Kuliner 51 - Kelapa Muda, Pantai Panjang Bengkulu

Pantai Panjang, Bengkulu, sebenarnya salah satu pantai terindah yang saya kunjungi. Ada beberapa alasan, pertama : bulir pasirnya sangat halus, jika kita berjalan bertelanjang kaki, pasirnya tidak akan mengotori kaki kita, begitu nyaman. Alasan Kedua, ombak yang sangat bersahabat, tidak terlalu besar tapi juga tidak terlalu kecil, hampir sama dengan Kuta lah. Ketiga, garis pantai yang panjang, sesuai dengan namanya Pantai Panjang. Hanya sayang pantai ini kurang dikelola kurang baik sehingga ada beberapa nilai minus: Pertama kotor, baik oleh sampah maupun oleh tumbuhan-tumbuhan liar. Kedua, Penjaja makanan sepanjang pantai yang tidak dikelola profesional sehingga terkesan berantakan dan tidak teratur. Ketiga: tidak tersedianya penjaga pantai, sehingga pengunjung dilarang untuk berenang di pantai ini. Salah satu potensi wisata yang terkesan terabaikan. Padahal dengan polesan sedikit, saya yakin Bengkulu bisa menjadi obyek wisata pantai alternatif selain Kuta, Parangtritis, Pangandaran, Gili Terawangan dan lainnya.


Menikmati udara di pantai sore hari setelah aktivitas melelahkan sepanjang hari cukup menyegarkan. Cukup menyeberang jalan dari Hotel Raffles yang saya tinggali, kita dapat langsung menginjakkan kaki di pasir pantai. Di Pantai Panjang, sembari kita menikmati angin laut akan lebih afdol jika ditemani sebutir Kelapa Muda yang airnya dapat memanjakan tenggorokan kita. Apalagi air kelapa muda ini diberi beberapa butir es batu yang dapat juga mendinginkan hati kita. Hehehe....

Sebagai temannya paling pas adalah Jagung Bakar. Rasa Manis Pedas yang membalut jagung muda yang sudah manis ini benar-benar pas untuk kudapan sore hari di pinggir pantai. Tapi harus sedikit bersabar, untuk mendapatkan jagung bakar ini paling tidak kita harus menunggu sekitar 15 menit sebelum dapat tersaji di meja kita. Sebutir kelapa muda dan jagung bakar ini bisa kita nikmati dengan Rp. 10.500,-

Ada juga kuliner yang cocok di sore hari yang ditawarkan penjaja makanan di pantai panjang, Bakso Solo. Kenapa disebut Bakso Solo, karena sang penjual bakso ini ternyata orang Solo. Rasa basonya sebenernya biasa banget, lebih layak disebut cimol, karena isinya aci doang sama satu butir telur rebus. Kuahnya gelap penuh dengan kecap dan saos tomat... tapi karena dimakan di sore hari pas lagi laper-lapernya rasanya seolah luar biasa. Harganya 7000 perak.

Jika diolah dengan baik, tentunya Pantai Panjang ini akan menjadi tujuan wisata yang sangat menarik dari Bumi Rafflesia ini. Kita tunggu saja, mudah-mudahan event Festival Pantai Rafflesia yang akan diselenggarakan di pantai ini bulan September 2008 menjadi batu loncatan perbaikan pariwisata di Bengkulu.... Semoga...

Comments