October 2009 - Wisata Kuliner Indonesia

Saturday, October 31, 2009

Kuliner 108 - Tahu Pojok, Magelang
October 31, 2009 13 Comments
TAHU POJOK
Jl. Tentara Pelajar Kios No. 14
Magelang


Dari Jogja saya maen dulu ke Magelang, yang berjarak sekitar 40km. Salah satu tempat kuliner di Magelang yang saya kunjungi adalah Tahu Pojok, tempat makan yang sudah saya denger sejak di bangku kuliah. Apa sih Tahu Pojok? Kuliner khas magelang ini hampir mirip dengan Kupat tahu kalo di Bandung, tapi bumbunya cair dengan citarasa asam-asam manis. Selain itu taburan kol, bawang daun dan bawang goreng menghiasi "keindahan" rasa makanan yang satu ini. Uniknya lagi tahu yang digunakan sangat lembut, hampir mirip tahu sutra. Rasanya? gak usah ditanya deh......


Paling pas makan tahu pojok ini ditemani dengan gorengan, salah satu pilihannya adalah gorengan udang yaitu udang yang ditusuk seperti sate kemudian digoreng dengan tepung. Selain itu berbagai jenis kerupuk tersedia di toples-toples kaca, mulai dari kerupuk aci, keripik melinjo (emping), keripik tempe, gendar dan sebagainya.



Minumnya cobain es dawet, atau di jawa barat sering disebut cendol. Minuman berbahan dasar tepung beras yang dipadu dengan santan dan gula merah ini emang paling pas buat diseruput di siang/sore hari. Warna merah muda dan hijau dari dawet ini juga menambah "aroma" kecantikan dari minuman ini. Seluruppppppppp....


Kalo ke Magelang, cobain deh meluangkan waktu ke Tahu Pojok ini. Gak kan nyesel... Di Jakarta saya pernah menemukan kupat tahu khas magelang ini di beberapa tempat seperti di fatmawati, bintaro dan serpong, tapi tetap tidak bisa mengalahkan "asli"nya. Terutama suasana bersahaja yang menenangkan begitu kita masuk ke tempat makan ini dan disambut dengan ibu-ibu berpakaian tradisional jawa. Memang ruarrr biasaaa keindahan pusaka kuliner Indonesia...
Reading Time:

Sunday, October 18, 2009

Kuliner 107 - Pondok Cabe, Jogja
October 18, 2009 4 Comments
Pondok Cabe
Jl. C Simanjuntak No. 41 B - Jogja
Telp: (0274) 551 445 - 0813 9292 2121


Nyari tempat makan murah di jogja sebenernya mudah, apalagi kota ini terkenal dengan sebuatan "Kota Pelajar" dimana pangsa pasar terbesar tentunya adalah para pelajar dan mahasiswa yang kantongnya pas-pasan. Saya diajak makan di tempat yang katanya sering dijadiin tempat nongkrong mahasiswa, karena murah pastinya, tempatnya yang luas, nyaman dan menyediakan free hotspot buat pengunjung. Nama tempatnya: Pondok Cabe. Sesuai dengan namanya, speciality dari rumah makan ini adalah Sambal tentunya, ada 15 sambal yang tersaji di daftar menu. Apa saja?


Sambal bawang, Sambal Mercon, Sambal Bajak, Sambal TePe, Sambal Dadak, Sambal Terasi Goreng, Sambal Gunung, Sambal Hitam Manis, Sambal Penyetan, Sambal Iwak, Sambal Tempe, Sambal Brambang, Sambal Tomat, Sambal Lombok Ijo dan Sambal Mangga (Musiman). Semua itu dijajakan hanya dengan harga 1500-2000 perak aja per sambalnya. Kami mencoba sambal iwak, sambal terasi goreng dan sambal hitam manis. Sambal iwak (ikan dalam bahasa Jawa) adalah sambal yang berbahan dasar ikan wader dengan cabe dan bumbu-bumbu lainnya, rasanya seperti ikan asin pedas, tapi memberikan cita rasa pedas yang lumayan dahsyat. Sambel terasi goreng seperti pada umumnya terbuat dari cabai terasi dan tomat dengan aroma terasi yang lebih soft. Sambal Hitam Manis adalah sambal kecap manis yang tentunya diberi potongan cabe rawit dan bawang merah. Yang jelas semua sambal di Pondok Cabe ini ditujukan buat para pencinta pedas.


Untuk lauk utamanya saya pilih Garang Asem Ayam, makanan favorit sepanjang masa :) Ayam yang diberi kuah santan, dibungkus dengan daun pisang dan dikukus, jadi seperti pepes tapi berkuah. Potongan cabe rawit merah dan tomat tampak memeriahkan menu ini. Plus rasa asam yang muncul dari belimbing wuluh menegaskan kesegaran masakan khas Jawa Tengah ini. Harga: Rp. 5.500,-

Sayurannya saya pilih oseng kangkung. Kangkung segar yang dioseng dengan bawang putih dan cabe merah ini emang paling pas buat makan siang. Belum lagi aroma ebi yang kuat menyeruak dari sela-sela daun kangkung membuat rasa oseng kangkung ini nendang. Harga: Rp. 3.000,-

Es Beras Kencur, selalu jadi pilihan saya kalo ada di Rumah Makan yang menyajikan sajian khas Jawa. Selain segar dan nikmat, konon minuman ini juga punya khasiat untuk menghilangkan penat serta pegal-pegal ditubuh, juga untuk mengingkatkan nafsu makan. Harga: Rp. 2.500,-

Juice The Gun, pistol di jus??? hehehe, The Gun merupakan pelesetan dari Degan alias Kelapa Muda dalam bahasa Jawa. Kalo biasanya kelapa muda hanya diserut biasa, di Pondok Cabe kita bisa meminta degan ini di juice. Rasanya sueegggeeerrrr... TOP BGT lah pokoknya. Harga: Rp. 4.500,-


Sebenernya masih banyak makanan dan minuman yang tersedia di tempat ini, misalnya: empal gepuk, pepes udang, botok teri, wader goreng, lele penyet, mendoan, sayur asem dan lain sebagainya. Sedangkan minuman ada Es Cendol "PC", teh poci, jeruk nipis, jahe gepuk, kunyit asem, milo, teh tarik, aneka juice dan lain-lain. Dan luar biasanya dari tempat ini, tertulis dengan jelas, Nasi Putihnya free flow alias nambah sepuasnya, cukup bayar 2000/orang, boleh makan nasi sebakul... tapi tentunya hanya untuk makan di tempat. Gak heran kan kenapa mahasiswa pada tumplek disini. Jadi buat yang lagi berwisata kuliner di jogja boleh mampir ke Pondok Cabe dan "Rasakan Sensasi Pedasnya"....

Kuliner Jogja lainnya:

Reading Time:

Thursday, October 15, 2009

Kuliner 106 - Bakmi & Nasi Goreng "Pak Pele", Jogja
October 15, 2009 2 Comments
Bakmi & Nasi Goreng "Pak Pele"
Alun-Alun Utara (Timur Pagelaran Kraton)
Pelataran SD Keputran - Yogyakarta



Selain Gudeg, kuliner yang banyak diburu orang dari Jogja adalah Bakmi. Penjaja bakmi, banyak bertebaran di seluruh penjuru kota. Nah, di pinggir alun-alun kraton pada malam hari kita bisa menemukan tenda yang selalu ramai dikunjungi penikmat kuliner ini, namanya Pak Pele. Berbagai olahan bakmi dan nasi goreng tersedia di tempat ini. Untuk mienya sendiri kita bisa memilih untuk digoreng atau digodhog (rebus), juga bisa memilih menggunakan mie kuning, mie putih atau campuran keduanya. Sama seperti Bakmi Jombor, rahasia utama kenikmatan sajian ini adalah penggunaan arang untuk memasak. Gak tau kenapa, setiap tempat makan yang memasaknya make arang saya gak pernah kecewa. Mungkin karena tingkat panasnya yang pas membuat olahan makanan pun menjadi pas, hal yang tidak bisa ditandingi oleh kompor gas.


Kalau ingin menyantap nasi, nasi goreng di tempat ini tidak kalah dahsyatnya. Atau mungkin mau mencoba Magelangan? Hampir sama dengan nasi goreng, tapi magelangan ini menggunakan juga mie sebagai bahan pokoknya, pokoknya dicampur gitu lah. Jangan tanya soal rasa, tidak hanya sekedar pengisi perut di malam hari, nasi goreng dan magelangan ini memberikan cita rasa yang sangat berbeda dengan nasi goreng yang sering kita santap di Jakarta atau Bandung.


Buat minumnya, cobain yang "beda". Ada Es Tape, tape hijau yang diseduh dengan air dan gula kemudian diberi es batu, sueeeegggeerrrr. Rasanya kecut-kecut tapi manis gimanaaa gitu. Atau mau jahe panas? Jahe yang digeprek dan diseduh dengan air panas dan gula jawa ini emang mantep banget. Sangat pas buat yang lagi gak enak tenggorokan atau terkena flu, langsung badan terasa panas dan segar kembali.

Gak usah ragu, segera meluncur ke alun-alun jogja dan cari tenda yang ramai dan ada lesehannya juga. Kalo gak ketemu tanya orang-orang atau tukang becak dimana lokasi tepatnya Bakmi "Pak Pele", dijamin pada tahu :))

Kuliner Jogja lainnya:


Reading Time:

Friday, October 9, 2009

Kuliner 105 - Gudeg Bu Lies, Jogja
October 09, 20091 Comments
Gudeg Wijilan "BU LIES"
Jl. Wijilan 5, Jogja
Telp: (0274) 450164 - 7114670


Jogja memang dikenal sebagai kota gudeg, tapi ada satu kawasan yang memaklumatkan diri sebagai Sentra Gudeg-nya Jogja, yaitu di Jl. Wijilan. Pada suatu malam saya beserta rombongan dinas berkesempatan buat mengunjungi tempat ini, berjejer tempat-tempat makan yang menjual makanan seragam GUDEG. Kami memilih salah satu tempat yang kayaknya paling luas, tertulis di depan "Gudeg Bu Lies"


Suasana "Jawa" langsung menyergap begitu kita duduk, pilihan lesehan atau pake bangku tersedia. Daftar menu pun langsung "dihidangkan" termasuk menu buat yang mau bawa pulang (besek or kendil). Untuk santap di tempat tersedia aneka pilihan dengan "toping" utama: Gudeg + Krecek. Sampingannya bisa kita pilih sendiri seperti tahu, telur, aneka bagian ayam (paha atas, paha bawah, paha sambung, dada sayap, kepala dan ati ampela). Buat jelasnya klik gambar menu di atas. Saya sih pilih paha atas (seperti biasa) sama kepala (buat digerogotin). Walaupun menurut saya tidak sedahsyat Gudeg Yu Djum, gudeg Bu Lies ini tetap menyimpan cita rasa yang kaya dari kuliner khas Yogya ini. Legitnya sang gudeg plus pedas-pedas manisnya si krecek berpadu harmonis dengan lezatnya daging ayam dengan bumbu yang meresap sampai ke tulang. Walau agak sayang, dagingnya sedikit alot. Satu porsi nasi gudeg ini bisa kita nikmati dengan harga mulai 7000rupiah (Gudeg krecek tahu) sampai 30rb rupiah (Komplit spesial: Ayam, Telur, Ati Ampela). Seluruppp....


Buat minumnya tentunya paling cocok dengan Teh Poci. Teh tubruk panas yang disajikan dalam poci dan gelas kecil dari tanah liat ini emang paling pass, apalagi ditimpali dengan gula batu yang khas. Kenapa ya teh poci ini punya cita rasa dan aroma berbeda dengan teh yang disajikan dalam gelas biasa???


Jadi yang lagi di Jogja, boleh-boleh deh mampir di Sentra Gudeg-nya kota ini. Lokasinya gak jauh dari Alun-Alun Keraton koq. Dan buat yang pengen membagi kenikmatan gudeg sama orang di rumah silakan pesan dalam kemasan besek atau kendil.

Kuliner Jogja lainnya:
Bakmi Jombor
Gudeg Yu Djum
Reading Time:

@way2themes