kembali ke tempat Bu Wiryo ini untuk "membayar hutang" nya di masa lalu. Mempertahankan nuansa ndesonya, masuk ke tempat makan ini kita disajikan dengan nuansa kampung dengan lantai, bangku dan meja "tempo doeloe" diiringi musik hidup akustik yang banyak membawakan lagu-lagu tempo doeloe juga. Makan disini benar-benar membawa kita di alam kesadaran bahwa: "Ya, kita lagi di Jogja" :))

Kuliner lain di kota ini:



5 comments:

  1. reportase yang sangat membantu mas.
    terus menulis untuk kuliner nusantara

    salam sehati

    http://miesehati.com/

    ReplyDelete
  2. nasi pecel,,,,
    em,,,
    enak BGT....
    I like it,,,

    ReplyDelete
  3. wah tempat ini yg aq cari pak, mantap pak ulasannya . .

    ReplyDelete
  4. wah tempat ini yg aq cari. Mantap pak . . . Hbs baca aq meluncur pak..

    ReplyDelete