Tuesday, February 20, 2007

Kuliner 05 - Udang Goreng Wamena


Masuk di tahun 2007, kantorku mulai disibukkan dengan pekerjaan yang kita dapat dari JICA yaitu Survey for enhancing e-Local Government. Kita melakukan survey ke 25 Pemerintah Daerah untuk memotret kondisi eGovernment di tiap daerah tersebut. Saya sendiri kebagian 5 (tiga) lokasi survey, yaitu Wamena (Jayawijaya), Masohi (Maluku Tengah), Purwokerto (Banyumas), Cilacap dan Kebumen. Kita mulai dari Wamena.....

Berangkat tanggal 9 Januari ’07, naik pesawat jam 5 WIB, saya baru sampai di Bandara Sentani, Jayapura sekitar pukul 15.00 WIT. Karena cuaca yang tidak memungkinkan, saya tidak bisa langsung terbang ke Wamena. Akhirnya kami mencari hotel yang dekat bandara. Baru keesokan harinya saya bisa terbang ke Wamena. Tiba di HOTEL BALIEM PILAMO, kita langsung melakukan interview dengan responden di hotel sekalian makan siang di restorannya. Nah... cerita makan siang ini yang akan saya tuliskan di sini.

Meja makan di hadapan saya sudah terhampar makanan yang sangat menggugah selera. Yang paling menarik perhatian saya adalah Udang Goreng. Walaupun disebut udang, tapi udang disini berbeda. Banyak yang bilang ini adalah hasil udah selingkuh :-) karena walau badannya udang, tapi memiliki capit seperti kepiting. Ukurannya cukup besar, tapi tidak sebesar lobster yang pernah saya makan. Walau dengan bumbu seadanya, udang ini terasa sangat lezaattt di mulut. Dengan menebalkan kulit muka, saya menyantap sepiring penuh udang bakar ini, padahal saya tengah makan bersama salah satu pejabat kota ini hehehe.

Belum cukup puas, untuk makan malam saya kembali makan di restoran hotel ini dan memesan menu yang sama. Dengan harga sekitar Rp.70.000, menu udang ini dapat kita santap berdua karena porsinya cukup banyak, dapat disantap dengan beberapa pilihan saus seperti saus tiram, saus padang, dan saus asam manis. Satu kata untuk wisata kuliner di kota Wamena ini, MUANTAAABBBBB.....

Score:
Udang bakar Wamena : 9

Kuliner lain di kota ini:



5 comments:

  1. wah mas indri udah sampe ke wamena yach...

    ReplyDelete
  2. looks like interesting,but...can not read...
    anyway good.

    ReplyDelete
  3. laper nooooo :((:((

    elu siiihhhh :((:((

    ReplyDelete
  4. They called Udang Selingkuh ... udang air tawar sebesar lobster dengan capit seperti kepiting yang dijaring dari sungai di Wamena ... Yang paling oke masakannya ada di rumah makan Edi ... letaknya paling ujung seberang Bandara Wamena ...

    ReplyDelete