February 2008 - Wisata Kuliner Indonesia

Thursday, February 14, 2008

Kuliner 46 - Nasi Mawut mbah Manto, Bogor
February 14, 2008 6 Comments
Apa sih bedanya Mie Kediri dan Mie Jogja? Nah, di Jl. Pajajaran Bogor, kita dapat menemukan dua tempat makan dengan lokasi yang cukup berdekatan yang sama-sama ramai dikunjungi para penikmat makanan. Yang satu adalah Mie Jogja Pak Karso dan satu lagi adalah Mie/Nasi Goreng asli Kediri Mbah Manto. Coretan kali ini akan lebih menyoroti tempat makan yang kedua, mbah MANTO, next time mungkin akan saya tambahkan coretan dari Pak Karso.


Bertempat dipujasera, dimana terdapat juga Martabak Air Mancur yang cukup legendaris, billboard mBah Manto ini memang cukup eye catching. Dari menu yang disodorkan, kita bisa memilih beragam makanan yang cukup unik. Selain Nasi Goreng, Mie Goreng, dan Mie Kuah, kita juga bisa memesan hidangan lainnya seperti Nasi Mawut, Sup Ayam Kediri, Krengsengan Ayam dan sebagainya. Apa itu Nasi Mawut? Hampir sama dengan Nasi Goreng, tetapi Nasi Mawut ini dicampur mie, atau tepatnya kwietiaw. Pertama-tama mentega dipanaskan di atas tungku arang, kemudian berturut-turut kol, telur dan bumbu dimasukkan. Setelah itu nasi dituangkan dan diakhiri dengan mie. Rasanya? Hmmmm, mungkin gara-gara memasaknya menggunakan tungku arang, bumbu-bumbunya lebih terasa. Muantabbb...

Favorit saya lainnya di mbah Manto adalah Mie Kuah dan Mie Gorengnya. Mie Kuahnya bener-bener segar, masih satu level di atas pak Karso lah. Demikian pula Mie Goreng-nya, bumbunya terasa lebih legit dibanding Nasi Mawut. Bener-bener cocok untuk menghangatkan udara malam Bogor yang saat ini sering hujan rintik-rintik. Jangan lupa minta acarnya, karena acarnya gak asal buat, bener-bener juara. Oh iya, untuk sepiring nasi mawut, nasi goreng, mie goreng atau mie kuah anda harus menyiapkan budget sebesar Rp. 12.000,-. Jadi... Selamat Mencoba...
Reading Time:

Wednesday, February 6, 2008

Kuliner 45 - Ayam Bakar "Mas Mono", Jakarta
February 06, 2008 10 Comments
Para pencinta ayam bakar di Jakarta mungkin sudah tidak asing lagi dengan Ayam Bakar Mas Mono. Tempat makan yang sudah sering diliput berbagai media, baik cetak maupun elektronik. Suatu saat saya berkesempatan untuk mengunjungi salah satu cabang dari Ayam Bakar Mas Mono di PSPT, Jalan Tebet Timur Dalam No. 48.

Tempat makan yang berpusat di Jl. Tebet Raya no. 57 ini baru mulai didirikan tahun 2000 dengan modal awal hanya Rp. 500rb. Terus berkembang, saat ini Ayam Bakar Mas Mono telah mempunyai tujuh cabang di Jakarta. Langganannya banyak dari kalangan artis, malah konon acara Empat Mata yang kesohor itu pun kerap memesan catering untuk crew dan pengisi acaranya dari sini. Apa sih istimewanya?


Menu utama yang disajikan dari tempat makan yang buka dari pukul 09.00-21.00 ini memang hanya ayam bakar. Ketika gigitan pertama kita langsung dapat merasakan betapa lembut daging ayam bakar yang disajikan, tanda bahwa pemilihan bahan baku dan pengolahannya benar-benar diperhatikan. Rasa manis yang tidak terlalu menyentak langsung memenuhi indera pengecap kita, ditimpali dengan sambal yang juara, tidak terlalu pedas dan tidak terlalu manis. Bumbunya benar-benar dapat kita nikmati sampai lapisan daging paling dalam, bahkan sampai tulang. Satu potong ayam dapat kita nikmati dengan harga Rp.7.000,- + nasi putih Rp.2.000,-

Sebagai tambahan menu, tahu dan tempe bacem goreng bisa kita pesan. Sama dengan ayam bakarnya, bumbu bacem yang digunakan untuk makanan berbahan dasar kedelai ini memang top. Tetap manis tapi tidak giung (terlalu manis dalam Bahasa Sunda). Menurut saya inilah salah satu kunci keberhasilan Mas Mono dalam meramu bumbu yang dapat diterima oleh banyak lidah orang Indonesia sehingga usahanya dapat melesat dalam waktu singkat, disamping harganya yang relatif murah untuk makanan di ibu kota ini. Harga satu potong tempe atau tahu adalah Rp. 1.500,-

Satu lagi yang juara di sini, Es Jeruk. Warna orange dari jeruk terpilih langsung hadir di meja saya, dan ketika mencoba menyeruput dari sedotan, rasa jeruk segar yang manis langsung dapat menyegarkan rongga kerongkongan kita yang kering. Hmmmm, jadi haus… Harga : Rp.4.000,-

Beruntung sekali saya sempat mampir ke Ayam Bakar Mas Mono sehingga dapat memberikan coretan ini, khusus untuk Anda… :)

Mau tahu tempat makan lainnya di Jakarta? Silakan lihat disini -> Wisata Kuliner Jakarta

Reading Time:
Kuliner 44 - Restoran PUNCAK Gunung Salak, Bogor
February 06, 20080 Comments
Thai food merupakan salah satu masakan lokal yang go international. Di Indonesia, restoran yang menyajikan menu khas Kerajaan Siam ini cukup banyak ditemukan di kota-kota besar, dan pada umumnya menyasar foodie dari Kelas A & B (menengah ke atas). Oleh karena itu, Restoran Thai Food biasanya terdapat di hotel-hotel mewah, mall, ataupun bangunan yang memang disetting cukup mewah. Di Bogor, restoran sejenis ini salah satunya dapat ditemui di Jl. Kantor Pos no. 6, di belakang Hero Pajajaran, bertajuk Restoran Puncak Gunung Salak.


Restoran Puncak merupakan salah satu tempat makan favorit keluarga saya, berikut saya sampaikan sedikit coretan tentang menu yang dihadirkan oleh resto ini. Silakan menikmati….

Cumi Goreng Tepung, irisan daging cumi yang dibalut dengan tepung panir dan disajikan dengan bumbu sambal yang unik. Cukup yummi untuk membuka hidangan awal. Satu piring menu ini dapat ditebus dengan harga 35ribu rupiah.





Tahu Ayam Hot Plate, nah ini favorit nomor satu. Potongan tahu sutra yang diguyur kuah kental daging ayam cincang dan disajikan dalam nampan hot plate. Aroma yang ditimbulkan benar-benar menggelitik indra pengecap kita. Kerusakan yang ditimbulkan 40ribu rupiah.


Brokoli Cah Sapi, sayur brokoli yang dipadu dengan jamur dan daging sapi. Penyeimbang yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan protein nabati di tubuh kita. Dapat dinikmati dengan harga 35 ribu rupiah





Sapi Bawang Putih, ini juga salah satu menu yang cukup unik. Daging sapi yang ditaburi bumbu dengan dominasi bawang putih cincang, disajikan dengan mie kering dan baby kailan. Aroma bawang putih yang kuat mungkin akan terasa aneh di lidah orang yang tidak terbiasa dengan bumbunya. Harga Rp. 40.000,-


Es Kelapa Thai, nah yang ini juaranya rumah makan ini. Hampir sama dengan kelapa muda, kelapa thai ini mempunyai bentuk yang lebih kecil. Daging kelapanya yang tebal tetap terasa lembut ketika kita gigit. Istimewanya, tanpa gula ataupun sirup, air kelapa ini sudah terasa manis. Benar-benar menyegarkan dan untuk menikmatinya siapkan uang Rp. 15.000,-




Ice Tea, buat minum salah satu rekomendasi saya adalah es teh manis. Loh, apa spesialnya? Karena jika anda memesan minuman ini, anda bisa mendapatkan free refill hehehe. Jadi kadang bisa diminum untuk berdua. Kalo abis, tinggal minta isiin lagi. Irit kan… Bisa ditebus dengan harga Rp. 6.000,-

Oh ya… Sehabis bersantap, luangkanlah sedikit waktu dan rongga perut anda untuk dapat menikmati complimentary dessert yang disediakan resto ini yaitu Singkong dan Teh Thai. Santan manis kental dengan aroma khas dituangkan di atas singkong rebus, suatu makanan penutup yang benar-benar memanjakan indera pengecap kita. Ditutup dengan secangkir kecil teh thai tawar, menyempurnakan makan malam kita di Restoran Puncak. Selamat Menikmati….


Update (Des 2011):
Just info bahwa Resto ini sekarang sudah tutup :((
Untuk resto yg lokasinya berdekatan dengan resto ini ada Resto de'Leuit atau Roast Chicken
Tapi kalau yang dicari adalah resto di kawasan Puncak, silakan tengok Cimory Restaurant

Reading Time:

Friday, February 1, 2008

Kuliner 43 - Bakso Malang ENGGAL, Bandung
February 01, 2008 7 Comments
Bakso kayanya sudah menjadi kudapan nasional, belum pernah saya menemukan orang yang tidak suka "bola-bola daging" ini. Bakso malang merupakan salah satu varian makanan ini. Di kota Bandung, saya menemukan ada dua "warung" bakso malang yang cukup banyak digemari orang, yaitu MANDEEP yang terletak di daerah Taman Citarum (Masjid Istiqomah) dan ENGGAL yang berlokasi di Jl. Burangrang No.12 (dekat SMA BPI). Saya akan mereview tempat yang terakhir yaitu Bakso Malang Enggal.


Sudah beberapa kali saya tidak jadi singgah di tempat ini gara-gara setiap kali mau masuk antrian orang yang tengah mengambil makanannya cukup panjang, padahal ketika jaman SMA dulu, bakso malang Enggal hanya gerobak kaki lima, yang berada di seberang tempatnya sekarang ini. Apa sih rahasianya? Yaaa, jangan tanya saya, tanya ama yg punya kali yah hehehe


Masuk ke tempat makan ini, kita diminta langsung memilih "isi" mangkuk kita. Untuk yg kering tersedia siomay goreng, baso goreng dan kresol Sedangkan untuk basahan kita bisa mengambil siomay, tahu baso, bakso besar urat, bakso besar halus dan bakso kecil. Supaya mudah, kita juga dapat memesan 4 paket yang disediakan. Paket A yang berisi semua item di atas dapat dinikmati dengan harga Rp. 8000 (sudah termasuk teh botol). Setelah memilih, maka kita dapat langsung membayar dan pesanan kita akan dibawakan ke meja yang tersedia.


Semangkuk bakso malang hangat dapat segera kita santap untuk menemani dinginnya udara bandung. Anda bisa mengunjungi Bakso Malang ENGGAL mulai pukul 9 pagi sampai dengan 10 malam, semakin larut biasanya tempat ini semakin ramai, apalagi saat weekend. Selamat mencoba....
Reading Time:
Kuliner 42 - Sop dan Sate Kambing SRIKANDI, Jakarta
February 01, 20080 Comments
Buat warga Jakarta yang suka makan pinggir jalan, ada satu kawasan di Jakarta Pusat yang cukup ramai dikunjungi saat waktu makan siang tiba, tepatnya di Jl. Tanah Abang I. Di sepanjang jalan ini terdapat beberapa tempat makan seperti RM Padang, Soto Solo, Mie ayam, es podeng dan lain-lain. Nah coretan saya kali ini ingin mengulas salah satu penjaja kuliner di kawasan tersebut yaitu Warung Srikandi, yang berada di gang Kebon Jahe Kober VIII.


Warung ini hanya menyediakan 2 jenis makanan yaitu Sop Kambing dan Sate Kambing. Sate kambing yang disajikan bisa kita minta untuk dicampur dengan sate ati. Walaupun tempatnya sedikit kumuh, tapi rasa makanannya... hmmm, sueedap boss. Sop kambingnya segar dan rasa satenya mengigit indra pengecap kita. Saya biasa memesan satu mangkuk sop kambing dan 5 tusuk sate campur. Tentunya ditemani dengan segelas es teh manis atau es jeruk.

Berminat? Tapi untuk bisa bersantap di tempat ini kita harus siap bermandikan peluh, karena tempatnya yang padat dan sedikit pengap. Ya, sedikit pengorbanan utk mendapatkan kenikmatan kuliner tidak masalah kan ?

Harga:
Sup Kambing + Nasi: Rp.13.000,-
Sate Kambing (bisa dcampur dengan sate ati) : Rp.15.000,- (per 10 tusuk)
Nasi putih : Rp. 2000
Es teh manis : Rp. 2000
Es Jeruk : Rp. 4000
Reading Time:

@way2themes