2009 - Wisata Kuliner Indonesia

Monday, December 28, 2009

Tuesday, December 22, 2009

Kuliner 115 - D' Duren's, Bandung
December 22, 2009 2 Comments
D' Duren's
Jl. Lengkong Besar No. 81 Bandung


Anda penggemar fanatik durian? Suka es duren? Berarti tempat yang satu ini wajib kudu untuk disambangi, D' Duren's. Sebuah tempat makan yang mengandalkan duren sebagai sajian utama tetapi tetap menyajikan makanan lain sebagai main coursenya. Es Durian ditempat ini disajikan secara variatif dengan nama-nama yang konfrontatif. Sebut saja: SBY, Obama, Castro, Osama, Mega dan Jet Lie. Dan semua dibandrol dengan harga rata-rata Rp. 17.500,-. Penasaran?


Obama, es durian yang disajikan dengan gula merah, susu coklat, vla, kacang dan tape hitam. Suatu perpaduan yang sangat menarik dan bikin penasaran. Dan pilihan saya tidak salah, rasanya manis-manis gimana gitu... Sayang aroma gula merahnya agak hilang tertutup oleh susu coklat. Tapi taburan ketan hitamnya ternyata pas banget ditaburkan diatas menu yang satu ini.


Osama, walau namanya mirip buronan nomor satunya negara adi daya, tapi justru osama di D' Duren's ini yang paling "original" dibanding menu es duren lainnya. Hanya ditambahkan susu, kacang dan ketan hitam. Ato jika kepengen lebih original lagi, singkirkan kacang dan ketan hitamnya. The Real Es Duren :))


Buat yang pengen makan berat, aneka makanan ala Indonesia dan Barat juga tersedia. Salah satunya adalah New Yorker, tenderloin steak yang disuguhkan dengan telur mata sapi dan french fries. Dagingnya lumayan empuk dengan bumbu steak yang, menurut saya, sangat Indonesia, pas dengan lidah ndeso-ku hehehe. Harga: Rp. 29.000,-


Mau coba Batagor juga ada... Batagornya sih lumayan, tapi sayangnya bumbunya itu loh, bukannya sambal kacang malah dikasih sambal kaya sambal baso. Gak pas banget... Kalo untuk yang satu ini saya kurang rekomendasiin sih.

Wisata kuliner durian memang banyak disajikan di Bandung, ada Es Durian Sakinah di Jl. Tubagus Ismail, Es Duren di Mie Baso Akung yang cepat sekali habis, Sop Buah Durian di RM. Andalus Margahayu Raya dan sebagainya. Tapi memang di D' Duren's banyaknya variasi olahan bisa kita temui. Anti duren? Ya jangan kesini hehehe
Reading Time:

Thursday, December 10, 2009

Kuliner 114 - Oleh-oleh Pontianak
December 10, 20091 Comments
Toko Asia
Jl. Pattimura No. 12
Pontianak


Apa yang bisa jadi buah tangan dari kota Khatulistiwa? Beragam penganan khas yang jarang kita temui di kota lain banyak tersedia disini. Dengan cita rasa dan tampilan yang menggoda memang membuat kita merasa ingin memboyong semuanya pulang ke kota kita. Yang paling menonjol dan terkenal adalah berbagai olahan dari lidah buaya alias aloe vera dan lempok durian. Inilah sedikit oleh-oleh dari Toko Asia-Pontianak.


Lempok Durian, sejenis dodol dengan bahan baku buah durian. Para penggemar durian pasti juga menggemari penganan yang satu ini. Manis dan legit dengan aroma durian yang kuat memang menjadi ciri khas dari lempok ini. Tersedia dalam kemasan yang kecil dan besar tinggal dipilih saja sesuai selera.


Dodol Lidah Buaya, lidah buaya konon merupakan makanan dengan serat yang tinggi, tapi saya gak tau kalo diolah menjadi dodol seratnya tetap tinggi gak ya? tapi yang jelas tetep enak :) Tapi walaupun enak, saya tidak menemukan ciri khas yang menonjol dari penganan yang satu ini selain bahan bakunya yang memang jarang ditemui di kota lain. Ada dua jenis dodol lidah buaya yang dijual di sini, yang biasa dan rasa jahe.


Minuman Lidah Buaya, nah yang ini jadi favorit saya, hampir serupa dengan minuman nata de coco yang banyak dijual di Cianjur dan pasar swalayan, tetapi olahan kelapanya diganti dengan olahan lidah buaya. Saya pribadi lebih menyukai minuman olahan aloe vera ini dibanding nata de coco. Karena selain kenyal "daging"nya juga nyakres, lebih enak buat digigit :)

Sebenernya masih banyak makanan oleh-oleh yang bisa dibawa dari Pontianak, sebut saja manisan lidah buaya, dodol buah (sirsak, pepaya, ketan hitam dan lain-lain), ikan asin, kripik ketela dan sebagainya. Silakan saja berkunjung di Jl. Gajah Mada atau di Jl. Pattimura, tapi kata pengantar saya di Pontianak, di Jl. Pattimura relatif lebih murah. Saya memilih toko Asia karena tampak ramai dan banyak makanan yang menggunakan brand toko itu. Dan plusnya lagi packagingnya ciamik, walau menggunakan dus bekas, tapi dibalut lagi menggunakan semacam kertas berbahan plastik yang anti air sehingga kita tidak perlu kuatir mau disimpan di bagasi atau kabin dalam pesawat. Jadi, belanja oleh-oleh yuk....

Reading Time:

Wednesday, December 2, 2009

Kuliner 113 - Mie Kocok H. Amsar, Bandung
December 02, 2009 6 Comments
Mie Kocok H. Amsar
Jl. Jend. Sudirman No. 538
BANDUNG


Mie Kocok merupakan kuliner kondang di Kota Bandung, tiap kali keluarga saya dari Jakarta datang ke Bandung pasti mampir ke Mie Kocok Mang Dadeng. Tapi saya diajak ke salah satu sudut Jl. Sudirman Bandung, untuk menikmat mie kocok yang gak kalah enaknya dan sudah berdiri lama. Namanya Mie Kocok H. Amsar. Walau tempatnya kecil dan agak panas tapi begitu satu mangkok mie kocok hadir di hadapan kita, ketidaknyamanan itu langsung lenyap berganti dengan hasrat yang luar biasa untuk menyeruput kuah mie kocok yang tampilannya begitu mengundang ini. Tambah garam, sambal dan kecap sedikit, wuihhh... indera pengecap kita akan merasa benar-benar dimanjakan menikmati kuliner yang satu ini.



Pasangannya paling pas es kelapa muda, saya coba pesan es kelapa muda selasih. Paduan air kelapa, selasih dan susu kental manis bener-bener menyegarkan tenggorokan di siang hari yang panas ini. Kelapanya emang muda, dagingnya lembut. Kenyang oleh mie kocok, segar dengan kelapa muda dan hilang panas dalam berkat khasiat selasih :)

Kalo mau kesana silakan susuri Jl. Sudirman, lokasinya setelah pertigaan dengan Jl. Jamika, tempatnya agak kecil di sebelah kanan jalan, tepat di seberang Pom Bensin. Biasanya banyak mobil parkir di depan warung mie kocok ini jadi lebih mudah ditemukan. Mangga dicobian....
Reading Time:

Tuesday, November 24, 2009

Kuliner 112 - Pondok Pengkang, Pontianak
November 24, 2009 8 Comments
Pondok Pengkang
Jl. Raya Peniti, Kecamatan Siantan
Kab. Pontianak - Kalimantan Barat
Telp.: 0561 - 7093700



PENGKANG, kuliner khas dari Kalimantan Barat yang mirip seperti lemper, terbuat dari beras ketan dibentuk segitiga dan dibungkus daun pisang. Didalamnya ada ebi yang membuat aroma makanan ini menjadi lebih "merangsang". Cara memasaknya cukup unik, dua buah pengkang dijepit menggunakan kayu, kemudian dibakar di atas bara api. Rasa gurihnya membuat kita sulit untuk berhenti membuka lembar demi lembar daun pisang pelapis pengkang ini. Makanan ini bisa didapat di Pondok Pengkang, sekitar 30km dari Kota Pontianak, hanya sekitar 100m dari Pondok Grafitasi. Saya mampir ke tempat makan ini dalam perjalanan pulang saya dari Singkawang, mengulangi perjalanan saya 3 tahun lalu.


Paling pas pengkang ini dicocol dengan Sambal Kepah, sambal dengan bahan utama sejenis kerang yang banyak hidup dihutan mangrove dekat pantai. Pedes n manisnya passsssssssss. Paduan gurihnya ketan pengkang dengan legitnya pedas sambal kepah menjadikan makanan ini wajib hukumnya untuk dicoba oleh anda-anda yang akan atau tengah berkunjung di Pontianak.


Selain menu utama tersebut kita juga dapat menikmati aneka hidangan sea food. Salah satu pilihan kita adalah Kepiting Lada Hitam. Daging kepiting yang dahsyat dipadu dengan bumbu lada hitam yang, menurut saya, disini top banget. Rasa manis yang tersentuh dengan rasa pedas dari Lada Hitam paduannya dapat memanjakan indera pengecap kita.



Tim Ikan Senangin, ikan yang lembut dan tebal dagingnya ini ditim dengan bumbu jahe dan bawang putih yang kuat menjadikannya enak dan sehat luar dalam. Durinya yang bisa diabaikan membuat kenikmatan kita tidak terganggu ketika membongkar ikan ini. Selurupppp...


Buat sayurnya, kita pilih Cah Kailan, enak banget tapi sayang sayurannya hanya sedikit. Hanya menjadi "alas" piring yang kemudian dibanjur dengah kuah cah yang berisi daging sapi, jamur hitam, bawang bombay dan taburan bawang goreng.


Es Lidah Buaya, merupakan makanan penutup paling pas. Lidah buaya sendiri memang banyak diolah menjadi makanan di kota khatulistiwa ini, termasuk sebagai minuman yang segar. Sayangnya di Pondok Pengkang ini, minuman lidah buaya ini dipadu dengan sirup melon yang menurut saya sih rasanya kurang cocok. Coba pake sirup vanilli atau sirup jeruk nipis pasti makin edun rasa segarnya.


Yuk ah, nulis coretan dari Pondok pengkang ini bikin air liur tak henti berproduksi. Buat yang ke Pontianak sempetin deh mampir kesini, apalagi kalo yang mau ke Singkawang, itu sih wajib musti kudu nyicipin pengkang. Kalo mau dibuat oleh-oleh juga bisa koq, petugas akan dengan senang hati mengepaknya untuk kita bawa pulang. Kuat sampai 2 hari, kalo gak abis bisa masuk kulkas untuk kemudian dihangatkan kembali. Kapan ya bisa kesana lagi???
Reading Time:

Wednesday, November 18, 2009

Kuliner 111 - Pondok Grafitasi, Pontianak
November 18, 20091 Comments
Pondok Grafitasi
Jl. Raya Sungai Burung
Simpang Segedong - Kab. Pontianak
Telp: 0812 5691262


Makan seafood di pondok-pondok yang dibangun di atas sungai, suasananya emang dapet. Itu yang saya rasakan ketika diajak makan siang di Pondok Grafitasi dalam perjalanan saya menuju Singkawang dari Pontianak. Menu ikan, udang, cumi dan kepiting memang menjadi andalan di tempat makan ini, termasuk "appetizer" berupa pulut panggang plus sambal kepah. Ada dua nama ikan yang menarik perhatian saya dari daftar menu yaitu ikan senangin dan ikan ansam, ama ikan yang tidak pernah saya temui di daerah lainnya. Langsung saja saya pesan dua ikan itu dengan masakan yang berbeda juga. Ikan ansamnya saya minta dibakar. Yang hadir adalah Ikan Ansam Bakar dengan bumbu pedas tapi manis yang memiliki cita rasa aduhaiiiii.... Enak banged... Kelembutan dagingnya yang masih panas dengan bumbu bakarannya yang meresap, pedas dan legit bener-bener membuat makan siang saya pertama di provinsi yang dilalui garis khatulistiwa ini benar-benar sempurna.



Bagaimana dengan nasib ikan senangin? Atas saran orang setempat, ikan ini dikorbankan untuk dibumbuin Asam Pedas. Dan yang hadir adalah semangkuk besar ikan senangin dalam genangan kuah asam pedas. Aroma kuahnya sudah menggoda begitu Senangin Asam Pedas ini tersaji di meja. Rasanya? Hmmm, yummiii, seggeerrr banged. Panas dan pedasnya langsung membuat dahi kita berpeluh. Puasss rasanya menyantap Ikan Senangin Asam Pedas...


Ada dua pilihan udang di tempat ini, Udang Gala dan Udang Dogol. Udang Gala ukurannya besar dan berasal dari laut, sedangkan udang dogol diambil dari sungai. Kita pesan udang dogol, karena namanya terkesan unik. Untuk merasakan nikmatnya daging udang yang fresh, saya minta untuk direbus saja. Seporsi besar udang langsung hadir di meja saya. Dagingnya terasa ada semburat manis tanda kesegaran dari kumpulan udang ini, dicocol pake sambel, pas....


Nah, yang unik "appetizer"-nya nih, Pulut Panggang. Semacam lemper tapi dibakar n isinya bukan daging ayam tapi udang-udang kecil. Rasanya gurih n enak. Asal jangan kebanyakan aja makannya, ntar keburu kenyang hehehe.


Paling pas pulut panggang ini dicocol pake Sambal Kepah. Kepah ini serupa dengan kerang, yang kemudian dimasak sambal (sambal terasi?). Rasa gurih, manis dan pedas bersinergi dengan harmoni yang memberikan sensasi indah bagi indera pengecap kita. Wajib dicoba!!!

Saya sempat mengunjungi Kalimantan Barat di akhir tahun 2006, tapi belum "serius" untuk berwisata kuliner. Jadi kesempatan kedua ini tidak disia-siakan untuk menikmati kenikmatan kuliner provinsi yang berbatasan dengan Negeri Jiran ini. Apa yang pernah saya tulis di awal pembuatan blog ini akan saya lengkapi pada kesempatan kunjungan kedua ini. Silakan menikmati.....

Reading Time:

Tuesday, November 17, 2009

Kuliner 110 - Ratu Bandeng, Merauke
November 17, 2009 3 Comments
Warung Makan "RATU BANDENG"
Jl. Raya Mandala, Muli
(samping BRI Cab. Mandala)
Merauke


Cari tempat kuliner lagi di Merauke, teman saya menyarankan untuk singgah di salah satu warung makan favoritnya, "RATU BANDENG". Seafood menjadi menu andalannya, saya langsung memilih tiga jenis makanan laut: Ikan bakar, cumi bakar dan udang bakar...

Ikan yang saya pilih adalah kakap merah. Ikan yang ukurannya besar ini tampak mengundang ketika kita memilih jajaran ikan yang disediakan. Walau cukup lama menunggu makanan dimasak, tapi kehadiran santapan ikan bakar di meja sangat sebanding dengan waktu yang terbuang. Kesegaran ikan ini terasa ketika kita mengambil sepotong dagingnya, lembut dan gurih. Harga untuk ikan ini 80 ribu rupiah, mahal? Mungkin ya, kalo dimakan sendiri, tapi besarnya ikan ini cukup untuk bersantap 4-5 orang.



Udang Bakar, merupakan rekomendasi dari teman saya. Udang di sini tidak dibudidayakan, semua orang bisa "memanen" udang yang berlimpah di ujung timur Indonesia. Dan kalau mau mengetes kesegaran udang katanya akan ada rasa semu manis ketika kita gigit dagingnya. Udang Bakar di Ratu Bandeng ini emang layak dapat acungan jempol: besar, legit, gurih dsb dst. Harga: Rp. 70.000/porsi (isi sekitar 20 ekor)


Cumi Bakar juga sayang untuk dilewatkan begitu saja. Lagi-lagi kesegaran dagingnya sangat menonjol jika dibandingkan kalau kita menikmati hidangan serupa di Jakarta atau bandung. Dagingnya yang putih dan kenyal memang menjadi ciri khas yang bisa kita nikmati dari daging cumi ini.

Oh ya, kalau mau bawa oleh-oleh dari Merauke, banyak pilihan makanan yang unik. Yang paling banyak dicari adalah Terasi. Konon terasi dari merauke beda karena dibuat dari udang segar, bukan dari udang busuk sebagaimana banyak terasi dibuat di pulau Jawa.
Ada juga Dendeng Rusa, ya, dendeng dari daging rusa yang sulit ditemui di tempat lain di Indonesia.
Saya juga dapet bungkusan Asin Ikan Gabus, ikan gabus di sini besar-besar dan kalau lagi masanya sangat berlimpah sampai tidak sempat dipanen. Daging ikan asinnya yahuddd.
Nah, ada yang baru sekarang, Baso Daging Rusa dan Daging Sapi, dijamin segar dan tanpa bahan pengawet ataupun boraks.

Jadi mari kita ke Merauke untuk menikmati kesegaran udara ujung Timur Indonesia ini...
Reading Time:

Sunday, November 15, 2009

Kuliner 109 - Pondok Bambu, Merauke
November 15, 2009 5 Comments
Pondok Bambu
Merauke


Makanan laut menjadi menu kuliner utama di Kota Merauke. Berbagai jenis ikan dan udang sangat mudah diperoleh warga setempat tanpa harus membudidayakannya. Hari pertama saya berkunjung ke perbatasan timur Indonesia ini saya diajak untuk bersantap di Pondok Bambu, salah satu restoran yang berada di dekat masjid raya. Salah satu yang langsung menggoda indera pengecap saya dari daftar menu adalah Udang Bakar Madu. Udang laut yang besar yang ditusuk kemudian dibakar dengan bumbu madu, hmmm so yummi... Dagingnya lembut, terasa benar fresh-nya, ditimpali dengan bumbu madu yang manis-manis pedas. seluruuppp. Harga: Rp. 33.000/porsi


Ikan bakarnya juga gak kalah menggodanya. Pilihan gurame bakarnya gak salah. Daging yang tebal ditimpali dengan bumbu kecap emang paling pas buat makan siang.


Aneka juice tersedia untuk pilihan minumnya. Juice sirsak salah satunya: kental, segar, manis dan mantap. Jadi kalo ke merauke, boleh deh dicoba rumah makan yang satu ini. Nuansa bambu memang dikedepankan sesuai namanya: Pondok Bambu.

Reading Time:

Saturday, October 31, 2009

Kuliner 108 - Tahu Pojok, Magelang
October 31, 2009 13 Comments
TAHU POJOK
Jl. Tentara Pelajar Kios No. 14
Magelang


Dari Jogja saya maen dulu ke Magelang, yang berjarak sekitar 40km. Salah satu tempat kuliner di Magelang yang saya kunjungi adalah Tahu Pojok, tempat makan yang sudah saya denger sejak di bangku kuliah. Apa sih Tahu Pojok? Kuliner khas magelang ini hampir mirip dengan Kupat tahu kalo di Bandung, tapi bumbunya cair dengan citarasa asam-asam manis. Selain itu taburan kol, bawang daun dan bawang goreng menghiasi "keindahan" rasa makanan yang satu ini. Uniknya lagi tahu yang digunakan sangat lembut, hampir mirip tahu sutra. Rasanya? gak usah ditanya deh......


Paling pas makan tahu pojok ini ditemani dengan gorengan, salah satu pilihannya adalah gorengan udang yaitu udang yang ditusuk seperti sate kemudian digoreng dengan tepung. Selain itu berbagai jenis kerupuk tersedia di toples-toples kaca, mulai dari kerupuk aci, keripik melinjo (emping), keripik tempe, gendar dan sebagainya.



Minumnya cobain es dawet, atau di jawa barat sering disebut cendol. Minuman berbahan dasar tepung beras yang dipadu dengan santan dan gula merah ini emang paling pas buat diseruput di siang/sore hari. Warna merah muda dan hijau dari dawet ini juga menambah "aroma" kecantikan dari minuman ini. Seluruppppppppp....


Kalo ke Magelang, cobain deh meluangkan waktu ke Tahu Pojok ini. Gak kan nyesel... Di Jakarta saya pernah menemukan kupat tahu khas magelang ini di beberapa tempat seperti di fatmawati, bintaro dan serpong, tapi tetap tidak bisa mengalahkan "asli"nya. Terutama suasana bersahaja yang menenangkan begitu kita masuk ke tempat makan ini dan disambut dengan ibu-ibu berpakaian tradisional jawa. Memang ruarrr biasaaa keindahan pusaka kuliner Indonesia...
Reading Time:

Sunday, October 18, 2009

Kuliner 107 - Pondok Cabe, Jogja
October 18, 2009 4 Comments
Pondok Cabe
Jl. C Simanjuntak No. 41 B - Jogja
Telp: (0274) 551 445 - 0813 9292 2121


Nyari tempat makan murah di jogja sebenernya mudah, apalagi kota ini terkenal dengan sebuatan "Kota Pelajar" dimana pangsa pasar terbesar tentunya adalah para pelajar dan mahasiswa yang kantongnya pas-pasan. Saya diajak makan di tempat yang katanya sering dijadiin tempat nongkrong mahasiswa, karena murah pastinya, tempatnya yang luas, nyaman dan menyediakan free hotspot buat pengunjung. Nama tempatnya: Pondok Cabe. Sesuai dengan namanya, speciality dari rumah makan ini adalah Sambal tentunya, ada 15 sambal yang tersaji di daftar menu. Apa saja?


Sambal bawang, Sambal Mercon, Sambal Bajak, Sambal TePe, Sambal Dadak, Sambal Terasi Goreng, Sambal Gunung, Sambal Hitam Manis, Sambal Penyetan, Sambal Iwak, Sambal Tempe, Sambal Brambang, Sambal Tomat, Sambal Lombok Ijo dan Sambal Mangga (Musiman). Semua itu dijajakan hanya dengan harga 1500-2000 perak aja per sambalnya. Kami mencoba sambal iwak, sambal terasi goreng dan sambal hitam manis. Sambal iwak (ikan dalam bahasa Jawa) adalah sambal yang berbahan dasar ikan wader dengan cabe dan bumbu-bumbu lainnya, rasanya seperti ikan asin pedas, tapi memberikan cita rasa pedas yang lumayan dahsyat. Sambel terasi goreng seperti pada umumnya terbuat dari cabai terasi dan tomat dengan aroma terasi yang lebih soft. Sambal Hitam Manis adalah sambal kecap manis yang tentunya diberi potongan cabe rawit dan bawang merah. Yang jelas semua sambal di Pondok Cabe ini ditujukan buat para pencinta pedas.


Untuk lauk utamanya saya pilih Garang Asem Ayam, makanan favorit sepanjang masa :) Ayam yang diberi kuah santan, dibungkus dengan daun pisang dan dikukus, jadi seperti pepes tapi berkuah. Potongan cabe rawit merah dan tomat tampak memeriahkan menu ini. Plus rasa asam yang muncul dari belimbing wuluh menegaskan kesegaran masakan khas Jawa Tengah ini. Harga: Rp. 5.500,-

Sayurannya saya pilih oseng kangkung. Kangkung segar yang dioseng dengan bawang putih dan cabe merah ini emang paling pas buat makan siang. Belum lagi aroma ebi yang kuat menyeruak dari sela-sela daun kangkung membuat rasa oseng kangkung ini nendang. Harga: Rp. 3.000,-

Es Beras Kencur, selalu jadi pilihan saya kalo ada di Rumah Makan yang menyajikan sajian khas Jawa. Selain segar dan nikmat, konon minuman ini juga punya khasiat untuk menghilangkan penat serta pegal-pegal ditubuh, juga untuk mengingkatkan nafsu makan. Harga: Rp. 2.500,-

Juice The Gun, pistol di jus??? hehehe, The Gun merupakan pelesetan dari Degan alias Kelapa Muda dalam bahasa Jawa. Kalo biasanya kelapa muda hanya diserut biasa, di Pondok Cabe kita bisa meminta degan ini di juice. Rasanya sueegggeeerrrr... TOP BGT lah pokoknya. Harga: Rp. 4.500,-


Sebenernya masih banyak makanan dan minuman yang tersedia di tempat ini, misalnya: empal gepuk, pepes udang, botok teri, wader goreng, lele penyet, mendoan, sayur asem dan lain sebagainya. Sedangkan minuman ada Es Cendol "PC", teh poci, jeruk nipis, jahe gepuk, kunyit asem, milo, teh tarik, aneka juice dan lain-lain. Dan luar biasanya dari tempat ini, tertulis dengan jelas, Nasi Putihnya free flow alias nambah sepuasnya, cukup bayar 2000/orang, boleh makan nasi sebakul... tapi tentunya hanya untuk makan di tempat. Gak heran kan kenapa mahasiswa pada tumplek disini. Jadi buat yang lagi berwisata kuliner di jogja boleh mampir ke Pondok Cabe dan "Rasakan Sensasi Pedasnya"....

Kuliner Jogja lainnya:

Reading Time:

Thursday, October 15, 2009

Kuliner 106 - Bakmi & Nasi Goreng "Pak Pele", Jogja
October 15, 2009 2 Comments
Bakmi & Nasi Goreng "Pak Pele"
Alun-Alun Utara (Timur Pagelaran Kraton)
Pelataran SD Keputran - Yogyakarta



Selain Gudeg, kuliner yang banyak diburu orang dari Jogja adalah Bakmi. Penjaja bakmi, banyak bertebaran di seluruh penjuru kota. Nah, di pinggir alun-alun kraton pada malam hari kita bisa menemukan tenda yang selalu ramai dikunjungi penikmat kuliner ini, namanya Pak Pele. Berbagai olahan bakmi dan nasi goreng tersedia di tempat ini. Untuk mienya sendiri kita bisa memilih untuk digoreng atau digodhog (rebus), juga bisa memilih menggunakan mie kuning, mie putih atau campuran keduanya. Sama seperti Bakmi Jombor, rahasia utama kenikmatan sajian ini adalah penggunaan arang untuk memasak. Gak tau kenapa, setiap tempat makan yang memasaknya make arang saya gak pernah kecewa. Mungkin karena tingkat panasnya yang pas membuat olahan makanan pun menjadi pas, hal yang tidak bisa ditandingi oleh kompor gas.


Kalau ingin menyantap nasi, nasi goreng di tempat ini tidak kalah dahsyatnya. Atau mungkin mau mencoba Magelangan? Hampir sama dengan nasi goreng, tapi magelangan ini menggunakan juga mie sebagai bahan pokoknya, pokoknya dicampur gitu lah. Jangan tanya soal rasa, tidak hanya sekedar pengisi perut di malam hari, nasi goreng dan magelangan ini memberikan cita rasa yang sangat berbeda dengan nasi goreng yang sering kita santap di Jakarta atau Bandung.


Buat minumnya, cobain yang "beda". Ada Es Tape, tape hijau yang diseduh dengan air dan gula kemudian diberi es batu, sueeeegggeerrrr. Rasanya kecut-kecut tapi manis gimanaaa gitu. Atau mau jahe panas? Jahe yang digeprek dan diseduh dengan air panas dan gula jawa ini emang mantep banget. Sangat pas buat yang lagi gak enak tenggorokan atau terkena flu, langsung badan terasa panas dan segar kembali.

Gak usah ragu, segera meluncur ke alun-alun jogja dan cari tenda yang ramai dan ada lesehannya juga. Kalo gak ketemu tanya orang-orang atau tukang becak dimana lokasi tepatnya Bakmi "Pak Pele", dijamin pada tahu :))

Kuliner Jogja lainnya:


Reading Time:

Friday, October 9, 2009

Kuliner 105 - Gudeg Bu Lies, Jogja
October 09, 20091 Comments
Gudeg Wijilan "BU LIES"
Jl. Wijilan 5, Jogja
Telp: (0274) 450164 - 7114670


Jogja memang dikenal sebagai kota gudeg, tapi ada satu kawasan yang memaklumatkan diri sebagai Sentra Gudeg-nya Jogja, yaitu di Jl. Wijilan. Pada suatu malam saya beserta rombongan dinas berkesempatan buat mengunjungi tempat ini, berjejer tempat-tempat makan yang menjual makanan seragam GUDEG. Kami memilih salah satu tempat yang kayaknya paling luas, tertulis di depan "Gudeg Bu Lies"


Suasana "Jawa" langsung menyergap begitu kita duduk, pilihan lesehan atau pake bangku tersedia. Daftar menu pun langsung "dihidangkan" termasuk menu buat yang mau bawa pulang (besek or kendil). Untuk santap di tempat tersedia aneka pilihan dengan "toping" utama: Gudeg + Krecek. Sampingannya bisa kita pilih sendiri seperti tahu, telur, aneka bagian ayam (paha atas, paha bawah, paha sambung, dada sayap, kepala dan ati ampela). Buat jelasnya klik gambar menu di atas. Saya sih pilih paha atas (seperti biasa) sama kepala (buat digerogotin). Walaupun menurut saya tidak sedahsyat Gudeg Yu Djum, gudeg Bu Lies ini tetap menyimpan cita rasa yang kaya dari kuliner khas Yogya ini. Legitnya sang gudeg plus pedas-pedas manisnya si krecek berpadu harmonis dengan lezatnya daging ayam dengan bumbu yang meresap sampai ke tulang. Walau agak sayang, dagingnya sedikit alot. Satu porsi nasi gudeg ini bisa kita nikmati dengan harga mulai 7000rupiah (Gudeg krecek tahu) sampai 30rb rupiah (Komplit spesial: Ayam, Telur, Ati Ampela). Seluruppp....


Buat minumnya tentunya paling cocok dengan Teh Poci. Teh tubruk panas yang disajikan dalam poci dan gelas kecil dari tanah liat ini emang paling pass, apalagi ditimpali dengan gula batu yang khas. Kenapa ya teh poci ini punya cita rasa dan aroma berbeda dengan teh yang disajikan dalam gelas biasa???


Jadi yang lagi di Jogja, boleh-boleh deh mampir di Sentra Gudeg-nya kota ini. Lokasinya gak jauh dari Alun-Alun Keraton koq. Dan buat yang pengen membagi kenikmatan gudeg sama orang di rumah silakan pesan dalam kemasan besek atau kendil.

Kuliner Jogja lainnya:
Bakmi Jombor
Gudeg Yu Djum
Reading Time:

@way2themes