May 2008 - Wisata Kuliner Indonesia

Thursday, May 15, 2008

Kuliner 52 - Rumah Makan Keluarga, Solok
May 15, 20080 Comments


RM. Keluarga Solok
Jl. Tembok Raya No. 127
No. Telp. : 0755 20138


Kota Solok menjadi tujuan perjalananku selanjutnya. Sampai Bandara International Minangkabau (BIM) saya masih harus melanjutkan perjalanan darat kurang lebih selama 2 jam untuk tiba di kota ini. Hotel di kota ini masih terbatas, salah satu hotel yang agak “representatif” adalah hotel Taufina. Ratenya….. hanya Rp. 170.000,- per malam, sudah termasuk pajak. Murah kan…

Makan siang pertama di kota ini saya langsung salah satu rumah makan yang agak jauh dari pusat kota tetapi cukup ramai dikunjungi pengunjung, namanya RM Keluarga, berlokasi di Jl. Tembok Raya 127. Serupa dengan RM lainnya di propinsi Sumatera Barat ini, RM Keluarga ini juga menyajikan sajian khas tanah minang, atau kalo kita dipulau Jawa menamakan RM seperti ini dengan sebutan RM Padang. Tapi ada menu yang cukup unik dari piring-piring yang tersaji di meja kami, salah satunya ada Burung Goreng.
Burung berukuran mini ini katanya ternyata adalah Burung Puyuh. Walaupun tidak memberikan sajian daging yang melimpah, tapi kerenyahan daging burung ini memang bisa diacungi jempol, karena dimasak dengan digoreng kering sehingga bumbunya meresap sampai ke tulang-tulangnya.

Selain Burung Goreng, ada satu lagi menu yang menarik perhatian karena tidak pernah saya temui di RM Padang manapun yang pernah saya kunjungi, yaitu Gulai Telur Ikan. Yaaa, telur ikan yang mirip pasir bergumpal tersebut ternyata bisa juga digulai dan terpisahkan dengan induknya. Rasanya menurut saya biasa saja sih, mungkin karena bumbunya pun tidak terlalu istimewa, tapi setidaknya ini menjadi pengalaman kuliner yang cukup menarik untuk dikenang.


Untuk minumnya, seperti biasa di tempat makan di tanah Sumatera ini, saya senang memesan Juice Timun. Timun, yang konon salah satu buah yang mampu menekan angka kolestrol, memang sangat segar jika dibuat juice. Perbedaannya di RM Keluarga ini, timun yang di juice tidak diblender tetapi seperti diparut baru kemudian diberi gula, sehigga jika kita meminumnya selain mendapat kesegaran, kita juga menemukan sensasi parutan buah timun yang nyakres. Kres… Kres…..
Reading Time:

Wednesday, May 14, 2008

Kuliner 51 - Kelapa Muda, Pantai Panjang Bengkulu
May 14, 20080 Comments
Pantai Panjang, Bengkulu, sebenarnya salah satu pantai terindah yang saya kunjungi. Ada beberapa alasan, pertama : bulir pasirnya sangat halus, jika kita berjalan bertelanjang kaki, pasirnya tidak akan mengotori kaki kita, begitu nyaman. Alasan Kedua, ombak yang sangat bersahabat, tidak terlalu besar tapi juga tidak terlalu kecil, hampir sama dengan Kuta lah. Ketiga, garis pantai yang panjang, sesuai dengan namanya Pantai Panjang. Hanya sayang pantai ini kurang dikelola kurang baik sehingga ada beberapa nilai minus: Pertama kotor, baik oleh sampah maupun oleh tumbuhan-tumbuhan liar. Kedua, Penjaja makanan sepanjang pantai yang tidak dikelola profesional sehingga terkesan berantakan dan tidak teratur. Ketiga: tidak tersedianya penjaga pantai, sehingga pengunjung dilarang untuk berenang di pantai ini. Salah satu potensi wisata yang terkesan terabaikan. Padahal dengan polesan sedikit, saya yakin Bengkulu bisa menjadi obyek wisata pantai alternatif selain Kuta, Parangtritis, Pangandaran, Gili Terawangan dan lainnya.


Menikmati udara di pantai sore hari setelah aktivitas melelahkan sepanjang hari cukup menyegarkan. Cukup menyeberang jalan dari Hotel Raffles yang saya tinggali, kita dapat langsung menginjakkan kaki di pasir pantai. Di Pantai Panjang, sembari kita menikmati angin laut akan lebih afdol jika ditemani sebutir Kelapa Muda yang airnya dapat memanjakan tenggorokan kita. Apalagi air kelapa muda ini diberi beberapa butir es batu yang dapat juga mendinginkan hati kita. Hehehe....

Sebagai temannya paling pas adalah Jagung Bakar. Rasa Manis Pedas yang membalut jagung muda yang sudah manis ini benar-benar pas untuk kudapan sore hari di pinggir pantai. Tapi harus sedikit bersabar, untuk mendapatkan jagung bakar ini paling tidak kita harus menunggu sekitar 15 menit sebelum dapat tersaji di meja kita. Sebutir kelapa muda dan jagung bakar ini bisa kita nikmati dengan Rp. 10.500,-

Ada juga kuliner yang cocok di sore hari yang ditawarkan penjaja makanan di pantai panjang, Bakso Solo. Kenapa disebut Bakso Solo, karena sang penjual bakso ini ternyata orang Solo. Rasa basonya sebenernya biasa banget, lebih layak disebut cimol, karena isinya aci doang sama satu butir telur rebus. Kuahnya gelap penuh dengan kecap dan saos tomat... tapi karena dimakan di sore hari pas lagi laper-lapernya rasanya seolah luar biasa. Harganya 7000 perak.

Jika diolah dengan baik, tentunya Pantai Panjang ini akan menjadi tujuan wisata yang sangat menarik dari Bumi Rafflesia ini. Kita tunggu saja, mudah-mudahan event Festival Pantai Rafflesia yang akan diselenggarakan di pantai ini bulan September 2008 menjadi batu loncatan perbaikan pariwisata di Bengkulu.... Semoga...

Reading Time:

Saturday, May 10, 2008

Kuliner 50 - RM Sari Segara, Bengkulu
May 10, 2008 2 Comments

RM Sari Segara
Jl. Mayjen Sutoyo No.21 Bengkulu
Telp : 0736-345004


Senin, 5 Mei 2008, ini adalah kali pertama saya menginjakkan kaki ke Kota Bengkulu, Kota yang konon memiliki salah satu pantai yang indah di Indonesia. Sebelum berangkat, sempat sedikit mencari-cari informasi kuliner yang khas dari Kota ini, tapi ternyata sangat sulit mendapatkannya. Akhirnya saya terbang tanpa bekal informasi kuliner sedikitpun. Menginap di Raffles Hotel (**) yang terletak di pinggir pantai, saya baru berburu makanan di Bengkulu di malam kedua. Setelah sedikit berputar-putar, serasa tour city, akhirnya saya melabuhkan mobil di RM. Sari Segara di Jl. Mayjen Sutoyo. Rumah makan yang menyediakan makanan seafood, ayam dan bebek.


Tertarik dengan makanan yang tersaji di meja sebelah, segera saya mengorder makanan serupa… Kepiting Asam Manis, makanan favorit sepanjang masa. Menunggu sekitar 15 menit, tersajilah di meja sepiring kepiting yang mengalirkan keharuman bumbu asam manis. Tidak usah menunggu lama, langsung saya sambar sepotong kaki kepiting yang paling dekat dengan jangkauan. Ketika bumbunya menempel di lidah, langsung saya terhenyak, ueenaakkk tenannn bosss….. Jarang saya menemukan bumbu yang enak di daerah, usut punya usut ternyata yang punya dan yang masak adalah orang Solo. Rasa Manis yang gak mblenger berpadu dengan sedikit rasa asam, menciptakan aroma yang pas. Walaupun rasa pedasnya kurang terasa tapi anehnya bumbu kepiting ini tidak ngebuat enek… Dua jempol deh buat sajian yang bisa ditebus dengan harga hanya 35ribu perak satu porsinya ini.


Penasaran untuk mencoba menu lainnya, saya juga memesan Gurame Saus Tiram. Hmmmm, gurame goreng dengan dagingnya yang lembut ini begitu memanjakan indera pengecap kita dengan guyuran saus tiramnya. Masih dibalut rasa manis, tetapi kali ini aroma saus tiramnya cukup mengena. Sekali lagi acungan dua jempol buat menu yang cukup ditebus dengan uang 25ribu rupiah satu ekornya ini.

Untuk minumnya saya memilih salah satu minuman favorit saya, Teh Susu. Minuman yang dibandrol seharga 6000 perak ini memang sangat menyegarkan, sayangnya susu kental manis yang digunakan terlalu banyak sehingga terkesan giung (terlalu manis). Tapi itu tidak masalah karena bisa ditambah dengan air, malah porsinya jadi lebih banyak, bener gak? :))

Oh ya... Di Jl. Jend Sudirman, Bengkulu juga ada rumah makan dengan nama yang mirip RM Sari Segoro (pake "o" gak pake "a"). Nah saya gak tau mana yang lebih enak dari dua rumah makan "bersaudara" ini. Jadi silakan saja di test kalo anda lagi ada di Bengkulu...

Reading Time:

@way2themes