Monday, August 31, 2009

Kuliner 101 - Sate Africa, Bandung

Sate Africa
Jl. Kebon Kawung (Seberang Stasiun)
Bandung


Akhirnya Sate Africa hadir di Bandung :) Ya, setelah banyak membaca, menonton dan mendengar "legenda" Sate Africa di Tanah Abang-Jakarta, saya mendapat info dari rekan kantor bahwa di daerah Stasiun Bandung sudah hadir kuliner yang sudah banyak mendapat liputan ini. Apa sih istimewanya Sate Afrika ini?

Berbeda dengan sate khas Indonesia, Sate Africa ini tidak ditusuk-tusuk. Daging domba (bukan kambing loh) pilihan yang dipotong kecil-kecil kemudian dibakar, seperti barbeque gitu lah. Walau tampak tanpa bumbu tapi begitu kita mencomot sepotong daging yang tersaji di depan kita, mmmhhhhhh.... mantap banget.... Yang unik adalah olahan sambalnya: Mustard, sambal cabe merah dan kecap, ini sebenernya yang bikin kita ketagihan, rasanya gak ada duanya. Hebatnya lagi, katanya daging sate ini cholestrol free. Menurut empunya setelah dipotong-potong, daging diungkep dalam panci. "Tidak pakai air atau minyak. Nanti minyak dagingnya keluar sendiri. Itu sekitar 20 menit. Minyak itu dibuang. Jadi kolesterolnya mati (tidak ada). Makanya, makan makanan saya tidak akan kolesterol atau darah tinggi karena minyaknya sudah dibuang. Ketika memotong daging, lemak-lemaknya juga kami buang," katanya pada kompas.com. Satu porsi sate africa ini bisa ditebus seharga Rp. 35.000,-


Satu lagi yang unik nih, makanan pokoknya bukannya nasi tapi Pisang Goreng, karena memang di Afrika pisang goreng menjadi sumber kabohidrat utama, seperti nasi di Indonesia. Pisang yang digoreng tanpa tepung ini terasa manis, dan walaupun agak canggung pada awalnya, ternyata asik juga makan pisang dicocol sambel sambil ditemani daging domba bakar :) Tapi yang pengen makan nasi jangan takut, tempat makan yang satu ini juga menyediakan nasi putih. 1 Porsi Loko (Pisang): Rp. 10.000,-

Kenapa sih dinamain Sate Afrika? Emang yang punya orang afrika? Yup, betul selain emang makanan khas dari Afrika, si empunya tempat makan ini juga asli orang Afrika. Namanya, sesuai dengan yang tercantuk di spanduknya, adalah H. Ismail Coulibaly, pria asal Mali. Dan di Bandung ini memang merupakan cabang pertamanya di luar kota, dan bergabung dengan tempat makan lainnya dalam sebuah foodcourt. Jadi sebagai alternatif tempat berbuka puasa di Bandung, Sate Africa Jl. Kebon kawung Bandung ini sangat layak untuk dicoba.


Kuliner lain di kota ini:



10 comments:

  1. nah ini baru sate afrika asli yang biasa saya makan kalo saya ke jakarta sudah tidak perlu diragukan lagi keasliannya para pejabat kota bandung saja udah pada nyoba betul2 asli uenakkk

    ReplyDelete
  2. ini baru betul2 sate afrika asli yang biasa saya makan kalo saya ke jakarta betul2 eunak para pejabat bandungpun dah pada mampir ke kebon kawung 22

    ReplyDelete
  3. gua senengnya malah pisang bakarnya doang tuh :))

    ReplyDelete
  4. Pisang goreng kali, bukan pisang bakar ank...

    ReplyDelete
  5. Kapan atuh nongkrong disitu lagi oyy...

    ngomong2 jgn makanannya doank donk yg di foto, orangnya juga hehehe :P

    ReplyDelete
  6. update mas.

    sate afrika di depan stasiun sudah pindah. posisi terbarunya belum tau.

    ReplyDelete
  7. Thanks, betul baru kemaren jemput saudara di stasiun dan melihat tempat kuliner ini sudah hilang :(
    Tolong kalo ada yang tau pindah kemana yah...

    ReplyDelete
  8. Wah bener yang di Bandung sudah nggak ada.
    Belum tau juga pindah kemana. Yang pasti wuenak banget nih sate afrika ..

    ReplyDelete
  9. pak, saya gak nemu ini lagi di bandung, nyari dari depan stasiun sampe yg di cihampelas katanya..juga gada..
    sebenarnya masih ada apa gak nih pak..;d

    ReplyDelete
  10. Yah, itu kan udah dibahas di atas mbak... Kayaknya hilang ditelan bumi nih Sate Africa di Bandung :(

    ReplyDelete