2010 - Wisata Kuliner Indonesia

Saturday, December 11, 2010

Kuliner 134 - Mie Baso Rudal Anggrek, Bandung
December 11, 2010 2 Comments
Mie Baso Rudal Anggrek
Jl. Anggrek - Bandung


Masih berkutat di bakso, tapi kali ini saya meluncur ke Bandung. Di salah satu sudut di Jalan Anggrek, ada sebuah tenda biru panjang dengan tulisan yang mencolok: "Mie Baso Rudal Anggrek - Solo Asli". Apa istimewanya baso kaki lima yang satu ini? Jawabannya: Basonya! Ya, basonya muantebbb... Bakso gedenya yah... Bakso dengan isi gabungan urat dan daging cincang ini gak mudah ditemuin di tempat lain. Saya biasa menyisakan baso ini untuk bagian akhir, save the best for last :) Diguyur sedikit kecap... juara!


Harga satu porsinya bervariasi, mulai dari Rp.7500 s.d Rp.12.500, tapi kalo mau mencicipi bakso besarnya paling tidak ambil yg Rp.9000. Baksonya yahud, tapi saya pribadi sih tidak suka dengan mienya. Teksturnya agak keras seperti mie instant.


Wisata Kuliner Bandung memang banyak diisi dengan kuliner baso. Lihatlah Mie Bakso Akung yang sejak dulu tempatnya tidak pernah sepi, bahkan orang rela mengantri sampai satu jam bahkan lebih untuk menikmati semangkuk Mie Baso Akung. Ada lagi Bakso Malang Enggal di Jl Burangrang atau Mie Ayam Sakinah di Kawasan Tubagus Ismail. Nah buat yang mau mencoba Baso Rudal Anggrek ini, gak susah koq cari tempatnya. Letaknya deket pertigaan Jl. Supratman dan Jl. Anggrek. Banyak kendaraan parkir disana, tanda pelanggan kedai ini jarang surut. Mari...
Reading Time:

Tuesday, November 30, 2010

Kuliner 133 - Bakso BOBOHO, Bogor
November 30, 2010 5 Comments
Bakso Urat BOBOHO
Jl. Bangbarung Raya No. 51, Bantarjati
Telp: 0251-8353774
BOGOR


Ngebahas bakso lagi ah.. Masakan favorit sejuta umat :) Wisata Kuliner Bogor pun banyak dilekatkan dengan kuliner baksonya. Salah satu kedai bakso yang selalu ramai adalah Bakso Urat BOBOHO di kawasan Bantarjati. Bakso Uratnya memang menjadi andalan, harus saya acungi jempol... Yang uniknya lagi dalam kuah baksonya kita bisa nemukan gorengan lemak (?) sapi atau gajih. Gak kan nemu di tempat lain deh... Satu porsi Mie Baso Urat Kuah harganya Rp. 12.000,-


Kalau suka Yamin, boleh coba adonan Mie tanpa kuah yang disajikan disini. Terus terang sih saya kurang sreg sama mie-nya, teksturnya cenderung sama dengan mie instant, tidak seperti mie di tukang bakso lainnya. Tapi racikan bumbunya sih oke. Harga: Rp. 14.000


Buat minumnya boleh coba Es Jeruk Kelapa... Sueger... Kelapanya pas dengan perasan jeruk asli... Harganya: Rp.8000 (mahal gak ya?)


Warung Bakso Urat BOBOHO ini buka dari jam 9 pagi sampai jam 9 malam. Jadi bisa buat brunch, lunch sampe ke dinner. Kalo lihat parkirannya sih emang hampir bisa dibilang tempat ini gak pernah sepi. Beberapa motor pasti selalu terlihat di pelatarannya. Di seberangnya ada Ayam Geprek Istimewa yang semakin membuat ramai kawasan Jl. Bangbarung ini yang mulai berubah menjadi kawasan kuliner Kota Bogor...
Reading Time:

Saturday, November 27, 2010

Launching Kecap ABC "Black Gold", Lebih Meresap Kaya Rasa
November 27, 20101 Comments
Rabu, 24 Nov 2010...

"Kecap ABC "Black Gold" hadir dengan keunggulan: Membuat masakan lebih gurih dan kaya rasa, Warna masakan yang kuat dan mengkilat serta Aroma masakan yang harum. Semua itu karena Black Gold dibuat dengan resep khusus yang mampu membuat kecap dan semua bumbu meresap sampai ke setiap lapisan bahan masakan selama proses memasak, bahkan pada bahan yang sulit seperti daging" Kalimat tersebut sering banget di ulang pada Launching Kecap ABC "Black Gold" yang diselenggarakan di Rumah Maroko, Menteng-Jakarta, Rabu (24/11). Apakah bener? Terus terang saya belum menjajal "keunggulan" produk yang memiliki tagline "Lebih Meresap Kaya Rasa" ini di rumah, tapi mencicipi sajian yang dihadirkan di acara ini sih kayanya cukup bener... Saya tidak mencicipi semua makanan sih, tapi dari beberapa ini saya coba kasih comment...


Sapi Guling... Makanan paling fenomenal yang dihadirkan di acara ini. Bayangin aja, istilah sapi guling ini bener2 literally ditampilin. Sapi seberat 500 kg atau setengah ton ditusuk dan diputar2 di atas pemanas api yang katanya proses pembakarannya sudah dimulai sejak pukul 4 pagi! Sambil terus dipanaskan, sapi ini terus diolesi bumbu2 oleh sang chef yang menjaganya. Pada kesempatan mencicipi, saya mencoba sekerat kecil sapi guling ini yang diberi tambahan saus manis. Rasanya emang mantebbb... Walau dagingnya agak keras, tapi emang rasa manisnya meresap ke dalam daging. Pengaruh Black Gold? Atau pengaruh masaknya yang lama? hehehe. Sayang jatahnya cuma sekerat kecil, padahal enak banget.


Yang kedua saya cobain kebab... Sama rasa dagingnya juga mencolok banget, manis-manis gimana gitu. Tanpa saos apapun, saya bisa menikmati kelezatan kebab ini.

Yang terakhir, Rawon... Kembali tekstur rasa serupa pada dagingnya bisa ditemui ketika mencicipi rawon ini. Walau terus terang bumbu rawon nya kurang nggigit, tapi dagingnya emang ciamik... Jadi kayanya bener deh, Black Gold ini cukup jago untuk makanan olahan dari daging. Tapi ntar saya buat review kalo istri di rumah udah masak pake kecap ini yah


Saya diundang untuk menghadiri launching produk kecap oleh mBak Dita Firdiana. Unik, karena launching ini tidak hanya mengundang media pers, tapi juga para bloggers. Dari daftar nama saya bisa melihat hadirnya blogger2: Dapur Kenari, Pennylanekitchen, AkuSukaMasak, Sabai,Isnuansa, dan lain-lain... yang sebenernya saya juga gak kenal jadi gak tau yg mana orang2nya hehehe...


Acara dibuka oleh host Ferry Salim yg langsung mendaulat Artika Sari Devi untuk memasak. Disambung dengan paparan Marketer Billy Boen dan Brand Manager Black Gold, Andra Wibisana. Tapi acara yang paling menarik adalah demo masak dari tiga koki kenamaan: William Wongso, Edwin Lau dan Gabriele Noe, yang mendemokan kreasi mereka dengan sentuhan kecap Black Gold. Walaupun saya gak bisa masak, menarik nonton aksi mereka yang diikuti dengan antusias oleh para ibu-ibu undangan.


Kecap ABC "Black Gold" tampaknya memposisikan diri sebagai produk kecap untuk memasak ketimbang sebagai kecap sekedar "teman" makan, sesuai dengan tagline-nya "Lebih Meresap Kaya Rasa". Jadi yang ditonjolkan dari launching ini memang lebih banyak ke aplikasinya untuk memasak. Jadi, tunggu review saya atas masakan istri yg mencoba keunggulan produk ini pada masakannya... nanti... kapan-kapan :) Oh iya, katanya bakal ada blog contest juga bertemakan “Cooking Experience With ABC Black Gold” yang akan berhadiah voucer makan senilai Rp.500.000,-. Termasuk memberikan testimonial untuk memenangkan Blackberry Onyx yang akan diundi 2 minggu sekali di websitenya Kecap ABC "Black Gold". Jadi pantau aja terus ya...
Reading Time:

Friday, November 5, 2010

Kuliner 132 - Batagor Kingsley, Bandung
November 05, 2010 11 Comments
BATAGOR KINGSLEY
Jl. Veteran No. 25, Bandung
Telp: 022-4207104



Baso Tahu Goreng alias BATAGOR, sudah identik dengan kuliner khas Bandung. Banyak wisatawan domestik pasti akan mengejar Batagor dan Mie Kocok jika sudah sampai di Bandung. Salah satu penjaja Batagor yang namanya sudah cukup melegenda adalah BATAGOR KINGSLEY. Kenapa batagor ini bisa menonjol? Menurut saya karena kualitas rasanya yang ajiibb banget... Kelembutan tahunya terjalin indah dengan kanji ikan yang memberikan aroma khas dan digoreng dengan tingkat kematangan yang pas. Tampaknya pemilihan kualitas bahan memang menjadi prioritas pengelola Batagor ini. Selain itu juga kita bisa memadukannya dengan siomay goreng yang tak kalah enaknya. Perbedaannya adalah kalo batagor menggunakan tahu sebagai pembalutnya sedang siomay menggunakan kulit pangsit.


Jangan lupa mencoba ES SEKOTENG yang dijajakan di depan tempat makan ini. Walaupun belum setenar Es Bungsu yang ada diseberangnya, tapi es sekoteng ini bisa memberikan rasa manis dan segar yang memanjakan indera pengecap kita. Kelapa muda, alpukat, kolang-kaling, nangka dan tentu saja sekoteng, dipadu di atas serutan es dan guyuran susu kental manis. Walaupun udara bandung dinging, tetep aja es sekoteng ini saya rekomendasikan untuk menemani hidangan batagor Anda.


Kalo nyebut Batagor Bandung ada dua yang langsung muncul di benak saya, Batagor Riri (Jl. Burangrang) dan Batagor Kingsley (Jl. Veteran). Dua nama ini cukup melegenda di dunia perbatagoran Bandung :) Rasa juga saya nilai tidak terlalu jauh berbeda. Mungkin bedanya kalau makan di Kingsley kita juga bisa menikmati menu aneka mie/yamin bakso, yang konon, merupakan menu utama dari Kingsley sebelum beralih ke batagor.
Harga batagor/siomay Kingsley memang cukup mahal Rp. 6.000/potong, tapi memang rasa yang diberikan s.e.b.a.n.d.i.n.g......

Mau tahu tempat makan lainnya di Bandung? Silakan lihat disini -> Wisata Kuliner Bandung

Reading Time:

Monday, November 1, 2010

Kuliner 131 - Mie Ayam Sakinah, Bandung
November 01, 2010 17 Comments
Mie Ayam dan Es Duren
Kantin Sakinah
Jl. Tubagus Ismail - Bandung


Mie Ayam Sakinah emang beda... Mienya lebih "nyemek" (kalo boleh pinjem istilah mie Jawa), bumbunya lebih "cakep" n ayamnya "bener-bener daging ayam" (gak cuma potongan sisa ayam seperti leher). Yup itu yang memang membedakan Mie Ayam Sakinah ini dibanding mie ayam lainnya yang bertebaran di kota Bandung maupun kota lainnya. Sedikit lebih mahal memang karena satu porsi Mie Bakso Pangsit dihargai RP. 9rb, dan masalahnya satu mangkok mie ayam di tempat ini tidak pernah cukup :))




Kalo udah ke tempat ini gak boleh terlewat cobain juga Es Durennya... Dengan harga Rp 15rb kita bisa menikmati satu porsi berisi 6-7 butir durian yang dipadu dengan es serut dan susu kental manis. Es Duren di tempat ini memang salah satu yang dicari para pelanggannya. Jadi kayanya sudah satu paket Mie Ayam + Es Duren. Suegernya manteb lah...

Bisa coba juga variasi es duren lainnya seperti Es Durian+Susu+Keju (dahsyat gak tuh?), Es Durian Alpukat, Es Durian Kacang, Es Durian Gula Merah dan lain-lain. Saya sendiri mencoba perpaduan Es Durian Aplukat yang bisa ditebus seharga Rp. 17rb.


Mie Ayam Sakinah sendiri sebenarnya nama populer dari Mie Ayam Baso "MAS JOKO". Disebut Mie Ayam Sakinah karena mereka berjualan di semacam pujasera yang bernama "Kantin Sakinah" yang berjualan bersama aneka makanan lainnya seperti es duren, siomay, gado-gado dan lain-lain. Pertama mengenalnya jaman kuliah tahun 90an dulu, karena terletak tak jauh dari kampus, yaitu di Jl. Tubagus Ismail I. Namun sekarang tempatnya sudah pindah tepat di seberang tempat yang lama masih di ruas jalan yang sama. Mie Ayamnya masih yang lama tapi penjaja Es Durennya sudah berbeda. Katanya Es Duren yang lama buka gerai baru di Jl. Tubagus Ismail Raya-nya. Jadi buat yang mencari wisata kuliner Bandung yang murah tapi mantab silakan meluncur ke Jl Tubagus Ismail I (kawasan Jl. Dago).

Mau tahu tempat makan lainnya di Bandung? Silakan lihat disini -> Wisata Kuliner Bandung

Reading Time:

Tuesday, September 28, 2010

Kuliner 130 - Sensasi Nasi Jambal de'Leuit, Bogor
September 28, 2010 7 Comments
de'Leuit
Jl. Pakuan No. 3 Ciheuleut Bogor
Telp: 0251 8390011


Saya sebenernya sempet nulis tentang Resto ini tahun lalu. Sekarang de'Leuit sudah pindah, bergeser sedikit ke Jl. Pakuan, tepat di belakang Giant (dulu Hero) Jl. Pajajaran. Masih dengan menu andalannya "NASI JAMBAL". Nasi yang sudah "dibumbui" dengan berbagai rempah plus jambal tentunya yang membuat rasanya begitu gurih. Mantab banget, disajikan dengan bakwan jagung yang manis, tahu goreng yang lembut, krecek oncom, lalap dan sambel. Porsi nasinya agak kecil sih, tapi dengan sajian yang lengkap sudah lebih dari cukup untuk mengenyangkan perut ini.



Selain pendamping Nasi Jambal tersebut, kita bisa memilih lauk utamanya. Bisa minta Ayam Goreng yang gurih, Empal lembut yang manisnya menggoda dan Ikan Balita yang renyah. Ikan Balita sendiri sudah seperti menjadi trade mark dari kota Bogor. Kerenyahannya sudah kesohor, layak buat dijadikan kudapan atau menu makan nasi. Nasi Jambal tersebut bisa kita tebus dengan harga: Rp. 26.000/porsi


Kerang Saus Padang, favorit istri saya. Kerang hijau besar yang dimasak saus padang. Sausnya juara, Pas banget buat dimakan bareng nasi. Plus kerang yang agak kering menjadikan menu yang satu ini meninggalkan jejak pedas di lidah kita yang berkesan...


Pencuci mulut? Es Pala pilihannya, merupakan salah satu kuliner Bogor yang jarang ditemuin di tempat lain. Manisan pala yang dibuat agak manis plus es, suegerrrr.... Asemnya nggigit sedikit, sebagai pemanis rasa manisnya :) Harga: Rp. 10.000,-


Minumnya? Tetep cari yang khas Bogor: Bir Kocok! Bukan bir beneran loh, tapi minuman dari jahe merah dan gula merah yang disajikan dingin-dingin. Perpaduan indah antara hangatnya rempah-rempah dan dinginnya kesegaran es batu. Harga: Rp.10.000,-


de'Leuit baru ini jago memindahkan suasana dan auranya di tempat lama ke tempat yang baru ini. Suasana hangat dan tempat mainan untuk anak menjadikan resto yang satu ini pilihan yang tepat untuk bersantap bersama keluarga. Oh ya kalo datang siang-siang jangan lupa untuk mencicip Es Duren Bang Didi yang berada di jalan depan de'Leuit ini. Juara...

Reading Time:

Friday, September 17, 2010

Kuliner 129 - SHIJACK, Solo
September 17, 2010 4 Comments
Mau minum Suramadu? Atau Sumanto dan Suteja? Bagaimana kalau mereguk kesegaran Tante Susi dan Es Dara? Hehehe, itulah keunikan nama yang tertulis di menu kedai SHI JACK, kedai yang menjual aneka minuman dari susu murni segar yang berada di kota Solo. Menu-menu tersebut hanyalah sebagian dari aneka "nama unik" yang tertulis di menu. Hanya sekedar singkatan seperti Susu Manis Rasa Madu (Suramadu), Susu Manis Telor (Sumanto), Suteja (Susu Telur Jahe), Es Soda Gembira (Es Dara) dan sebagainya. Nah saya coba ya beberapa aneka menu yang tersaji...


Reading Time:

Sunday, August 29, 2010

Kuliner 128 - Timlo Maestro, SOLO
August 29, 20101 Comments
Timlo MAESTRO
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.60 - SOLO
Telp: 081 56718300 - (0274)638538

Timlo merupakan salah satu kuliner Solo yang cukup tenar. Sulit untuk menemukan tempat makan yang menyediakan Timlo enak kalo tidak di kota aslinya. Kebetulan ketika saya ke Solo bulan Agustus ini saya berkesempatan mencicipi makanan ini. Sekitar pukul 11 malam saya bersama teman-teman dari ICT-Watch baru beres acara Ngabubur-IT Internet Sehat di Rumah Blogger Indonesia, tapi perut koq masih terasa lapar. Akhirnya kami sepakat untuk mencari "kuliner tengah malam" di Kota Solo ini. Pilihan jatuh pada Timlo, makanan berkuah yang dapat menghangatkan badan.

Timlo adalah kuliner khas Kota Solo semacam sop dengan isi yang berbeda. Dalam satu mangkuk Timlo lengkap kita akan "menemukan" sosis solo, ati, rempela dan telur rebus. Telurnya sendiri sudah dibumbu bacem sebelumnya. Kuahnya pun luar biasa, rasa kaldu ayam yang gurih akan terpancar lewat harumnya, dan jika diseruput keindahan akan menyelimuti rongga mulut kita.


Timlo Maestro sendiri merupakan salah satu timlo yang cukup kondang di Kota Solo, tamunya pada malam saat saya berkunjung cukup ramai, plus ditemani dengan hiburan dari pengamen yang ciamik. Kuah Timlo Maestro begitu "menggigit", panas lan suegerr. menjadikannya kuliner penutup malam yang indah.

Kalo pengen tau sejarah Timlo Maestro ini bisa lihat tulisannya di harianjoglosemar.com
Reading Time:

Saturday, August 21, 2010

Kuliner 127 - Beragam Kuliner Solo di Galabo
August 21, 2010 4 Comments
Gladag Langen Bogan (GALABO)
Jl. Mayor Sunaryo - Solo



Mau makan Tengkleng, Nasi Liwet, Sate Sapi, Nasi Trancam, Garang Asem, Wedang Ronde, Bebek Kremes, Mie Godog, Nasi Mawut, Sate Kere, Wedang Dongo dan masih banyak kuliner khas Solo dan Jawa Tengah lainnya? Gak usah sibuk mencari, sekarang semuanya terpusat di satu tempat. Silakan saja meluncur ke Gladag Langen Bogan (GALABO) yang terletak di Jl. Mayor Sunaryo, tepat di depan Beteng Trade Center (BTC) dan Pusat Grosir Solo (PGS). Jalan ini pada malam hari akan ditutup untuk kendaraan bermotor dan menjadi pusat wisata kuliner Solo. Saking banyaknya kedai makan di tempat ini saya sampai bingung sendiri memilih makanan apa yang akan saya santap malam ini. Akhirnya pilihan jatuh ke Tengkleng Klewer Bu Rudi. Kuliner khas Solo ini merupakan favorit saya, dan konon Tengkleng di Pasar Klewer cukup melegenda di kota ini.

Tengkleng sendiri merupakan makanan dari daging kambing berkuah santan serupa dengan gule atau tongseng, tetapi tentu dengan bumbu-bumbu yang berbeda (sori bukan tukang masak jadi gak tau bedanya apa hehehe). Tengkleng pada umumnya menggunakan daging Iga Kambing, tapi di Tengkleng Klewer ini yang digunakan adalah beragam bagian dari kambing seperti kepala, tulang rawan, iga, buntut, kaki dan sebagainya. "Bertarung" dengan beragam isi tengkleng ini sendiri memberikan kenikmatan sendiri, kadang bertemu dengan daging lembut yang masih menempel di tulangnya, kadang menikmati "gemeletuk" tulang rawan, atau empuknya jeroan. Pengalaman Kuliner tersendiri bagi saya :) 1 porsi Tengkleng plus nasi silakan ditebus dengan harga Rp.16rb.


Hmmm, coba yang lain ah. Saya tertarik dengan counter Sate Jerohan Sapi "YU REBI", kebayang menikmati sate daging sapi dengan bumbunya yang manis khas Jawa Tengah, ditambah dengan beragam jerohan sapi yang mengiringinya, sluruuppp. Kalo liat daftar menu ada beragam jenis sate sapi yang tersedia seperti: sate daging, sate ati, sate ginjal, sate iso, sate babat, sate torpedo, dan sate kikil. Semuanya tampak menarik, so akhirnya saya pilih Sate Campur. Rasanya? Gokil abisss.... Bumbu kacang yang manis ditimpali dengan potongan bawang merah dan cabe rawit membalut sepuluh tusuk sate jerohan sapi "Yu Rebi". Gak nemu deh di tempat lain... Harga satu porsi sate ini Rp. 19.000.


Nah sekarang minumnya, saya pengen cari yang aneh, yang susah untuk ditemukan di kota lain. Akhirnya pilihan jatoh pada Jahe Kunir Jeruk (JKJ). Kebayang gak sih hangatnya jahe yang menyatu dengan aroma kunir ditimpali dengan segarnya aroma jeruk... Rasanya beneran dahsyat, gak bisa didapet di tempat lain. Tapi yang agak mengganggu adalah penyajiannya dimana potongan jahe dan kunir yang tumplek dalam satu gelas. Kalo kata temen saya, terlalu banyak sampahnya. But, it's OK for me, segernya minuman ini sebanding koq dengan keribetan minumnya hehehe. Untuk satu gelas minuman yang bisa mengembalikan vitalitas tubuh ini bisa ditebus dengan harga lima ribu rupiah saja.


Buat yang mau plesir ke Solo, Gladag Langen Bogan (GALABO) merupakan solusi kuliner yang tepat. Beragam kuliner Solo tumplek plek ditempat ini, gak usah bingung cari kemana-mana. Makan enak, suasana sejuk plus iringan live music membuat makan malam anda dijamin sempurna. Mau makan di meja boleh, lesehan juga monggo. Udah ah, mikirin makanan di Galabo bikin ngiler sendiri...

Reading Time:

Monday, August 16, 2010

Kuliner 126 - Mie Ayam Bakso "AL", Bogor
August 16, 2010 10 Comments
Mie Ayam Bakso "AL"
Jl. Jenderal Sudirman
Bogor Permai [depan Gedung Wanita]
BOGOR


Bakso memang merupakan makanan yang paling populer di Indonesia, kayaknya semua kota ada deh orang yang berprofesi sebagai tukang baso :) Nah buat yang lagi cari kuliner malam di Bogor boleh mencoba Mie Ayam Bakso "AL", atau banyak orang nyebutnya "Mie Bangka". Warung Tenda ini tidak pernah sepi, apalagi pas weekend. Menu utamanya adalah Mie Ayam Bakso. Mie ayam "home made" yang ditemani dengan Baso dan Bakso Tahu. Wuihhh.. melihat penampakannya saja saya jamin Anda sudah tergoda...


Kita bisa meminta mie nya asin atau manis sesuai selera. Kemudian bakso dan tahu serta sayuran akan disajikan dalam kuah. Maka kita akan mendapatkan kenikmatan adonan yamin berpadu dengan kesegaran baso yang hangat plus udara malam kota bogor te o pe be ge te dahhh....


Untuk pencuci mulut Es Campur atau Es Teler menjadi pilihan wajib. Es Campurnya bener-bener mencampurkan banyak elemen didalamnya, ada kolang-kaling, pacar cina, cingcau, kelapa, alpukat, nangka, cendol . Sementara Es Teler dengan tampilan serupa mengandung elemen yang lebih sedikit. Yang buat beda dengan yang lain adalah siropnya yang khas selain gula dan susu untuk pemanisnya. Selain dua minuman di atas, kita juga bisa mencoba aneka juice buah-buahan, Es Tape Ketan, Es Tape Singkong, Es Cendol, Es Kelapa Jeruk dan masih banyak lainnya.

Mie Bakso AL ini buka dari mulai sore hari (sekitar pukul 17.00) sampai pukul 10 malam, di akhir pekan bisa tutup sampai jam 12 malam. Terletak di Jalan Sudirman, salah satu kuliner Bogor ini menempati pelataran Gedung Wanita yang terletak di Jalan Sudirman (deket Bogor Permai). Dan nilai plus-nya, walaupun penuh, tapi kita tidak perlu menunggu terlalu lama agar pesanan tersaji di meja kita. Saya pernah pesan beberapa porsi untuk dibawa pulang, dengan beragam jenis pesanan, dan tanpa mencatat pesanan saya segera terbungkus tanpa ada kesalahan. Dua jempol deh buat tempat makan ini....
Reading Time:

Saturday, August 7, 2010

Kuliner 125 - Pisang Bakar Cafe MADTARI, Bandung
August 07, 2010 4 Comments
Cafe MADTARI
Jl. Rangga Gading No. 12 Bandung
Buka 24 jam


Nongkrong enaknya ditemani dengan Pisang Bakar or Roti Bakar. Bener gak? Nah di banyak kota biasanya ada kedai pisang/roti bakar ini yang jadi acuan tempat ngumpul bareng teman-teman. Di Bandung, salah satu yang ramai dikunjungi, adalah Cafe MADTARI, tempat ngumpul yang selalu ramai dikunjungi pengunjung khususnya pada malam hari. Suara celetukan dan gurauan khas anak muda menjadi warna keseharian Cafe ini. Apa sih yang sebenernya menjadi daya tarik Cafe MADTARI ini? Bukannya menu yang ditawarkan di tempat seperti ini sama-sama aja?

Reading Time:

Thursday, July 1, 2010

Kuliner 124 - Kopi Solong, Ulee Kareng, Banda Aceh
July 01, 2010 11 Comments
Warkop Jasa Ayah - SOLONG
Ulee Kareng-Banda Aceh


"Kalo mau cari dan mencicipi Kopi Aceh ya ke Ulee Kareng", begitu banyak orang bilang. Akhirnya saya meluncurlah ke kawasan Ulee Kareng, tepatnya ke Kopi Solong yang cukup legendaris. Tujuan saya kesini adalah untuk membeli oleh-oleh kopi Aceh, sekaligus mencicipi kopi langsung di "sumber"nya, setelah sehari sebelumnya menikmati kopi di Warung Kopi Chek Yuke. (YUKE=UK=Ulee Kareng, hehehe)


Ya, penyajian kopi yang khas melalui saringan dari kain yang bentuknya mirip kaus kaki, lalu menuangkan kopi itu berpindah-pindah dari satu ceret ke ceret yang lain, dapat kita saksikan dengan jelas di Warung Kopi SOLONG ini ataupun warung-warung kopi lainnya di kawasan Serambi Mekah ini. Kualitas kopi dan proses penyajian itu terus dipertahankan oleh para pengelola Warung Kopi ini yang sudah berdiri sejak 1974. Setelah selesai menikmati kopi saatnya membungkus bubuk kopi Ulee Kareng ini untuk buah tangan kerabat di rumah.

Dikemas secara sederhana, Kopi Solong - Ulee Kareng ini dijual dalam 3 kemasan, yaitu kemasan 1/4 kg (Rp. 17.000,-), 1/2 kg (Rp. 33.000) dan 1 kg (Rp. 65.000). Mahal? Relatif... Bagi saya harga ini sebanding dengan kenikmatan rasa yang didapat, walaupun saya sendiri bukan penggemar fanatik kopi. Makanya di rumah, saya lebih senang membuat kopi sanger (kopi susu). Cukup didihkan air segelas, masukkan kopi aceh ini ke dalam air yang masih mendidih di atas kompor, diamkan beberapa saat. Angkat, tuang ke dalam gelas sambil disaring, tambahkan gula dan susu kental manis. Terasa banget bedanya....


Kita juga bisa melihat proses penggilingan kopi yang terletak di bagian belakang Warung Kopi Solong ini, Kopi Jasa Ayah - Ulee Kareng. Dengan mesin yang sederhana, bubuk-bubuk kopi ini terus diproduksi. Konon biji kopinya sendiri merupakan biji kopi yang sudah dikeringkan dalam jangka waktu sangat lama, dan tidak menggunakan campuran lain lagi selain sedikit gula. Ini yang mengakibatkan rasa dan kualitas kopi Ulee Kareng dari Jasa Ayah ini tetap terjaga. Ke Aceh? Harus mampir ke Ulee Kareng...

Mau tahu tempat makan lainnya di Aceh? Silakan lihat disini -> Wisata Kuliner Aceh

Reading Time:

Friday, June 11, 2010

Kuliner 123 - Warung Kopi "CHEK YUKE", Banda Aceh
June 11, 20101 Comments
Aceh tentunya lekat dengan kopinya. Budaya nongkrong di Warung Kopi juga dapat kita temui di perbagai sudut kota Banda Aceh. Malam ini, saya diajak oleh kawan saya untuk turut mencicipi budaya tersebut dengan nongkrong di Warung Kopi (Warkop) CHEK YUKE, yang terletak persis di pinggir sungai, tidak jauh dari Masjid Raya Baiturrahman. Datang sekitar pukul 10 malam, Warung Kopi ini tampak ramai dikunjungi oleh para pelanggannya. "Kalau week end jauh lebih ramai mas, harus antri buat dapet tempat duduk", begitu kata teman saya. Padahal Warkop ini sangat besar jika dibandingkan ukuran warkop-warkop biasa di Pulau Jawa. Tiga buah ruko dua lantai disatukan untuk menjadi satu buah Warung Kopi! Puluhan orang tampak mengobrol di meja-meja sederhana sambil menyeruput segelas Kopi Aceh. Memang kedahsyatan kopi Aceh ini sudah melegenda bahkan pasca tsunami, kopi Aceh semakin mendunia berkat banyaknya penikmat kopi dari para pekerja internasional yang datang untuk merekonstruksi Aceh.


Pembuatan kopi di Aceh juga sangat khas, kopi diseduh dengan saringan dari kain yang bentuknya mirip kaus kaki, lalu menuangkan kopi itu berpindah-pindah dari satu ceret ke ceret yang lain. Hasilnya adalah kopi yang sangat pekat, harum, tetapi tidak mengandung bubuk kopi karena sudah tersaring di dalam “kaus kaki” tadi (source: travel.kompas.com). Berbeda dengan kopi hitam di banyak daerah lain yang masih menyisakan ampasnya. Buat yang tidak suka menyeruput kopi hitam, bisa coba juga Kopi Sanger, atau kopi susu. Dengan pembuatan yang sama dengan kopi hitam tapi di gelasnya ditambah dengan susu kental dan dikocok sampai berbuih. Aroma kopi kentalnya masih sangat terasa, membuat kopi sanger ini berbeda dengan kopi susu biasa.


Sambil ngobrol dan menyeruput kopi, tentunya sajian kudapan akan menjadi pelengkap suasana. Berbagai makanan ringan bisa kita coba, goreng pisang (dengan dibalut tepung panir), roti dengan selai serikaya, kueh dengan isi fla dan sebagainya. Boleh juga memesan martabak aceh yang dapat mengenyangkan.

Kopi Aceh memang ngangenin, apalagi jika diminum langsung di kedainya seperti di Chek Yuke ini. Yuke sendiri berasal dari kata UK, singkatan dari Ulee Kareng, daerah yang merupakan salah satu penghasil kopi di Banda Aceh. Menghabiskan waktu di kedai kopi ini memang tidak terasa, obrolan akan mengalir dan berpindah-pindah dengan beragam topik. Dan asiknya lagi, layaknya tempat minum kopi di kafe-kafe di Jakarta, disini juga merupakan Free Hot Spot Area sehingga kita bisa lihat banyak anak muda yang ngopi sambil menenteng laptop. Bedanya dengan kafe di Jakarta: harga lebih murah - kopi jauuhhh lebih nikmat.

Sekarang, saatnya membeli Bubuk Kopi Ulee Kareng untuk buah tangan. Saya langsung meluncur ke Kopi Solong - Ulee Kareng.

Mau tahu tempat makan lainnya di Aceh? Silakan lihat disini -> Wisata Kuliner Aceh

Reading Time:

Saturday, May 29, 2010

Kuliner 122 - Mie Razali, Banda Aceh
May 29, 20101 Comments
Mie RAZALI
Jl. T. P. Polem No. 83-85, Banda Aceh
Telp: 0651 - 7400174


Kali kedua saya menginjakkan kaki di kota Serambi Mekah ini, kesempatan emas untuk kembali menikmati kuliner Aceh yang cukup legendaris. Ada tiga tempat yang disarankan oleh teman saya wajib untuk dinikmati selama kunjungan kali ini: Ikan Bakar Awak Awai, Kopi Ulee Kareng dan Mie Aceh RAZALI. Kunjungan pertama saya adalah ke Mie RAZALI yang ternyata terletak di kawasan Peunayong, hanya sekitar 100 meter dari tempat saya menginap, Hotel Sultan. Suatu kebetulan yang menyenangkan :) Tahun 2007 lalu saya sempat menikmati Mie Aceh di lapangan Peunayong, dan kesempatan kali ini saya menjajal kedahsyatan Mie Razali yang namanya cukup tersohor ini. Ada tiga jenis penyajian mie Aceh yang bisa kita pilih di tempat ini: Mie Rebus, Mie Goreng dan Mie Goreng Basah (Mie Goreng tapi mienya masih basah, nyemek-neyemek gitu deh kalo bahasa Jawanya). Sementara untuk "isi"nya banyak pilihan yang tersedia: Udang, Daging, Jamur, Cumi-Cumi, Kepiting ataupun gabungan dari pilihan-pilihan tersebut.


Kalo saya jelas pilih menu favorit sepanjang masa, Mie Kepiting dengan sajian Goreng Basah. Memang yah, makan kuliner daerah di tempat aslinya emang gak ada lawannya, Dahsyat... Mie yang besar dan semi basah dengan olahan bumbu khas Aceh ditimpali dengan Kepiting Besar yang tersembunyi dibalik rimbunnya Mie benar-benar memanjakan indera pengecap kita. Teman saya mencoba Mie Rebus Udang yang rasanya juga gak kalah dahsyatnya, kuah Mie Aceh yang pedas serasa memanggil bibir kita untuk segera menyeruputnya... Sluruppp... Jangan lupa untuk menikmatinya dengan pendampingnya yaitu emping serta acar bawang. Untuk Mie Biasa tanpa "isi" kita cukup menebus dengan harga Rp. 8000, tapi jika pake "isi" harga yang ditawarkan mulai dari Rp. 18000 (Mie Udang atau Daging atau Jamur) sampai paling mahal Rp.30.000 (Mie Kepiting). Tapi ada lagi yang lebih mahal yaitu Mie Special Campur (Kepiting + Udang + Daging + Cumi-cumi) yang harus dibayar dengan harga Rp. 40.000. Gak rugi deh, kepitingnya aja gede, wajar kalo agak mahal.


Buat minumnya, ada dua menu yang saya sarankan Teh Tarik dan Juice Terong Belanda. Teh Tarik, minuman khas dari tanah melayu, merupakan minuman teh yang dipadu dengan susu dan dikocok dengan sempurna. Tambah es, hasilnya menyegarkan... Satu lagi minuman yang jarang ditemui di tanah Jawa, Juice Terong Belanda. Buah yang asam dan kaya akan vitamin A dan C ini memang jarang dimakan langsung karena rasanya yang asam, tapi kalo sudah dibuat juice rasanya segerrrr bangettt.... Oh ya, anda juga bisa mencoba juice pinang muda yang dijajakan tepat di depan Mie Razali. Katanya sangat baik untuk mengembalikan vitalitas tubuh, sayang saya gak sempet untuk mencobanya.


Buat yang pengen makan Mie Aceh di tempat aslinya, Mie RAZALI sangat direkomendasikan. Selain di Banda Aceh, Mie Razali ini juga sudah buka cabang di Aceh Besar dan Aceh Tengah. Slogan yang tertera di daftar menunya "Citarasa Sepanjang Masa"... Ya, memang Mie Aceh adalah salah satu kuliner nusantara dari Ujung Barat Indonesia yang citarasanya tak lekang oleh waktu. Terbukti Mie Razali yang sudah bertahan sejak tahun 1967.

Mau tahu tempat makan lainnya di Aceh? Silakan lihat disini -> Wisata Kuliner Aceh

Reading Time:

Friday, May 28, 2010

Kuliner 121 - Roti Bumbu-Bakar CARI RASA, Bandung
May 28, 2010 6 Comments
Roti Bumbu-Bakar "CARI RASA"
Jl. Jenderal Ahmad Yani No. 149, Pasar Kosambi, Bandung
Telp. 022 4239740

Pedagang roti bakar tentunya bertebaran di Bandung dari yang menjajakan di tempat tetap ataupun yang mobile (pedagang keliling). Tapi para pencinta Roti Bakar di Bandung tentu mengenal salah satu pedagang yang namanya cukup melegenda di dunia Roti Bakar, CARI RASA. Saya mengenal roti bakar Cari Rasa sejak SD, karena sering dibelikan oleh bapak saya ketika pulang kantor. Terletak di salah satu sudut depan Pasar Kosambi, Jl. Ahmad Yani, sudah puluhan tahun roti bakar ini tetap bertahan di tengah gempuran pedagang roti lain ataupun jenis makanan lain yang menyainginya. Tekstur roti yang lembut serta kekayaan "bumbu"nya yang selalu dirindukan oleh para pelanggan setianya.



Setelah lama sekali tidak menikmati salah satu kuliner Bandung ini, bulan April kemaren saya berkesempatan untuk mampir lagi ke tempat ini. Ada tiga pilihan ukuran yang bisa kita pesan: Roti kadet (ukuran roti satu tangkap), Roti Kecil (roti panjang dengan pinggiran bergerigi) serta Roti Besar (hampir sama dengan roti tawar biasa yang berbentuk tradisional tapi dengan ukuran cukup besar). Saya memilih Roti Kecil karena sudah terbayang kelembutan daging rotinya yang khas. "Bumbu"nya merupakan gabungan dari: mentega, selai kacang, meses (coklat butir), selai strawberry dan selai nanas. Kalu mau, kita pun bisa memesan roti ini tanpa dibakar. Saya sih tetap memesan Roti Bakar. Begitu selesai dibungkus, sampai mobil dengan tidak sabar langsung saya ambil sepotong roti ini, wuihhhhh, rasanya juaraaaa... Gak tau yah, walaupun roti bakar mungkin sama-sama aja dimana-mana, tapi Roti Bakar CARI RASA ini menyajikan perpaduan kelembutan tekstur roti dan bumbu yang menurut saya beda, lebih gurih, lebih lembut dan lebih kaya akan rasa.


Selain roti bumbu diatas, sekarang Cari Rasa juga menyediakan opsi tambahan seperti keju dan kornet. Dengan harga bervariasi mulai Rp.3500 untuk roti kadet dan Rp.10.000 untuk roti kecil tanpa dibakar. Kalo mau dibakar tambah saja 200perak untuk roti kadet atau gope saja untuk roti kecil. Tambah keju, siapin goceng untuk ukuran roti kecil. Apapun pilihan Anda, rasanya tetap juara :) Kita pun bisa bebas memilih pilihan bumbu yang tersedia, misalnya tanpa selai kacang, tanpa selai nanas dan lain-lain. Sang "koki" akan menghapal semua pesanan kita tanpa catatan dan tanpa urutan order hehehe, padahal aliran pelanggan tampaknya tidak pernah surut terutama di akhir pekan.

Jadi, buat yang lagi liburan, dan butuh alternatif makan untuk oleh-oleh dari Bandung selain Kartika Sari, Prima Rasa, Amanda dan sejenisnya, cobalah Roti Bumbu-Bakar CARI RASA ini. Terletak di Pasar Kosambi, tapi jangan masuk kedalam pasar. Tokonya ada di sudut depan dekat jembatan penyeberangan. Selamat mencoba...

Reading Time:

@way2themes