Skip to main content

Kuliner 70 - The KiosK, Bandung


The KiosK Food Market
Jl Ir. H. Djuanda (Dago) No 48 Bandung

Telp (022) 4265123


Bandung terkenal dengan kota kuliner, sehingga banyak orang yang menyengajakan diri untuk khusus berwisata kuliner di kota Bandung. Saya baru saja nemu satu tempat yang membuat kita gak usah cape-cape berkeliling Bandung untuk mencari kuliner kesohor kota ini, karena di sini tersaji berbagai tempat makan yang cukup me-"legenda" di Bandung. Sebut saja Sate Kambing HADORI, Baso Malang CIPAGANTI, Mie Kocok KEBON JUKUT, Pempek RAMA dan lain sebagainya. Mengambil konsep seperti Pujasera (food court), nama tempatnya adalah KiosK, berlokasi di Dago no. 48, tepat di lt.2-nya Pizza Hut Dago, seberang Plaza Dago.

Ini beberapa makanan yang sempat saya cicipi:


Iga Bakar Si Jangkung, Cipaganti. Membayangkan iga bakar saja, liur sudah menetes :) Iga bakar ini dibakar langsung di tempat makan yang terbuat dari tanah liat (Nama kerennya clay pot kali ya? apa beda?) dan langsung disajikan panas-panas di meja kita. Tempat makan ini juga dapat menahan panas seperti hot plate. Tersedia dua jenis iga bakar yaitu iga bakar kambing dan iga bakar sapi. Yang saya rasakan ketika gigitan pertama adalah cita rasa pedas yang mencolok dari merica dan cabe rawit ditimpali dengan rasa manis yang benar-benar memanjakan indera perasa kita. Uenak banget... t-o-p-b-g-t... Seporsi kayanya kurang... Harga: Rp. 17.000 per porsi tanpa nasi.


Bubur Capitol Cab. Kasmin. Bubur ayam khas bandung, dengan bubur yang agak encer ditimpali dengan berbagai pelengkapnya seperti suwiran ayam, ati ampela, telur rebus, kacang kedele, bawang goreng, kerupuk dan emping. Gurih, dengan porsi yang cukup mengenyangkan dan menghangatkan perut kita... Harga: Rp. 15.000 (bubur ayam lengkap)

Untuk dessertnya saya sengaja memilih dua jenis: panas dan dingin..

Es Timun Suri, persembahan dari Es Campur Sadewa. Kita bisa memilih pake jeruk atau susu. Potongan timun suri yang di timpa dengan es serut dan dibanjur dengan susu kental manis. Rasanya, nyegerin pollll. Ternyata timun suri bisa dibuat sesegar ini ya... Harus dicoba... Harga: Rp. 8.000,-

Ronde Jahe Alkateri, dessert panas yang saya pilih untuk melawan dinginnya udara malam kota Bandung. Wedang jahe yang dikasih ronde (Bola-bola dari tepung ketan) ini memang paling pas. Bola-bola yang besar berisi kacang manis sedangkan yang kecil polos. Hangatnya instan dan bisa mengembalikan vitalitas tubuh yang sudah kecapen setelah seharian beraktivitas :)) Harga: Rp. 9.000,-

Harga-harga diatas sudah net, tanpa pajak loh. Cukup terjangkau kan? Masih banyak "jajanan" di tempat ini yang harus dicoba. Jadi nantikan The KiosK Jilid II... (dengan catatan kalo sempat mampir lagi kesana hehehe)

Comments

  1. pernah cobain sate di belakang LAN (deket gedung sate). cobain deh.. kios biasa sih, buka pagi sampe siang. trus review makanan di punclut dong... ada yang buka 24 jam 7 hari seminggudepan tower RRI

    ReplyDelete
  2. Wah, belum pernah tuh... Kalo punclut emang gak pernah kesana euy, jadi gak tau disana adap apa aja :) mudah-mudahan ada kesempatan kesana deh...

    ReplyDelete
  3. pernah nyobain yamin aja di sini..ga ngeh kalo aja iga bakar si jangkungnya :p
    tempat makannya karyawan-karyawan sekitar dago nih..kl siang ruame ya mas..

    ReplyDelete
  4. Tambahin dong 1 oleh oleh dan jajanan bandung di luar kartika sari / batagor riri namanya martabak bolu yang bisa pesan online di http://martabakbolu.com

    ReplyDelete
  5. No, masa sih enak makan disitu? :)

    ReplyDelete
  6. @tony: gw sih suka, banyak pilihan dan banyak pemandangan :) Ada juga stand2 yg kurang enak emang, tp gak sedikit yg enak jg sih.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Kuliner Jakarta - Soto H. Husen

Wisata Kuliner Indonesia #405
Kuliner Jakarta
Soto Betawi H. Husen
Jl. Padang Panjang No. 6C, Manggarai - Jakarta
Telp: 021 83706476


Jalan Padang Panjang di kawasan Manggarai bukanlah jalan yang besar, ukurannya hanya cukup untuk sekitar dua mobil dan jalannya satu arah. Tetapi parkiran di pinggir jalan tersebut sangatlah ramai, terutama menjelang makan siang. Salah satu "biang kerok"-nya adalah adanya kedai Soto Betawi H. Husen di sisi kanan jalan yang merupakan salah satu kuliner legenda di kota Jakarta. Sejak dibuka sekitar pukul setengah delapan pagi, silih berganti para penggemar soto betawi racikan H. Husen ini memadati kedai yang tidak terlalu besar ini, baik untuk dimakan di tempat ataupun dibungkus. Tak heran, ketika masuk jam makan siang, sulit menemukan tempat duduk di sini dan sudah banyak potongan daging atau jerohan yang sudah habis. Bahkan ketika saya bertandang ke sana, pukul 12.50 siang kedai ini sudah menolak pesanan yang datang karena sudah habis! Sebenarn…

7 Kuliner Khas yang Halal di Kawasan Pecinan - Bogor

Wisata Kuliner Indonesia #393
Kuliner Bogor
Jl. Suryakencana - Gg Aut Bogor

Selama perayaan tahun baru Imlek ini, sampai 15 hari ke depan, ada satu ruas jalan di Bogor yang menjadi pusat perhatian. Kenapa? Karena kawasan ini terkenal sebagai salah satu daerah pecinan di kota Bogor, termasuk menjadi salah satu lokasi pusat perayaan Cap Go Meh yang akan diadakan pada tanggal 22 Februari 2016 nanti. Ruas jalan itu adalah Jalan Suryakencana, dimana di salah satu sudutnya terdapat kelenteng tertua di kota Bogor yaitu Kelenteng Hok Tek Bio yang juga menjadi pusat perayaan imlek di kota hujan ini. Tidak hanya itu, Jl Suryakencana juga dikenal sebagai salah satu pusat kuliner tradisional. Membentang sepanjang kurang lebih 1 kilometer mulai dari kawasan Pasar Bogor sampai Perempatan Gang Aut/Jl Roda, beberapa kuliner khas kota hujan hadir di tempat ini. Tentunya ada beberapa kuliner yang non-halal bagi kaum muslim, tapi tetap mayoritas menyajikan kuliner yang halal. Kita akan melihat satu sudut …

Kuliner Bekasi - Sop Janda Ibu Darmi

Wisata Kuliner Indonesia #402
Kuliner Bekasi
Sop Janda Ibu Darmi
Kp. Rawa Julang Ds. Ganda Mekar (Kawasan MM2100)
Cikarang Barat - Bekasi
Telepon: 081318519079

Nama Sop Janda cukup terkenal khususnya di kawasan Bekasi, banyak penjaja yang menggunakan nama ini sebagai "merk" dagangnya. Tapi siapakah pencetus nama ini yang pertama? Ditengarai adalah seorang Ibu Darmi yang menggunakan nama Sop Janda untuk pertama kalinya di tahun 1997. Ibu muda, yang juga sering disebut mpok Darmi, ini memanglah berstatus janda ketika membuka usaha kuliner ini. Tak dinyana, nama Sop Janda yang dia sematkan sebagai nama usahanya ini justru menggelitik dan membangkitkan rasa penasaran banyak orang sehingga usahanya maju dengan pesat. Tapi tentu bukan hanya namanya yang menarik, yang membuat Sop Janda ini ramai, hidangan yang disajikan juga memikat lidah para pelanggannya. Sop Janda adalah sop iga / tulang iga dengan dua keunggulan: daging iga yang lembut dan berlimpah serta kuah kaldu yang gurih dan s…